SCTV

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
SCTV
PT Surya Citra Televisi
SCTV Logo.svg
Diluncurkan24 Agustus 1990
PemilikSudwikatmono, Henry Pribadi, Mohammad Noer (1990-1991)
Sudwikatmono, Henry Pribadi, Halimah Agustina Kamil, Peter F. Gontha (1991-1997)
PT Mitrasari Persada dan PT Datakom Asia (1997-2001)
Surya Citra Media (2001-sekarang) (lihat #Kepemilikan)
Format gambar1080i HDTV 16:9
(menggunakan safe area 4:3 576i untuk feed SDTV)
SloganSCTV, Surabaya Televisi
(24 Agustus 1990-24 Agustus 1991)
Ayo SCTV-Selangkah Lebih Maju
(24 Agustus 1991-24 Agustus 1993)
Saluran Hiburan dan Informasi
(24 Agustus 1991-24 Agustus 1993, bersama RCTI)
Selalu Siap Menemani Anda (atau Selalu Siap Menemanimu)
(24 Agustus 1993-3 Mei 1997)
Ayo SCTV
(24 Agustus 1994-3 Mei 1997)
SCTV NgeTop!
(3 Mei 1997-29 Januari 2005)
Satu Untuk Semua
(1 Desember 2004-sekarang)
Kantor pusatSCTV Tower, Senayan City, Jl. Asia Afrika Lot 19, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Saluran seindukRCTI (1990-2000)
Elshinta TV (2011-2013)
O Channel (2004-sekarang)
Indosiar (2011-sekarang)
Ajwa TV (2020-sekarang)
Mentari TV (2021-sekarang)
Situs webwww.sctv.co.id
Ketersediaan
Terestrial
Ambon46 UHF
Balikpapan32 UHF
Banda Aceh46 UHF (Analog)
43 UHF (Digital DVB-T2)
Bandar Lampung34 UHF
Bandung52 UHF (Analog)
39 UHF (Digital DVB-T2)
Banjarmasin34 UHF
Banyuwangi-- UHF
Batam47 UHF (Analog)
42 UHF (Digital DVB-T2)
Bengkulu26 UHF
Bontang26 UHF
Bukittinggi62 UHF
Cilegon55 UHF
Cirebon36 UHF (Analog)
37 UHF (Digital DVB-T2)
Denpasar31 UHF
Garut30 UHF (Analog)
27 UHF (Digital DVB-T2)
Gorontalo38 UHF
Jakarta45 UHF (Analog)
24 UHF (Digital DVB-T2)
Jambi35 UHF
Jayapura30 UHF
Jember62 UHF
Satelit
Telkom-4MPEG-4
Freq : 4121 Mhz
Polaritas : Horizontal
Symbol Rate : 12250 Ksps
Video PID : 1001
Audio PID : 1002
PCR PID : 1001
MNC Vision89
TransVision807
Nex Parabola127 (SD)
102 (HD)
Kabel
First Media10
IPTV
IndiHOME107 (SD)
914 (HD)
MNC Play89
Televisi Internet
VidioTonton langsung
UseeTVTonton langsung
(Hanya untuk pelanggan IndiHOME)

SCTV (singkatan dari Surya Citra Televisi) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. SCTV merupakan stasiun televisi swasta kedua di Indonesia setelah RCTI. SCTV lahir pada tanggal 24 Agustus 1990 sebagai stasiun televisi lokal di Surabaya yang berpusat di Jl. Darmo Permai, Surabaya, Jawa Timur. Meski tanggal itu ditetapkan sebagai tanggal lahir SCTV, tetapi baru tanggal 1 Januari 1993, SCTV mendapatkan izin sebagai stasiun televisi nasional di Jakarta. Kantor operasional SCTV pun secara bertahap dipindahkan dari Surabaya ke Jakarta, tetapi studio SCTV tetap berada di Surabaya.

