Kabupaten Kudus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 6°51′0″S 110°36′0″E / 6.85000°S 110.60000°E / -6.85000; 110.60000

Kabupaten Kudus

Hanacaraka:ꦏꦸꦢꦸꦱ꧀
Pegon: قدوس
Kabupaten di Jawa Tengah, Indonesia
Kawasan Masjid Menara Kudus
logo
Lambang
Julukan: 
Kota Kretek, Jerusalem van Java, Kota Jambu Bol
Motto: 
Nagari Carta Bhakti (dari bahasa Jawa yang artinya "Daerah makmur dan berbakti")

Semboyan: Kudus SEMARAK
(Sehat, Elok, Maju, Aman, Rapi, Asri, Konstitusional)
Locator kabupaten kudus.png
Kabupaten Kudus is located in Jawa
Kabupaten Kudus
Kabupaten Kudus
Kabupaten Kudus is located in Indonesia
Kabupaten Kudus
Kabupaten Kudus
Koordinat: 6°48′S 110°50′E / 6.8°S 110.83°E / -6.8; 110.83
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Tanggal peresmian23 September 1549
Dasar hukumUU No. 13 Tahun 1950
Ibu kotaKota Kudus
Pemerintahan
 • BupatiHartopo
Luas
 • Total425,15 km2 (164,15 sq mi)
Populasi
 • Total849.184 jiwa
 • Kepadatan1.997,34/km2 (5,173,1/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 97,85%
Kristen 2,01%
- Protestan 1,43%
- Katolik 0,58%
Buddha 0,11%
Samin 0,03%
Hindu 0,003%[2]
 • BahasaIndonesia, Jawa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode pos
39311 - 39319
Kode telepon0291
Kode Kemendagri33.19 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan9 kecamatan[1]
Jumlah kelurahan9 kelurahan[1]
Jumlah desa123 desa[1]
DAURp 849.410.428.000,- (2020)[3]
IPMIncrease 75,00 (2020)
Tinggi[4]
Flora resmiJambu bol
Fauna resmiCucak ijo
Situs webwww.kuduskab.go.id

Kabupaten Kudus (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦏꦸꦢꦸꦱ꧀ Pegon: قدوس) adalah sebuah kabupaten yang berada di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini adalah Kota Kudus, terletak di jalur pantai Timur laut Jawa Tengah antara Kota Semarang dan Kota Surabaya. Kota ini berjarak sekitar 51 kilometer dari arah Timur Kota Semarang.[2]

Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok (kretek) terbesar di Jawa Tengah dan juga dikenal sebagai kota santri. Kota ini adalah pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan. Hal ini dapat dilihat dari adanya tiga makam wali/sunan, yaitu Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kedu.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah administrasi Kabupaten Kudus meliputi:

Utara Kabupaten Jepara
Timur Kabupaten Pati
Selatan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak
Barat Kabupaten Demak

Sebagian besar wilayah Kabupaten Kudus adalah dataran rendah. Di sebagian wilayah utara terdapat pegunungan (yaitu Gunung Muria), dengan puncak Puncak Saptorenggo (1.602 m dpl), Puncak Rahtawu (1.522 m dpl), dan Puncak Argojembangan (1.410 m dpl). Sungai terbesar adalah Sungai Serang yang mengalir di sebelah barat, membatasi Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak. Kudus dibelah oleh Sungai Gelis di bagian tengah sehingga terdapat istilah Kudus Barat dan Kudus Timur. Kabupaten Kudus adalah kabupaten dengan wilayah terkecil di Jawa Tengah.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Selat Muria

Kudus awalnya kota di tepi Sungai Gelis,dan salah satu kota di Pulau Muria. Dahulu Kota Kudus bernama Kota Tajug, disebut Tajug karena di daerah tersebut terdapat banyak Tajug, Tajug merupakan bentuk atap arsitektur tradisional yang sangat kuno dipakai tujuan keramat. Tajug dahulunya di jadikan tempat bersembahyang warga Hindu di daerah tersebut. Dengan demikian kota Tajug dulunya sudah memiliki sifat kekeramatan tertentu. Sunan Kudus mendekati warga kota Tajug dengan membuat struktur atas Menara Kudus yang berbentuk Tajug. Warga hidup dari bertani, membuat batu bata, menangkap ikan, dan berdagang.

