Lompat ke isi

Kabupaten Sukoharjo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Sukoharjo
Transkripsi bahasa daerah
  Hanacarakaꦱꦸꦏꦲꦂꦗ
  Pegonسوكاهارجا
  Alfabet JawaSukåharjå
Lambang resmi Kabupaten Sukoharjo
Julukan: 
  • Pusat Jamu
  • Kabupaten Pramuka
Peta
Peta
Kabupaten Sukoharjo di Jawa
Kabupaten Sukoharjo
Kabupaten Sukoharjo
Peta
Kabupaten Sukoharjo di Indonesia
Kabupaten Sukoharjo
Kabupaten Sukoharjo
Kabupaten Sukoharjo (Indonesia)
Koordinat: 7°41′00″S 110°50′00″E / 7.68333°S 110.83333°E / -7.68333; 110.83333
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Tanggal berdiri15 Juli 1946
Dasar hukumUU No. 13/1950
Ibu kotaSukoharjo
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 12
  • Kelurahan: 17
  • Desa: 150
Pemerintahan
  BupatiEtik Suryani
  Wakil BupatiEko Sapto Purnomo
  Ketua DPRDNurjayanto SP
Luas
  Total466,66 km2 (180,18 sq mi)
Populasi
 (31 Desember 2024)[2]
  Total916.472
  Kepadatan2,000/km2 (5,100/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 95,65% Islam
  • 0,07% Buddha
  • 0,04% Hindu
  • 0,01% Lainnya[2]
  IPMKenaikan 77,13 (2021)
tinggi[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
3311 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 271
Pelat kendaraanAD xxxx **B/*K/*O/*T
Kode Kemendagri33.11 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp. 763.462.900.000,00 (2013)[4]
Semboyan daerahSukoharjo MAKMUR
(Maju, Aman, Konstitusional, Mantap, Unggul, Rapi)
Flora resmiTuri
Fauna resmiSrigunting Kelabu
Situs webwww.sukoharjokab.go.id

Kabupaten Sukoharjo (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦱꦸꦏꦲꦂꦗ, Pegon: سوكاهارجا translit Sukåharjå) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kotanya berada di kecamatan Sukoharjo, sekitar 10 km sebelah selatan Kota Surakarta.[5] Pada akhir tahun 2024, jumlah penduduk Sukoharjo sebanyak 916.472 jiwa. Sukoharjo memiliki karakter agraris, pertumbuhan industri yang signifikan, serta dinamika sosial-budaya yang kuat. Kabupaten ini terletak di bagian selatan Surakarta dan termasuk dalam kawasan pengembangan Solo Raya. Secara geografis, Sukoharjo berada pada dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 95 hingga 120 meter di atas permukaan laut, sehingga memengaruhi pola pemanfaatan lahan, sistem pertanian, serta perkembangan permukiman di wilayah tersebut.[1][2] Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Solo di utara, Karanganyar di timur, Wonogiri dan Kabupaten Gunungkidul (Daerah Istimewa Yogyakarta) di selatan, serta Klaten dan Boyolali di barat.[6][7]

Kabupaten Sukoharjo juga mempunyai beberapa julukan yang cukup terkenal, di antaranya Kabupaten Makmur, Tekstil, Gamelan, The House of Souvenir, Gadis (perdagangan, pendidikan, industri, dan bisnis), Kabupaten Jamu,[8] Kabupaten Pramuka,[9] serta Kabupaten Batik.

Secara administratif, Kabupaten Sukoharjo terbagi ke dalam beberapa kecamatan yang membentuk struktur tata wilayah yang relatif teratur dan terhubung melalui jaringan transportasi darat. Kedekatannya dengan Kota Surakarta menjadikan kabupaten ini berfungsi sebagai penyangga perkotaan, terutama dalam sektor ekonomi, pendidikan, dan mobilitas penduduk. Pusat pemerintahan Kabupaten Sukoharjo berada di Kecamatan Sukoharjo, yang juga menjadi salah satu titik konsentrasi kegiatan perdagangan dan jasa.[10]

Aspek geologi dan topografi Sukoharjo didominasi oleh dataran aluvial yang subur, sehingga sejak lama wilayah ini berkembang sebagai daerah agraris. Komoditas utama pertanian meliputi padi, palawija, dan sejumlah tanaman hortikultura yang tersebar di berbagai kecamatan. Kondisi tanah yang relatif datar, ditunjang dengan jaringan irigasi yang memadai, memungkinkan siklus pertanian berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, sektor peternakan dan perikanan air tawar juga menjadi bagian dari sistem produksi pangan lokal, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki akses terhadap sumber air.[11]

