Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2019
Bendera Indonesia
2014 ←
17 April 2019 → 2024

Terdaftar 190.770.329 jiwa
  JokowiAminPortrait.png PrabowoSandiPortrait.jpg
Calon Joko Widodo Prabowo Subianto
Partai PDI-P Gerindra
Aliansi Koalisi Indonesia Kerja[1] Koalisi Indonesia Adil Makmur[2]
Pendamping Ma'ruf Amin Sandiaga Uno

Presiden Republik Indonesia

Joko Widodo
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan



Coat of Arms of Indonesia.svg
Pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden serta anggota DPR, DPRD, dan DPD
TAHUN 2019
Indonesian Presidential Seal gold.svg Indonesian Vice Presidential Seal gold.svg Coat of arms of the People's Representative Council of Indonesia.svg Coat of arms of the Regional Representative Council of Indonesia.svg
Pilpres sebelumnya
Pileg sebelumnya
National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg
Artikel ini adalah bagian dari seri
Politik dan pemerintahan
Indonesia
Pancasila (filsafat bangsa)
UUD 1945
Hubungan luar negeri

Pemilihan presiden berikutnya akan diadakan di Indonesia pada 2019.[3] Pemilihan ini akan dilaksanakan serentak dengan pemilihan umum legislatif.

Latar Belakang

Petahana

Menurut Pasal 7 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan." Dengan demikian, Joko Widodo yang menjadi pemegang posisi Presiden Republik Indonesia untuk periode 2014-2019 berhak dan dapat mengajukan pencalonan kembali untuk pemilihan umum 2019 dengan masa jabatan 2019-2024. Presiden Joko Widodo kemudian telah mengumumkan secara resmi calon wakil presiden yang akan mendampinginya di pemilihan umum 2019 yaitu Profesor Doktor KH Ma'ruf Amin pada tanggal 9 Agustus 2018 di Jakarta.[4]

Pemerintah juga memunculkan ambang batas untuk pemilihan 2019, sehingga menurut Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia Effendi Ghazali, pemerintah dinilai membawa kepentingan partai politik.[5]

RUU Pemilu

Tipe Paket A Paket B Paket C Paket D Paket E
Ambang batas presiden 20% (kursi)/25% (suara) 0% 10% (kursi)/15% (suara) 10% (kursi)/15% (suara) 20% (kursi)/25% (suara)
Ambang batas parlemen 4% 4% 4% 5% 4%
Sistem pemilu terbuka terbuka terbuka terbuka terbuka
Besaran kursi 3-10 3-10 3-10 3-8 3-10
Konversi suara Sainte-Laguë murni Kuota Hare Kuota Hare Sainte-Laguë murni Kuota Hare
Hasil 1 PDI-P, Golkar, Nasdem,
Hanura, PKB, PPP
Gerindra, Demokrat, PKS PAN - -
Hasil 2 - Tidak ada

Hasil keputusan adalah terambilnya Paket A.

Keterangan:
 • Pada hasil kedua, keempat partai politik lainnya menyatakan Walk Out dari hasil pemungutan suara.

Jadwal Pemilu

Pra-Pemilu

Keterangan: Ditulis miring berarti jadwal tetap

Tanggal
(Paling lambat)
Kegiatan
30 September 2017 Pembentukan Panwaslu kecamatan, kelurahan dan luar negeri
17 Agustus 2017 Perencanaan program dan anggaran serta penyusunan peraturan pelaksana penyelenggaraan pemilu
17 Oktober 2017 Pendaftaran partai politik peserta pemilu
17 Desember 2017 Menteri Dalam Negeri menyerahkan data kependudukan ke KPU
17 Februari 2018 Verifikasi partai politik calon peserta pemilu diselesaikan
18 Februari 2018 Pengumuman nama partai politik peserta pemilu
17 Maret 2018 Daftar pemilih tetap dapat dilengkapi daftar pemilih tambahan
25 Maret 2018 Pembentukan pengawas TPS
17 Juli 2018 Pendaftaran calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten
4-10 Agustus 2018 Pendaftaran pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden
20 September 2018 KPU melakukan verifikasi pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden
21 September 2018 Pengumuman nama pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden
17 Oktober 2018 Pembentukan panitia pemilihan kecamatan dan panitia pemungutan suara
23 September 2018
13 April 2019
Kampanye pemilu
14-16 April 2019 Masa tenang
17 April 2019 Pemungutan suara

