Puan Maharani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Puan Maharani
Puan Maharani, Menko PMK.jpg
Puan Maharani sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (2015)
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ke-19
Mulai menjabat
1 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
WakilAziz Syamsuddin
Sufmi Dasco Ahmad
Rachmat Gobel
Muhaimin Iskandar
PendahuluBambang Soesatyo
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia ke-16
Masa jabatan
27 Oktober 2014 – 1 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
Wakil PresidenMuhammad Jusuf Kalla
PendahuluAgung Laksono
PenggantiDarmin Nasution (Plt.)
Muhadjir Effendy
Ketua Fraksi PDI-P DPR RI
Masa jabatan
23 Januari 2012 – 27 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
PendahuluTjahjo Kumolo
PenggantiOlly Dondokambey
Informasi pribadi
LahirPuan Maharani Nakshatra Kusyala
6 September 1973 (umur 46)
Bendera Indonesia Jakarta
Kebangsaan Indonesia
Partai politikPDI Perjuangan.png PDI-Perjuangan
PasanganHapsoro Sukmonohadi
HubunganSoekarno (kakek)
Muhammad Prananda Prabowo (kakak tiri)
AnakDiah P.O.P Hapsari
Praba D.C.K Soma
Orang tuaTaufiq Kiemas
Megawati Soekarnoputri
Alma materUniversitas Indonesia
ProfesiPolitikus
Tanda tangan

Puan Maharani Nakshatra Kusyala, S.I.Kom. (lahir di Jakarta, 6 September 1973; umur 46 tahun)[1] adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat periode 2019 – 2024[2]. Sebelumnya, ia merupakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja (2014–2019). Puan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk tahun 2012 - 2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen), dan juga sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR menggantikan Tjahjo Kumolo yang telah menjabat selama sembilan tahun [3].

Cucu dari Presiden pertama RI Soekarno dan anak dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dari pernikahannya dengan Taufiq Kiemas ini sudah mengenal dunia politik sejak usia sangat muda. Ia merupakan Sarjana Ilmu Komunikasi lulusan Universitas Indonesia dan ia meneruskan tradisi politik dalam keluarga Soekarno.

Masa Kecil dan Remaja[sunting | sunting sumber]

Sampai masa sekolah dasar (SD), Puan Maharani menjalani kehidupan secara normal walaupun sebagai cucu dari sang Proklamator Bung Karno. Persinggungan pertama Puan Maharani dengan politik adalah saat duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) ketika ibunya Megawati mulai aktif kembali dalam kancah perpolitikan Indonesia. Di kala itu Megawati mulai sering berkeliling Indonesia dan Puan Maharani kecil mulai menyaksikan bagaimana seorang politisi bekerja.

Beranjak ke masa sekolah menengah atas (SMA), Puan Maharani mulai mendampingi dan menyaksikan langsung ibunya dalam kegiatan politik. Bahkan Puan Maharani pernah menyaksikan ketika ibunya, Megawati, dikonfrontir langsung oleh utusan penguasa yang melarang ia masuk dalam struktur PDI. Di situ Puan Maharani belajar bagaimana secara tenang menghadapi tekanan politik dan tetap berpegang teguh pada perjuangan.

Dewasa[sunting | sunting sumber]

Masa kuliah Puan Maharani di Universitas Indonesia FISIP Jurusan Komunikasi Massa berlangsung normal seperti mahasiswi lainnya. Puan Maharani juga berkesempatan magang di majalah Forum Keadilan dan merasakan tantangan dunia jurnalistik seperti mencari nara sumber dan kesibukan di kantor menjelang naik cetak.

Setelah itu Puan Maharani terus mendampingi, menyaksikan dan belajar dari ibunya, Megawati, saat ia melalui berbagai peristiwa politik yang melahirkan PDI Perjuangan. Begitu juga saat para aktivis dan pejuang reformasi berkumpul di rumah Kebagusan, Puan Maharani ada di situ mendengar berbagai pembicaraan mereka termasuk membantu di dapur umum.

Waktu terus bergulir dan Puan Maharani selain turut menjalankan usaha keluarga juga terus mendampingi ibunya, Megawati, dalam berbagai acara politik, termasuk saat lahirnya PDI Perjuangan. Beberapa kali Puan Maharani diajak untuk mulai benar-benar terjun ke dunia politik tapi dia merasa belum waktunya karena kedua anaknya masih perlu didampingi orangtuanya.

Terjun ke Politik[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2006 Puan Maharani akhirnya mulai secara aktif terlibat dalam organisasi politik. Pertama menjadi anggota DPP KNPI Bidang Luar Negeri. Puan Maharani akhirnya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2009 dari Dapil Jawa Tengah V (Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali). Puan Maharani akhirnya terpilih dengan suara terbanyak kedua di tingkat nasional yaitu 242.504 suara.[4].

Di internal PDI Perjuangan, Puan Maharani dipercaya menjadi Ketua Bidang Politik & Hubungan Antar Lembaga yang memiliki peran strategis

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pimpin FPDIP, Peran Puan Semakin Kuat"
  2. ^ P. Perwitasari, “Peninjauan Komplek DPR,” Bisnis Indonesia, Jakarta, p. 4, 09-Oct-2019
  3. ^ Artikel:"Puan, Ketua Fraksi PDI-P" di Kompas.com
  4. ^ Perolehan Suara Anak SBY Tertinggi di Indonesia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Bambang Soesatyo
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
2019–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Agung Laksono
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia
2014–2019
Diteruskan oleh:
Muhadjir Effendy