Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2019
Bendera Indonesia
2014 ←
17 April 2019 (2019-04-17) → 2024

Jajak pendapat
Terdaftar 190.770.329 jiwa[1]
Kehadiran pemilih 158.012.506 (81,97%)
  Joko Widodo 2014 official portrait.jpg Prabowo Subianto portrait.jpg
Calon Joko Widodo Prabowo Subianto
Partai PDI-P Gerindra
Aliansi Koalisi Indonesia Kerja[2] Koalisi Indonesia Adil Makmur[2]
Pendamping Ma'ruf Amin Sandiaga Uno
Suara popular 85.607.362 68.650.239
Persentase 55,5% 44,5%

Map of 2019 Indonesian Presidential Election - Provinces.svg

Hasil rekaputilasi penghitungan suara dalam negeri.
Jokowi-Amin: merah; Prabowo-Sandi: emas tua.

Map of 2019 Indonesian Presidential Election - Overseas Elections.svg

Hasil rekapitulasi penghitungan suara luar negeri.
Jokowi-Amin: merah; Prabowo-Sandi: biru; Seimbang: hijau (Tunisia).

Presiden petahana

Joko Widodo
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Presiden terpilih

Joko Widodo
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Coat of Arms of Indonesia.svg
Pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden serta anggota DPR, DPRD, dan DPD
TAHUN 2019
Indonesian Presidential Seal gold.svg Indonesian Vice Presidential Seal gold.svg Coat of arms of the People's Representative Council of Indonesia.svg Coat of arms of the Regional Representative Council of Indonesia.svg
Pilpres sebelumnya
Pileg sebelumnya
National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg
Artikel ini adalah bagian dari seri
Politik dan pemerintahan
Indonesia
Pancasila (filsafat bangsa)
UUD 1945
Hubungan luar negeri
Proses pemilihan umum pada salah satu TPS di Samarinda

Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2019 adalah sebuah proses demokrasi untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. Pemilihan umum ini dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan perolehan suara 55,50%, diikuti oleh Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan perolehan suara 44,50%. Pemilihan ini dilaksanakan serentak dengan pemilihan umum legislatif.

Hasil dari pemilihan umum ini telah secara resmi diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia pada Selasa, 21 Mei 2019 dini hari.[3] Namun hasil dari Pilpres ini tidak diterima oleh Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi karena dianggap penuh dengan ketidakadilan, kecurangan, dan kesewenang-sewenangan.[4] Untuk itu, BPN Prabowo-Sandi mengajukan gugatan sengketa hasil Pilpres kepada Mahkamah Konstitusi.[5]

Latar Belakang

Petahana

Menurut Pasal 7 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan." Dengan demikian, Joko Widodo yang menjadi pemegang posisi Presiden Republik Indonesia untuk periode 2014–2019 berhak dan dapat mengajukan pencalonan kembali untuk pemilihan umum 2019 dengan masa jabatan 2019–2024. Presiden Joko Widodo kemudian telah mengumumkan secara resmi calon wakil presiden yang akan mendampinginya di pemilihan umum 2019 yaitu Profesor Doktor KH Ma'ruf Amin pada tanggal 9 Agustus 2018 di Jakarta.[6]

Pemerintah juga memunculkan ambang batas untuk pemilihan 2019, sehingga menurut Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia Effendi Ghazali, pemerintah dinilai membawa kepentingan partai politik.[7]

RUU Pemilu

Tipe Paket A Paket B Paket C Paket D Paket E
Ambang batas presiden 20% (kursi)/25% (suara) 0% 10% (kursi)/15% (suara) 10% (kursi)/15% (suara) 20% (kursi)/25% (suara)
Ambang batas parlemen 4% 4% 4% 5% 4%
Sistem pemilu terbuka terbuka terbuka terbuka terbuka
Besaran kursi 3-10 3-10 3-10 3-8 3-10
Konversi suara Sainte-Laguë murni Kuota Hare Kuota Hare Sainte-Laguë murni Kuota Hare
Hasil 1 PDI-P, Golkar, Nasdem,
Hanura, PKB, PPP
Gerindra, Demokrat, PKS PAN - -
Hasil 2 - Tidak ada

Hasil keputusan adalah terambilnya Paket A.

