Kabupaten Kudus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Kudus
ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦑꦸꦢꦸꦱ꧀
logo
Lambang Kabupaten Kudus
ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦑꦸꦢꦸꦱ꧀
Moto: Nagari Carta Bhakti (dari bahasa Jawa yang artinya "Daerah makmur dan berbakti")
Semboyan: Kudus SEMARAK
(Sehat, Elok, Maju, Aman, Rapi, Asri, Konstitusional)
Slogan pariwisata: The Taste of Java
Julukan: Kota Kretek, Jerusalem van Java, Kota Jambu Bol
Kawasan Masjid Menara Kudus
Kawasan Masjid Menara Kudus
Locator kabupaten kudus.png
Peta lokasi Kabupaten Kudus
ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦑꦸꦢꦸꦱ꧀
Koordinat: 6°51′0″LS,110°36′0″BT-7°16′0″LS,110°50′0″BT
Provinsi Jawa Tengah
Dasar hukum UU No. 13/1950
Tanggal Peresmian 23 September 1549
Ibu kota Kota Kudus
Pemerintahan
 - Bupati H. Musthofa
 - Wakil Bupati
 - DAU Rp. 719.406.935.000.-(2013)[1]
Luas 425,16 km2
Populasi
 - Total 777.437 jiwa (2010)
 - Kepadatan 1.828,58 jiwa/km2
Demografi
 - Suku bangsa Jawa, Tionghoa
 - Agama Islam, Hindu, Samin, dan agama lainnya
 - Bahasa Indonesia, Jawa
 - Kode area telepon 0291
Pembagian administratif
 - Kecamatan 9
Simbol khas daerah
 - Flora resmi Jambu bol
 - Fauna resmi Cucak ijo
Situs web www.kuduskab.go.id
Logo wisata "KUDUS Semarak"
Taman City Of Cretec di Kudus
Tahun Baru Pesta Kembang Api di Gerbang Kudus Kota Kretek

Kabupaten Kudus (bahasa Jawa: Hanacaraka ꦑꦸꦢꦸꦱ꧀; Latin Kudus) adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibukota kabupaten ini adalah Kota Kudus, terletak di jalur pantai timur laut Jawa Tengah antara Kota Semarang dan Kota Surabaya. Kota ini berjarak 51 kilometer dari timur Kota Semarang.

Kabupaten Kudus berbatasan dengan Kabupaten Pati di timur, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak di selatan, serta Kabupaten Jepara di barat. Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok (kretek) terbesar di Jawa Tengah dan juga dikenal sebagai kota santri. Kota ini adalah pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan. Hal ini dapat dilihat dari adanya tiga makam wali/sunan, yaitu Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kedu.

Asal nama[sunting | sunting sumber]

Dahulu Kota Kudus bernama Kota "Tajug". Disebut Tajug karena di daerah tersebut terdapat banyak Tajug, Tajug merupakan bentuk atap arsitektur tradisional yang sangat kuno dipakai tujuan keramat. Tajug dahulunya dijadikan tempat bersembahyang warga Hindu. Dengan demikian kota Tajug dulunya sudah memiliki sifat kekeramatan tertentu, kota ini dianggap suci bagi warga setempat yang merupakan beragama Hindu.

