Kabupaten Semarang
Kabupaten Semarang | |
|---|---|
| Transkripsi bahasa daerah | |
| • Hanacaraka | ꦱꦼꦩꦫꦁ |
| • Pegon | سيماراڠ |
| Julukan: Seribu Restoran | |
| Motto: Dharmottama Satya Praja (Sanskerta) Berbuat yang terbaik untuk kepentingan rakyat | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 7°15′56″S 110°20′09″E / 7.2656°S 110.3358°E | |
| Negara | |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Tanggal berdiri | 15 Maret 1521 |
| Dasar hukum | UU No. 13/1950 |
| Ibu kota | Ungaran |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Ngesti Nugraha |
| • Wakil Bupati | Nur Arifah |
| • Sekretaris Daerah | Djarot Supriyoto |
| Luas | |
| • Total | 950,21 km2 (366,88 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 1.096.122 |
| • Kepadatan | 1,200/km2 (3,000/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • Bahasa | Indonesia (resmi), Jawa |
| • IPM | Tinggi[3] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode pos | |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | 024 (kecamatan Ungaran Barat dan Timur) dan 0298 |
| Pelat kendaraan | H xxxx **C/*I/*L/*V |
| Kode Kemendagri | 33.22 |
| DAU | Rp 1.010.270.390.000.- (2020)[4] |
| Semboyan daerah | Semarang Serasi (Sehat, Rapi, Aman, Sejahtera, dan Indah) |
| Flora resmi | Lengkeng |
| Fauna resmi | Cipoh kacat |
| Situs web | www |
Kabupaten Semarang (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦱꦼꦩꦫꦁ, Pegon: سيماراڠ) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kotanya adalah Ungaran. Kota Salatiga adalah enklave dari Kabupaten Semarang. Jumlah penduduk Kabupaten Semarang pada semester pertama tahun 2025 sebanyak 1.096.122 jiwa.[1][5][6] Slogan kabupaten ini adalah sebagai Bumi Serasi yang merupakan akronim dari "Sehat, Rapi, Aman, Sejahtera, dan Indah".
Geografi
[sunting | sunting sumber]Batas wilayah
[sunting | sunting sumber]Batas wilayah administrasi Kabupaten Semarang meliputi:
| Utara | Kota Semarang dan Kabupaten Demak |
| Timur | Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Grobogan |
| Selatan | Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang |
| Barat | Kabupaten Kendal dan Kabupaten Temanggung |
Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Semarang di utara; Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan di timur; Kabupaten Boyolali di timur dan selatan; serta Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Kendal di barat.
Ditengah-tengah wilayah ini terdapat Kota Salatiga. Rata-rata ketinggian tempat di Kabupaten Semarang 544,21 meter di atas permukaan laut. Daerah terendah di Desa Candirejo Kecamatan Ungaran. Daerah tertinggi di Desa Batur Kecamatan Getasan.
Topografi
[sunting | sunting sumber]Ungaran, ibu kota kabupaten ini, tepat berbatasan dengan Kota Semarang. Bagian timur wilayah kabupaten ini merupakan dataran tinggi dan perbukitan yang merupakan bagian dari pegunungan Kendeng. Sungai besar yang mengalir adalah Sungai Tuntang. Di bagian barat wilayahnya berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Ungaran (2.050 meter) di perbatasan dengan Kabupaten Kendal, serta Gunung Merbabu (3.141 meter) di barat daya.
Kabupaten Semarang dilintasi jalan negara yang menghubungkan Surakarta, dan Jogja dengan Kota Semarang atau lebih dikenal dengan "JOGLO SEMAR". Angkutan umum antar kota dilayani dengan bus, yakni di terminal bus Sisemut (Ungaran), Bawen, dan Ambarawa. Beberapa rute angkutan regional adalah: Semarang-Surakarta, Semarang-Jogja, dan Semarang-Purwokerto, sedang rute angkutan lokal adalah Semarang-Ambarawa dan Semarang-Salatiga, Salatiga-Ambarawa.
Bawen merupakan kota persimpangan jalur menuju Surakarta dan menuju Yogyakarta, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Magelang, Banjarnegara, Purwokerto, Banyumas, Cilacap, Ciamis, Tasikmalaya, Garut hingga Bandung. Jalur kereta api Semarang-Yogyakarta merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, tetapi saat ini tidak lagi dioperasikan, sejak meletusnya Gunung Merapi yang merusakkan sebagian jalur tersebut. Jalur lain yang kini juga tidak beroperasi adalah Ambarawa-Tuntang-Kedungjati.[butuh rujukan] Di Kecamatan Ambarawa terdapat Museum Kereta Api.[7] Kereta api uap dengan rel bergerigi kini digunakan sebagai jalur wisata dengan rute Ambarawa-Bedono, di samping itu telah dikembangkan kereta wisata Ambarawa-Tuntang PP dengan menyusuri tepian Rawapening.