Keterangan:
 • Pada hasil kedua, keempat partai politik lainnya menyatakan Walk Out dari hasil pemungutan suara.

Jadwal Pemilu

Pra-Pemilu

Keterangan: Ditulis miring berarti jadwal tetap

Tanggal
(Paling lambat)
Kegiatan
30 September 2017 Pembentukan Panwaslu kecamatan, kelurahan dan luar negeri
17 Agustus 2017 Perencanaan program dan anggaran serta penyusunan peraturan pelaksana penyelenggaraan pemilu
17 Oktober 2017 Pendaftaran partai politik peserta pemilu
17 Desember 2017 Menteri Dalam Negeri menyerahkan data kependudukan ke KPU
17 Februari 2018 Verifikasi partai politik calon peserta pemilu diselesaikan
18 Februari 2018 Pengumuman nama partai politik peserta pemilu
17 Maret 2018 Daftar pemilih tetap dapat dilengkapi daftar pemilih tambahan
25 Maret 2018 Pembentukan pengawas TPS
17 Juli 2018 Pendaftaran calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten
4-10 Agustus 2018 Pendaftaran pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden
20 September 2018 KPU melakukan verifikasi pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden
21 September 2018 Pengumuman nama pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden
17 Oktober 2018 Pembentukan panitia pemilihan kecamatan dan panitia pemungutan suara
23 September 2018-
13 April 2019
Kampanye pemilu
14-16 April 2019 Masa tenang
17 April 2019 Pemungutan suara

Pasca-Pemilu

Keterangan: Ditulis miring berarti jadwal tetap

Tanggal
(Paling lambat)
Kegiatan
19 April 2019 Perlengkapan pemungutan suara harus sudah diterima KPPS
17-19 April 2019 Penetapan hasil perolehan suara di luar negeri
6 Mei 2019 Penetapan hasil perolehan suara untuk calon presiden dan wakil presiden oleh KPU
9 Mei 2019 Penetapan hasil perolehan suara partai politik untuk calon DPRD kota/kabupaten oleh KPU kota/kabupaten
12 Mei 2019 Penetapan hasil perolehan suara partai politik untuk calon DPRD provinsi oleh KPU provinsi
15 Mei 2019 Penetapan hasil perolehan suara partai politik untuk calon DPR dan DPD oleh KPU
6 Oktober 2019 Penetapan pasangan presiden dan wakil presiden terpilih

Kandidat

Resmi

Masing-masing pasangan calon sama-sama melakukan deklarasi pada 9 Agustus 2018, pendaftaran pada 10 Agustus 2018,[8][9] dan peresmian pada 20 September 2018.[10]


Keterangan
Ditulis miring artinya bukan partai politik pengusung (hanya partai politik pendukung saja)[11]
Nomor
urut[12]
Kandidat Partai politik % suara % kursi Jumlah kursi DPR Persyaratan
 % suara/kursi
01
Calon Presiden: Joko Widodo
Calon Wakil Presiden: Ma'ruf Amin[13]

PDI-P[14] 18,95 19,5 109
62,71/60,3

338 / 560
Logo GOLKAR.jpg Partai Golkar[15] 14,75 16,2 91
33x33px PKB[16] 9,04 8,4 47
Partai NasDem.svg Partai NasDem[17] 6,72 6,3 36
Logo PPP.svg PPP[18] 6,53 7,0 39
25x25px Partai Hanura[19] 5,26 2,9 16
Logo PKPI.png PKPI[20] 0,91 0 0
PBB[21] 1,46 0 0
LogoPSI.svg PSI[22] 0 0 0
PartaiPerindo.png Partai Perindo[23] 0 0 0
Jumlah 62,71 60,3 338
02
Calon Presiden: Prabowo Subianto
Calon Wakil Presiden: Sandiaga Uno[24]

PrabowoSandiLogo.png
31x31px Partai Gerindra[25] 11,81 13,0 73
34,92/39,7

222 / 560
Partai Demokrat[26] 10,19 10,9 61
Logo Partai Amanat Nasional.png PAN[27] 7,59 8,7 48
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS[27] 6,79 7,1 40
Logo Partai Berkarya.svg Partai Berkarya[28] 0 0 0
Partai Idaman[29] 0 0 0
Partai Aceh[30] 0 0 0
Jumlah 36,38 39,7 222

