Trapis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Ordo Sistersien Observansi Ketat
Trappist praying 2007-08-20 dti.jpg
Singkatan Ordo Trapis (O.C.S.O.)
Tanggal pembentukan 1892
Jenis Ordo keagamaan Katolik
Kantor pusat Viale Africa, 33
Roma, Italia
Abas Jenderal
Dom Eamon Fitzgerald
Situs web www.ocso.org

Ordo Sistersien Observansi Ketat (O.C.S.O.: Ordo Cisterciensis Strictioris Observantiae), atau Ordo Trapis (bahasa Inggris: Order of Trappists), adalah salah satu tarekat religius Katolik Roma yang menjalani kehidupan monastik kontemplatif tertutup (klausura) dengan mengikuti Peraturan Santo Benediktus. Tarekat ini merupakan cabang dari Ordo Sistersien (O. Cist.), memiliki komunitas untuk para rahib (Trapis) maupun rubiah (Trapistin).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama tarekat atau ordo ini berasal dari Biara La Trappe (La Grande Trappe) yang terletak di salah satu provinsi Perancis di Normandia. Suatu gerakan reformasi dimulai pada tahun 1664, sebagai tanggapan terhadap kendurnya praktik-praktik dalam banyak biara Sistersien.[1] Armand Jean le Bouthillier de Rancé, awalnya merupakan abbas kehormatan Biara La Trappe, merupakan pemimpin reformasi itu. Sebagai abbas kehormatan, de Rancé adalah seorang awam yang memperoleh penghasilan dari biara tersebut tetapi tidak memiliki kewajiban keagamaan. Setelah suatu konversi dalam kehidupannya antara tahun 1660 dan 1662, de Rancé secara resmi bergabung dengan Biara La Trappe dan menjadi abbas regulernya pada tahun 1663.[2] Pada tahun 1892, para "Trapis" reformasi memisahkan diri dari tarekat Sistersien dan membentuk suatu tarekat monastik independen atas persetujuan Paus.[3]

Abas Jenderal[sunting | sunting sumber]

Sébastien Wyart, Abas Jenderal pertama Ordo Trapis antara tahun 1892-1904.
  1. 1892-1904 : Sébastien Wyart
  2. 1904-1922 : Augustin Marre
  3. 1922-1929 : Jean-Baptiste Ollitraut de Keryvallan
  4. 1929-1943 : Herman-Joseph Smets
  5. 1943-1951 : Dominique Nogues
  6. 1951-1963 : Gabriel Sortais
  7. 1964-1974 : Ignace Gillet
  8. 1974-1990 : Ambroise Southey
  9. 1990-2008 : Bernardo-Luis-José Oliveira
  10. 2008-sekarang : Eamon Fitzgerald

Kehidupan monastik[sunting | sunting sumber]

Para rahib Trapis di Pertapaan Rawaseneng, Indonesia, sedang melangsungkan Ibadat Siang Tertia.
Seorang novis Trapis sedang membaca dalam selnya.

Peraturan Santo Benediktus, yang ditulis pada abad ke-6, menjadi panduan hidup para Trapis. Peraturan atau regula tersebut mendeskripsikan cita-cita dan nilai-nilai dari kehidupan monastik.

"Observansi Ketat" (atau "Ketaatan Ketat") mengacu pada tujuan para Trapis untuk mengikuti Peraturan yang ditetapkan oleh St. Benediktus secara lebih tegas dan mengambil tiga kaul sebagaimana dideskripsikan dalam Peraturannya (bab 58): stabilitas, kesetiaan dalam kehidupan monastik, dan ketaatan. Penekanan St. Benediktus mengenai sedikit berbicara menghasilkan beberapa dampak pada cara hidup mereka, kendati—berlawanan dengan anggapan umum—mereka tidak berkaul keheningan.[4] Para rahib Trapis biasanya hanya berbicara jika diperlukan; dengan demikian bicara omong kosong atau yang tak berguna sangat tidak dianjurkan. Menurut St. Benediktus, bicara mengganggu daya penerimaan dan ketenangan seorang murid, serta dapat menggoda seseorang untuk mengikuti kehendaknya sendiri dan bukannya kehendak Allah. Bicara yang mengarah pada gelak tawa atau hiburan yang tidak baik dipandang sebagai kejahatan dan dilarang.[5] Bahasa isyarat Trapis, berbeda dengan bentuk-bentuk bahasa isyarat monastik lainnya, dikembangkan agar mereka tidak perlu banyak bicara. Biasanya mereka makan dalam keheningan kontemplatif karena para anggota tarekat ini diharapkan untuk mendengarkan suatu bacaan pada saat makan.[6]

