Kabupaten Kudus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Kudus
ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦑꦸꦢꦸꦱ꧀
logo
Lambang Kabupaten Kudus
ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦑꦸꦢꦸꦱ꧀
Moto: Nagari Carta Bhakti (dari bahasa Jawa yang artinya "Daerah makmur dan berbakti")
Semboyan: Kudus SEMARAK
(Sehat, Elok, Maju, Aman, Rapi, Asri, Konstitusional)
Slogan pariwisata: The Taste of Java
Julukan: Kota Kretek, Jerusalem van Java, Kota Jambu Bol
Kawasan Masjid Menara Kudus
Kawasan Masjid Menara Kudus
Locator kabupaten kudus.png
Peta lokasi Kabupaten Kudus
ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦑꦸꦢꦸꦱ꧀
Koordinat: 6°51′0″LS,110°36′0″BT-7°16′0″LS,110°50′0″BT
Provinsi Jawa Tengah
Dasar hukum UU No. 13/1950
Tanggal Peresmian 23 September 1549
Ibu kota Kota Kudus
Pemerintahan
 - Bupati H. Musthofa
 - Wakil Bupati
 - DAU Rp. 719.406.935.000.-(2013)[1]
Luas 425,16 km2
Populasi
 - Total 777.437 jiwa (2010)
 - Kepadatan 1.828,58 jiwa/km2
Demografi
 - Suku bangsa Jawa, Tionghoa
 - Bahasa Indonesia, Jawa
 - Kode area telepon 0291
Pembagian administratif
 - Kecamatan 9
Simbol khas daerah
 - Flora resmi Jambu bol
 - Fauna resmi Cucak ijo
 - Situs web www.kuduskab.go.id
Logo wisata "KUDUS Semarak"
Taman City Of Cretec di Kudus

Kabupaten Kudus (bahasa Jawa: Hanacaraka ꦑꦸꦢꦸꦱ꧀; Latin Kudus) adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibukota kabupaten ini adalah Kota Kudus, terletak di jalur pantai timur laut Jawa Tengah antara Kota Semarang dan Kota Surabaya. Kota ini berjarak 51 kilometer dari timur Kota Semarang.

Kabupaten Kudus berbatasan dengan Kabupaten Pati di timur, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak di selatan, serta Kabupaten Jepara di barat. Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok (kretek) terbesar di Jawa Tengah dan juga dikenal sebagai kota santri. Kota ini adalah pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan. Hal ini dapat dilihat dari adanya tiga makam wali/sunan, yaitu Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kedu.

Asal nama[sunting | sunting sumber]

Dahulu Kota Kudus bernama Kota "Tajug". Disebut Tajug karena di daerah tersebut terdapat banyak Tajug, Tajug merupakan bentuk atap arsitektur tradisional yang sangat kuno dipakai tujuan keramat. Tajug dahulunya dijadikan tempat bersembahyang warga Hindu. Dengan demikian kota Tajug dulunya sudah memiliki sifat kekeramatan tertentu, kota ini dianggap suci bagi warga setempat yang merupakan beragama Hindu.