Potensial

Debat

Terdapat lima buah debat sebelum digelarnya pemungutan suara. Kelima debat tersebut dirincikan sebagai berikut:

No Tanggal Lokasi Tema Moderator Penyiar Partisipan debat
 P   Partisipan  N   Tidak diundang  Paslon 01 Paslon 02
Joko Widodo Ma'ruf Amin Prabowo Subianto Sandiaga Uno
01 17 Januari 2019 (2019-01-17)
Hotel Bidakara
P P P P
02 17 Februari 2019 (2019-02-17)
Hotel Sultan
P N P N
03 17 Maret 2019 (2019-03-17)
Hotel Sultan
N P N P
04 30 Maret 2019 (2019-03-30)
Hotel Shangri La
P N P N
05 13 April 2019 (2019-04-13)
Hotel Sultan
P P P P

Isu

Pinjaman luar negeri

Jumlah hutang luar negeri Indonesia menjadi sorotan kritik tim Prabowo-Sandi terhadap petahana Joko Widodo. Prabowo menilai, pemerintah banyak berutang untuk impor bahan pangan, bukan untuk meningkatkan produksi.[31] Prabowo menilai, dengan semakin besar utang, negara akan melemah. Ia kemudian menyatakan bahwa saat ini pemerintah berniat mengimpor 100% bahan bakar.[31]

Di sisi lain, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa rasio utang RI masih tergolong rendah, yaitu hanya sekitar 29% dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh di bawah target maksimal rasio hutang terhadap PDB, yaitu 60% sebagaimana yang diamanatkan undang-undang. Ia juga menyatakan, baiknya kinerja pemerintah dapat dilihat dari kecilnya inflasi, yaitu di angka 3,5%-4%.[32]

Kondisi perekonomian Indonesia

Salah satu isu perekonomian yang dibahas adalah mengenai jumlah Pendapatan Domestik Bruto per Kapita. Pada 23 Desember 2018, di hadapan jamaah Majelis Tafsir Alquran di jalan Ronggowarsito, Kota Solo, Prabowo menyatakan bahwa PDB per kapita Indonesia saat ini setingkat dengan sejumlah negara miskin di Benua Afrika. Prabowo menyampaikan bahwa negara-negara miskin tersebut adalah Rwanda, Sierra Leone, Chad, Haiti (yang sebenarnya terletak di Benua Amerika), dan pulau-pulau kecil seperti Kiribati (yang sebenarnya berada di Kepulauan Pasifik). Prabowo mengungkapkan, kenyataan ini ironis mengingat Indonesia merupakan produsen kelapa sawit tertinggi di dunia.[33]

Pada tanggal 27 Desember 2018, Tempo menurunkan laporan mengenai perbandingan kondisi ekonomi Indonesia dengan negara-negara yang disebutkan oleh Prabowo. Data tersebut menampilkan bahwa PDB per kapita Indonesia berdasarkan keseimbangan kemampuan berbelanja ada di angka $11.900, jauh di atas Haiti ($1.830), Chad ($1.920), Rwanda ($1.990), dan Kiribati ($3.850).[34]

Kontroversi

Isu mahar

Berawal dari cuitan Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief tentang pemberian imbalan untuk pemilihan calon wakil presiden kepada PKS dan PAN sebesar 1 triliun rupiah, kasus ini telah ditelusuri bawaslu dan dinyatakan bahwa isu ini tidak benar.[35]

Perang tagar

Tagar "#2019GantiPresiden" pertama kali digagas oleh politikus PKS Mardani Sera, pada awalnya tagar tersebut tidak dipermasalahkan, tetapi belakangan tagar ini mulai dipermasalahkan karena eksistensi dalam bentuk deklarasi di berbagai wilayah. Menyikapi tagar tersebut muncul tagar-tagar seperti "#Jokowi2Periode" dan "#2019TetapJokowi".