Setelah kedatangan Sunan Kudus, Kota itu dikenal sebagai "Al-Quds" yang berarti "Kudus". Kota Tajug memang sudah lama menjadi kota perdagangan, tetapi karena posisinya agak jauh dari Selat Muria, tidak ada pelabuhan besar di Kota Tajug, hanya pelabuhan transit, yang nanti akan transit lagi ke Pelabuhan Tanjung Karang di tepi Selat Muria. Pada saat itu, Selat Muria masih dalam dan lebar, sebagai jalan pintas perdagangan. Pelabuhan Tanjung Karang adalah pelabuhan transit penghubung ke pelabuhan Demak, Jepara dan Juwana. Komoditas utama ekspor Pelabuhan Tanjung Karang adalah kayu yang berasal dari muria, yang juga digunakan sebagai salah satu material pembangunan Masjid Agung Demak.

Pedagang dari Timur Tengah, Tiongkok, dan pedagang antar pulau dari sejumlah daerah di Nusantara berdagang kain, barang pecah belah, dan hasil pertanian di Tajug, tepatnya di Pelabuhan Tanjung Karang. Warga Tajug juga terinspirasi filosofi yang dihidupi Sunan Kudus, Gusjigang. Gus berarti bagus, ji berarti mengaji, dan gang berarti berdagang. Melalui filosofi itu, Sunan Kudus menuntun masyarakat menjadi orang berkepribadian bagus, tekun mengaji, dan mau berdagang. Dari pembauran lewat sarana perdagangan dan semangat ”gusjigang” itulah masyarakat Kudus mengenal dan mampu membaca peluang usaha. Dua di antaranya usaha batik dan jenang. Kini, selat muria sudah hilang ditelan sedimentasi, begitupun dengan Pelabuhan Tanjung Karang, hilang dan hancur ditelan sedimentasi.

Berdirinya Masjid Menara Kudus sebagai Hari Jadi Kabupaten Kudus. Masjid Menara Kudus tidak lepas dari peran Sunan Kudus sebagai pendiri dan pemrakarsa. Sebagaimana para walisongo yang lainnya, Sunan Kudus memiliki cara yang amat bijaksana dalam dakwahnya. Di antaranya, dia mampu melakukan adaptasi dan pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat yang telah memiliki budaya mapan dengan mayoritas beragama Hindu dan Buddha. Pencampuran budaya Hindu dan Budha dalam dakwah yang dilakukan Sunan Kudus, salah satunya dapat kita lihat pada masjid Menara Kudus ini. Masjid ini didirikan pada tahun 956 H atau 1549 M. Hal ini dapat diketahui dari inskripsi (prasasti) pada batu yang lebarnya 30 cm dan panjang 46 cm yang terletak pada mihrab masjid yang ditulis dalam bahasa Arab.

Sebenarnya, banyak orang salah paham dengan Menara Kudus. Masyarakat berpikir bahwa menara kudus dibangun bersama dengan Masjid Menara Kudus, padahal tidak. Menara Kudus sudah ada dari zaman Hindu-Buddha, dan umurnya jauh lebih tua dari Masjid Menara Kudus. Kini, kejayaan dan kemakmuran Kota Kudus karena perdagangan, terulang lagi karena Industri, dan posisi Kudus yang strategis sebagai lalu lintas perdagangan Jawa.Terletak di jalur Pantura, atau AH2 (Asian Highway 2) membuat Kota Kudus ramai, dan maju. Bahkan Kudus adalah yang paling maju di Karesidenan Pati dan di Semenanjung Muria. Pendapatan perkapita Kudus juga yang tertinggi di Jawa tengah, karena hasil industri yang besar, serta penduduk yang tidak terlalu banyak, tetapi dengan kepadatan penduduk yang relatif tinggi.

Asal Nama[sunting | sunting sumber]

Dahulu Kota Kudus bernama Kota "Tajug". Disebut Tajug karena di daerah tersebut terdapat banyak Tajug, Tajug merupakan bentuk atap arsitektur tradisional yang sangat kuno dipakai tujuan keramat. Tajug dahulunya dijadikan tempat bersembahyang warga Hindu. Dengan demikian kota Tajug dulunya sudah memiliki sifat kekeramatan tertentu, kota ini dianggap suci bagi warga setempat yang merupakan beragama Hindu.