Ja'far Shadiq (Sunan Kudus) tidak menghilangkan makna kekeramatan dan kesucian kota Tajuk, terbukti Ja'far Shadiq (Sunan Kudus) menamai kota tersebut dengan nama Kota Kudus berasal dari bahasa Arab yang berarti Suci. Kudus bukan satu-satunya kabupaten yang menyandang nama Arab di Tanah Jawa karena Kabupaten Demak dan Kabupaten Kendal juga berasal dari Bahasa Arab.Pada mulanya Sunan Kudus yang sedang mencari ilmu di Arab ,tepatnya di Palestina, di kota Yerusalem menghadapi sebuah wabah, lalu ditugaskan pemimpin daerah itu untuk menghentikannya, dan berhasil memusnahkan wabah tersebut. Atas nama balas budi, pemimpin daerah itu memberi tanah kepada dia, tetapi dia menolak. Sunan Kudus lebih suka membina tanah di tanah jawa, lalu pemimpin daerah itu memberi sebuah piagam batu, sebagai tanda hadiah kepemilikan tanah. Setelah pulang ke jawa, Sunan Kudus berdakwah di Kota Tajug (nama Kota Kudus sebelum islam), lalu berdakwah, dan membangun masjid di sana. Kini masjid itu dikenal sebagai Masjid Menara Kudus, dan piagam kepemilikan tanah itu ditempatkan di atas mihrab, dan menandai berdirinya Kota Kudus. Sebenarnya disebut Al-Quds, tetapi karena lidah orang Jawa, cukup disebut Kudus saja.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar wilayah Kabupaten Kudus adalah dataran rendah. Di sebagian wilayah utara terdapat pegunungan (yaitu Gunung Muria), dengan puncak Puncak Saptorenggo (1.602 m dpl), Puncak Rahtawu (1.522 m dpl), dan Puncak Argojembangan (1.410 m dpl). Sungai terbesar adalah Sungai Serang yang mengalir di sebelah barat, membatasi Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak. Kudus dibelah oleh Sungai Gelis di bagian tengah sehingga terdapat istilah Kudus Barat dan Kudus Timur.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus terdiri atas 9 kecamatan, yang dibagi lagi atas 123 desa dan 9 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Kota Kudus. Kudus adalah kabupaten dengan wilayah terkecil dan jumlah kecamatan paling sedikit di Jawa Tengah,sehingga seharusnya menjadi Kota bukan Kabupaten. Kabupaten Kudus terbagi menjadi 3 wilayah pembantu bupati (kawedanan), yaitu: (1) Kawedanan Kota (Kec. Kota Kudus, Jati dan Undaan). (2) Kawedanan Cendono (Kec. Bae, Dawe, Gebog dan Kaliwungu). (3) Kawedanan Tenggeles (Kec. Mejobo dan Jekulo). Rencana kedepan, akan ada kecamatan baru yaitu Kecamatan Kota Kudus Barat, Kota Kudus Timur dan Kecamatan Muria yang merupakan pemecahan dari Kecamatan Dawe. Sedangkan untuk Kecamatan Jekulo, akan dipersiapkan sebagai Ibukota Kabupaten Kudus, untuk Kota Kudus tetap beribukota di Kota Kudus.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Selat Muria

Kudus awalnya kota di tepi Sungai Gelis,dan salah satu kota di Pulau Muria. Dahulu Kota Kudus bernama Kota Tajug, disebut Tajug karena di daerah tersebut terdapat banyak Tajug, Tajug merupakan bentuk atap arsitektur tradisional yang sangat kuno dipakai tujuan keramat. Tajug dahulunya di jadikan tempat bersembahyang warga Hindu di daerah tersebut. Dengan demikian kota Tajug dulunya sudah memiliki sifat kekeramatan tertentu. Sunan Kudus mendekati warga kota Tajug dengan membuat struktur atas Menara Kudus yang berbentuk Tajug. Warga hidup dari bertani, membuat batu bata, menangkap ikan, dan berdagang. Setelah kedatangan Sunan Kudus, Kota itu dikenal sebagai "Al-Quds" yang berarti "Kudus". Kota Tajug memang sudah lama menjadi kota perdagangan, tetapi karena posisinya agak jauh dari Selat Muria, tidak ada pelabuhan besar di Kota Tajug, hanya pelabuhan transit, yang nanti akan transit lagi ke Pelabuhan Tanjung Karang di tepi Selat Muria. Pada saat itu, Selat Muria masih dalam dan lebar, sebagai jalan pintas perdagangan. Pelabuhan Tanjung Karang adalah pelabuhan transit penghubung ke pelabuhan Demak, Jepara dan Juwana. Komoditas utama expor Pelabuhan Tanjung Karang adalah kayu yang berasal dari muria, yang juga digunakan sebagai salah satu material pembangunan Masjid Agung Demak.

Pedagang dari Timur Tengah, Tiongkok, dan pedagang antar pulau dari sejumlah daerah di Nusantara berdagang kain, barang pecah belah, dan hasil pertanian di Tajug, tepatnya di Pelabuhan Tanjung Karang. Warga Tajug juga terinspirasi filosofi yang dihidupi Sunan Kudus, Gusjigang. Gus berarti bagus, ji berarti mengaji, dan gang berarti berdagang. Melalui filosofi itu, Sunan Kudus menuntun masyarakat menjadi orang berkepribadian bagus, tekun mengaji, dan mau berdagang. Dari pembauran lewat sarana perdagangan dan semangat ”gusjigang” itulah masyarakat Kudus mengenal dan mampu membaca peluang usaha. Dua di antaranya usaha batik dan jenang. Kini, selat muria sudah hilang ditelan sedimentasi, begitupun dengan Pelabuhan Tanjung Karang, hilang dan hancur ditelan sedimentasi.