Ja'far Shadiq (Sunan Kudus) tidak menghilangkan makna kekeramatan dan kesucian kota Tajuk, terbukti Ja'far Shadiq (Sunan Kudus) menamai kota tersebut dengan nama Kota Kudus berasal dari bahasa Arab yang berarti Suci. Kudus bukan satu-satunya kabupaten yang menyandang nama Arab di Tanah Jawa karena Kabupaten Demak dan Kabupaten Kendal juga berasal dari Bahasa Arab.Pada mulanya Sunan Kudus yang sedang mencari ilmu di Arab ,tepatnya di Palestina, di kota Yerusalem menghadapi sebuah wabah, lalu ditugaskan pemimpin daerah itu untuk menghentikannya, dan berhasil memusnahkan wabah tersebut. Atas nama balas budi, pemimpin daerah itu memberi tanah kepada dia, tetapi dia menolak. Sunan Kudus lebih suka membina tanah di tanah jawa, lalu pemimpin daerah itu memberi sebuah piagam batu, sebagai tanda hadiah kepemilikan tanah. Setelah pulang ke jawa, Sunan Kudus berdakwah di Kota Tajug (nama Kota Kudus sebelum islam), lalu berdakwah, dan membangun masjid di sana. Kini masjid itu dikenal sebagai Masjid Menara Kudus, dan piagam kepemilikan tanah itu ditempatkan di atas mihrab, dan menandai berdirinya Kota Kudus. Sebenarnya disebut Al-Quds, tetapi karena lidah orang Jawa, cukup disebut Kudus saja.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar wilayah Kabupaten Kudus adalah dataran rendah. Di sebagian wilayah utara terdapat pegunungan (yaitu Gunung Muria), dengan puncak Puncak Saptorenggo (1.602 m dpl), Puncak Rahtawu (1.522 m dpl), dan Puncak Argojembangan (1.410 m dpl). Sungai terbesar adalah Sungai Serang yang mengalir di sebelah barat, membatasi Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak. Kudus dibelah oleh Sungai Gelis di bagian tengah sehingga terdapat istilah Kudus Barat dan Kudus Timur.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus terdiri atas 9 kecamatan, yang dibagi lagi atas 123 desa dan 9 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Kota Kudus. Kudus adalah kabupaten dengan wilayah terkecil dan jumlah kecamatan paling sedikit di Jawa Tengah,sehingga seharusnya menjadi Kota bukan Kabupaten. Kabupaten Kudus terbagi menjadi 3 wilayah pembantu bupati (kawedanan), yaitu: (1) Kawedanan Kota (Kec. Kota Kudus, Jati dan Undaan). (2) Kawedanan Cendono (Kec. Bae, Dawe, Gebog dan Kaliwungu). (3) Kawedanan Tenggeles (Kec. Mejobo dan Jekulo). Rencana kedepan, akan ada kecamatan baru yaitu Kecamatan Kota Kudus Barat, Kota Kudus Timur dan Kecamatan Muria yang merupakan pemecahan dari Kecamatan Dawe. Sedangkan untuk Kecamatan Jekulo, akan dipersiapkan sebagai Ibukota Kabupaten Kudus, untuk Kota Kudus tetap beribukota di Kota Kudus.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Selat Muria

Kudus awalnya kota di tepi Sungai Gelis,dan salah satu kota di Pulau Muria. Dahulu Kota Kudus bernama Kota Tajug, disebut Tajug karena di daerah tersebut terdapat banyak Tajug, Tajug merupakan bentuk atap arsitektur tradisional yang sangat kuno dipakai tujuan keramat. Tajug dahulunya di jadikan tempat bersembahyang warga Hindu di daerah tersebut. Dengan demikian kota Tajug dulunya sudah memiliki sifat kekeramatan tertentu. Sunan Kudus mendekati warga kota Tajug dengan membuat struktur atas Menara Kudus yang berbentuk Tajug. Warga hidup dari bertani, membuat batu bata, menangkap ikan, dan berdagang. Setelah kedatangan Sunan Kudus, Kota itu dikenal sebagai "Al-Quds" yang berarti "Kudus". Kota Tajug memang sudah lama menjadi kota perdagangan, tetapi karena posisinya agak jauh dari Selat Muria, tidak ada pelabuhan besar di Kota Tajug, hanya pelabuhan transit, yang nanti akan transit lagi ke Pelabuhan Tanjung Karang di tepi Selat Muria. Pada saat itu, Selat Muria masih dalam dan lebar, sebagai jalan pintas perdagangan. Pelabuhan Tanjung Karang adalah pelabuhan transit penghubung ke pelabuhan Demak, Jepara dan Juwana. Komoditas utama ekspor Pelabuhan Tanjung Karang adalah kayu yang berasal dari muria, yang juga digunakan sebagai salah satu material pembangunan Masjid Agung Demak.

Pedagang dari Timur Tengah, Tiongkok, dan pedagang antar pulau dari sejumlah daerah di Nusantara berdagang kain, barang pecah belah, dan hasil pertanian di Tajug, tepatnya di Pelabuhan Tanjung Karang. Warga Tajug juga terinspirasi filosofi yang dihidupi Sunan Kudus, Gusjigang. Gus berarti bagus, ji berarti mengaji, dan gang berarti berdagang. Melalui filosofi itu, Sunan Kudus menuntun masyarakat menjadi orang berkepribadian bagus, tekun mengaji, dan mau berdagang. Dari pembauran lewat sarana perdagangan dan semangat ”gusjigang” itulah masyarakat Kudus mengenal dan mampu membaca peluang usaha. Dua di antaranya usaha batik dan jenang. Kini, selat muria sudah hilang ditelan sedimentasi, begitupun dengan Pelabuhan Tanjung Karang, hilang dan hancur ditelan sedimentasi.