Ja'far Shadiq (Sunan Kudus) tidak menghilangkan makna kekeramatan dan kesucian kota Tajuk, terbukti Ja'far Shadiq (Sunan Kudus) menamai kota tersebut dengan nama Kota Kudus berasal dari bahasa Arab yang berarti Suci. Kudus bukan satu-satunya kabupaten yang menyandang nama Arab di Tanah Jawa karena Kabupaten Demak dan Kabupaten Kendal juga berasal dari Bahasa Arab.Pada mulanya Sunan Kudus yang sedang mencari ilmu di Arab, tepatnya di Palestina, di kota Yerusalem menghadapi sebuah wabah, lalu ditugaskan pemimpin daerah itu untuk menghentikannya, dan berhasil memusnahkan wabah tersebut.

Atas nama balas budi, pemimpin daerah itu memberi tanah kepada dia, tetapi dia menolak. Sunan Kudus lebih suka membina tanah di tanah jawa, lalu pemimpin daerah itu memberi sebuah piagam batu, sebagai tanda hadiah kepemilikan tanah. Setelah pulang ke jawa, Sunan Kudus berdakwah di Kota Tajug (nama Kota Kudus sebelum islam), lalu berdakwah, dan membangun masjid di sana. Kini masjid itu dikenal sebagai Masjid Menara Kudus, dan piagam kepemilikan tanah itu ditempatkan di atas mihrab, dan menandai berdirinya Kota Kudus. Sebenarnya disebut Al-Quds, tetapi karena lidah orang Jawa, cukup disebut Kudus saja.

Julukan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus memiliki beberapa julukan, yaitu:

  • Kota Semarak

Kudus memiliki semboyan "Semarak", kependekan dari "Sehat, Elok, Maju, Aman, Rapi, Asri, dan Konstitusional", sebagai slogan pemeliharaan keindahan kota

  • Kota Santri

Karena banyak yang menjadi santri di Kabupaten Kudus. Kabupaten ini juga menjadi pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan dengan landmark Masjid Menara. Hal itu dapat dilihat dari terdapatnya lima makam yaitu Kyai Telingsing, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kedu, Syeh Syadzili.

  • Kota Kretek

Karena Kudus terdapat banyak pabrik rokok di antaranya: Djarum, Sukun, Jambu Bol, dll.

  • Kota Jambu Bol

Kota ini sangat terkenal dengan hasil pertanian jambunya terutama Jambu bol, bahkan jambu bol menjadi flora identitas resmi Kabupaten Kudus.

  • Jerusalem van Java

Masjid Menara Kudus terdapat batu dari daerah Yerusalem (Israel) yang batu tersebut dibawa oleh Sunan Kudus, oleh karena itu masjid yang dibangun Sunan Kudus diberi nama Masjid Al-Aqsa seperti Masjid yang berada di Yerusalem.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar bupati Kudus dari masa ke masa:[5]

No. Bupati Awal Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Ref.
1 R. Adipati Ario Padmonegoro
2 Kanjeng R.T. Cokrohadinegoro
3 Kanjeng Kyai Adipati Ario Tjondronegoro 2 1812 1837
4 Kanjeng Pangeran Ario Tjondronegoro 4 1837 1865
5 Kanjeng R Mas AA Tjokronegoro 5 1865 1885
* Tidak diketahui 1885 1890
6 Kanjeng Adipati Ario Tjokronegoro 1890 1925
* Tidak diketahui 1925 1940
7 R Tumenggung Adipati Hadinoto 1940 1943
8 R Soebianto 1943 1945
Republik Indonesia
9 R Soebarkah 1945 1946
10 R M Soebali 1946 1949
11 R Ahmad Djojo Soedormo
12 R Siswandi 1950
13 R Agoes Tayib Koesoemodihardjo
14 R Soekirdjo Reksoprodjo 1952 1954
15 R Salim Hardjohantoro 1954 1958
16 R Sinoeng 1958
17 R Soeroto Hardjohoebojo 1958 1961
18 Drs Soenarto Notowidagdo 1961 1966
19 Muchtar HS 1966
20 Soebari 1967 1972
21 Soerawi 1972
22 Kol. Marwotosoeko 1972 1978
23 Kol. Wimpie Hardono 1978 1983
24 Kol. Soehartono 1983 1988
25 Kol. Soedarsono 1988 1993
1993 1998
26 Kol. Amin Munajat 1998 2003
27 Ir. Muhammad Tamzil'
(1961-)
2003 2008 Noor Haniah
28 H. Musthofa'
(1963-)
2008 2013 Budiyono
2013 2018 Abdul Hamid
29 Ir. Muhammad Tamzil
(1961-)
2018 2019 Hartopo
30 Hartopo
(1967-)
2019 Petahana