Berdirinya Masjid Menara Kudus sebagai Hari Jadi Kabupaten Kudus. Masjid Menara Kudus tidak lepas dari peran Sunan Kudus sebagai pendiri dan pemrakarsa. Sebagaimana para walisongo yang lainnya, Sunan Kudus memiliki cara yang amat bijaksana dalam dakwahnya. Di antaranya, dia mampu melakukan adaptasi dan pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat yang telah memiliki budaya mapan dengan mayoritas beragama Hindu dan Buddha. Pencampuran budaya Hindu dan Budha dalam dakwah yang dilakukan Sunan Kudus, salah satunya dapat kita lihat pada masjid Menara Kudus ini. Masjid ini didirikan pada tahun 956 H atau 1549 M. Hal ini dapat diketahui dari inskripsi (prasasti) pada batu yang lebarnya 30 cm dan panjang 46 cm yang terletak pada mihrab masjid yang ditulis dalam bahasa Arab.

Sebenarnya, banyak orang salah paham dengan Menara Kudus. Masyarakat berpikir bahwa menara kudus dibangun bersama dengan Masjid Menara Kudus, padahal tidak. Menara Kudus sudah ada dari zaman Hindu-Buddha, dan umurnya jauh lebih tua dari Masjid Menara Kudus. Kini, kejayaan dan kemakmuran Kota Kudus karena perdagangan, terulang lagi karena Industri, dan posisi Kudus yang strategis sebagai lalu lintas perdagangan Jawa.Terletak di jalur Pantura, atau AH2 (Asian Highway 2) membuat Kota Kudus ramai, dan maju. Bahkan Kudus adalah yang paling maju di Karesidenan Pati dan di Semenanjung Muria. Pendapatan perkapita Kudus juga yang tertinggi di Jawa tengah, karena hasil industri yang besar, serta penduduk yang tidak terlalu banyak, tetapi dengan kepadatan penduduk yang relatif tinggi.

Pemukiman[sunting | sunting sumber]

DPRD Kudus
2009-2014
Partai Kursi
Lambang PKB PKB 8
Lambang PPP PPP 4
Lambang PAN PAN 2
Lambang PPNUI PPNUI 6
Lambang PKNU PKNU 5
Lambang PDI-P PDI-P 5
Total 30

Pemukiman berdasarkan etnis-sosiologis, perkembangan pemukiman di Kota Kudus dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Kudus Kulon[sunting | sunting sumber]

Pusat kota lama
  • Kauman
  • Kerjasan
  • Langgar Dalem
  • Demangan
  • Janggalan
  • Damaran
  • Kajeksan
Daerah pinggiran kota
  • Krandon
  • Singocandi
  • Purwosari
  • Sunggingan

Kudus Wetan[sunting | sunting sumber]

Daerah Tionghoa
  • Panjunan
  • Kramat
  • Wergu Kulon
Daerah Priyayi
  • Nganguk
  • Glantengan
  • Barongan
Daerah Abangan
  • Mlati Kidul
  • Mlati Lor
  • Mlati Norowito
  • Rendeng
  • Wergu Wetan
Desa–desa lainnya
  • Demaan
  • Burikan
  • Kaliputu
  • Bakalan Krapyak

Industri[sunting | sunting sumber]

Perkembangan perekonomian di Kudus tidak lepas dari pengaruh perindustrian. Beberapa perusahaan industri besar yang ada di Kudus adalah PT. Djarum (Industri Rokok), Petra, Djambul Bol, PR. Sukun (Industri Rokok), PT. Nojorono, PT. Hartono Istana Teknologi (d/h Polytron - Industri Elektronik), PT. Pura Barutama (Industri Kertas & Percetakan). Selain itu Kudus juga memiliki ribuan perusahaan industri kecil dan menengah.