Berdirinya Masjid Menara Kudus sebagai Hari Jadi Kabupaten Kudus. Masjid Menara Kudus tidak lepas dari peran Sunan Kudus sebagai pendiri dan pemrakarsa. Sebagaimana para walisongo yang lainnya, Sunan Kudus memiliki cara yang amat bijaksana dalam dakwahnya. Di antaranya, dia mampu melakukan adaptasi dan pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat yang telah memiliki budaya mapan dengan mayoritas beragama Hindu dan Buddha. Pencampuran budaya Hindu dan Budha dalam dakwah yang dilakukan Sunan Kudus, salah satunya dapat kita lihat pada masjid Menara Kudus ini. Masjid ini didirikan pada tahun 956 H atau 1549 M. Hal ini dapat diketahui dari inskripsi (prasasti) pada batu yang lebarnya 30 cm dan panjang 46 cm yang terletak pada mihrab masjid yang ditulis dalam bahasa Arab.

Sebenarnya, banyak orang salah paham dengan Menara Kudus. Masyarakat berpikir bahwa menara kudus dibangun bersama dengan Masjid Menara Kudus, padahal tidak. Menara Kudus sudah ada dari zaman Hindu-Buddha, dan umurnya jauh lebih tua dari Masjid Menara Kudus. Kini, kejayaan dan kemakmuran Kota Kudus karena perdagangan, terulang lagi karena Industri, dan posisi Kudus yang strategis sebagai lalu lintas perdagangan Jawa.Terletak di jalur Pantura, atau AH2 (Asian Highway 2) membuat Kota Kudus ramai, dan maju. Bahkan Kudus adalah yang paling maju di Karesidenan Pati dan di Semenanjung Muria. Pendapatan perkapita Kudus juga yang tertinggi di Jawa tengah, karena hasil industri yang besar, serta penduduk yang tidak terlalu banyak, tetapi dengan kepadatan penduduk yang relatif tinggi.

Pemukiman[sunting | sunting sumber]

DPRD Kudus
2009-2014
Partai Kursi
Lambang PKB PKB 8
Lambang PPP PPP 4
Lambang PAN PAN 2
Lambang PPNUI PPNUI 6
Lambang PKNU PKNU 5
Lambang PDI-P PDI-P 5
Total 30

Pemukiman berdasarkan etnis-sosiologis, perkembangan pemukiman di Kota Kudus dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Kudus Kulon[sunting | sunting sumber]

Pusat kota lama
  • Kauman
  • Kerjasan
  • Langgar Dalem
  • Demangan
  • Janggalan
  • Damaran
  • Kajeksan
Daerah pinggiran kota
  • Krandon
  • Singocandi
  • Purwosari
  • Sunggingan

Kudus Wetan[sunting | sunting sumber]

Daerah Tionghoa
  • Panjunan
  • Kramat
  • Wergu Kulon
Daerah Priyayi
  • Nganguk
  • Glantengan
  • Barongan
Daerah Abangan
  • Mlati Kidul
  • Mlati Lor
  • Mlati Norowito
  • Rendeng
  • Wergu Wetan
Desa–desa lainnya
  • Demaan
  • Burikan
  • Kaliputu
  • Bakalan Krapyak

Industri[sunting | sunting sumber]

Perkembangan perekonomian di Kudus tidak lepas dari pengaruh perindustrian. Beberapa perusahaan industri besar yang ada di Kudus adalah PT. Djarum (Industri Rokok), Petra, Djambul Bol, PR. Sukun (Industri Rokok), PT. Nojorono, PT. Hartono Istana Teknologi (d/h Polytron - Industri Elektronik), PT. Pura Barutama (Industri Kertas & Percetakan). Selain itu Kudus juga memiliki ribuan perusahaan industri kecil dan menengah.

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Tokoh politik[sunting | sunting sumber]

Tokoh agama[sunting | sunting sumber]

Tokoh penanggalan[sunting | sunting sumber]

  • K.H. Turaichan Ad Djusyarofi Pakar Almanak/penanggalan Internasional
  • K.H. Ma'ruf Irsyad
  • K.H. Ma'ruf Asnawi
  • K.H. Sya'roni Ahmadi
  • K.H. Mansur,MA
  • K.H. Ulin Nuha Arwani
  • K.H. Ulil Albab Arwani
  • K.H. Achmad Rofiq Hadziq
  • K.H. Subhan ZE

Tokoh olahraga[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Air Terjun Monthel
Tugu Identitas Kudus
Museum Kretek Kudus
Kudus Extension Mall

Wisata alam[sunting | sunting sumber]

Wisata sejarah[sunting | sunting sumber]

Wisata keluarga[sunting | sunting sumber]

Wisata desa[sunting | sunting sumber]

Wisata religi (ziarah)[sunting | sunting sumber]

Wisata kuliner[sunting | sunting sumber]