Pasca-Pemilu

Keterangan: Ditulis miring berarti jadwal tetap

Tanggal
(Paling lambat)
Kegiatan
19 April 2019 Perlengkapan pemungutan suara harus sudah diterima KPPS
9 Mei 2019 Penetapan hasil perolehan suara partai politik untuk calon DPRD kota/kabupaten oleh KPU kota/kabupaten
12 Mei 2019 Penetapan hasil perolehan suara partai politik untuk calon DPRD provinsi oleh KPU provinsi
15 Mei 2019 Penetapan hasil perolehan suara partai politik untuk calon DPR dan DPD oleh KPU
6 Oktober 2019 Penetapan pasangan presiden dan wakil presiden terpilih

Kandidat

Resmi

Masing-masing pasangan calon sama-sama melakukan deklarasi pada 9 Agustus 2018, pendaftaran pada 10 Agustus 2018,[6][7] dan peresmian pada 20 September 2018.[8]

Keterangan
Ditulis miring artinya bukan partai politik pengusung (hanya partai politik pendukung saja)[9]
Nomor urut[10] Calon presiden dan wakil presiden Partai politik % suara % kursi Jumlah kursi DPR Persyaratan
 % suara/kursi
1

JokowiAmin.png
Joko Widodo 2014 official portrait.jpg
Ma'ruf Amin.jpg
PDIPLogo.png PDI-P[11] 18,95 19,5 109 62,71/60,3
Logo GOLKAR.jpg Partai Golkar[12] 14,75 16,2 91
Partai NasDem.svg Partai NasDem[13] 6,72 6,3 36
Logo PKB.svg PKB[14] 9,04 8,4 47
Logo PPP.svg PPP[15] 6,53 7,0 39
HANURA.jpg Partai Hanura[16] 5,26 2,9 16
Logo PKPI.png PKPI[17] 0,91 0 0
Partai Bulan Bintang Logo.jpg PBB[18] 1,46 0 0
LogoPSI.svg PSI[19] 0 0 0
PartaiPerindo.png Partai Perindo[20] 0 0 0
Joko Widodo Ma'ruf Amin[21] Jumlah 62,71 60,3 338
2

PrabowoSandiLogo.png
Prabowo Cawapres 2009.jpg
Wagub Sandi.jpg Gerindra.jpg Partai Gerindra[22] 11,81 13,0 73 34,92/39,7
Democratic Party (Indonesia).svg Partai Demokrat[23] 10,19 10,9 61
Logo Partai Amanat Nasional.jpg PAN[24] 7,59 8,7 48
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS[24] 6,79 7,1 40
Logo Partai Berkarya.svg Partai Berkarya 0 0 0
Prabowo Subianto Sandiaga Uno[25] Jumlah 36,38 39,7 222

Potensial

Berikut ini adalah tokoh-tokoh yang disebut-sebut potensial sebagai calon Presiden:

Berikut ini adalah tokoh-tokoh yang sempat digadang-gadang sebagai calon wakil presiden:

Debat

Jadwal

Debat Peserta Tanggal[26][27] Tempat Tema Moderator Penyiar[28]
1
Capres-cawapres 17 Januari 2019 Hotel Bidakara Hukum, HAM, Korupsi, Terorisme Ira Koesno
Imam Priyono
TVRI, RRI, Kompas TV, dan RTV
2
Capres 17 Februari 2019 Hotel Sultan Energi dan Pangan, SDA dan Lingkungan Hidup, Infrastruktur Anisha Dasuki
Tommy Tjokro
MNC Media (RCTI, GTV, MNCTV, dan iNews)
3
Cawapres 17 Maret 2019 Hotel Sultan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Kebudayaan Alfito Deannova
Putri Ayuningtyas
Trans TV, Trans7, dan CNN Indonesia
4
Capres 30 Maret 2019 Balai Sudirman atau Hotel Shangri La Ideologi, Pemerintahan, Hankam, Hubungan Internasional TBA MetroTV, SCTV, dan Indosiar
5
Capres-cawapres 13 April 2019 Belum diketahui Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi, Perdagangan dan Industri tvOne, antv, Berita Satu, dan NET.