Kota Salatiga terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten Semarang, berada di jalur utama Semarang-Surakarta.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Semarang pertama kali didirikan oleh Raden Kaji Kasepuhan (dikenal sebagai Ki Pandan Arang II) pada tanggal 2 Mei 1547 dan disahkan oleh Sultan Hadiwijaya. Kata "Semarang" konon merupakan pemberian dari Ki Pandan Arang II, ketika dalam perjalanan ia menjumpai deretan pohon asam (Bahasa Jawa: asem) yang berjajar secara jarang (Bahasa Jawa: arang-arang), sehingga tercipta nama Semarang. Ketika masa pemerintahan Bupati Raden Mas Soeboyono, pada tahun 1906 Pemerintah Hindia Belanda membentuk Kotapraja (gemente) Semarang, sehingga terdapat dua sistem pemerintahan, yaitu kotapraja yang dipimpin oleh burgenmester, dan kabupaten yang dipimpin oleh bupati.
Kabupaten Semarang secara definitif ditetapkan berdasarkan UU Nomor 13 tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten-kabupaten dalam lingkungan provinsi Jawa Tengah. Pada masa pemerintahan Bupati Iswarto (1969-1979), ibu kota Kabupaten Semarang secara de facto dipindahkan ke Ungaran. Sebelumnya pusat pemerintahan berada di daerah Kanjengan (Kota Semarang).
Pada tahun 1983, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1983 tentang Pemindahan Ibu kota Kabupaten Semarang ke Kota Ungaran di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang, Kota Ungaran yang sebelumnya berstatus sebagai kota kawedanan ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Semarang, yang sebelumnya berada di wilayah Kotamadya Semarang. Sejak itulah setiap tanggal 20 Desember 1983 ditetapkan sebagai hari jadi Kota Ungaran sebagai ibu kota Kabupaten Semarang. Pada tahun 2005, kecamatan Ungaran dimekarkan menjadi dua, yakni Ungaran Barat, Semarang dan Ungaran Timur, Semarang.[butuh rujukan]
Pemerintahan
[sunting | sunting sumber]Kepala daerah
[sunting | sunting sumber]| No. | Bupati | Awal | Akhir | Masa jabatan | Periode | Wakil Bupati | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 41 | Ngesti Nugraha | 20 Februari 2025 | Petahana | 357 hari | 2025-2030 Pemilu 2024 |
Nur Arifah | |||||
Dewan Perwakilan
[sunting | sunting sumber]Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Semarang dalam empat periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 2009–2014 | 2014–2019[8] | 2019–2024[9] | 2024–2029 | ||
| PKB | 5 | ||||
| Gerindra | (baru) 3 | ||||
| PDI-P | 8 | ||||
| Golkar | 5 | ||||
| NasDem | (baru) 0 | ||||
| PKS | 4 | ||||
| Hanura | (baru) 3 | ||||
| PAN | 5 | ||||
| Demokrat | 6 | ||||
| PPP | 5 | ||||
| PKPI | 1 | ||||
| Jumlah Anggota | 45 | ||||
| Jumlah Partai | 10 | ||||
Pembagian wilayah administrasi
[sunting | sunting sumber]Kabupaten Semarang memiliki 19 kecamatan, 27 kelurahan, dan 208 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.008.646 jiwa dengan luas wilayah 950,21 km² dan sebaran penduduk 1.061 jiwa/km².[10][11]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Semarang, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa | Kodepos[12] | Status | Daftar Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 33.22.10 | Ambarawa | 8 | 2 | 50566 | Desa | |
| Kelurahan | ||||||
| 33.22.16 | Bancak | 9 | 50579 | Desa | ||
| 33.22.20 | Bandungan | 1 | 9 | 50565 | Desa | |
| Kelurahan | ||||||
| 33.22.07 | Banyubiru | 10 | 50564 | Desa | ||
| 33.22.11 | Bawen | 2 | 7 | 50561 | Desa | |
| Kelurahan | ||||||
| 33.22.13 | Bergas | 4 | 9 | 50552 | Desa | |
| Kelurahan | ||||||
| 33.22.12 | Bringin | 16 | 50572 | Desa | ||
| 33.22.01 | Getasan | 13 | 50574 | Desa | ||
| 33.22.08 | Jambu | 1 | 9 | 50563 | Desa | |
| Kelurahan | ||||||
| 33.22.17 | Kaliwungu | 11 | 50578 | Desa | ||
| 33.22.05 | Pabelan | 17 | 50571 | Desa | ||
| 33.22.15 | Pringapus | 1 | 8 | 50553 | Desa | |
| Kelurahan | ||||||
| 33.22.04 | Suruh | 17 | 50576 | Desa | ||
| 33.22.03 | Susukan | 13 | 50577 | Desa | ||
| 33.22.09 | Sumowono | 16 | 50562 | Desa | ||
| 33.22.02 | Tengaran | 15 | 50575 | Desa | ||
| 33.22.06 | Tuntang | 16 | 50573 | Desa | ||
| 33.22.18 | Ungaran Barat | 5 | 6 | 50511-50518 | Desa | |
| Kelurahan | ||||||
| 33.22.19 | Ungaran Timur | 5 | 5 | 50521-50529 | Desa | |
| Kelurahan | ||||||
| TOTAL | 27 | 208 |
Pendidikan umum
[sunting | sunting sumber]- Fasilitas Taman Kanak-Kanak berjumlah 338 buah. hanya 1 taman kanak-kanak milik pemerintah yang terletak di Kecamatan Bergas. Lainnya dikelola swasta.