Tagar "#2019GantiPresiden" dianggap terlalu kontroversial oleh pendukung Prabowo-Sandi, karena banyaknya kasus yang membuat konflik di daerah, maka didengungkan tagar baru "#2019PrabowoPresiden".[36][37]

Pengusiran Neno Warisman

Kasus Bahar bin Smith

Hoaks Ratna Sarumpaet

Penghitungan dan hasil

Hitung cepat

Proses hitung cepat dirilis pada tanggal 17 April 2019 pukul 15:00 oleh berbagai lembaga survei.[38]

Sumber/
Lembaga
Pasangan Sampel Masuk Grafik
Presiden Jokowi.jpg
Jokowi-Amin
Prabowo Subianto portrait.jpg
Prabowo-Sandi
Saiful Mujani Research and Consulting[39] 54,85% 45,15% 97,72%






Indikator Politik Indonesia 53.91% 46.09% 95.70%






Poltracking 54.98% 45.02% 100.0%






Populi Center 54.00% 46.00% 98.15%






LSI Denny JA 55.71% 44.29% 100.0%






Litbang Kompas 54.43% 45.57% 99.95%






Indo Barometer 54.35% 45.65% 99.83%






KedaiKOPI 54.20% 45.80% 90.25%






Median 54.52% 45.68% 98.02%






CSIS-Cyrus 55.60% 44.40% 99.99%






Charta Politika 54.34% 45.65% 99.83%






Konsep Indonesia [40] 54.03% 45.97% 99.80%






Voxpol Center[41] 54.55% 45.45% 100.0%






Hasil resmi

Hasil rekapitulasi pada tingkat kabupaten/kota.
Merah: Jokowi-Amin, Emas tua: Prabowo-Sandi

Hasil resmi telah ditetapkan pada tanggal 21 Mei 2019 dini hari.[42]

s • b Ringkasan hasil pemilihan umum Presiden Indonesia 17 April 2019
Calon Pasangan Koalisi Suara %
Joko Widodo Ma'ruf Amin Koalisi Indonesia Kerja 85.607.362 55,50
Prabowo Subianto Sandiaga Uno Koalisi Indonesia Adil Makmur 68.650.239 44,50
Total 154.257.601 100%
Suara sah 154.257.601 97,62
Suara tidak sah 3.754.905 2,38
Pemilih pengguna hak pilih 158.012.506 81,97
Pemilih golput 32.757.823 18,03
Pemilih terdaftar 190.770.329
Sumber: Komisi Pemilihan Umum RI
Suara menurut wilayah Total suara Grafik
Selisih suara
Joko Widodo
Ma'ruf Amin

Koalisi Indonesia Kerja
Prabowo Subianto
Sandiaga Uno

Koalisi Indonesia Adil Makmur
Suara % Suara %
Sumatra Aceh 404.188 14,41 2.400.746 85,59 2.804.934