Meski berkali-kali berpindah kantor, SCTV tetap mengudara setiap hari. Pada tahun 1995 misalnya, SCTV berpindah kantor ke Wisma AKR, Jakarta Barat yang letaknya berdekatan dengan kantor RCTI. Lalu pada akhir tahun 1998, SCTV berpindah kantor lagi ke Wisma Indovision. Menginjak usia ke-11, pada tahun 2001, SCTV kemudian memusatkan kegiatan operasionalnya di Gedung Graha SCTV (sekarang Gedung Graha Mitra milik Indika Group), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dan pada tahun 2007, kegiatan operasional SCTV berpusat di Senayan City kerjasama dengan Agung Podomoro Group. Namun, stasiun pemancar dan studio Penta tetap dipusatkan di Kebon Jeruk.

Sejak 29 Januari 1999, mayoritas saham SCTV diakuisisi oleh Surya Citra Media. Pada awal Mei 2013, SCTV dan Indosiar resmi bergabung.[1]

Sejarah

Televisi lokal

Kantor SCTV di Surabaya. Sebelum mengudara secara nasional, SCTV berkantor di tempat ini. Dan kini telah difungsikan menjadi Stasiun Pemancar SCTV wilayah Surabaya

Mulanya, SCTV adalah singkatan dari Surabaya Central Televisi[2] yang melakukan siaran percobaan pada 1 Juni 1990 di Surabaya dan diresmikan pada tanggal 24 Agustus 1990 di Surabaya, Jawa Timur, dengan jangkauan wilayah Surabaya dan sekitarnya (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, dan Lamongan) yang mengacu pada izin Departemen Penerangan No. 1415/RTF/K/IX/1989 dan SK No. 150/SP/DIR/TV/1990. Meski pada saat itu SCTV masih berstatus televisi lokal di Surabaya, beberapa merek sempat beriklan produk di SCTV, misalnya Baygon[3] dan Citra.[4] SCTV didirikan untuk merelai RCTI di Surabaya karena saat itu siaran RCTI hanya dapat ditangkap di Jabotabek (sekarang Jabodetabekpunjur) dengan menggunakan dekoder. Saat itu pula, RCTI dan SCTV dikenal sebagai "Saudara Kembar" karena RCTI dan SCTV selalu bersama menayangkan acara-acara yang ditayangkan RCTI meskipun waktu tayang antara RCTI dan SCTV selalu berbeda. Pada tahun 1991, pancaran siaran SCTV meluas mencapai Denpasar, Bali. Sejak itulah kepanjangan SCTV berubah menjadi "Surya Citra Televisi".

Televisi nasional

Pada tanggal 1 Januari 1993, berbekal SK Menteri Penerangan No. 111/1992, SCTV mendapatkan izin mengudara secara nasional. Namun, siarannya secara nasional dilakukan pada tanggal 24 Agustus 1993 pukul 21.00 WIB, tepat saat SCTV berulang tahun yang ke-3. Secara bertahap, mulai tahun 1993 sampai dengan 1998, SCTV memindahkan basis operasi media siaran nasionalnya dari Surabaya ke Jakarta. Saat ini, melalui 47 stasiun transmisi, SCTV mampu menjangkau 240 kota dan menggapai sekitar lebih dari 175 juta potensial pemirsa.

Pada tanggal 3 Mei 1997, SCTV mulai menggunakan slogan "SCTV NgeTop!", yang bermakna menuju puncak. Selain itu, station ID SCTV ini menonjolkan warna orange yang diharapkan menggugah semangat.

Pada bulan Juni 2003, SCTV mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Surabaya.

Pada tanggal 29 Januari 2005, SCTV mengubah logo dan slogannya menjadi "Satu Untuk Semua" (yang baru dikenal sejak 1 Desember 2004). Pada tahun 2006, SCTV memiliki hak siar dalam ajang sepak bola bergengsi di dunia Piala Dunia FIFA 2006.