Dibandingkan dengan para rahib/rubiah Benediktin dan Sistersien,[7][8] para rahib/rubiah Trapis berpantang daging sepenuhnya dalam hal "hewan berkaki empat".[9] Sementara hidup sebagai vegetarian, mereka terkadang makan ikan; menu makanan mereka utamanya terdiri dari "produk-produk sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian".[9]

Meskipun masing-masing biara adalah otonom dan mungkin memiliki aturan berbeda, umumnya tahapan untuk memasuki kehidupan Trapis dapat dideskripsikan sebagai berikut:[10]

  • Peminat mengunjungi suatu biara dan berkonsultasi dengan promotor panggilan dan/atau superior (kepala biara) untuk membantu mereka menemukan panggilan hidup mereka. Biasanya mereka akan diminta untuk tinggal di biara tersebut sebagai aspiran selama jangka waktu singkat, setidaknya satu bulan.
  • Postulat: peminat hidup sebagai anggota biara tersebut sebagai seorang postulan selama beberapa bulan, dan dibimbing oleh pembimbing novis.
  • Novisiat: postulan akan diberikan jubah biara dan secara resmi diterima sebagai anggota tarekat ini. Novis tetap dibimbing oleh pembimbing novis, dan menjalani tahap ini selama 2 tahun.
  • Setelah novisiat, novis dapat berkaul sementara. Tahap ini dijalani selama 3-9 tahun untuk memperdalam studi, mempraktikkan Injil dengan cara monastik, dan integrasi di dalam komunitas.
  • Setelah menyelesaikan tahap sebelumnya, anggota yang telah berkaul sementara dapat mengikrarkan kaul kekal (kaul agung) untuk seumur hidupnya.

Produk yang dihasilkan[sunting | sunting sumber]

Bab 48 dari Peraturan Santo Benediktus menyatakan, "Sebab mereka adalah rahib-rahib dalam kebenaran, jika mereka hidup dengan pekerjaan tangan mereka".[11] Sesuai aturan ini, sebagian besar biara Trapis menghasilkan produk untuk dijual demi memberikan pendapatan bagi biara.

Produk yang dihasilkan berkisar dari keju, roti, dan bahan makanan lain hingga pakaian dan peti mati, kendati mereka paling dikenal[12] karena bir Trapis, yang tergolong khas di dalam dunia bir,[13] serta mendapat pujian atas rasa dan kualitasnya yang tinggi.[14] Biara-biara di Belgia dan Belanda, seperti Biara Orval dan Biara Santo-Sikstus, membuat bir baik untuk para rahib sendiri maupun untuk dijual kepada masyarakat umum. Teleskop TRAPPIST dari Universitas Liège dinamai demikian untuk menghormati bir tersebut.[15][16] Bir Trapis mengandung gula residu dan khamir hidup sehingga, tidak seperti bir konvensional, akan meningkat kualitasnya seiring dengan waktu.[17] Westvleteren XII sering dianggap oleh beberapa kalangan sebagai bir terbaik di dunia.[18]

Para rahib Trapis dari Biara Tre Fontane (Tiga Air Mancur) memelihara domba-domba yang wolnya digunakan untuk membuat pallium bagi para uskup agung metropolit baru. Paus mengenakan pallium tersebut kepada mereka pada Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, Para Rasul Kudus, setelah diberkati oleh paus pada Pesta Santa Agnes tanggal 21 Januari.

Tanggapan[sunting | sunting sumber]

Dikatakan bahwa Paus Paulus VI pernah menyampaikan kesan berikut ini kepada rahib-rahib Ordo Trapis:[19]

"Kehidupan Anda juga menjadi contoh tanpa tanding yang justru diperlukan oleh masyarakat kita. Sering masyarakat kita membiarkan diri diserap sama sekali oleh barang-barang temporal. Berkat kesunyian dan doanya, biara-biara Anda merupakan pulau atau pusat yang memberi sumbangan kepada dunia untuk memulihkan keseimbangan rohaninya. Anda memberikan sumbangan ini bukan hanya secara lahir. Lebih-lebih Anda memberikannya juga dalam misteri persekutuan para kudus. Sebab kalau tidak begitu, dunia akan dicekik oleh aktivisme yang menjadi-jadi. Dunia akan kehilangan kepekaannya terhadap nilai yang hakiki".