Sumatra Utara 3.936.515 52,32 3.587.786 47,68 7.524.301






Sumatra Barat 407.761 14,08 2.488.733 85,92 2.896.494






Riau 1.248.713 38,73 1.975.287 61,27 3.224.000






Jambi 859.833 41,68 1.203.025 58,32 2.062.858






Sumatra Selatan 1.942.987 40,30 2.877.781 59,70 4.820.768






Bengkulu 583.488 49,89 585.999 50,11 1.169.487






Lampung 2.853.585 59,34 1.955.689 40,66 4.809.274






Bangka Belitung 495.729 63,23 288.235 36,77 783.964






Kepulauan Riau 550.692 54,19 465.511 45,81 1.016.203






Jawa Banten 2.537.524 38,46 4.059.514 61,54 6.597.038






DKI Jakarta 3.279.547 51,68 3.066.137 48,32 6.345.684






Jawa Barat 10.750.568 40,07 16.077.446 59,93 26.828.014






Jawa Tengah 16.825.511 77,29 4.944.447 22,71 21.769.958






Yogyakarta 1.655.174 69,03 742.481 30,97 2.397.655






Jawa Timur 16.231.668 65,79 8.441.247 34,21 24.672.915






Sunda Kecil Bali 2.351.057 91,68 213.415 8,32 2.564.472






Nusa Tenggara Barat 951.242 32,11 2.011.319 67,89 2.962.561






Nusa Tenggara Timur 2.368.982 88,57 305.587 11,43 2.674.569






Kalimantan Kalimantan Barat 1.709.896 57,50 1.263.757 42,50 2.973.653






Kalimantan Tengah 830.948 60,74 537.138 39,26 1.368.086






Kalimantan Selatan 823.939 35,92 1.470.163 64,08 2.294.102






Kalimantan Timur 1.094.845 55,71 870.443 44,29 1.965.288






Kalimantan Utara 248.239 70,04 106.162 29,96 354.401






Sulawesi Sulawesi Utara 1.220.524 77,24 359.685 22,76 1.580.209






Gorontalo 369.803 51,73 345.129 48,27 714.932






Sulawesi Tengah 914.588 56,41 706.654 43,59 1.621.242






Sulawesi Tenggara 555.664 39,75 842.117 60,25 1.397.781






Sulawesi Barat 475.312 64,32 263.620 35,68 738.932






Sulawesi Selatan 2.117.591 42,98 2.809.393 57,02 4.926.984






Maluku Maluku 599.457 60,40 392.940 39,60 992.397






Maluku Utara 310.548 47,39 344.823 52,61 655.371






Papua Papua 3.021.713 90,66 311.352 9,34 3.333.065






Papua Barat 508.997 79,81 128.732 20,19 637.729






Luar negeri 570.534 73,31 207.746 26,69 778.280






Sumber: Komisi Pemilihan Umum

Hasil survei

Lembaga Survei Tanggal Jumlah Sampel Presiden Jokowi.jpg
Jokowi-Amin
Prabowo Subianto portrait.jpg
Prabowo-Sandi
Lainnya
Alvara
(sumber)
12 - 18 Agustus 2018 1.500 53,6 35,2 11,2%
LSI Denny JA
(sumber)
12 - 19 Agustus 2018 1.200 52,2 29,5 18,3%
Y-Publica
(sumber)
13 - 23 Agustus 2018 1.200 52,7 28,6 18,7%
Indikator
(sumber)
1 - 6 September 2018 1.220 57,7 32,3 10%
SMRC
(sumber)
7 - 14 September 2018 1.074 60,4 29,8 9,8%
LSI Denny JA
(sumber)
10 - 19 November 2018 1.200 53,2 31,2 15,6%
Roy Morgan
(sumber)
Desember 2018 1.045 59,5 40,5 0%
Indikator
(sumber)
6 - 16 Desember 2018 1.220 54,9 34,8 10,3%
Charta Politika