Debat Pilpres pertama

Pada 28 Desember 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama dua tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden menyepakati dua nama yang akan menjadi moderator pada debat pertama Pemilihan Presiden 2019. Berdasarkan kesepakatan, diputuskan bahwa debat pertama akan dipandu oleh dua orang moderator, yaitu Ira Koesno dan Imam Priyono.[29]

Isu

Pinjaman luar negeri

Jumlah hutang luar negeri Indonesia menjadi sorotan kritik tim Prabowo-Sandi terhadap petahana Joko Widodo. Prabowo. Prabowo menilai, pemerintah banyak berutang untuk impor bahan pangan, bukan untuk meningkatkan produksi. [30] Prabowo menilai, dengan semakin besar utang, negara akan melemah. Ia kemudian menyatakan bahwa saat ini pemerintah berniat mengimpor 100% bahan bakar.[30]

Di sisi lain, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa rasio utang RI masih tergolong rendah, yaitu hanya sekitar 29% dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh di bawah target maksimal rasio hutang terhadap PDB, yaitu 60% sebagaimana yang diamanatkan undang-undang. Ia juga menyatakan, baiknya kinerja pemerintah dapat dilihat dari kecilnya inflasi, yaitu di angka 3,5%-4%.[31]

Kondisi perekonomian Indonesia

Salah satu isu perekonomian yang dibahas adalah mengenai jumlah Pendapatan Domestik Bruto per Kapita. Pada 23 Desember 2018, di hadapan jamaah Majelis Tafsir Alquran di jalan Ronggowarsito, Kota Solo, Prabowo menyatakan bahwa PDB per kapita Indonesia saat ini setingkat dengan sejumlah negara miskin di Benua Afrika. Prabowo menyampaikan bahwa negara-negara miskin tersebut adalah Rwanda, Sierra Leone, Haiti, Chad, dan pulau-pulau kecil seperti Kiribati. Prabowo mengungkapkan, kenyataan ini ironis mengingat Indonesia merupakan produsen kelapa sawit tertinggi di dunia.[32]

Pada tanggal 27 Desember 2018, Tempo menurunkan laporan mengenai perbandingan kondisi ekonomi Indonesia dengan negara-negara yang disebutkan oleh Prabowo. Data tersebut menampilkan bahwa PDB per kapita Indonesia berdasarkan keseimbangan kemampuan berbelanja ada di angka $11.900, jauh di atas Haiti ($1.830), Chad ($1.920), Rwanda ($1.990), dan Kiribati ($3.850).[33]

Kontroversi

Isu mahar

Berawal dari cuitan Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief tentang pemberian imbalan untuk pemilihan calon wakil presiden kepada PKS dan PAN sebesar 1 triliun rupiah, kasus ini telah ditelusuri bawaslu dan dinyatakan bahwa isu ini tidak benar.[34]

Perang tagar

Tagar "#2019GantiPresiden" pertama kali digagas oleh politikus PKS Mardani Sera, pada awalnya tagar tersebut tidak dipermasalahkan, namun belakangan tagar ini mulai dipermasalahkan karena eksistensi dalam bentuk deklarasi di berbagai wilayah. Menyikapi tagar tersebut muncul tagar-tagar seperti "#Jokowi2Periode" dan "#2019TetapJokowi".

Tagar "#2019GantiPresiden" dianggap terlalu kontroversial oleh pendukung Prabowo-Sandi, karena banyaknya kasus yang membuat konflik di daerah, maka didengungkan tagar baru "#2019PrabowoPresiden".[35][36]

Pengusiran Neno Warisman

Neno Warisman adalah salah satu anggota Tim Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pada 25 Agustus 2018, Neno Warisman mendapat pengadangan dari ratusan orang di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, dan akhirnya memutuskan kembali ke Jakarta. [37]

Neno datang ke Pekanbaru hari Sabtu, 25 Agustus 2018, pukul 14.30, untuk menghadiri acara deklarasi #2019GantiPresiden yang digelar keesokan harinya, 26 Agustus 2018. Setibanya di bandara SSK II Pekanbaru, ratusan orang sudah memblokir akses keluar kawasan tersebut dan menghadang mobil yang ditumpangi Neno Warisman. Massa membawa spanduk yang berisi penolakan deklarasi #2019GantiPresiden dan terlihat memanjat pagar serta membakar ban di jalan. Petugas kepolisian dan TNI langsung menutup pintu gerbang keluar bandara dan memperketat keamanan. Di tengah aksi massa, pengacara Neno Warisman, Mursal Fadillah, berselisih dengan salah seorang petugas kepolisian.[37]