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Tokoh politik[sunting | sunting sumber]

Tokoh agama[sunting | sunting sumber]

Tokoh penanggalan[sunting | sunting sumber]

  • K.H. Turaichan Ad Djusyarofi Pakar Almanak/penanggalan Internasional
  • K.H. Ma'ruf Irsyad
  • K.H. Ma'ruf Asnawi
  • K.H. Sya'roni Ahmadi
  • K.H. Mansur,MA
  • K.H. Ulin Nuha Arwani
  • K.H. Ulil Albab Arwani
  • K.H. Achmad Rofiq Hadziq
  • K.H. Subhan ZE

Tokoh olahraga[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Air Terjun Monthel
Tugu Identitas Kudus
Museum Kretek Kudus
Kudus Extension Mall

Wisata alam[sunting | sunting sumber]

Wisata sejarah[sunting | sunting sumber]

Wisata keluarga[sunting | sunting sumber]

Wisata desa[sunting | sunting sumber]

Wisata religi (ziarah)[sunting | sunting sumber]

Wisata kuliner[sunting | sunting sumber]

Wisata misteri (urban legend)[sunting | sunting sumber]

  • Rumah Tua Bangunan Belanda, di pingir jalan raya Besito kecamatan Gebog
  • Gubuk Tempat Pembuatan Gula Merah, di Jln raya Desa Rahtawu tepatnya di belakang SMA 1 Gebog Kudus[3]
  • Kawasan Kuburan Cina, di jln. Desa Gondangmanis

Wisata belanja[sunting | sunting sumber]

Event (perayaan)[sunting | sunting sumber]

Event modern[sunting | sunting sumber]

Event tradisional[sunting | sunting sumber]

Seni budaya Kudus[sunting | sunting sumber]

Kuliner khas Kudus[sunting | sunting sumber]

Soto Kudus
Jenang Kudus

Masakan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa masakan khas, di antaranya:

Sambal[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa sambal khas, di antaranya:

Minuman[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa minuman khas, di antaranya:

Kopi Jetak adalah Kopi yang kebunnya berasal dari daerah yang bernama Jetak yaitu di Desa Kedungdowo.

Minuman ini merupakan minuman berasal dari alang-alang yang di keringkan kemudian dijadikan wedhang, Wedang Alang-Alang terdapat di daerah Kaliwungu

Nama Pejuh adalah berasal dari singkatan bahan-bahanya yaitu Jeruk "P"am"e"lo, "J"ahe, Sus"u" Kental Manis Putih, Sere"h". Caranya: Rebus air, lalu masukan jahe yang sudah di geprek dan masukan sereh yang di geprek, lalu setelah mendidih tuang kegelas, masukan susu kental manis yang putih, kemudian masukan bulir-bulir Jeruk Pamelo.

Oleh-Oleh[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa Oleh-oleh khas, di antaranya:

Julukan Kudus[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus memiliki beberapa julukan, yaitu:

  • Kota Semarak

Kudus memiliki semboyan "Semarak", kependekan dari "Sehat, Elok, Maju, Aman, Rapi, Asri, dan Konstitusional", sebagai slogan pemeliharaan keindahan kota

  • Kota Santri

Karena banyak yang menjadi santri di Kabupaten Kudus. Kabupaten ini juga menjadi pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan dengan landmark Masjid Menara. Hal itu dapat dilihat dari terdapatnya lima makam yaitu Kyai Telingsing, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kedu, Syeh Syadzili.

  • Kota Kretek

Karena Kudus terdapat banyak pabrik rokok di antaranya: Djarum, Sukun, Jambu Bol, dll.

  • Kota Jambu Bol

Kota ini sangat terkenal dengan hasil pertanian jambunya terutama Jambu bol, bahkan jambu bol menjadi flora identitas resmi Kabupaten Kudus.

  • Jerusalem van Java

Masjid Menara Kudus terdapat batu dari daerah Yerusalem (Palestina) yang batu tersebut dibawa oleh Sunan Kudus, oleh karena itu masjid yang dibangun Sunan Kudus diberi nama Masjid Al-Aqsa seperti Masjid yang berada di Yerusalem.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

SMA/SMK[sunting | sunting sumber]

SMA/SMK di Kabupaten Kudus, adalah:

  • SMAN 1 Kudus, di desa Mlati Lor
  • SMAN 2 Kudus, di desa Purwosari
  • MA NU TBS Kudus, di desa Kajeksan dan Langgar dalem
  • MA NU BANAT Kudus, di desa Krandon
  • MA NU Mu'alimat Kudus, di desa Kojan
  • SMAN 1 Bae, di desa Bae
  • SMAN 2 Bae, di desa Gondangmanis, Bae, Kudus
  • SMK Wisudha Karya Kudus, di desa Mlati Norowito
  • SMK Negeri 1 Kudus, di desa Purwosari
  • SMK Negeri 2 Kudus, di desa Rejosari
  • SMK Negeri 3 Kudus, di desa Kalirejo
  • MAN 1 Kudus di desa Karang Bener Bae
  • MAN 2 Kudus, di desa Prambatan Kidul
  • SMK Nu Maarif Kudus, di desa Prambatan Lor
  • SMK Muhammadiyah Kudus, di desa Prambatan Lor (Dukuh Pereng)
  • MA Muhammadiyah Kudus, di desa Krandon (Dukuh Lemah Gunung)
  • SMK Muhammadiyah PONPES, di desa Gondoharum
  • MA Ma'ahid Kudus, di desa Krapyak
  • SMAN 1 Jekulo di desa Klaling
  • SMAN 1 Mejobo di desa Mejobo
  • SMAN 1 Gebog di desa Gebog
  • SMK Raden Umar Said di desa Besito

