Bahasa isyarat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sekelompok orang tengah berkomunikasi dengan bahasa isyarat.
Preservation of the Sign Language (1913)
Isyarat BISINDO
Berkenalan Sistem Isyarat Indonesia.

Bahasa Isyarat adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh, dan gerak bibir, terkadang menggunakan/mengeluarkan suara, untuk berkomunikasi. Bahasa ini bukan dengan kata-kata verbal, melainkan gabungan ekspresi sandi atau isyarat. Orang tuli adalah kelompok utama yang menggunakan bahasa ini, biasanya dengan kombinasi bentuk tangan, orientasi dan gerak tangan, lengan, dan tubuh, serta ekspresi wajah untuk mengungkapkan pikiran mereka.

Bertentangan dengan pendapat banyak orang, pada kenyataannya belum ada bahasa isyarat internasional yang sukses diterapkan. Bahasa isyarat unik dalam jenisnya di setiap negara. Bahasa isyarat bisa saja berbeda di negara-negara yang berbahasa sama. Contohnya, Amerika Serikat dan Inggris meskipun memiliki bahasa tertulis yang sama, mereka memiliki bahasa isyarat yang sama sekali berbeda (American Sign Language dan British Sign Language). Hal yang sebaliknya juga berlaku. Ada negara-negara yang memiliki bahasa tertulis yang berbeda (contoh: Inggris dengan Spanyol), tetapi menggunakan bahasa isyarat yang sama.

Bahasa Isyarat di Indonesia sendiri terbagi menjadi dua kategori, ada bahasa isyarat yaitu Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) merupakan sistem isyarat (bukan bahasa isyarat) yang dibuat oleh orang-orang dengar tanpa melibatkan orang tuli dalam pendidikan pendidikan luar biasa. Perkembangan SIBI di Indonesia diciptakan oleh seorang mantan kepala sekolah SLB/B Widya Bakti Semarang alm. Anton Widyatmoko yang bekerjasama dengan mantan kepala sekolah SLB/B di Jakarta dan di Surabaya. Keberadaan SIBI menjadi sangat populer di dunia pendidikan (SLB/B) Indonesia. Dari kepopulerannya ini, SIBI memiliki kamus bahasa isyarat yang telah diterbitkan oleh pemerintah dan telah disebarluaskan melalui sekolah khusus SLB/B untuk tuli di Indonesia sejak tahun 2001. Sekolah-sekolah khusus atau SLB/B dan guru di Indonesia menggunakan SIBI sebagai pengantar utama pada siswa tuli.[1]

Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang pengembangannya didukung oleh salah satu lembaga donatur dari Jepang yang melibatkan Chinese University of Hong Kong dan Universitas Indonesia.

Abjad jari Amerika Serikat
Abjad jari Amerika Serikat

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Branson, J., D. Miller, & I G. Marsaja. (1996). "Everyone here speaks sign language, too: a deaf village in Bali, Indonesia." In: C. Lucas (ed.): Multicultural aspects of sociolinguistics in deaf communitie`s. Washington, Gallaudet University Press, pp. 39–5
  • SATU NUSA, SATU BAHASA, BAHASA INDONESIA
  • Emmorey, Karen; & Lane, Harlan L. (Eds.). (2000). The signs of language revisited: An anthology to honor Ursula Bellugi and Edward Klima. Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum Associates. ISBN 0-8058-3246-7.
  • Groce, Nora E. (1988). Everyone here spoke sign language: Hereditary deafness on Martha's Vineyard. Cambridge, MA: Harvard University Press. ISBN 0-674-27041-X.
  • Kendon, Adam. (1988). Sign Languages of Aboriginal Australia: Cultural, Semiotic and Communicative Perspectives. Cambridge: Cambridge University Press.
  • Klima, Edward S.; & Bellugi, Ursula. (1979). The signs of language. Cambridge, MA: Harvard University Press. ISBN 0-674-80795-2.
  • Krzywkowska, Grazyna (2006). "Przede wszystkim komunikacja", an article about a dictionary of Hungarian sign language on the Internet, in Polish.
  • Lane, Harlan L. (Ed.). (1984). The Deaf experience: Classics in language and education. Cambridge, MA: Harvard University Press. ISBN 0-674-19460-8.
  • Lane, Harlan L. (1984). When the mind hears: A history of the deaf. New York: Random House. ISBN 0-394-50878-5.
  • Padden, Carol; & Humphries, Tom. (1988). Deaf in America: Voices from a culture. Cambridge, MA: Harvard University Press. ISBN 0-674-19423-3.
  • Poizner, Howard; Klima, Edward S.; & Bellugi, Ursula. (1987). What the hands reveal about the brain. Cambridge, MA: MIT Press.
  • Sacks, Oliver W. (1989). Seeing voices: A journey into the land of the deaf. Berkeley: University of California Press. ISBN 0-520-06083-0.
  • Sandler, Wendy; & Lillo-Martin, Diane. (2001). Natural sign languages. In M. Aronoff & J. Rees-Miller (Eds.), Handbook of linguistics (pp. 533–562). Malden, MA: Blackwell Publishers. ISBN 0-631-20497-0.
  • Stiles-Davis, Joan; Kritchevsky, Mark; & Bellugi, Ursula (Eds.). (1988). Spatial cognition: Brain bases and development. Hillsdale, NJ: L. Erlbaum Associates. ISBN 0-8058-0046-8; ISBN 0-8058-0078-6.
  • Stokoe, William C. (1960). Sign language structure: An outline of the visual communication systems of the American deaf. Studies in linguistics: Occasional papers (No. 8). Buffalo: Dept. of Anthropology and Linguistics, University of Buffalo.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Gumelar, Gilang; Hafiar, Hanny; Subekti, Priyo (2018). "Bahasa Isyarat Indonesia Sebagai Budaya Tuli Melalui Pemaknaan Anggota Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu". INFORMASI Kajian Ilmu Komunikasi. 48 (1): 66. ISSN 2502-3837.