Massa tetap bertahan hingga pukul 17.00 dan menolak untuk bubar. Melihat kondisi yang tidak kondusif, Polisi memutuskan untuk membubarkan paksa massa. Polisi mengejar massa hingga ke Jalan Jederal Sudirman dan Jalan Kaharuddin Nasution. Beberapa menit kemudian, datang sekelompok massa yang mengatasnamakan Front Pembela Islam (FPI) dan laskar Melayu Riau yang ingin membebaskan Neno Warisman. [37]

Sekitar pukul 17.30 WIB, sekelompok pemuda terlibat bentrok. Para pemuda ini diduga massa yang pro dan kontra terhadap deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru. Bentrokan itu cepat diamankan petugas keamanan. Petugas juga terlihat mengejar sekelompok pemuda yang ada di sekitar lokasi bentrok tersebut. Petugas juga sempat melarang wartawan untuk meliput kondisi ricuh tersebut.[37]

Massa yang hendak menjemput Neno Warisman berusaha bernegosiasi dengan polisi. Namun, permintaan itu tidak dikabulkan dengan pertimbangan keamanan. Massa akhirnya bubar di malam hari. Meski demikian, petugas tetap memutuskan untuk tidak memperbolehkan Neno Warisman untuk melanjutkan kegiatannya di Pekanbaru. Sekitar pukul 22.30, Neno Warisman akhirnya pulang ke Jakarta setelah tujuh jam tertahan di gerbang Bandara.[37]

Menanggapi peristiwa pengusiran ini, Parta Gerindra menyebutnya sebagai tindakan persekusi dan mengecam tindakannya. Gerindra juga menyesalkan keputusan Polisi untuk tidak mengamankan dan mengendalikan orang-orang yang melakukan demonstrasi.[38] Wakil ketua DPR Fahri Hamzah juga meminta Presiden Joko Widodo turun tangan mengatasi pengadangan tersebut. Selain itu, Fahri juga mempertanyakan netralitas aparat keamanan dalam kasus ini.[39] Paska peristiwa ini, Neno Warisman juga memberikan bukti berupa foto dan video kepada Wakil Ketua DPR bidang Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Fadli Zon. Fadli Zon memastikan, DPR akan segera menindaklanjuti aduan tersebut.

Di sisi lain, kepolisian Daerah Riau membantah bahwa perlakuan massa yang menghadang Neno Warisman di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru adalah tindakan persekusi. Alasan pemulangan Neno Warisman sendiri lebih dikarenakan alasan keamanan, mengingat kubu pro dan kontra sudah berkumpul dan situasi tengah panas.[40]