- Fasilitas Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Semarang hanya berjumlah 13 buah (2 SLB Negeri dan 11 SLB Swasta).
- Fasilitas SD sebagian besar milik pemerintah, yaitu berjumlah 501 buah dan hanya 32 SD swasta.
- Fasilitas SLTP berjumlah 94 buah pada tahun 2009 yaitu 51 SLTP Negeri dan 43 SLTP Swasta,
- Fasilitas SLTA berjumlah 25 SLTA dan yang dikelola oleh pemerintah hanya 11 SLTA,
- Perguruan Tinggi Umum di Kabupaten Semarang hanya tersedia 4 buah, terletak di Kecamatan Getasan 3 buah dan di Kecamatan Ungaran Barat 1 buah.
- Satuan Pendidikan Non Formal negeri berjumlah 2 SKB (Sanggar Kegiatan Belajar), yaitu UPTD SPNF SKB Ungaran dan UPTD SPNF SKB Susukan. SKB menyelenggarakan pendidikan non formal diantaranya: PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, Paket C, Pendidikan Kursus dan Pelatihan, Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Kecakapan Hidup, dan pendidikan non formal lainnya.
Pendidikan agama
[sunting | sunting sumber]- Jumlah fasilitas pendidikan agama Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Semarang berjumlah 162 buah yang terdiri dari 6 MI Negeri dan 156 MI Swasta. Terbanyak di Kecamatan Ungaran Barat dan terkecil di Kecamatan Pringapus.
- Fasilitas pendidikan agama Madrasah Tsanawiyah (MTs) tercatat sebanyak 32 buah yang terdiri dari 1 MTs Negeri dan 31 MTs Swasta dan terbanyak terdapat di Kecamatan Ungaran Barat.
- Madrasah Aliyah tercatat sebanyak 7 buah yang terdiri dari 2 MA Negeri dan 5 MA Swasta.
- Perguruan Tinggi Agama Islam di Kabupaten Semarang ada 1 buah dan 3 buah Perguruan Tinggi Agama Kristen dengan status kepemilikan swasta.
Sarana Rehabilitasi Sosial
[sunting | sunting sumber]Panti asuhan di Kabupaten Semarang berjumlah 26 buah sedangkan panti sosial bina remaja 1 buah dan panti sosial tresna werdha sebanyak 3 buah, panti sosial grahita 4 buah, panti sosial bina laras 2 buah. Jumlah seluruh penghuni panti asuhan sebanyak 1.405 jiwa.
Demografi
[sunting | sunting sumber]Penduduk
[sunting | sunting sumber]Jumlah penduduk Kabupaten Semarang pada tahun 2009 sebanyak 978.253 jiwa yang terdiri dari 497.227 jiwa (51%) penduduk laki-laki dan 493.431 jiwa (49%) penduduk perempuan. Jumlah penduduk tersebut tersebar ke-19 kecamatan yang menjadi wilayah Kabupaten Semarang dengan jumlah penduduk terendah adalah di Kecamatan Bancak dengan jumlah penduduk 25.917 jiwa dan kecamatan yang paling banyak penduduknya adalah di Kecamatan Ungaran Barat dengan jumlah penduduk sebanyak 93.012 jiwa. Adapun rasio jenis kelaminnya tampak tidak terlalu banyak selisih yaitu hampir rata-rata di semua kecamatan, tetapi di Kecamatan Tengaran rasionya tertinggi yaitu 1,3%, dan terendah di Kecamatan Susukan sebesar 0,9%.
