Lompat ke isi

Kereta api Batara Kresna

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bus rel Bathara Kresna)
Kereta api Batara Kresna
Kereta api Batara Kresna masuk Stasiun Purwosari menggunakan rangkaian KRD MCW 302, April 2025.

Kereta api Batara Kresna
Kereta api Batara Kresna
Peta
Informasi umum
Jenis layananKereta api komuter
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VI Yogyakarta
PendahuluFeeder Wonogiri
Mulai beroperasi5 Agustus 2012 (Sukoharjo—Yogyakarta)
11 Maret 2015 (Purwosari—Wonogiri)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang harian280 Penumpang per hari (2025)[1]
Lintas pelayanan
Stasiun awalStasiun Purwosari
Jumlah pemberhentian5 Stasiun Pemberhentian
Stasiun akhirStasiun Wonogiri
Jarak tempuh37 km
Waktu tempuh rerata1 Jam 5 menit (rata-rata setelah peningkatan jalur)
Frekuensi perjalanan3 kali pp sehari (Sedang dalam Kajian PT KAI Daop 6)
Jenis relRel berat (Wonogiri—Solokota)dan Rel ringan (Jalan Slamet Riyadi)
Pelayanan penumpang
KelasKomuter Eksekutif
Layanan disabilitasSemua stasiun pemberhentian ramah difabel, tidak terdapat zona untuk pengguna kursi roda pada rangkaian kereta
Pengaturan tempat duduk24 Tempat duduk dengan konfigurasi 2-2, saling berhadapan ke kiri dan berhadapan ke kanan
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas bagasiberada di atas jendela kereta api
Fasilitas lainAlat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional20 s.d. 80 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal635-638

Kereta api Batara Kresna adalah layanan kereta api komuter dengan subsidi perintis (sebelumnya menggunakan sarana bus rel) milik PT Kereta Api Indonesia yang di buat oleh PT INKA Madiun dan beroperasi di rute Solo PurwosariWonogiri dan merupakan proyek kerja sama antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan PT KAI.

Layanan yang aslinya merupakan bus rel ini menjadi bus rel kedua di Indonesia setelah bus rel Kertalaya di Sumatera Selatan,[2] dan menjadi bus rel terakhir yang beroperasi di Indonesia, sebelum kemudian digantikan oleh kereta rel diesel.[3]

Asal-usul istilah

[sunting | sunting sumber]

Dalam mitologi Jawa, nama Batara Kresna berasal dari tokoh Mahabharata, Krishna atau Kresna yang bertugas menyelamatkan dunia dan menegakkan kebenaran setelah perang di Kurukshetra. Karakteristik tokoh Wayang tersebut kemudian dilekatkan pada layanan kereta api ini sehingga menumbuhkan kebanggaan bagi setiap penumpangnya.

Bus rel (2011–2025)

[sunting | sunting sumber]

Bus rel ini diperkenalkan kepada publik pada tanggal 26 Juli 2011 dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI Freddy Numberi,[4] di Surakarta bersama dengan bus bertingkat pariwisata Werkudara. Bus rel ini mulai beroperasi pada tanggal 5 Agustus 2012 dengan rute Sukoharjo-Solo Purwosari-Yogyakarta Tugu.[5] Karena ada jembatan kereta api yang sedang diperkuat antara Stasiun Pasarnguter-Stasiun Wonogiri, untuk sementara bus rel ini hanya sampai Stasiun Sukoharjo.[5]

Bus rel ini berhenti beroperasi pada sekitar awal tahun 2013, setelah mangkrak sejak Oktober 2012 karena generator rangkaian bus rel yang sering rusak.[4] Bus rel ini dibawa ke pabrik PT INKA di Madiun untuk diperbaiki.[4] Hingga 2015 bus rel ini hanya dikandangkan di depo lokomotif Solo Balapan,[6] sampai pada akhirnya PT KAI memutuskan untuk mengoperasikan kembali bus rel ini. Saat ini bus rel telah beroperasi kembali dengan rute Purwosari-Wonogiri pp dengan rute trayek dua kali sehari.

Tanggal 4 Desember 2014, bus rel ini kembali diujicobakan oleh PT KAI dan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Surakarta. Berdasarkan rencana, bus rel ini akan dioperasikan pada 6 Februari 2015 dengan rute Solo—Sukoharjo—Wonogiri dengan tarif Rp4.000,00.[7] Namun pada awal Februari 2015, Kementerian Perhubungan Indonesia menunda pengoperasian tersebut[8] hingga Maret 2015.

Memasuki bulan Maret 2015, kembali diumumkan bahwa bus rel akan diluncurkan kembali pada tanggal 11 Maret 2015, dengan operasional untuk umum dimulai pada tanggal 12 Maret 2015. Bus rel ini secara resmi beroperasi kembali setelah diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada tanggal 11 Maret 2015 di Stasiun Purwosari.[9]

Karena adanya gangguan operasional pada bulan Juni 2015, rangkaian bus rel ini untuk sementara tidak beroperasi dan berada di depo.[10] Merespon hal tersebut, PT KAI Daop VI Yogyakarta menyiasati perjalanan kereta api ini menggunakan rangkaian cadangan kereta api Prambanan Ekspres berbasis KRD MCW 302 yang mana berjalan dua pekan untuk menunggu selesainya perbaikan.[10] Dengan selesainya perbaikan, semenjak Juli 2015 hingga saat ini bus rel beroperasi dengan rangkaian aslinya.