Perguruan tinggi[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi di kabupaten Kudus, adalah:

Pelatihan kerja[sunting | sunting sumber]

Lembaga Pelatihan Kerja di Kabupaten Kudus, adalah:

  • LPK Nissan Fortuna, di Kelurahan Mlatinorowito
  • BLK Kudus, di Desa Kauman
  • LPK Aquarius Kudus, di Desa Kauman
  • Kursus Roti Venanda, di Desa Kauman
  • Viany Kursus, di Desa Getaspejaten
  • Kudus Culinary Centre, (cabang dari Semarang Culinary Centre) Belum Ada

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Media[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

Kudus memiliki sejumlah radio, di antaranya:

Radio Muria Kudus | AM 1440 atau live streaming www.radiomuriakudus.com|| ---

Nama Frekuensi Situs
Suara Kudus FM FM 88,00 http://www.radiosuarakudus.com/}}
Yasika FM Kudus 107.1 FM CPP Network
Pamira FM FM 93.00 ---
UMK FM FM 94.6 www.umk.ac.id
Kumbaya FM FM 107.7 ---
POP FM FM 93.7 --
Harapan Kota FM FM 107.9 ---
Manggala FM FM 100.4 ---
MERZI FM FM 98.6 ---

Potensi[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa jenis moda transportasi di Kudus, di antaranya:

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Dulu, terdapat perusahaan kereta api dan trem Semarang Joana Stroomtram Maatschappij (SJS). Perusahaan tersebut pada tahun 1885 membuka jalur Semarang-Genuk-Demak-Kudus-Pati-Joana (sekarang Juwana). Setelah itu, pada 5 Mei 1895 perusahaan tersebut menambah jalurnya ke barat yakni membuka jalur Kudus-Mayong-Gotri-Pecangaan. Pada 1 Mei 1900 juga menambah jalur kereta api ke timur hingga mencapai Rembang dan Lasem. Pada tahun itu juga, pada 10 November SJS membuka jalur baru lagi yang melayani rute Mayong-Welahan-Demak-Semarang.

Kereta gantung[sunting | sunting sumber]

Pemkab Kudus berencana membangun Kereta Gantung dengan dua jurusan, yaitu:

  • Kereta Gantung jurusan : Terminal Wisata - Menara Kudus - Terminal Wisata
  • Kereta Gantung jurusan : Terminal Wisata Colo - Makam Sunan Muria - Terminal Wisata Colo

Trem[sunting | sunting sumber]

Pemkab Kudus berencana untuk bekerjasama dengan PT.KAI dan Pemkab Jepara dan Pemkab Pati dan Pemkab Rembang dan Pemkab Demak untuk menghidupkan kembali jalur kereta yang telah mati dan menjadi jalan kereta kota (Trem Muria) seperti di Kota Solo. Trem tersebut memiliki trayek jurusan Demak - Jepara - Kudus - Pati - Rembang. Trem tersebut memiliki gerbong 5 gerbong setiap gerbong mewakili Kabupaten masing-masing, misalnya satu gerbong bertema Ukir Jepara, satu gerbong bertema Batik Kudus, satu gerbong bertema Batik Lasem, dll.

Bus[sunting | sunting sumber]

Kudus terdapat 2 Terminal Bus yaitu:

  • Terminal Induk Jati Wetan Kudus (Tipe A)
  • Terminal Jetak (Tipe C)

Angkota[sunting | sunting sumber]

Kudus terdapat beberapa angkota dengan jurusan yang berbeda-beda sesuai dengan warna angkota tersebut.