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kudus dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014 2014–2019 2019–2024
Lambang PDI-P Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 10 9 8
Lambang PKB Partai Kebangkitan Bangsa 5 Increase 6 Increase 7
Lambang Partai Golkar Partai Golongan Karya 7 4 Increase 7
Lambang Partai Gerindra Partai Gerakan Indonesia Raya (baru) 0 Increase 5 6
Lambang PKS Partai Keadilan Sejahtera 1 Increase 4 Steady 4
Lambang NasDem Partai NasDem (baru) 4 Steady 4
Lambang PAN Partai Amanat Nasional 5 3 Steady 3
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 4 3 2
Lambang PPP Partai Persatuan Pembangunan 3 Steady 3 2
Lambang Hanura Partai Hati Nurani Rakyat (baru) 2 Increase 3 2
Lambang PBB Partai Bulan Bintang 0 Increase 1 0
Lambang PDK Partai Demokrasi Kebangsaan 2
Lambang PIS Partai Indonesia Sejahtera (baru) 2
Lambang PKPB Partai Karya Peduli Bangsa 2
Lambang PKNU Partai Kebangkitan Nasional Ulama 1
Lambang Pelopor Partai Pelopor 1
Jumlah Anggota 45 Steady 45 Steady 45
Jumlah Partai 13 11 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus terdiri dari 9 kecamatan, 9 kelurahan dan 123 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 832.681 jiwa dengan luas wilayah 425,15 km² dan sebaran penduduk 1.958 jiwa/km².[6][7] Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Kota Kudus. Kudus adalah kabupaten di Jawa Tengah. Kabupaten Kudus terbagi menjadi 3 wilayah pembantu bupati (kawedanan), yaitu: (1) Kawedanan Kota (Kec. Kota Kudus, Jati dan Undaan). (2) Kawedanan Cendono (Kec. Bae, Dawe, Gebog dan Kaliwungu). (3) Kawedanan Tenggeles (Kec. Mejobo dan Jekulo).

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Kudus, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
33.19.07 Bae 10 Desa
33.19.09 Dawe 18 Desa
33.19.08 Gebog 11 Desa
33.19.03 Jati 14 Desa
33.19.06 Jekulo 12 Desa
33.19.01 Kaliwungu 15 Desa
33.19.02 Kudus 9 16 Desa
Kelurahan
33.19.05 Mejobo 11 Desa
33.19.04 Undaan 16 Desa
TOTAL 9 123


Tugu Perbatasan Kudus[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai satu gerbang kota yang bernama Gerbang Kudus Kota Kretek di perbatasan Kudus - Demak (Tanggulangin, Jati, Kabupaten Kudus)

Pemekatan Daerah[sunting | sunting sumber]

Provinsi Muria-Aneman Raya[sunting | sunting sumber]

Kabupaten/Kota yang mungkin bergabung yang meliputi:

  1. Kabupaten Kudus
  2. Kota Kudus (Ibukota)
  3. Kabupaten Pati
  4. Kabupaten Jepara
  5. Kabupaten Rembang
  6. Kabupaten Blora
  7. Kabupaten Tuban
  8. Kabupaten Bojonegoro
  9. Kota Bojonegoro

Di wilayah ini terdapat berbagai industri besar dan kecil, seperti perusahaan rokok (Djarum, Nojorono, Sukun dll.) di Kabupaten Kudus, perusahaan makanan PT. Garudafood dan Dua Kelinci di Kabupaten Pati, perusahaan kertas Pusaka Raya (PURA) di Kudus, dan lain-lain. Potensi kayu (Perhutani) di Kabupaten Blora dan Rembang juga menjadi andalan wilayah ini. Begitu juga potensi di bidang pariwisata di hampir merata seluruh kabupaten, baik wisata alam (pegunungan, pantai, laut) maupun wisata religi. Di wilayah ini terdapat petilasan 4 dari anggota walisongo, yaitu Sunan Jepara, Sunan Kudus, Sunan Muria dan Sunan Kalijaga. Di wilayah ini dahulu terdapat tiga kerajaan besar, yaitu: Kerajaan Kalingga Pura (yang terkenal dengan ratunya yang bernama Ratu Shima, diperkirakan terletak di utara gunung Muria, daerah Kecamatan Keling (sekarang). Kerajaan Kalinyamat, yang didirikan oleh Sunan Hadiri dan Ratu Kalinyaat di Kota Kalinyamat yang sekarang bernama Kecamatan Kalinyamatan, tepatnya di desa Kriyan. Kerajaan Demak, yang didirikan oleh Raden Fatah, yang juga menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta. Letak geografisnya berada di pesisir utara sebelah timur dari Provinsi Jawa Tengah, dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