(sumber)
22 Desember 2018 - 2 Januari 2019 2.000 53,2 35,5 11,3%
Y-Publica
(sumber)
26 Desember 2018 - 8 Januari 2019 1.200 53,5 31,9 14.6%
Median
(sumber)
6 - 15 Januari 2019 1.500 47,9 38,7 13,4%
DEBAT PERTAMA PILPRES 2019 (17 Januari 2019)
Cyrus
(sumber)
18 - 23 Januari 2019 1.230 57,5 37,2 5,3%
LSI Denny JA
(sumber)
18 - 25 Januari 2019 1.200 54,8 31 14,2%
Celebes Research Center
(sumber)
23 - 31 Januari 2019 1.200 56,1 31,7 12,2%
SMRC
(sumber)
24 - 31 Januari 2019 1.620 54,9 32,1 13,0%
Roy Morgan
(sumber)
Januari 2019 1.039 58,0 42,0 0%
Indo Barometer
(sumber)
6 - 12 Februari 2019 1.200 50,2 28,9 20,9%
DEBAT KEDUA PILPRES 2019 (17 Februari 2019)
Konsep Indonesia
(sumber)
17 - 24 Februari 2019 1.200 54,8 34,1 11,1%
LSI Denny JA
(sumber)
18 - 25 Februari 2019 1.200 58,7 30,9 10,4%
Alvara
(sumber)
22 Februari - 2 Maret 2019 1.201 53,9 34,7 11,4%
Litbang Kompas
(sumber)
22 Februari - 5 Maret 2019 2.000 49,2 37,4 13,4%
SMRC
(sumber)
24 Februari - 5 Maret 2019 2.479 57,6 31,8 10,6%
PolMark
(sumber)
Oktober 2018 - Februari 2019 440 40,4 25,8 33,8%
Roy Morgan
(sumber)
Februari 2019 1.101 57,0 43,0 0%
Charta Politika
(sumber)
1 - 9 Maret 2019 2.000 53,6 35,4 11,0%
NIRC
(sumber)
1 - 10 Maret 2019 1.200 55,8 34,3 9,9%
Populi Center
(sumber)
5 - 15 Maret 2019 1.200 54,1 33,6 12,3%
DEBAT KETIGA PILPRES 2019 (17 Maret 2019)
Indo Barometer
(sumber)
15 - 21 Maret 2019 1.200 50,8 32,0 17,2%
CSIS
(sumber)
15 - 22 Maret 2019 1.960 51,4 33,3 15,3%
LSI Denny JA
(sumber)
18 - 26 Maret 2019 1.200 56,8-63,2 36,8-43,2
Polmatrix Indonesia
(sumber)
20 - 25 Maret 2019 2.000 54,1 34,0 11,9%
Indikator
(sumber)
22 - 29 Maret 2019 1.220 55,4 37,4 7,2%
Y-Publica
(sumber)
Akhir Januari - Maret 2019 43.200 53,1 32,8 14,1%
DEBAT KEEMPAT PILPRES 2019 (30 Maret 2019)
Roy Morgan
(sumber)
Pertengahan Maret - Awal April 2019 1.224 54,5 45,5 0%
Indodata
(sumber)
24 Maret - 7 April 2019 1.200 54,8 32,5 12,7%
Cyrus
(sumber)
27 Maret - 2 April 2019 1.230 56,4 38,1 5,5%
NIRC
(sumber)
28 Maret - 3 April 2019 1.200 57,3 35,9 6,8%
Median
(sumber)
31 Maret - 7 April 2019 1.500 47,2 39,5 13,3%
SMRC
(sumber)
1 - 4 April 2019 1.240 57,3 32,5 10,2%
Indo Barometer
(sumber)
1 - 7 April 2019 1.200 59,9 40,1 0%
Y-Publica
(sumber)
1 - 7 April 2019 1.200 55,3 35,2 9,5%
Poltracking
(sumber)
1 - 8 April 2019 2.000 53,3 39,7 7,0%
Alvara
(sumber)
2 - 8 April 2019 2.000 52,2 38,8 9,0%
Indopolling
(sumber)
3 - 8 April 2019 1.080 57,4 32,5 10,1%
SMRC
(sumber)
5 - 8 April 2019 2.285 56,8 37,0 6,2%
LSI Denny JA
(sumber)
4 - 9 April 2019 2.000 55,9-65,8 34,2-44,1
Charta Politika
(sumber)
5 - 10 April 2019 2.000 55,7 38,8 5,5%
DEBAT KELIMA PILPRES 2019 (13 April 2019)
PEMUNGUTAN SUARA PEMILU 2019 (17 April 2019)