  • Warna Ungu, jurusan Terminal Jeta]k - Matahari Kudus - Terminal Kudus
  • Warna Putih, jurusan Matahari Kudus - UMK
  • Warna Hijau, jurusan STAIN Kudus - Matahari Kudus
  • Warna Biru Laut, jurusan Karangmalang - Terminal Kudus
  • Warna Kuning, jurusan Bae - Terminal Kudus
  • Warna Merah, jurusan Pasar Brayung
  • Warna Merah Muda, jurusan Singocandi - Menara Kudus
  • Warna Coklat Muda, jurusan Sudimoro - Terminal Kudus
  • Warna Hijau dan Kuning Jurusan Jekulo - Gondoharum

Taksi[sunting | sunting sumber]

Kudus mempunyai beberapa armada taksi yaitu :

  • Estu Taxi
  • Kencana Taxi
  • Abadi Taxi

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Kudus memiliki klub profesional dalam beberapa cabang olahraga, yaitu:

Mega Proyek[sunting | sunting sumber]

TREM di Paris, Prancis
CABLE CAR Wellington, Selandia baru
KERETA GANTUNG di La Grave, France
BUS TINGKAT WISATA

Pemkab Kudus dan Bupati Kudus mempunyai beberapa perencanaan jangka panjang dan jangka pendek untuk membangun Kabupaten Kudus, diantaranya:

  • Membangun Transportasi Railbus Muria atau TREM MURIA RAYA (Kereta Kota) Muria (Jepara-Kudus-Pati)

Pemkab Kudus bekerjasama dengan PT.KAI dan Pemkab Jepara dan Pemkab Pati untuk menghidupkan kembali jalur kereta yang telah mati dan menjadi jalan kereta kota (Trem) seperti di Kota Solo yang kereta tersebut berjalan sejajar jalan raya. Trem Muria diharapkan memiliki 3 gerbong yang setiap gerbong memiliki tema kota, yaitu satu gerbong bertema Kabupaten Jepara, 1 gerbong lagi bertema Kabupaten Kudus, sedangkan gerbong sisanya bertema Kabupaten Pati. Trem ini amat penting, selain untuk wisata, trem ini untuk menjangkau tempat-tempat di Kabupaten Kudus, Jepara , dan Pati yang sulit di jangkau dengan transportasi umum seperti Bus, Seperti daerah kawasan Stasiun Kudus yang tidak dilewati bus umum meskipun ada angkot yang melewati daerah kawasan Stasiun Kudus tetapi sangat jarang dan sulit ditemui.

  • Membangun Transportasi Wisata Ziarah CABLE CAR (KERETA KABEL)

Pemkab Kudus berencana Membangun Kereta kabel dari bawah sampai ke masjid Makam Sunan Muria, Kereta Kabel tersebut diperuntukkan bagi orang lemah atau sakit, bagi untuk orang yang sehat tetapi ingin menaiki maka dikenakan tarif 2 kali lipat tarif untuk orang sakit/cacat. Agar tidak merugikan bagi Tukang Ojek dan Penjual Aneka Sovenir di Tangga menuju Masjid Makam Sunan Muria.

  • Membangun Transportasi Wisata Ziarah KERETA GANTUNG

Membangun Kereta gantung di Menara Kudus dari Terminal wisata menuju Komplek Masjid Menara Kudus (Makam Sunan Kudus).

  • Membangun Transportasi BUS TINGKAT WISATA

Membangun Bus berkapasitas kurang lebih 30 orang ini dimaksimalkan di lantai dua, sementara di lantai satu hanya ada 6 kursi bulat, kursi panjang, lalu ada balkon di luar yang bisa dipakai turis untuk berdiri.

  • Membangun Trotoar Ramah Disabilitas

membangun trotoar yang aman dan nyaman bagi kaum disabilitas baik itu pengguna kursi roda maupun pengguna tongkat.

  • Membangun Taman Ramah Disabilitas

membangun taman yang aman dan nyaman bagi kaum disabilitas baik itu pengguna kursi roda maupun pengguna tongkat, dengan berbagai fasilitas yang dapat mempermudahkan kaum disabilitas mengunjungi alun-alun.

  • Membangun Alun-Alun Ramah Disabilitas

membangun alun-alun yang aman dan nyaman bagi kaum disabilitas baik itu pengguna kursi roda maupun pengguna tongkat, dengan berbagai fasilitas yang dapat mempermudahkan kaum disabilitas mengunjungi alun-alun.