Wisata malam[sunting | sunting sumber]

Wisata belanja[sunting | sunting sumber]

Event (perayaan)[sunting | sunting sumber]

Event modern[sunting | sunting sumber]

Event tradisional[sunting | sunting sumber]

Seni budaya Kudus[sunting | sunting sumber]

Kuliner khas Kudus[sunting | sunting sumber]

Soto Kudus
Jenang Kudus

Masakan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa masakan khas, di antaranya:

Sambal[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa sambal khas, di antaranya:

Minuman[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa minuman khas, di antaranya:

Kopi Jetak adalah Kopi yang kebunnya berasal dari daerah yang bernama Jetak yaitu di Desa Kedungdowo.

Minuman ini merupakan minuman berasal dari alang-alang yang di keringkan kemudian dijadikan wedhang, Wedang Alang-Alang terdapat di daerah Kaliwungu

Nama Pejuh adalah berasal dari singkatan bahan-bahanya yaitu Jeruk "P"am"e"lo, "J"ahe, Sus"u" Kental Manis Putih, Sere"h". Caranya: Rebus air, lalu masukan jahe yang sudah di geprek dan masukan sereh yang di geprek, lalu setelah mendidih tuang kegelas, masukan susu kental manis yang putih, kemudian masukan bulir-bulir Jeruk Pamelo.

Oleh-Oleh[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa Oleh-oleh khas, di antaranya:

Julukan Kudus[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus memiliki beberapa julukan, yaitu:

  • Kota Semarak

Kudus memiliki semboyan "Semarak", kependekan dari "Sehat, Elok, Maju, Aman, Rapi, Asri, dan Konstitusional", sebagai slogan pemeliharaan keindahan kota

  • Kota Santri

Karena banyak yang menjadi santri di Kabupaten Kudus. Kabupaten ini juga menjadi pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan dengan landmark Masjid Menara. Hal itu dapat dilihat dari terdapatnya lima makam yaitu Kyai Telingsing, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kedu, Syeh Syadzili.

  • Kota Kretek

Karena Kudus terdapat banyak pabrik rokok di antaranya: Djarum, Sukun, Jambu Bol, dll.

  • Kota Jambu Bol

Kota ini sangat terkenal dengan hasil pertanian jambunya terutama Jambu bol, bahkan jambu bol menjadi flora identitas resmi Kabupaten Kudus.

  • Jerusalem van Java

Masjid Menara Kudus terdapat batu dari daerah Yerusalem (Palestina) yang batu tersebut dibawa oleh Sunan Kudus, oleh karena itu masjid yang dibangun Sunan Kudus diberi nama Masjid Al-Aqsa seperti Masjid yang berada di Yerusalem.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

SMA/SMK[sunting | sunting sumber]

SMA/SMK di Kabupaten Kudus, adalah:

  • SMAN 1 Kudus, di desa Mlati Lor
  • SMAN 2 Kudus, di desa Purwosari
  • MA NU TBS Kudus, di desa Kajeksan dan Langgar dalem
  • MA NU BANAT Kudus, di desa Krandon
  • MA NU Mu'alimat Kudus, di desa Kojan
  • SMAN 1 Bae, di desa Bae
  • SMAN 2 Bae, di desa Gondangmanis, Bae, Kudus
  • SMK Wisudha Karya Kudus, di desa Mlati Norowito
  • SMK Negeri 1 Kudus, di desa Purwosari
  • SMK Negeri 2 Kudus, di desa Rejosari
  • SMK Negeri 3 Kudus, di desa Kalirejo
  • MAN 1 Kudus di desa Karang Bener Bae
  • MAN 2 Kudus, di desa Prambatan Kidul
  • SMK Nu Maarif Kudus, di desa Prambatan Lor
  • SMK Muhammadiyah Kudus, di desa Prambatan Lor (Dukuh Pereng)
  • MA Muhammadiyah Kudus, di desa Krandon (Dukuh Lemah Gunung)
  • MA NU Nurul Ulum Jekulo
  • SMK Muhammadiyah PONPES, di desa Gondoharum
  • MA Ma'ahid Kudus, di desa Krapyak
  • SMAN 1 Jekulo di desa Klaling
  • SMAN 1 Mejobo di desa Mejobo
  • SMAN 1 Gebog di desa Gebog
  • SMK Raden Umar Said di desa Besito
  • SMA Masehi di Desa Panjunan
  • MA NU Raden Umar Sa'id, di Colo Dawe Kudus
  • MA, SMK NU Miftahul Falah, di Cendono
  • MA NU Ibtida'ul Falah, di Samirejo Dawe