Studio Liputan 6 di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta

Saat ini kantor pusat SCTV terletak di SCTV Tower, Senayan City, Jalan Asia Afrika Lot 19, Jakarta Selatan. Sebelum 23 November 2007, kantor pusat SCTV berada di Jalan Gatot Subroto Kavling 21 Jakarta yang kini ditempati oleh perusahaan dibawah naungan Indika Group. SCTV juga memiliki studio khusus di Jalan Raya Kebon Jeruk Nomor 66 Jakarta Barat. Kepemilikan SCTV dikuasai oleh grup Elang Mahkota Teknologi melalui Surya Citra Media (SCM). Sejak tahun 2000, SCTV yang pada awalnya satu manajemen dengan RCTI akhirnya keduanya berpisah manajemen sehingga kedudukan SCTV sebagai saluran saudara RCTI digantikan oleh Global TV pada tahun 2002. Direktur Utama SCTV saat ini adalah Sutanto Hartono.

Program olahraga

Pada 22 Desember 2011, SCTV berhasil memenangkan bidding hak siar UEFA Champions League, UEFA Europa League, dan UEFA Super Cup untuk musim 2012/13 hingga musim 2014/15. SCTV mengucapkan terima kasih kepada RCTI dan Indovision atas penayangan hak siar UCL dan UEL selama 10 tahun berturut-turut. dan SCTV kembali menyiarkan UCL dan UEL untuk musim 2016/17 hingga musim 2017/18 setelah mendapatkan lisensi dari beIN Sports dan sebelumnya RCTI hanya menyiarkan UCL dan UEL selama semusim 2015/16. Pada bulan Agustus 2019, SCTV kembali lagimenjadi pemegang hak siar UEFA Champions League, UEFA Europa League, dan UEFA Super Cup untuk kali ketiga mulai musim 2019-20 setelah Futbal Momentum Asia (FMA), selaku pemilik saham dari Total Sports Blast (TSB) gagal membayar hak siar ketiga kompetisi tersebut untuk dua musim selanjutnya, yaitu 2019-20 dan 2020-21. Sehingga, rivalnya RCTI juga tidak bisa melanjutkan penayangannya.[5] SCTV sendiri menayangkan hak siar UEFA Champions League, mulai dari babak play-off (satu babak sebelum penyisihan grup) hingga babak final, berbeda dengan RCTI yang biasanya memulai tayangannya dengan babak penyisihan grup (tidak termasuk play-off) hingga final.[6][7] Siaran langsung UEFA Champions League, UEFA Europa League, dan UEFA Super Cup juga ditayangkan oleh Champions TV yang merupakan saluran olahraga di bawah naungan Indonesia Entertainment Group. Pertandingan UEFA Champions League, UEFA Europa League, dan UEFA Super Cup disiarkan sepenuhnya oleh SCTV.

Pada pertengahan 2013, SCTV resmi menjadi pemegang hak siar Liga Utama Inggris musim 2013–2014 sampai 2015–2016 bersama Indosiar dan TV berbayar Nexmedia. Tidak hanya Liga Utama Inggris, SCTV juga menyiarkan siaran langsung pertandingan Semifinal The FA Cup dan Piala EFL (sebelumnya Football League Cup) selama tiga musim yaitu 2013-14 hingga dan 2015-16 ditambah pertandingan FA Community Shield 2013, 2014, dan 2015 untuk melengkapi paket hak siar kompetisi/turnamen sepak bola Inggris juga dengan kerjasama beIN Sports dan kembali SCTV menjadi pemegang hak siar Carabao Cup atau Piala EFL untuk yang kedua kalinya selama dua tahun mendatang mulai musim 2020-21 hingga 2021-22 berkat kerjasama dengan pemilik lisensi Mola TV segera.[8]

Pada pertengahan 2016, SCTV resmi menjadi pemegang hak siar La Liga selama tiga musim, yaitu 2016–17 sampai musim 2018–2019 juga dengan kerjasama beIN Sports.