  • Membangun transportasi Busway Trans Kudus

Kabupaten Kudus sudah perlu alat transportasi yang memanusiakan manusia karena angkot dirasa kurang manusiawi dan sangat beresiko bagi keamanan dan keselamatan, sehingga banyak dari masyarakat pindah menggunakan kendaraan pribadi, jadi jika Busway Trans Kudus mungkin bisa mengalihkan kembali warga untuk meninggalkan kendaraan pribadi. dan tarifnya jauh dekat sama sehingga tidak membebani masyarakat.

  • Membangun Jalan Sepeda Onthel

membangun tempat jalan khusus pengguna sepeda onthel mulai dari Alun-Alun Kudus sampai jalan perbatasan Jepara dan sampai jalan perbatasan Pati, supaya para pengguna sepeda onthel nyaman dan aman, juga untuk meningkatkan semangat warga kembali menggunakan sepeda onthel.

  • Membangun Museum Islam & Taman Islam di Kabupaten Kudus

Membangun MUSEUM ISLAM yang berisi peninggalan Sunan Muria, Sunan Kudus, dll. TAMAN ISLAM ialah tempat istirahat yang nyaman dan mengingatkan surga dan supaya tidak bosan hanya melihat museum. Seperti Nishat Gardens sebuah Taman Mughal di Kashmir, ataupun seperti Taman Tamadun Islam di Kuala Terengganu (Malaysia), Museum Islam dan Taman Islam di Kabupaten Kudus yaitu taman yang terdapat yang dibangun terdapat miniatur replika bangunan Islam di Nusantara seperti Masjid Menara Kudus, Masjid Cheng Ho Surabaya, Masjid Agung Jepara 1660 M, Masjid Agung Demak, Mesjid Raya Baiturrahman (Aceh), Gapura Masjid Astana Mantingan, Masjid Raya Sumatera Barat, Gapura Robayan, Gapura Masjid Agung Solo, Menara Keagungan Limboto, Masjid Bingkudu, Masjid Tua Patimburak, Masjid Pusaka Banua Lawas, dan Masjid Al-Hikmah di Bali, dan lain-lain. Serta dilengkapi taman tanaman surga yaitu Pohon Kurma, Pohon Tin, Pohon Zaitun, Pohon Anggur, Pohon Delima Merah, Pohon Pisang.

  • Membangun Tempat parkir Mobil Pribadi

membangun tempat parkir mobil pribadi yang lokasinya dekat dengan kawasan Masjid Menara Kudus cara bayarnya dengan sistem elektrik seperti di parkiran Kota Bandung.

  • Membangun Wisata Kuliner Khusus Makanan Minuman Khas Kudus

kudus seharusnya terdapat tempat wisata kuliner yang di dalamnya khusus penjual yang menjajakan makanan khas Kudus dan minuman khas Kudus, yang bukan khas kudus dilarang berjualan di tempat tersebut. Kudus merupakan The Taste of Java (Cita Rasanya Jawa) maka supaya wisatawan yang dikudus bisa mengetahui apa saja makanan dan minuman khas Kudus.

  • Renovasi Stadion Gelora Kota Kretek

membangun atau merenovasi kapasitas penonton stadion wergu wetan dan merubah nama stadion wergu wetan menjadi Stadion Gelora Kota Kretek atau Gelora Kota Kretek.

  • Membangun Sentra Oleh-Oleh Berbentuk Mall

membangun tempat pusat oleh-oleh dengan sebuah bangunan dengan arsitektur dan fasilitas mall ada AC dan Eskalator dan Kasir.

  • Membangun Tugu Perbatasan Kudus-Jepara

kudus telah membangun gapura perbatasan Kudus-Demak dengan konsep Cengkeh dan Daun Tembakau, mungkin Tugu Perbatasan Kudus-Jepara bisa menggunakan konsep Jenang Kudus atau tugu tersebut menggunakan konsep Macan Muria ataupun yang lainnya. Serta Tugu Perbatasan Kota Kudus-Pati yang berbentuk menyerupai Gerobak Khas Soto Kudus, dan Tugu Perbatasan Kota Kudus-Grobogan yang berbentuk 'menyerupai Jambu Bol menggunakan bahan stainless khusus dari Australia.