SMA/SMK[sunting | sunting sumber]

SMA/SMK di Kabupaten Kudus, adalah:

  1. SMAN 1 Kudus, di desa Mlati Lor
  2. SMAN 2 Kudus, di desa Purwosari
  3. SMA Muhammadiyah Kudus, di Desa Damaran
  4. SMK Muhammadiyah Kudus, di Desa Prambatan Lor (Dukuh Pereng)
  5. SMK Muhammadiyah PONPES, di Desa Gondoharum
  6. SMK Muhammadiyah Undaan Kudus, di Desa Undaan Lor
  7. MA Muhammadiyah Kudus, di desa Krandon (Dukuh Lemah Gunung)
  8. MA NU TBS Kudus, di desa Kajeksan dan Langgar dalem
  9. MA NU BANAT Kudus, di desa Krandon
  10. MA NU Mu'alimat Kudus, di desa Kojan
  11. SMAN 1 Bae, di desa Bae
  12. SMAN 2 Bae, di desa Gondangmanis, Bae, Kudus
  13. SMK Wisudha Karya Kudus, di desa Mlati Norowito
  14. SMK Negeri 1 Kudus, di desa Purwosari
  15. SMK Negeri 2 Kudus, di desa Rejosari
  16. SMK Negeri 3 Kudus, di desa Kalirejo
  17. MAN 1 Kudus di desa Karang Bener Bae
  18. MAN 2 Kudus, di desa Prambatan Kidul
  19. SMK Nu Maarif Kudus, di desa Prambatan Lor
  20. MA NU Nurul Ulum Jekulo
  21. MA Ma'ahid Kudus, di desa Krapyak
  22. SMAN 1 Jekulo di desa Klaling
  23. SMAN 1 Mejobo di desa Mejobo
  24. SMAN 1 Gebog di desa Gebog
  25. SMK Raden Umar Said di desa Besito
  26. SMA Masehi di Desa Panjunan
  27. MA NU Raden Umar Sa'id, di Colo Dawe Kudus
  28. MA, SMK NU Miftahul Falah, di Cendono
  29. MA NU Ibtida'ul Falah, di Samirejo Dawe
  30. MA Darul Hikam di Kalirejo
  31. Madrasah Qudsiyyah di Kerjasan kecamatan kota.

Perguruan tinggi[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi di kabupaten Kudus, adalah:

Pelatihan kerja[sunting | sunting sumber]

Lembaga Pelatihan Kerja di Kabupaten Kudus, adalah:

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Industri[sunting | sunting sumber]

Perkembangan perekonomian di Kudus tidak lepas dari pengaruh perindustrian. Beberapa perusahaan industri besar yang ada di Kudus adalah PT. Djarum (Industri Rokok), Petra, Djambul Bol, PR. Sukun (Industri Rokok), PT. Nojorono, PT. Hartono Istana Teknologi (d/h Polytron - Industri Elektronik), PT. Pura Barutama (Industri Kertas & Percetakan). Selain itu Kudus juga memiliki ribuan perusahaan industri kecil dan menengah.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa jenis moda transportasi di Kudus, di antaranya:

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Dulu, terdapat perusahaan kereta api dan trem Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS). Perusahaan tersebut pada tahun 1885 membuka jalur kereta api SemarangDemakKudusPatiJuwana. Setelah itu, SJS membuka jalur cabang Kudus–Mayong–Pecangaan pada 5 Mei 1895 dan memperpanjang jalur utamanya yang semula berawal dari Semarang sampai Juwana menjadi sampai Lasem pada 1 Mei 1900. Selanjutnya, pada 10 November 1900, SJS membuka jalur baru lagi yang melayani rute Mayong–Welahan.