Dampak Pemilu Serentak 2019

Sakit dan Meninggal Dunia

Jumlah petugas penyelenggara Pemilu Serentak 2019 yang meninggal dunia secara keseluruhan mencapai 554 orang dan yang sakit 3.788 orang[43]. Dan ini menjadi korban yang terbesar di dalam Sejarah Pemilu di Indonesia. Hal ini diakibatkan banyaknya beban tugas yang ditanggung oleh petugas KPPS maupun dari pihak kepolisian, dari tugas penghitungan yang banyak dimulai dari suara Penghitungan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, DPRD, dan DPR, menjaga Kotak Surat Suara, serta pengantaran Logistik Pemilu.

Pahlawan Demokrasi

Presiden Jokowi[44] menetapkan semua para petugas maupun pihak kepolisian yang gugur saat mengawal Pemilu 2019 sebagai Pahlawan Demokrasi[45].

Penerimaan hasil

Hasil pemilihan umum Presiden Indonesia 2019 tidak diterima baik oleh Pasangan Calon Presiden RI nomor urut 02, Prabowo Subianto. Menurutnya, hasil Pilpres 2019 ini penuh dengan kecurangan yang tidak dapat diselesaikan oleh Komisi Pemilihan Umum RI.[46] Ia berencana melakukan upaya kedaulatan hukum sesuai konstitusi dan mengedepankan kedaulatan rakyat.[46][47] Selain itu, ia juga menggelar sebuah rapat bersama para pendukungnya, membahas Hasil Pilpres 2019 di Kertanegara.[48] Terjadi demonstrasi massa yang menolak hasil pemilihan presiden ini yang berujung kerusuhan di Jakarta pada tanggal 21 dan 22 Mei.