Komposisi penduduk menurut kelompok usia dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu usia produktif dan usia non produktif, sedangkan untuk usia non produktif sendiri dibedakan menjadi 2 (dua) lagi, yaitu usia belum produktif (usia sekolah) dan usia tidak produktif. Kelompok usia > 65 belum produktif (usia sekolah 15–64 Tahun; adalah antara usia 0 sampai 14 tahun yang merupakan tanggungan orang tua, karena mereka belum bisa bekerja, sedangkan yang termasuk dalam usia tidak produktif adalah usia 60 tahun ke atas. Adapun untuk usia produktif adalah usia antara 15 tahun sampai dengan usia 64 tahun. Berdasarkan jumlah penduduk menurut kelompok umur, maka kelompok umur tertinggi adalah kelompok umur 15–64 tahun dengan jumlah penduduk 724.896 jiwa atau sekitar 73% sedangkan kelompok umur terkecil adalah kelompok umur diatas 65 tahun dengan jumlah penduduk 65.974 jiwa atau 7% dari jumlah penduduk Kabupaten Semarang.
Wilayah yang mempunyai kepadatan atau sebaran permukiman yang padat yaitu daerah pusat kota (Kecamatan Ungaran), wilayah di sepanjang koridor Semarang-Bawen maupun wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang dan Kota Salatiga. Hal ini, karena wilayah tersebut merupakan daerah tujuan atau limpahan penduduk dari Kota Semarang dan Kota Salatiga. Sedangkan wilayah yang memiliki sebaran permukiman yang relatif tidak padat yaitu wilayah Kecamatan Bancak maupun daerah yang berada jauh dari pusat kota.
Agama
[sunting | sunting sumber]Jumlah pemeluk agama Islam di Kabupaten Semarang sebesar 876.139 orang (92%) sedangkan jumlah pemeluk agama Kristen Protestan sebanyak 35.218 orang (4%), agama Kristen Katolik sebanyak 24.275 orang (3%), Buddha sebanyak 6.605 orang (1%), agama Hindu dan Konghucu hanya minoritas dan tercatat sebanyak 354 orang dan 400 orang.
Sarana Ibadah yang ada di Kabupaten Semarang terdiri dari masjid, langgar, gereja, pura, dan vihara. Jumlah langgar dan musala di Kabupaten Semarang cukup besar yaitu sejumlah 2.666 buah (61%) sedangkan jumlah masjid sebanyak 1.562 buah (33%). Selain itu terdapat 100 gereja (Protestan dan Katolik), 8 pura dan 5 Vihara. Terdapat dua kelenteng untuk para penganut agama Konghucu, Tao, maupun Buddha. Khusus agama Konghucu belum ada tempat khusus bagi mereka untuk beribadah, tempat Ibadah umat Khonghucu disebut Litang, sehingga klenteng tersebut sering disebut dengan Klenteng Tri Dharma karena digunakan oleh tiga agama/kepercayaan yang berbeda. Dua situs, yakni candi Gedong Songo dan candi Ngempon yang masih berfungsi sebagai tempat ibadah dan ritual para penganut agama Hindu, tetapi lebih sering digunakan sebagai objek wisata bagi penganut agama yang lain.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 "Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama dan Aliran Kepercayaan Per kecamatan DKB Semester 1 Tahun 2025" (PDF). dukcapil.semarangkab.go.id. Diakses tanggal 3 Oktober 2025.
- ↑ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota dan Agama di Provinsi Jawa Tengah, 2020". Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 14 April 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-13. Diakses tanggal 4 Maret 2022.
- ↑ "[Metode Baru] Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota". www.bps.go.id. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
- ↑ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). hlm. 8. Diakses tanggal 1 Oktober 2021.
- ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 31 Januari 2025.
- ↑ "Kabupaten Semarang Dalam Angka 2021". www.semarangkab.bps.go.id. hlm. 82. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-10-01. Diakses tanggal 1 Oktober 2021.
- ↑ Disporapar Provinsi Jawa Tengah (2025). "Museum Kereta Api Ambarawa". Visit Jawa Tengah. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
- ↑ "Kabupaten Semarang Dalam Angka 2018". Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang. 16-08-2018. Diakses tanggal 20-03-2023.
- ↑ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Semarang 2019-2024
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
- ↑ Kode Pos Kabupaten Semarang
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Situs web resmi