Perkembangan sektor industri di Sukoharjo menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat sejak akhir abad ke-20. Industri tekstil dan produk turunannya merupakan salah satu sektor unggulan yang menempatkan Sukoharjo sebagai salah satu kawasan industri penting di Solo Raya. Selain itu, berkembang pula industri makanan dan minuman, pengolahan kayu, konveksi, serta industri skala kecil dan menengah yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan. Keberadaan kawasan industri ini secara langsung memengaruhi pola urbanisasi, munculnya pusat ekonomi baru, serta peningkatan kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, dan transportasi publik.[12]

Sektor pendidikan di Sukoharjo berkembang cukup merata, dengan keberadaan lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selain sekolah negeri dan swasta, beberapa institusi pendidikan tinggi juga berdiri di wilayah ini, baik berupa perguruan tinggi umum, politeknik, maupun sekolah tinggi bidang kesehatan dan ekonomi. Perkembangan ini menjadikan Sukoharjo sebagai salah satu tujuan pendidikan di kawasan Solo Raya, sekaligus berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.[13]

Dalam bidang kesehatan, Sukoharjo memiliki sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang mencakup rumah sakit umum daerah, pusat kesehatan masyarakat, dan klinik yang tersebar di tiap kecamatan. Program kesehatan masyarakat dikelola melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga layanan sosial, dengan fokus pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, pencegahan penyakit menular, serta peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pedesaan.[1]

Dari sisi infrastruktur, Kabupaten Sukoharjo memiliki aksesibilitas yang baik melalui jaringan jalan provinsi dan kabupaten yang menghubungkan wilayah ini dengan Surakarta, Wonogiri, Karanganyar, serta wilayah lain di Jawa Tengah. Pembangunan infrastruktur transportasi terus dilakukan untuk mendukung mobilitas barang dan jasa, terutama dalam kaitannya dengan aktivitas industri dan perdagangan. Selain itu, pengembangan jaringan telekomunikasi dan teknologi informasi turut memperkuat kapasitas wilayah ini dalam menghadapi dinamika ekonomi modern.[1]

Pasca Perang Jawa (1825-1830), pemerintah Hindia Belanda makin memperketat keamanan untuk mencegah terulangnya pemberontakan. Kondisi masyarakat Jawa yang semakin miskin mendorong terjadinya tindak kejahatan (pidana) di berbagai tempat. Menghadapi hal itu pemerintah kolonial menekan raja Surakarta dan Yogyakarta agar menerapkan hukum secara tegas. Salah satunya dengan membentuk lembaga hukum yang dilengkapi dengan berbagai pendukung. Di Kasunanan Surakarta dibentuk lembaga Pradata Gedhe, yakni pengadilan kerajaan yang menjadi pusat penyelesaian semua perkara. Lembaga ini dipimpin oleh Raden Adipati (Patih) di bawah pengawasan Residen Surakarta. Dalam pelaksanaannya, Pradata Gedhe mengalami kesulitan karena volume perkara yang sangat besar. Sri Sunan Pakubuwono dan Residen Surakarta memandang perlu melimpahkan sebagian perkara kepada pemerintah daerah. Mereka sepakat membentuk pengadilan di tingkat kabupaten yang diberi nama Pradata Kabupaten.[butuh rujukan]

Pada tanggal 16 Februari 1874, Sunan Pakubuwono IX dan Residen Surakarta, Keucheneus, membuat perjanjian pembentukan Pradata Kabupaten untuk wilayah Klaten, Boyolali, Ampel, Kartasura, Sragen dan Larangan. Surat perjanjian tersebut disahkan pada hari Kamis tanggal 7 Mei 1874, Staatsblad nomor 209. Pada Bab I surat perjanjian, tertulis sebagai berikut:

Ing Kabupaten Klaten, Ampel, Boyolali, Kartasura lan Sragen, apadene ing Kawedanan Larangan kadodokan pangadilan ingaranan Pradata Kabupaten. Kawedanan Larangan saikiki kadadekake kabupaten ingaranan Kabupaten Sukoharjo. (Di Kabupaten Klaten, Ampel, Boyolali, Kartasura dan Sragen, dan juga Kawedanan Larangan dibentuk pengadilan yang disebut Pradata Kabupaten. Kawedanan Larangan sekarang dijadikan kabupaten dengan nama Kabupaten Sukoharjo).