Keunikan selain melintasi rel di Jalan Slamet Riyadi, kereta ini terkadang memanfaatkan rangkaian cadangan Prameks seperti KRDI dan KRD MCW 302 dikarenakan rangkaian bus rel yang membutuhkan perawatan lebih mengingat medan yang ditempuh.

Mulai akhir Juni 2019, KRD MCW 302 yang sebelumnya menjadi cadangan layanan ini telah ditarik kembali untuk pembuatan Kereta Inspeksi bersama dengan KRD MCW 302 dari Surabaya. Sekarang, apabila rangkaian asli layanan ini mengalami kerusakan, maka layanan KA ini digantikan dengan cadangan armada KA BIAS.

Menggunakan KRD MCW 302 (2025–sekarang)

[sunting | sunting sumber]

Sehubungan dengan keinginan KAI untuk menggantikan bus rel Batara Kresna yang selalu problematik dan juga selesainya peningkatan prasarana perkeretaapian di rute Solo Kota–Wonogiri, bus rel Batara Kresna akhirnya digantikan oleh kereta rel diesel KRD MCW 302 pindahan dari kereta api Kedung Sepur sejak 1 Februari 2025. Perubahan armada ini tidak hanya meningkatkan efektivitas pengoperasian layanan KA Batara Kresna, tetapi juga meningkatkan kapasitas penumpang dengan jumlah kursi sebanyak 96 kursi dan mampu mengangkut hingga 144 penumpang, atau 150% dari kapasitas kursi.[3]

Selain itu, batas kecepatan (taspat) KA Batara Kresna usai menggunakan kereta rel diesel meningkat secara signifikan menjadi 80 km/jam dari yang sebelumnya hanya 40 km/jam. Peningkatan ini berpengaruh secara signifikan terhadap lama perjalanan yang sebelumnya 2 jam menjadi 1 jam saja.[11]

Meskipun meningkatkan efektivitas pelayanan dan okupansi penumpang, peningkatan kecepatan kereta api Batara Kresna juga membawa bahaya tersendiri. Bahkan uji coba yang dilakukan dengan KRD juga mendatangkan korban jiwa berupa kambing ternak sebanyak 7 ekor yang mati tertabrak pada 31 Januari 2025.[12]

Pada 23 Februari 2025, sebuah mobil bak terbuka ditabrak oleh kereta api Batara Kresna yang sedang melaju di perlintasan sebidang tak terjaga di lintas km 7+800/900 petak jalan Solokota—Sukoharjo di Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Peristiwa ini membuat mobil terseret hingga ke bahu jembatan yang ada di dekat perlintasan. Untuk menghindari kejadian serupa, petugas pun melakukan pemasangan rambu imbauan untuk mendahulukan kereta api sebelum melintas.[13]

Berselang lima hari kemudian. 28 Februari 2025, sebuah mobil tertabrak kereta api Batara Kresna di tepi jalan Slamet Riyadi wilayah Kelurahan Sriwedari, Laweyan, Solo. Mobil ditabrak saat hendak keluar dari pedestrian dan hendak menyeberang rel saat kereta api melaju dari arah barat. Meskipun sudah menyuarakan klakson/suling lokomotif, pengemudi mobil tidak memperhatikan datangnya kereta sesaat sebelum insiden terjadi. Tidak ada korban jiwa baik di sisi pengendara mobil maupun penumpang kereta, walaupun bagian depan kereta api mengalami kerusakan ringan.[14]

Pada 26 Maret 2025, sebuah mobil tertabrak oleh kereta api Batara Kresna pada sebuah perlintasan berpalang di Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Gayam, Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di depan terminal Sukoharjo. Mobil dikendarai oleh 2 keluarga yang terdiri atas 7 orang asal Jakarta yang hendak pulang ke kampung halamannya di Wonogiri dan Sukoharjo. Tidak mengetahui peringatan akan datangnya kereta, mobil pun tertabrak hingga terguling di sisi bawah rel. Empat pengendara mobil tewas saat kejadian sementara sisanya mengalami luka sedang. Melalui penyelidikan oleh kepolisian setempat, ditetapkanlah petugas Penjaga Jalur Lintasan (PJL) di perlintasan sebidang PJL 19 sebagai tersangka karena akibat kelalaiannya tidak menutup perlintasan saat kereta melaju hingga menyebabkan korban jiwa.[15][16]