Hasil survei

Lembaga Survei Tanggal Jumlah Sampel JokowiAminPortrait.png
Jokowi-Amin
PrabowoSandiPortrait.jpg
Prabowo-Sandi
Lainnya
LSI Denny JA
(sumber)
12 - 19 Agustus 2018 1.200 52,2 29,5 18,3%
Alvara
(sumber)
12 - 18 Agustus 2018 1.500 53,6 35,2 11,2%
Y-Publica
(sumber)
13 - 23 Agustus 2018 1.200 52,7 28,6 18,7%
Indikator
(sumber)
1 - 6 September 2018 1.220 57,7 32,3 10%
SMRC
(sumber)
7 - 14 September 2018 1.074 60,4 29,8 9,8%
LSI Denny JA
(sumber)
10 - 19 November 2018 1.200 53,2 31,2 15,6%
Roy Morgan
(sumber)
Desember 2018 1.045 59,5 40,5 0%
Indikator
(sumber)
6 - 16 Desember 2018 1.220 54,9 34,8 10,3%
Charta Politika
(sumber)
22 Desember 2018 - 2 Januari 2019 2.000 53,2 35,5 11,3%
Y-Publica
(sumber)
26 Desember 2018 - 8 Januari 2019 1.200 53,5 31,9 14.6%
Median
(sumber)
6 - 15 Januari 2019 1.500 47,9 38,7 13,4%
DEBAT PERTAMA PILPRES 2019 (17 Januari 2019)
LSI Denny JA
(sumber)
18 - 25 Januari 2019 1.200 54,8 31 14,2%
Cyrus
(sumber)
18 - 23 Januari 2019 1.230 57,5 37,2 5,3%
Celebes Research Center
(sumber)
23 - 31 Januari 2019 1.200 56,1 31,7 12,2%
SMRC
(sumber)
24 - 31 Januari 2019 1.620 54,9 32,1 13,0%
Roy Morgan
(sumber)
Januari 2019 1.039 58,0 42,0 0%
Indo Barometer
(sumber)
6 - 12 Februari 2019 1.200 50,2 28,9 20,9%
DEBAT KEDUA PILPRES 2019 (17 Februari 2019)
Konsep Indonesia
(sumber)
17 - 24 Februari 2019 1.200 54,8 34,1 11,1%
LSI Denny JA
(sumber)
18 - 25 Februari 2019 1.200 58,7 30,9 10,4%
Alvara
(sumber)
22 Februari - 2 Maret 2019 1.201 53,9 34,7 11,4%
Litbang Kompas
(sumber)
22 Februari - 5 Maret 2019 2.000 49,2 37,4 13,4%
SMRC
(sumber)
24 Februari - 5 Maret 2019 2.479 57,6 31,8 10,6%
Charta Politika
(sumber)
1 - 9 Maret 2019 2.000 53,6 35,4 11,0%
NIRC
(sumber)
1 - 10 Maret 2019 1.200 55,8 34,3 9,9%
Populi Center
(sumber)
5 - 15 Maret 2019 1.200 54,1 33,6 12,3%
DEBAT KETIGA PILPRES 2019 (17 Maret 2019)