Biara-biara[sunting | sunting sumber]

Terdapat hampir 170 biara Trapis di seluruh dunia, tempat kediaman bagi sekitar 2.100 rahib Trapis dan 1.800 rubiah Trapistin.[20]

Afrika[sunting | sunting sumber]

Asia[sunting | sunting sumber]

Latroun Abbey, Latrun

Eropa[sunting | sunting sumber]

Amerika Latin[sunting | sunting sumber]

Amerika Utara[sunting | sunting sumber]

Monastery of the Holy Spirit di Conyers, Georgia, USA

Oseania[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) M. Basil Pennington, OCSO. "The Cistercians: An Introductory History". The Order of Saint Benedict. Diakses tanggal 2008-01-01. 
  2. ^ (Inggris) "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Jean-Armand Le Bouthillier de Rance". Newadvent.org. 1911-06-01. Diakses tanggal 2011-03-09. 
  3. ^ (Hungaria) OCist.Hu - A Ciszterci Rend Zirci Apátsága (2002-12-31). "History". OCist.Hu. Diakses tanggal 2011-03-09. 
  4. ^ (Inggris) "OCSO.org FAQ". 
  5. ^ (Inggris) "OSB. Rule of Benedict : Text, English, Jan May Sep 3/3". Osb.org. 2006-05-06. Diakses tanggal 2011-03-09. 
  6. ^ (Inggris) Rule of St. Benedict, c. 38: Reading must not be wanting at the table of the brethren when they are eating. The 1949 Edition Translated by Rev. Boniface Verheyen, OSB
  7. ^ (Inggris) Jennifer Horsman; Jaime Flowers (2006), Please Don't Eat the Animals, Quill Driver Books, hlm. 10, ISBN 9781884956607 
  8. ^ (Inggris) Anthony Marett-Crosby, ed. (2003), The Benedictine Handbook, Hymns Ancient and Modern Ltd, hlm. 331, ISBN 9781853114991 
  9. ^ a b (Inggris) Can I maintain my own dietary discipline as a Trappist?, Order of Cistercians of the Strict Observance 
  10. ^ (Inggris) Becoming a monk or nun, Ordo Cisterciensis Strictioris Observantiae 
  11. ^ (Inggris) "Chapter XLVIII", Holy Rule of St. Benedict, Ccel.org, diakses tanggal 2011-03-09 
  12. ^ (Inggris) "The Best Beer in the World". 99% Invisible. Diakses tanggal 8 October 2015. 
  13. ^ (Inggris) Bryce Eddings. "What are Trappist beers?". About.com Food. Diakses tanggal 8 October 2015. 
  14. ^ (Inggris) "TRAPPIST - THE SEVEN MAGNIFICENT BEERS". BelgianShop Online. Diakses tanggal 8 October 2015. 
  15. ^ (Inggris) Gramer, Robbie (22 February 2017). "News So Foreign It's Out of This World: Scientists Discover Seven New Potentially Habitable Planets". Foreign Policy. 
  16. ^ (Inggris) "New National Telescope at La Silla—TRAPPIST to Scout the Sky and Uncover Exoplanets and Comets (eso1023 — Organisation Release)". www.eso.org. ESO. 8 June 2010. Diakses tanggal 4 January 2015. 
  17. ^ (Inggris) "Michael Jackson's Beer Hunter - Chastity, poverty and a pint". Beerhunter.com. Diakses tanggal 2011-03-09. 
  18. ^ (Inggris) "A Sign From Above? Needing New Roof, Monks Sell Rare Beer In U.S." The Huffington Post. 12 December 2012. Diakses tanggal 21 December 2012. 
  19. ^ Kesaksian, Pertapaan St. Maria Rawaseneng, diakses tanggal 11-05-2016 
  20. ^ (Inggris) "Directory". Diakses tanggal 8 October 2015. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]