Pada bulan Desember 2019, SCTV telah mendapatkan hak siar turnamen sepak bola Piala Dunia Antarklub FIFA (2019 dan 2020). Pada musim 2019 hanya menayangkan pertandingan final.[9]

Kepemilikan

Sejarah SCTV memang bisa dikatakan terikat kuat dengan trah Soeharto selama awal beroperasinya. Pada awalnya SCTV saat di Surabaya, dikuasai bukan oleh satu pihak, melainkan kerjasama beberapa pihak, seperti Sudwikatmono, Henry Pribadi dan Mohammad Noer (mantan gubernur Jawa Timur). Dalam perkembangannya, kepemilikan Noer kemudian menghilang dari SCTV dan digantikan oleh trah Cendana lain, yaitu Halimah Agustina Kamil, istri Bambang Trihatmodjo sebanyak 25% dan Aziz Mochtar sebesar 20%. Pada 1993, Peter F. Gontha juga mendapatkan 2,5% saham SCTV.[10] Kondisi ini berlangsung hingga 1998, ketika pemilik saham yang sudah ada berupa individu tersebut kemudian mengubah struktur kepemilikan menjadi lebih sederhana. Hasilnya, SCTV pada tahun 1998 dikuasai oleh dua perusahaan yaitu PT Mitrasari Persada (yang dikendalikan oleh Henry dan Sudwikatmono) dan PT Datakom Asia (yang dikuasai Bambang Tri dan Peter F. Gontha).

Pada tahun 2000, masuklah keluarga Satriaatmadja, dari grup Elang Mahkota Teknologi dengan bendera PT Abhimata Mediatama. Sebagian saham PT Mitrasari kemudian beralih tangan kepada PT Abhimata. PT Abhimata dan PT Mitrasari kemudian mendirikan PT Cipta Aneka Selaras (kemudian berganti nama menjadi PT Surya Citra Media/SCM) sebagai induk perusahaan SCTV. Dalam posisi ini di tahun 2001, elit Cendana masih menguasai sebagian kepemilikan SCTV, dimana Henry dan Sudwikatmono lewat sebagian saham di PT Mitrasari (yang mengendalikan induk SCTV, PT Cipta Aneka Selaras) serta Bambang dan Peter Gontha lewat PT Datakom (sebanyak 27% saham langsung di SCTV). Namun, kemudian kepemilikan mereka berangsur-angsur dilepas dimana PT Datakom melepaskan kepemilikannya di SCTV kepada SCM pada 2002 dan Henry-Sudwikatmono melepaskan seluruh sahamnya di SCM (masing-masing Henry lewat PT Citrabumi Sacna sebanyak 25% dan Sudwikatmono lewat PT Indika Multimedia sebesar 14,42%) pada 2005. Praktis, sejak saat itu SCTV berada di bawah kendali keluarga Satriaatmadja sampai sekarang[11][12].

Ada hal yang cukup menarik dari peristiwa ini, yaitu upaya dari Hary Tanoesoedibjo untuk masuk menguasai SCTV. Pada Mei 2000, perusahaan HT PT Bhakti Investama melihat peluang dengan adanya surat hutang induk SCTV, PT Mitrasari di Citibank. Dalam pembentukan SCM (yang pada saat itu bernama PT Cipta Aneka Selaras), selain PT Abhimata dan PT Mitrasari, PT Bhakti juga ikut masuk dengan kepemilikan 33,5%. Bhakti juga sempat berencana untuk menguasai PT Datakom yang pada saat itu terlilit hutang, dengan harapan akhir menguasai SCTV. Namun, pada akhirnya rencana HT gagal karena Henry sebagai pemilik PT Cipta Aneka Selaras tidak mau menyerahkan kepemilikannya dan pengendaliannya pada SCTV. HT kemudian memutuskan melepaskan saham PT Bhakti dalam PT Cipta Aneka Selaras seluruhnya dan membatalkan rencana pembelian saham PT Datakom di SCTV[13]. Saham PT Bhakti dalam PT Cipta Aneka Selaras, kemudian beralih kepada PT Abhimata.