Perguruan tinggi[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi di kabupaten Kudus, adalah:

Pelatihan kerja[sunting | sunting sumber]

Lembaga Pelatihan Kerja di Kabupaten Kudus, adalah:

  • LPK Nissan Fortuna, di Kelurahan Mlatinorowito
  • BLK Kudus, di Desa Kauman
  • LPK Aquarius Kudus, di Desa Kauman
  • Kursus Roti Venanda, di Desa Kauman
  • Viany Kursus, di Desa Getaspejaten
  • Kudus Culinary Centre, (cabang dari Semarang Culinary Centre) Belum Ada

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Media[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

Kudus memiliki sejumlah radio, di antaranya:

Radio Muria Kudus ||AM 1440||www.radiomuriakudus.com|| ---

Nama Frekuensi Situs
Suara Kudus FM FM 88,00 http://www.radiosuarakudus.com/}}
Yasika FM Kudus FM 107.1 www.yasikafm.com
Pamira FM FM 93.00 --
Radio SKADA FM FM 89.6 www.smkn2kudus.com
UMK FM FM 94.6 www.umk.ac.id
Kumbaya FM FM 107.7 ---
POP FM FM 93.7 --
Harapan Kota FM FM 107.9 ---
Manggala FM FM 100.4 ---
MERZI FM FM 97.7

Potensi[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa jenis moda transportasi di Kudus, di antaranya:

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Dulu, terdapat perusahaan kereta api dan trem Semarang Joana Stroomtram Maatschappij (SJS). Perusahaan tersebut pada tahun 1885 membuka jalur Semarang-Genuk-Demak-Kudus-Pati-Joana (sekarang Juwana). Setelah itu, pada 5 Mei 1895 perusahaan tersebut menambah jalurnya ke barat yakni membuka jalur Kudus-Mayong-Gotri-Pecangaan. Pada 1 Mei 1900 juga menambah jalur kereta api ke timur hingga mencapai Rembang dan Lasem. Pada tahun itu juga, pada 10 November SJS membuka jalur baru lagi yang melayani rute Mayong-Welahan-Demak-Semarang.

Bus[sunting | sunting sumber]

Kudus terdapat 2 Terminal Bus yaitu:

  • Terminal Induk Jati Wetan Kudus (Tipe A).
  • Terminal Jetak (Tipe C).

Angkota[sunting | sunting sumber]

Kudus terdapat beberapa angkota dengan jurusan yang berbeda-beda sesuai dengan warna angkota tersebut.

  • Warna Ungu, jurusan Terminal Jetak - Matahari Kudus - Terminal Kudus
  • Warna Putih, jurusan Terminal Kudus - UMK
  • Warna Hijau, jurusan Pasar Bareng - Terminal Kudus
  • Warna Biru Laut, jurusan Karangmalang - Terminal Kudus
  • Warna Kuning, jurusan Bae - Terminal Kudus
  • Warna Merah, jurusan Pasar Brayung
  • Warna Merah Muda, jurusan Singocandi - Menara Kudus
  • Warna Coklat Muda, jurusan Sudimoro - Terminal Kudus
  • Warna Hijau dan Kuning Jurusan Jekulo - Gondoharum

Taksi[sunting | sunting sumber]

Kudus mempunyai beberapa armada taksi yaitu :

  • Estu Taxi
  • Kencana Taxi
  • Abadi Taxi

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Kudus memiliki klub profesional dalam beberapa cabang olahraga, yaitu:

Mega Proyek[sunting | sunting sumber]

Pemkab Kudus dan Bupati Kudus mempunyai beberapa perencanaan jangka panjang dan jangka pendek untuk membangun Kabupaten Kudus, diantaranya:

  • Membangun Trotoar Ramah Disabilitas

membangun trotoar yang aman dan nyaman bagi kaum disabilitas baik itu pengguna kursi roda maupun pengguna tongkat.

  • Membangun Taman Ramah Disabilitas

membangun taman yang aman dan nyaman bagi kaum disabilitas baik itu pengguna kursi roda maupun pengguna tongkat, dengan berbagai fasilitas yang dapat mempermudahkan kaum disabilitas mengunjungi alun-alun.

  • Membangun Tempat parkir Mobil Pribadi

membangun tempat parkir mobil pribadi yang lokasinya dekat dengan kawasan Pasar Kliwon Kudus.

Tugu Perbatasan Kudus[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai satu gerbang kota yang bernama Gerbang Kudus Kota Kretek di perbatasan Kudus - Demak (Tanggulangin, Jati, Kabupaten Kudus)

Tahun Baru Pesta Kembang Api di Gerbang Kudus Kota Kretek

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]