Berdasarkan surat perjanjian tersebut sekarang ditetapkan bahwa Kamis, 7 Mei 1874 menjadi tanggal berdirinya Kabupaten Sukoharjo, yang sebelum itu bernama Kawedanan Larangan. Pada era kemerdekaan atau Pemerintahan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo dengan adanya Penetapan Pemerintah No.16/SD, tepatnya pada hari / tanggal Senin Pon, 15 Juli 1946 dan juga adanya pembentukan Pemerintah Daerah di karesidenan Surakarta, pada Minggu Wage, 16 Juni 1946.

Pembentukan Karesidenan Surakarta hanya berlangsung selama 1479 hari atau selama 4 tahun 0 bulan 19 hari (berakhir pada Selasa Pon, 4 Juli 1950). Dasar Hukum Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo, berdasarkan:

  1. Penetapan Pemerintah No.16/SD
  2. UU No.13 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah.
  3. Perda Kabupaten Dati II Sukoharjo No.17 Tahun 1986 tentang Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo yang disahkan dengan SK Gubernur KDH Tingkat I Jawa Tengah, tanggal 15 Desember 1986 No.188.3/480/1986
  4. Lembaran Daerah Kabupaten Dati II Sukoharjo No.3 Tahun 1987 Seri D No.2 tanggal 9 Januari 1987

Kabupaten Sukoharjo di waktu itu merupakan daerah tepi penuh dengan area persawahan yang sangat luas, lahannya begitu subur dan makmur.

Nama Sukoharjo dalam penulisan Bahasa Jawa adalah "Sukaharja" yang berarti Bumi yang selalu "Suka = Senang / Gembira" dan "Raharja = Makmur".

Geografi dan kereta api

[sunting | sunting sumber]

Bengawan Solo membelah kabupaten ini menjadi dua bagian: Bagian utara pada umumnya merupakan dataran rendah dan bergelombang (Grogol, Baki, Gatak, Kartasura), sedang bagian selatan dataran tinggi dan pegunungan (Weru, Nguter, Tawangsari).

Sebagian daerah di perbatasan utara merupakan daerah perkembangan Kota Surakarta, mencakup kawasan Grogol dan Kartasura. Kartasura merupakan persimpangan jalur Surabaya-Surakarta-Jogja dengan Surakarta-Semarang. Kabupaten Sukoharjo dilintasi jalur kereta api Surakarta-Wonogiri, yang dioperasikan kembali pada tahun 2004 setelah selama puluhan tahun tidak difungsikan. Kereta api tersebut menjadi titik pemberhentian dan pemberangkatan di Stasiun Sukoharjo dan Stasiun Pasar Nguter dalam perjalanan menuju Kota Surakarta atau Kabupaten Wonogiri.

Batas Wilayah

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sukoharjo berbatasan dengan beberapa wilayah berikut:[14]

UtaraKota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar
TimurKabupaten Karanganyar
SelatanKabupaten Wonogiri dan Kabupaten Gunungkidul
BaratKabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah

[sunting | sunting sumber]
No Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Wakil Bupati
15 Etik Suryani 20 Februari 2025 Petahana Eko Sapto Purnomo

Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]
Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014[15] 2014–2019[16] 2019–2024[17] 2024–2029[18]
PKB 3 Steady 3 Steady 3 Steady 3
Gerindra (baru) 0 Kenaikan 5 Steady 5 Kenaikan 6
PDI-P 19 Kenaikan 22 Penurunan 20 Kenaikan 21
Golkar 6 Penurunan 5 Steady 5 Kenaikan 6
NasDem (baru) 2 Penurunan 1 Steady 1
PKS 4 Penurunan 1 Kenaikan 5 Steady 5
Hanura (baru) 1 Penurunan 0 Steady 0 Steady 0
PAN 5 Steady 5 Steady 5 Penurunan 3
PBB 1 Penurunan 0 Steady 0 Steady 0
Demokrat 4 Penurunan 2 Penurunan 1 Penurunan 0
PPP 2 Penurunan 0 Steady 0 Steady 0
Jumlah Anggota 45 Steady 45 Steady 45 Steady 45
Jumlah Partai 9 Penurunan 8 Steady 8 Penurunan 7