Seperti telah disebutkan, sejak 2005 saham induk SCTV, PT Surya Citra Media berada di bawah Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) via PT Abhimata Mediatama. Pada 2008, dilakukan restrukturisasi sehingga SCM kini di bawah langsung kendali EMTEK. Tindakan ini dilakukan dengan menjual saham PT Abhimata Mediatama di SCM kepada EMTEK[14].

Acara

Penyiar

Logo pertama SCTV saat masih menjadi televisi lokal di Surabaya (24 Agustus 1990-23 Agustus 1993)[15]
Logo kedua SCTV setelah pindah ke Jakarta (24 Agustus 1993-31 Juli 2003) serta station ID (1994-2005)
Logo ketiga SCTV (1 Agustus 2003-29 Januari 2005)

Awalnya SCTV terdiri dari setengah sabit warna biru dan setengah lingkaran warna merah di atas dan tulisan SCTV dengan jenis huruf Swiss 721 BT dan persegi panjang warna abu-abu digunakan dari 24 Agustus 1990 hingga 29 Januari 2005.

Pada tanggal 29 Januari 2005, SCTV mengubah logo barunya menjadi tulisan SCTV warna biru dan lingkaran besar gradien warna jingga dan kuning sebagai simbol surya atau sinar matahari di pojok kiri atas pada tulisan. Slogannya menjadi "Satu Untuk Semua".

Direksi dan Komisaris

Daftar direktur utama

No. Nama Awal jabatan Akhir jabatan
1 Slamet Supoyo 1990 1997
2 Agus Mulyanto 1997 2002
3 Lanny Rahardja 2002 2003
4 Wisnu Hadi 2003 2006
5 Fofo Sariaatmadja 2006 2011
6 Sutanto Hartono 2011 2013
7 Grace Wiranata 2013 2015
8 Sutanto Hartono 2015 sekarang

Direksi saat ini

Struktur dewan direksi SCTV saat ini adalah sebagai berikut:

No. Nama Jabatan
1 Sutanto Hartono Direktur Utama
2 Raden Alvin Sariaatmadja Direktur
3 Rusmiyati Djajaseputra Direktur

Komisaris saat ini

Struktur dewan komisaris SCTV saat ini adalah sebagai berikut:

No. Nama Jabatan
1 R. Suyono Komisaris Utama
2 Eddy Kusnadi Sariaatmadja Komisaris
3 Fofo Sariaatmadja Komisaris
4 Siti Hediati Hariyadi Komisaris
5 Budi Harianto Komisaris
6 Suryani Zaini Komisaris

Transmisi

SCTV memiliki 42 stasiun transmisi yang mampu menjangkau lebih dari 133 juta penonton televisi di Indonesia.

Berikut ini adalah transmisi SCTV dan stasiun afiliasinya (sejak berlakunya UU Penyiaran, stasiun TV harus membangun stasiun TV afiliasi di daerah-daerah/bersiaran secara berjaringan dengan stasiun lokal). Data dikutip dari data Izin Penyelenggaraan Penyiaran Kominfo[16] dan laporan SCM[17][18].

Keterangan: yang dicetak miring berarti masih berupa stasiun relay dan belum memiliki siaran lokalnya sendiri.