Bus[sunting | sunting sumber]

Kudus terdapat 2 Terminal Bus yaitu:

  • Terminal Induk Jati Wetan Kudus (Tipe A).
  • Terminal Jetak (Tipe C).

Angkota[sunting | sunting sumber]

Kudus terdapat beberapa angkota dengan jurusan yang berbeda-beda sesuai dengan warna angkota tersebut.

  • Warna Ungu, jurusan Terminal Jetak - Matahari Kudus - Terminal Kudus
  • Warna Putih, jurusan Terminal Kudus - UMK
  • Warna Hijau, jurusan Pasar Bareng - Terminal Kudus
  • Warna Biru Laut, jurusan Karangmalang - Terminal Kudus
  • Warna Kuning, jurusan Bae - Terminal Kudus
  • Warna Merah, jurusan Pasar Brayung
  • Warna Merah Muda, jurusan Singocandi - Menara Kudus
  • Warna Coklat Muda, jurusan Sudimoro - Terminal Kudus
  • Warna Hijau dan Kuning Jurusan Jekulo - Gondoharum

Taksi[sunting | sunting sumber]

Kudus mempunyai beberapa armada taksi yaitu:

  • Estu Taxi
  • Kencana Taxi
  • Abadi Taxi

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Kudus memiliki klub profesional dalam beberapa cabang olahraga, yaitu:

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Air Terjun Monthel
Tugu Identitas Kudus
Museum Kretek Kudus
Kudus Extension Mall

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Wisata Sejarah[sunting | sunting sumber]

Wisata Keluarga[sunting | sunting sumber]

Wisata Desa[sunting | sunting sumber]

Wisata Religi (ziarah)[sunting | sunting sumber]

Wisata Kuliner[sunting | sunting sumber]

Kudus memiliki beberapa tempat wisata kuliner Kudus, yaitu:

Wisata Malam[sunting | sunting sumber]

Wisata Belanja[sunting | sunting sumber]

Acara (Perayaan)[sunting | sunting sumber]

Acara modern[sunting | sunting sumber]

Acara Tradisional[sunting | sunting sumber]

Seni & Budaya[sunting | sunting sumber]

Kuliner Khas[sunting | sunting sumber]

Soto Kudus
Jenang Kudus

Masakan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa masakan khas, di antaranya:

Sambal[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa sambal khas, di antaranya:

Minuman[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa minuman khas, di antaranya:

Kopi Jetak adalah Kopi yang kebunnya berasal dari daerah yang bernama Jetak yaitu di Desa Kedungdowo.

Minuman ini merupakan minuman berasal dari alang-alang yang di keringkan kemudian dijadikan wedhang, Wedang Alang-Alang terdapat di daerah Kaliwungu

Minuman ini[9] terbuat dari jahe, susu, sereh, jeruk pomelo. Minuman ini cocok diminum dimalam hari.

Oleh-Oleh[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus mempunyai beberapa Oleh-oleh khas, di antaranya:

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Tokoh Politik[sunting | sunting sumber]

Tokoh agama[sunting | sunting sumber]

Tokoh penanggalan[sunting | sunting sumber]

  • K.H. Turaichan Ad Djusyarofi Pakar Almanak/penanggalan Internasional
  • K.H. Ma'ruf Irsyad
  • K.H. Ma'ruf Asnawi
  • K.H. Sya'roni Ahmadi
  • K.H. Mansur,MA
  • K.H. Ulin Nuha Arwani
  • K.H. Ulil Albab Arwani
  • K.H. Achmad Rofiq Hadziq
  • K.H. Subhan ZE

Tokoh olahraga[sunting | sunting sumber]

Lainnya[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Permendagri no.137 tahun 2017". 27 Desember 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 12 Juni 2018. 
  2. ^ a b c "Kabupaten Kudus Dalam Angka 2021" (pdf). BPS Kabupaten Kudus. hlm. 6, 40, 101–102. Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
  5. ^ "Periodesasi Bupati Kudus | Pemerintah Kabupaten Kudus". www.kuduskab.go.id. Diakses tanggal 2020-07-16. 
  6. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  7. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  8. ^ "Pati Ekspres: Pusat kuliner malam hari dioperasikan". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-08-19. Diakses tanggal 2014-08-15. 
  9. ^ https://www.suara.com/lifestyle/2020/11/24/170703/resep-wedang-pejuh-khas-kudus-nikmatnya-siap-hangatkan-tenggorokan

Pranala luar[sunting | sunting sumber]