Galeri foto

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Lindungi Hak Pilihmu – Rekapitulasi Data Pemilih – kpu.go.id". Diakses tanggal 03 Maret 2019. 
  2. ^ a b Media, Kompas Cyber. "Ini Urutan Penghitungan Suara pada Pemilu Serentak 2019". KOMPAS.com. 
  3. ^ "KPU Tetapkan Jokowi-Ma'ruf Pemenang Pilpres 2019". CNN Indonesia. 21 Mei 2019. 
  4. ^ "Saksi BPN Prabowo-Sandiaga Tolak Tanda Tangani Hasil Pemilu Yang Ditetapkan". Kompas. 21 Mei 2019 (2019-05-21). Diakses tanggal 21 Mei 2019 (2019-05-21). 
  5. ^ "BPN Prabowo-Sandiaga Akan Ajukan Gugatan Sengketa Hasil Pilpres ke MK". Kompas Gramedia. 21 Mei 2019. Diakses tanggal 21 Mei 2019. 
  6. ^ "Joko Widodo umumkan Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden". BBC News Indonesia (dalam bahasa Inggris). 2018-08-09. Diakses tanggal 2018-08-23. 
  7. ^ Media, Kompas Cyber (15 September 2016). "Munculkan Ambang Batas Pilpres 2019, Pemerintah Dinilai Bawa Kepentingan Parpol – Kompas.com". Diakses tanggal 5 September 2018. 
  8. ^ "Jokowi-Ma'ruf Amin resmi mendaftar sebagai bakal capres dan cawapres di KPU". 10 Agustus 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018 – via www.bbc.com. 
  9. ^ VIVA, PT. VIVA MEDIA BARU - (10 Agustus 2018). "Prabowo-Sandi Resmi Daftar Capres-cawapres, KPU Periksa Berkas – VIVA". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  10. ^ Media, Kompas Cyber. "KPU Tetapkan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi sebagai Capres-Cawapres". KOMPAS.com. 
  11. ^ FHR. "KPU Coret PSI dan Perindo sebagai Partai Pengusul Jokowi". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  12. ^ Media, Kompas Cyber. "Jokowi-Ma'ruf Amin Nomor Urut Satu, Prabowo-Sandiaga Nomor Urut Dua". KOMPAS.com. 
  13. ^ Media, Kompas Cyber (9 Agustus 2018). "Jokowi Resmi Tunjuk Ma'ruf Amin sebagai Cawapres – Kompas.com". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  14. ^ https://m.detik.com/news/berita/d-3882201/resmi-megawati-umumkan-jokowi-jadi-capres-pdip-di-pilpres-2019
  15. ^ "Local elections in Indonesia test Widodo's 2019 prospects". Nikkei Asian Review. Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  16. ^ Media, Kompas Cyber (2018-07-14). "PKB Resmi Dukung Jokowi untuk Pilpres 2019 – Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-15. 
  17. ^ Media, Kompas Cyber (15 November 2017). "Resmi, Nasdem Dukung Jokowi di Pilpres 2019 – Kompas.com". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  18. ^ developer, metrotvnews. "PPP Resmi Usung Jokowi di Pilpres 2019". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  19. ^ Suherdjoko (24 December 2017). "Hanura reaffirms support for Jokowi's re-election". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 13 March 2018. 
  20. ^ "PKPI Dukung Jokowi di Pilpres 2019 – TribunJakarta". TribunJakarta. 2018-05-14. Diakses tanggal 2018-06-04. 
  21. ^ "Hasil Rakornas, PBB Resmi Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin – Kompas". Kompas. 2019-01-27. Diakses tanggal 2019-01-28. 
  22. ^ Salim, Agus (1 March 2018). "PSI dukung Jokowi di pilpres 2019". Antara News. Diakses tanggal 13 March 2018. 
  23. ^ Liputan6.com (2 Agustus 2017). "Partai Hary Tanoe Dukung Jokowi di Pilpres 2019". liputan6.com. 
  24. ^ Sarwanto, Abi. "Sandiaga Uno Jadi Cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019". CNN Indonesia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-09. 
  25. ^ Widiastuti, Rina (11 April 2018). "Gerindra Resmi Usung Prabowo Subianto di Pilpres 2019". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  26. ^ "BREAKING NEWS: Sah, Demokrat ke Koalisi Prabowo – indopos.co.id". 24 Juli 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  27. ^ a b "PKS dan PAN Sepakat Usung Prabowo Subianto Sebagai Capres 2019 – Tribunnews.com". 14 Juli 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  28. ^ Media, Kompas Cyber. "Titiek Soeharto Ungkap Alasan Partai Berkarya Dukung Prabowo-Sandiaga". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-06-11. 
  29. ^ "Alasan Ekonomi, Pengikut Rhoma Irama Dukung Prabowo - Sandiaga". suara.com. 2018-10-28. Diakses tanggal 2019-06-11. 
  30. ^ "Mualem: Tertibkan Logo Partai Aceh di Baliho Capres Selain Prabowo-Sandi". Serambi Indonesia. Diakses tanggal 2019-06-08. 
  31. ^ a b https://news.detik.com/read/2018/11/28/170005/4321396/1536/prabowo-uang-utangan-malah-digunakan-untuk-impor-impor-impor
  32. ^ http://finance.detik.com/read/2018/12/03/123422/4328108/4/luhut-tak-benar-ri-hidup-dari-utang
  33. ^ "Transkrip Pidato Prabowo Saat Sebut Indonesia Setingkat dengan Negara Miskin Afrika". Tribunnews.com. 2018-12-24. Diakses tanggal 2018-12-27. 
  34. ^ Ramadhan, Fitra Moerat (27 Desember 2018). "Indonesia Versus Haiti, Negara yang Disebut Miskin oleh Prabowo". Tempo. 
  35. ^ Dwi Andayani dan Marlinda Oktavia Erwanti. "Kontroversi Bawaslu Setop Kasus Mahar Pilpres Rp 1 T". Detik. Diakses tanggal 11 September 2018. 
  36. ^ "Dialog: Ramai Perang Tagar Jelang Pilpres". Kompas. Diakses tanggal 11 September 2018. 
  37. ^ Syaiful Hadi. "Deklarasi Hari Ini, Begini Awal Mula Gerakan #2019GantiPresiden". Tempo. Diakses tanggal 11 September 2018. 
  38. ^ https://news.detik.com/berita/d-4515451/hasil-quick-count-nyaris-100-6-lembaga-survei-jokowi-unggul
  39. ^ https://tirto.id/hasil-quick-count-smrc-jokowi-vs-prabowo-siapa-menang-pilpres-dmhu
  40. ^ https://indopolitika.com/hasil-akhir-quick-count-pilpres-2019-konsepindo-jokowi-maruf-amin-tetap-unggul/
  41. ^ https://news.okezone.com/read/2019/04/18/605/2044992/hasil-quick-count-voxpol-center-100-jokowi-ma-ruf-54-55-dan-prabowo-sandi-45-45
  42. ^ Dewi Nurita (21 Mei 2019 (2019-05-21)). "Jokowi Menang di 21 Provinsi, Ini Daftar Lengkap Rekapitulasi KPU". Tempo.co. Diakses tanggal 21 Mei 2019 (2019-05-21). 
  43. ^ "Total 554 Orang KPPS, Panwas dan Polisi Tewas di Pemilu 2019". nasional (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-05-09. 
  44. ^ Media, Kompas Cyber. "Jokowi Sebut Orang-orang yang Gugur saat Mengawal Pemilu Sebagai Pahlawan Demokrasi". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-05-09. 
  45. ^ Liputan6.com (2019-04-23). "Gugurnya Pahlawan Demokrasi Saat Kawal Pemilu 2019". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-05-09. 
  46. ^ a b "Anggap Penuh Kecurangan, Prabowo Tolak Seluruh Hasil Pilpres". CNBC Indonesia. 21 Mei 2019. Diakses tanggal 21 Mei 2019. 
  47. ^ "Tolak Hasil Pilpres 2019, BPN: Demonstrasi Tetap Jalan". Tirto.id. 21 Mei 2019. Diakses tanggal 21 Mei 2019. 
  48. ^ "Prabowo Gelar Rapat di Kertanegara, Bahas Penetapan Haisl Pilpres 2019". Kompas. 21 Mei 2019. Diakses tanggal 21 Mei 2019.