  • Kampung Jawa

Membangun Perkampungan Khas Jawa / Kampung Khas Kudus dengan cara membangun rumah-rumah adat Jawa Kuno atau rumah adat khas Kudus di wilayah Masjid Menara Kudus, rumah adat tersebut menggunakan genteng wuwungan kretek khas Kudus yaitu Genteng Wuwungan Kretek, untuk rumah di daerah sekitar kampung Masjid Menara Kudus direnovasi atau diberi sentuhan ornamen-ornamen khas Kudus, untuk pertokoan di daerah sekitar kampung masjid Menara Kudus diharuskan direnovasi bergaya Kudus atau diberi ornamen khas Kabupaten Kudus, Sedangkan untuk kios-kios oleh-oleh didepan Masjid Menara Kudus ditata dan dibentuk arsitektur seperti kios-kios zaman Jawa Kuno. Agar semakin kental budaya dan untuk menarik pengunjung dengan pemandangan model rumah yang sezaman dengan model Masjid Menara Kudus, yang seakan-akan membawa pengunjung kembali kezaman dahulu.

  • Bundaran Air Mancur Menara Kudus

Membangun Bundaran Air Mancur yang ditengahnya terdapat Miniatur Menara Kudus dengan desain kolam khas Jawa seperti Kolam Candi Tikus. Bundaran tersebut dibangun tepat di tengah-tengah jalan raya di Perempatan Masjid Menara Kudus. Fungsinya sebagai petanda letak Masjid Menara Kudus, supaya peziarah dari luar kota tidak kelewatan saat hendak mau berziarah ke Makam Sunan Kudus di Masjid Menara Kudus, karena selama ini ada saja peziarah yang kelewatan jalan. Selain hal tersebut juga untuk memper indah Jalan dan menjadikan para pengguna kendaraan bermotor mengurangi kecepatan ketika sampai di perempatan Masjid Menara Kudus supaya aman bagi pengunjung yang hendak menyebrang.

  • Membangun KUDUS RIVER PARK di Desa Tanjungkarang

Pemkab Kudus berpotensi menggandeng investor untuk membangun wahana wisata buatan "Waterpark" dengan mengusung bertema Sungai, karena sesuai dengan asal-usul Kabupaten Kudus yang memiliki pelabuhan sungai yang pernah berjaya pada masanya untuk pelabuhan dagang yaitu di Desa Tanjung. waterpark tersebut cocok di bangun di Desa Tanjung tapatnya dekat sisi sungai Desa Tanjung, membangun dermaga di sungai desa tanjungkarang untuk wisatawan naik perahu menyisiri sungai, dll. waterpark tersebut cocok diberi nama KUDUS RIVER PARK yang artinya yaitu Taman Sungai Kudus.

  • Membangun KRETEK LAND

malaysia ada LEGOLAND harusnya kudus memiliki taman bermain seperti DUFAN tetapi bertema kretek, tempat besar dengan wahana berbentuk tembakau, cengkeh, dll. Selain sebagai tempat wisata juga semakin memperkuat brand Kudus Kota Kretek.

  • Taman Patung Barongan Khas Kabupaten Kudus

Membangun Taman Kota pada bagian tengah taman tersebut dibangun Patung Barongan khas Kabupaten Kudus yaitu Barongan Gembong Kamijoyo, seperti Semarang memiliki Taman Pandanaran yang terdapat Patung Warak ngendok (sejenis barongan Khas Semarang) yang dihiasi tanaman bunga dan pohon hias.

Kabupaten Kudus cukup terkenal dengan sepak bolanya, Maka Pemkab Kudus dan PSSI Pengcab Kudus Meminta kepada PSSI Pengprov Jateng untuk mengadakan Jateng Champions League yaitu kompetisi sepak bola yang di ikuti oleh klub ssb yang menjadi juara 1 pada liga tingkat kabupatennya masing-masing.

Tugu Perbatasan Kudus[sunting | sunting sumber]

setelah berhasil membuat tugu perbatasan Kudus-Demak, kini warga menginginkan Kudus membangun tugu perbatasan Kota dengan bentuk potensi di Kabupaten Kudus, yaitu:

  • Membangun Gapura Tugu Perbatasan Kota Kudus-Pati yang berbentuk menyerupai Gerobak Khas Soto Kudus menggunakan bahan stainless khusus dari Australia
  • Membangun Gapura Tugu Perbatasan Kota Kudus-Grobogan yang berbentuk menyerupai Jambu Bol menggunakan bahan stainless khusus dari Australia
  • Membangun Gapura Tugu Perbatasan Kota Kudus-Jepara yang berbentuk menyerupai Alat dan Bahan Membuat Jenang Kudus atau Macan Muria menggunakan bahan stainless khusus dari Australia

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]