Pembagian wilayah administrasi

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sukoharjo terdiri dari 12 kecamatan, 17 kelurahan, dan 150 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 897.291 jiwa dengan luas wilayah 489,12 km² dan sebaran penduduk 1.834 jiwa/km².[19][20]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Sukoharjo, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Kodepos[21]StatusDaftar
Desa/Kelurahan
33.11.10 Baki 1457556Desa
33.11.06 Bendosari 11357572Desa
Kelurahan
33.11.02 Bulu 1257563Desa
33.11.11 Gatak 1457557Desa
33.11.09 Grogol 1457552Desa
33.11.12 Kartasura 21057558Desa
Kelurahan
33.11.08 Mojolaban 1557554Desa
33.11.05 Nguter 1657571Desa
33.11.07 Polokarto 1757555Desa
33.11.04 Sukoharjo 1457511-57519Kelurahan
33.11.03 Tawangsari 1257561Desa
33.11.01 Weru 1357562Desa
TOTAL17150

Transportasi Umum

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sukoharjo memiliki 3 stasiun kereta api yang masih beroperasi yaitu Stasiun Pasarnguter, Stasiun Sukoharjo dan Stasiun Gawo. Stasiun Pasarnguter melayani Kereta Api Batara Kresna. Stasiun Sukoharjo melayani Kereta Api Batara Kresna. Sedangkan Stasiun Gawok melayani Commuter Line Yogyakarta. Selain itu, Kabupaten Sukoharjo memiliki 8 stasiun yang telah berhenti beroperasi yaitu Stasiun Gayam, Stasiun Kalikatir, Halte Kalisamin, Halte Kepuh, Halte Kronelan, Stasiun Nguter, Stasiun Songgorunggi dan Stasiun Kartasura.[butuh rujukan]

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi

[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sukoharjo antara lain:[22]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 "Kabupaten Sukoharjo Dalam Angka 2022". www.sukoharjokab.bps.go.id. hlm. 7, 43. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-18. Diakses tanggal 22 Maret 2022.
  2. 1 2 3 "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 24 Agustus 2025.
  3. "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-01. Diakses tanggal 22 Maret 2022.
  4. "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-02-15.
  5. "Rencana Masa Depan Sukoharjo". www.solopos.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-25. Diakses tanggal 22 Maret 2022.
  6. "Penduduk menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Sukoharjp". sp2010.bps.go.id. 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-07. Diakses tanggal 22 Maret 2022. ;
  7. "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota dan Agama di Provinsi Jawa Tengah, 2020". Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 14 April 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-13. Diakses tanggal 4 Maret 2022.
  8. Wire, PR (2019-03-20). Wire, PR (ed.). "Kabupaten Sukoharjo menuju destinasi wisata jamu Indonesia". ANTARA News. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-16. Diakses tanggal 2022-01-16.
  9. Suryono/JIBI/SOLOPOS, Trianto Hery (2012-09-03WIB13:11:26+00:00). "Wujudkan Kabupaten Pramuka, PNS Sukoharjo Wajib Pakai Seragam Pramuka". Solopos.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-16. Diakses tanggal 2022-01-16. ;
  10. "Wilayah – Portal Kabupaten Sukoharjo" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-27.
  11. "Wilayah – Portal Kabupaten Sukoharjo" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-27.
  12. "Sejarah Sukoharjo – Portal Kabupaten Sukoharjo" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-27.
  13. "Sejarah Sukoharjo – Portal Kabupaten Sukoharjo" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-27.
  14. Laporan Utama Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2021 (PDF). Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. 2022. hlm. I-10. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. "Sukoharjo Dalam Angka 2013". Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukoharjo. 04-08-2017. Diakses tanggal 10-04-2023.
  16. "Kabupaten Sukoharjo Dalam Angka 2018". Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukoharjo. 16-08-2018. Diakses tanggal 10-04-2023.
  17. Perolehan Kursi DPRD Sukoharjo 2019-2024
  18. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukoharjo Nomor 636 Tahun 2024 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sukoharjo dalam Pemilihan Umum Tahun 2024
  19. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  20. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  21. Kode Pos Kabupaten Sukoharjo
  22. "Perguruan tinggi di kabupaten Sukoharjo". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-23. Diakses tanggal 2013-12-22.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]