Pada 17 Juli 2025, sebuah mobil taksi daring tertemper kereta api Batara Kresna arah Stasiun Purwosari di Jalan Slamet Riyadi. Pengemudi mengaku tidak mengetahui jadwal dan kebiasaan melintasnya kereta api di jalan. Pengemudi saat itu hendak menjemput istri di Pasar Gede. Berkendara sambil memakai ponsel, mobil pun tertabrak dan berhenti saat tersangkut pada tiang rambu lalu lintas dan ringsek di kawasan simpang empat Loji Wetan, Pasar Kliwon, Solo pada pukul 12.41 WIB. Kerta api pun sempat berhenti untuk dilakukan pengecekan kerusakan. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka akibat insiden tersebut.[17]

Pada 15 November 2025, sebuah mobil kembali tertabrak kereta api Batara Kresna di perlintasan tak terjaga yang ada di Kampung Tegalrejo, Sukoharjo pada lintas km 16+400, petak jalan rel Sukoharjo—Pasarnguter. Mobil tersebut dinaiki oleh pasangan suami-istri yang kurang memperhatikan kereta api yang akan segera melintas. Benturan menyebabkan kendaraan terpental hingga dua meter dari lokasi tabrakan dan ringsek akibat bodi bagian kiri belakang mobil terbentur. Tidak ada korban jiwa akibat insiden ini tetapi benturan juga menyebabkan penumpang mengalami sesak dada dan dilarikan ke RS Nirmala Sari untuk mendapatkan pertolongan medis.[18]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Ryanthie, Septia (2025-11-19). "KAI: Penumpang KA Batara Kresna Naik 45 Persen Sepanjang 2025". Tempo. Solo: Tempo Inti Media. Diakses tanggal 2026-01-12.
  2. "Komisi V DPRD Sumsel Desak Pengaktifan Kembali Kertalaya untuk Mahasiswa Unsri". RMOL Sulsel. Diakses tanggal 2025-01-04.
  3. 1 2 Yogi, Khalid. "Hari Pertama Kereta Api Batara Kresna Jalan Kecepatan Tinggi. Solo - Wonogiri Cuma 1 Jam, Penumpang Penuh - Suara Merdeka Solo". Suara Merdeka Solo. Diakses tanggal 2025-02-01.
  4. 1 2 3 "Merugi, Railbus Solo-Wonogiri yang Diinisiasi Jokowi Dihentikan". VIVA.co.id. Diakses tanggal 2016-07-17.
  5. 1 2 "Railbus Batara Layani Sukoharjo-Solo-Yogyakarta - www.antarajateng.com". www.antarajateng.com. Diakses tanggal 2016-07-17.
  6. Fadjri, Raihul (ed.). "Railbus Batara Kresna Dibiarkan Mangkrak". Tempo.co. Diakses tanggal 2016-07-17.
  7. VivaNews: Railbus Solo Dioperasikan Kembali
  8. Tribun Jateng: Kemenhub Tunda Pengoperasian Railbus di Solo-Wonogiri
  9. "Sehari, Railbus Batara Kresna Dijadwalkan Beroperasi Dua Kali PP SUARAMERDEKA.com".[pranala nonaktif permanen]
  10. 1 2 Media, R. Wibisono-Solopos Digital. "FOTO RAILBUS BATARA KRESNA : Railbus Batara Kresna Absen Lagi". SOLOPOS.com. Diakses tanggal 2016-07-17.
  11. Ariawan, Agustinus. "Gantikan Railbus, Kereta Rel Diesel Batara Kresna Hanya Butuh Satu Jam Tempuh Solo-Wonogiri - Suara Merdeka Solo". Suara Merdeka. Diakses tanggal 2025-02-01.
  12. Putra, Agil Trisetiawan. "7 Kambing Mati Tertabrak Kereta Saat Uji Coba KA Cepat Solo-Wonogiri". detikjateng. Sukoharjo: Trans Digital Media. Diakses tanggal 2025-12-23.
  13. Zakiah, Sofia (2025-02-24). "Mobil Tertabrak KA Batara Kresna di Perlintasan Liar Jalur Solo-Sukoharjo". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 2025-12-24.
  14. NV, Tara Wahyu (2025-12-28). "Mobil Tertabrak KA Batara Kresna di Jalan Slamet Riyadi Solo". detikjateng. Solo: Trans Digital Media. Diakses tanggal 2025-12-24.
  15. Muslimah, Salmah (2025-03-26). Rizki, Muhammad (ed.). "KA Batara Kresna Tabrak Mobil di Sukoharjo, 4 Pemudik Asal Jakarta Tewas". kumparan. Sukoharjo: Dynamo Media Network. Diakses tanggal 2025-12-24.
  16. Ryantie, Septia (2025-04-14). "Kecelakaan KA Batara Kresna, Penjaga Palang Pintu Perlintasan Jadi Tersangka". Sukoharjo: Tempo. Diakses tanggal 2025-12-24.
  17. Putra, Agil Trisetiawan (2025-07-17). "Driver Nyetir Sambil Telepon, Taksi Online Tertabrak KA Batara Kresna di Solo". detikjateng. Solo: Trans Media Digital. Diakses tanggal 2026-01-12.
  18. "Kronologi KA Batara Kresna Tabrak Mobil di Sukoharjo, Rush Terpental Sampai 2 Meter". KOMPAS.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]