Referensi

  1. ^ https://nasional.kompas.com/read/2018/09/27/10250341/ini-urutan-penghitungan-suara-pada-pemilu-serentak-2019
  2. ^ https://nasional.kompas.com/read/2018/09/27/10250341/ini-urutan-penghitungan-suara-pada-pemilu-serentak-2019
  3. ^ Indonesian President Jokowi celebrates 2 years in office with an eye on 2019 vote CNBC, 18 October 2016
  4. ^ "Joko Widodo umumkan Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden". BBC News Indonesia (dalam bahasa Inggris). 2018-08-09. Diakses tanggal 2018-08-23. 
  5. ^ Media, Kompas Cyber (15 September 2016). "Munculkan Ambang Batas Pilpres 2019, Pemerintah Dinilai Bawa Kepentingan Parpol - Kompas.com". Diakses tanggal 5 September 2018. 
  6. ^ "Jokowi-Ma'ruf Amin resmi mendaftar sebagai bakal capres dan cawapres di KPU". 10 Agustus 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018 – via www.bbc.com. 
  7. ^ VIVA, PT. VIVA MEDIA BARU - (10 Agustus 2018). "Prabowo-Sandi Resmi Daftar Capres-cawapres, KPU Periksa Berkas – VIVA". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  8. ^ https://nasional.kompas.com/read/2018/09/20/17022411/kpu-tetapkan-jokowi-maruf-dan-prabowo-sandi-sebagai-capres-cawapres
  9. ^ FHR. "KPU Coret PSI dan Perindo sebagai Partai Pengusul Jokowi". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  10. ^ https://nasional.kompas.com/read/2018/09/21/20433751/jokowi-maruf-amin-nomor-urut-satu-prabowo-sandiaga-nomor-urut-dua
  11. ^ https://m.detik.com/news/berita/d-3882201/resmi-megawati-umumkan-jokowi-jadi-capres-pdip-di-pilpres-2019
  12. ^ "Local elections in Indonesia test Widodo's 2019 prospects". Nikkei Asian Review. Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  13. ^ Media, Kompas Cyber (15 November 2017). "Resmi, Nasdem Dukung Jokowi di Pilpres 2019 - Kompas.com". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  14. ^ Media, Kompas Cyber (2018-07-14). "PKB Resmi Dukung Jokowi untuk Pilpres 2019 - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-15. 
  15. ^ developer, metrotvnews. "PPP Resmi Usung Jokowi di Pilpres 2019". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  16. ^ Suherdjoko (24 December 2017). "Hanura reaffirms support for Jokowi's re-election". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 13 March 2018. 
  17. ^ "PKPI Dukung Jokowi di Pilpres 2019 - TribunJakarta". TribunJakarta. 2018-05-14. Diakses tanggal 2018-06-04. 
  18. ^ "Hasil Rakornas, PBB Resmi Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin - Kompas". Kompas. 2019-01-27. Diakses tanggal 2019-01-28. 
  19. ^ Salim, Agus (1 March 2018). "PSI dukung Jokowi di pilpres 2019". Antara News. Diakses tanggal 13 March 2018. 
  20. ^ http://news.liputan6.com/read/3044221/partai-hary-tanoe-dukung-jokowi-di-pilpres-2019
  21. ^ Media, Kompas Cyber (9 Agustus 2018). "Jokowi Resmi Tunjuk Ma'ruf Amin sebagai Cawapres - Kompas.com". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  22. ^ Widiastuti, Rina (11 April 2018). "Gerindra Resmi Usung Prabowo Subianto di Pilpres 2019". Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  23. ^ "BREAKING NEWS: Sah, Demokrat ke Koalisi Prabowo - indopos.co.id". 24 Juli 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  24. ^ a b "PKS dan PAN Sepakat Usung Prabowo Subianto Sebagai Capres 2019 - Tribunnews.com". 14 Juli 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018. 
  25. ^ Sarwanto, Abi. "Sandiaga Uno Jadi Cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019". CNN Indonesia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-09. 
  26. ^ "Jadwal Lengkap Debat Capres-Cawapres 2019". CNN Indonesia. 27 Desember 2018. 
  27. ^ https://nasional.kompas.com/read/2019/02/20/17192771/kpu-rancang-debat-terakhir-pilpres-digelar-9-april
  28. ^ Syafiul Hadi (26 Desember 2018). "Berikut Jadwal Siaran Debat Pilpres 2019". Tempo.co. 
  29. ^ Septianto, Bayu. "Alasan KPU Tunjuk Ira Koesno dan Imam Jadi Moderator Debat Pilpres". tirto.id. Diakses tanggal 2018-12-30. 
  30. ^ a b https://news.detik.com/read/2018/11/28/170005/4321396/1536/prabowo-uang-utangan-malah-digunakan-untuk-impor-impor-impor
  31. ^ http://finance.detik.com/read/2018/12/03/123422/4328108/4/luhut-tak-benar-ri-hidup-dari-utang
  32. ^ "Transkrip Pidato Prabowo Saat Sebut Indonesia Setingkat dengan Negara Miskin Afrika". Tribunnews.com. 2018-12-24. Diakses tanggal 2018-12-27. 
  33. ^ https://grafis.tempo.co/read/1509/indonesia-versus-haiti-negara-yang-disebut-miskin-oleh-prabowo
  34. ^ Dwi Andayani dan Marlinda Oktavia Erwanti. "Kontroversi Bawaslu Setop Kasus Mahar Pilpres Rp 1 T". Detik. Diakses tanggal 11 September 2018. 
  35. ^ "Dialog: Ramai Perang Tagar Jelang Pilpres". Kompas. Diakses tanggal 11 September 2018. 
  36. ^ Syaiful Hadi. "Deklarasi Hari Ini, Begini Awal Mula Gerakan #2019GantiPresiden". Tempo. Diakses tanggal 11 September 2018. 
  37. ^ a b c d e Media, Kompas Cyber (2018-08-26). "8 Fakta Peristiwa Neno Warisman Dihadang di Pekanbaru hingga Kembali ke Jakarta". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2018-12-27. 
  38. ^ Indonesia, PT Entitas System. "Gerindra Kecam Tindakan Persekusi Terhadap Neno Warisman". TEROPONGSENAYAN.com-Mata dan Hati Indonesia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-12-27. 
  39. ^ Indonesia, C. N. N. "Netralitas Aparat Dipertanyakan soal Aksi #2019GantiPresiden". nasional (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-12-27. 
  40. ^ Media, Kompas Cyber (2018-08-26). "Polda Riau Bantah Tindakan Persekusi terhadap Neno Warisman". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2018-12-27. 

Lihat pula