Nama Jaringan Daerah Frekuensi Analog (PAL) Frekuensi Digital (DVB-T2)
PT Surya Citra Televisi DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi 45 UHF 24 UHF
PT Surya Citra Pesona Gorontalo 38 UHF
Tanjung Selor
PT Surya Citra Sentosa Banda Aceh 46 UHF 43 UHF
PT Surya Citra Media Kreasi Denpasar 31 UHF
Mataram 32 UHF
PT Surya Citra Kirana Bengkulu 26 UHF
Bandar Lampung, Metro 34 UHF
PT Surya Citra Nugraha Yogyakarta, Wonosari, Solo, Sleman, Wates 34 UHF 25 UHF
PT Surya Citra Ceria Jambi 35 UHF
Palembang 32 UHF
PT Surya Citra Mediatama Bandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur 52 UHF 39 UHF
Cilegon, Serang 55 UHF
Cirebon, Indramayu 36 UHF 37 UHF
Garut 30 UHF 27 UHF
PT Surya Citra Wisesa Semarang, Ungaran, Kendal, Demak, Jepara, Kudus 35 UHF 32 UHF
Tegal, Brebes, Pemalang, Pekalongan 55 UHF
Purwokerto, Purbalingga, Kebumen, Cilacap, Banyumas 45 UHF
PT Surya Citra Media Gemilang Pontianak 35 UHF
Palangkaraya 35 UHF
PT Surya Citra Multikreasi Banjarmasin, Martapura, Marabahan 34 UHF 33 UHF
Amuntai
Samarinda 47 UHF 36 UHF
Balikpapan 32 UHF 36 UHF
Berau
Bontang 26 UHF
PT Surya Citra Cendrawasih Ambon 46 UHF
Jayapura 30 UHF
PT Surya Citra Pesona Media Pekanbaru 26 UHF
Batam 47 UHF 42 UHF
PT Surya Citra Dimensi Media Makassar, Maros, Sungguminasa, Pangkajene 35 UHF
Kendari 24 UHF
PT Surya Citra Kreasitama Palu 31 UHF
Manado 34 UHF
PT Surya Citra Visi Media Padang, Pariaman 47 UHF
Bukittinggi, Padang Panjang 62 UHF
Medan 35 UHF 34 UHF
PT Elang Citra Perkasa Surabaya, Gresik, Mojokerto, Lamongan, Pasuruan, Bangkalan 34 UHF 29 UHF
Jember 62 UHF
Kediri, Pare, Kertosono, Jombang, Blitar, Tulungagung 53 UHF
Malang 46 UHF
Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo 48 UHF
Banyuwangi off air

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Indosiar" dan "SCTV" Resmi Merger – Diakses tanggal 5 April 2013
  2. ^ Nama Perusahaan SCTV saat mengudara perdana di Surabaya
  3. ^ Iklan Baygon (1991) @ SCTV Surabaya di YouTube
  4. ^ Iklan Citra Body Lotion – Designer (1991–1992) @ SCTV Surabaya di YouTube
  5. ^ "Uefa close to replacing collapsed Champions League deal in Indonesia". SportBusiness Media (dalam bahasa Inggris). 2019-08-06. Diakses tanggal 2019-08-19. 
  6. ^ "SCTV Pemegang Hak Siar Liga Champions dan Liga Eropa Mulai Musim 2019/2020". iSatelit.com. Diakses tanggal 14 Agustus 2019. 
  7. ^ "SCTV Tayangkan Piala Super Cup Mulai Musim 2019". www.bola.net. Diakses tanggal 14 Agustus 2019. 
  8. ^ SCTV, Indosiar, dan Nexmedia Tayangkan Premier League di Indonesia
  9. ^ "Saksikan Final Piala Dunia Antarklub 2019 Hanya di SCTV dan Vidio.com". Liputan6.com. 2019-12-21. Diakses tanggal 2020-01-01. 
  10. ^ Televisi Jakarta di atas Indonesia: Kisah Kegagalan Sistem Televisi Berjaringan di Indonesia
  11. ^ Televisi Jakarta di atas Indonesia: Kisah Kegagalan Sistem Televisi Berjaringan di Indonesia hlm. 148-149
  12. ^ Politics and the Media in Twenty-First Century Indonesia: Decade of Democracy
  13. ^ Ekonomi Politik Media Penyiaran Hlm 28-29
  14. ^ Emtek Kuasai Langsung SCTV
  15. ^ Logo SCTV saat masih di Surabaya
  16. ^ DAFTAR IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN TELEVISI YANG SUDAH DITERBITKAN OLEH MENTERI KOMINFO SAMPAI DENGAN NOVEMBER 2017
  17. ^ Laporan Keuangan Tahunan SCM 2014
  18. ^ Laporan Keuangan Tahunan SCM 2019

Pranala luar