Kereta api Progo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Progo
Progo.png
CC 201 83 07 KA Progo.jpg
Kereta api Progo ditarik CC 201 83 07 "Si Badder" berjalan di kawasan Banyuraden, Gamping, Sleman
Informasi umum
Jenis layanan Kereta api komersial jarak jauh
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi VI Yogyakarta
Pendahulu Senja Ekonomi
Empu Jaya
Mulai beroperasi 2002
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Penumpang harian 1.692 penumpang per hari
Perjalanan
Relasi perjalanan LempuyanganPasar Senen, p.p.
Jumlah perhentian 6-10
Waktu tempuh rata-rata 8-9 jam (rata-rata)
Frekuensi perjalanan harian Sekali pergi pulang sehari
Nomor kereta api 185-186
Jenis rel Rel berat
Pelayanan
Kelas layanan Ekonomi AC Non-PSO
Fasilitas difabel Tidak
Susunan tempat duduk 106 tempat duduk per kereta disusun 3-2
Fasilitas kereta makan Ada, dapat memesan sendiri makanan yang tersedia
Jenis kaca jendela Kaca dupleks bertirai
Bagasi Ada
Lain-lain Toilet, tabung pemadam, AC
Teknis sarana dan prasarana
Lokomotif CC201, CC203, CC204, CC206
Lebar sepur 1.067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasional 50 s.d. 90 km/jam
Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal 185-186
Peta rute
Lintas KA Solo-Yogyakarta-Jakarta
Untuk Kereta api:
Ke Surabaya
Solo Balapan
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Jembatan Kali Bogowonto
Jenar
Kutoarjo
Kebumen
Karanganyar
Gombong
Terowongan Ijo
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Bumiayu
Ke Tegal
Jawa Tengah
Jawa Barat
Ciledug
Ke Semarang
Cirebon Prujakan
Haurgeulis
Ke Bandung
Bekasi KRL Icon Blue.svg  ARS 
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Ke Gambir
Pasar Senen KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk5.png
Ke Jakarta Kota
Keterangan:
  • Senja Utama Solo berterminus di Stasiun Solo Balapan
  • Bengawan berterminus di Stasiun Solo Purwosari
  • Bogowonto, Gajahwong, Jaka Tingkir, Progo, dan Mataram berterminus di Stasiun Lempuyangan
  • Fajar/Senja Utama Yogya berterminus di Stasiun Yogyakarta
  • Di Haurgeulis, Bogowonto berhenti (arah Lempuyangan), Gajah Wong (arah Jakarta) dan Fajar Utama Yogya sebaliknya
  • Di Bekasi, Bogowonto dan Fajar Utama Yogya tidak berhenti (arah Yogyakarta)
  • Di Bekasi, Senja Utama (Yogya/Solo), Bengawan, Jaka Tingkir, Gajahwong, Mataram, dan Progo berhenti (arah Yogyakarta)
  • Progo melintas langsung Yogyakarta, Kebumen, Ciledug, dan Haurgeulis
  • Hanya Gajah wng yang berhenti di Karanganyar (arah Jakarta) dan Bumiayu
  • Hanya Bogowonto yang berhenti di Jenar
  • Hanya Fajar Utama Yogya, Bogowonto, dan Gajah Wong yang berhenti di Kroya (arah Jakarta)
  • Hanya Senja Utama (Yogya/Solo), Bogowonto, Bengawan, Gajahwong, Jakatingkir dan Progo yang berhenti di Kroya (arah Yogyakarta)

Kereta api Progo (Hanacaraka: ꦱꦼꦥꦸꦂꦥꦿꦒ , Sepur Praga) adalah kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia untuk melayani relasi perjalanan Lempuyangan - Pasar Senen yang berjalan pada sore dan malam hari.

Cikal-bakal KA Progo adalah seri kereta api Senja di dasa warsa 1970-an. Pada awal 1980-an dilakukan penataan ulang, dalam seri ini, salah satunya diwujudkan sebagai Senja Ekonomi Yogya, dengan relasi Stasiun Gambir - Yogyakarta. Pada perjalanan waktu, relasi diubah menjadi Stasiun Pasar Senen - Stasiun Lempuyangan.

Selanjutnya, KA ini diganti namanya menjadi Empu Jaya (singkatan dari "Lempuyangan-Jakarta Raya"), seiring dengan penggantian keseluruhan rangkaian kereta. Dalam pengoperasiannya, KA Empu Jaya sering mengalami kecelakaan, sehingga pada tahun 2001 diputuskan mengganti nama menjadi KA Progo pada tahun 2002.[1]

Sepanjang perjalanan, kereta ini berhenti di Stasiun Jatinegara, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Purwokerto, Stasiun Gombong, Stasiun Karanganyar, Stasiun Kebumen, Stasiun Kutoarjo, dan Stasiun Wates.

Rangkaian kereta api Progo terdiri atas sebuah lokomotif, delapan kereta ekonomi atau kereta ekonomi penumpang plus pembangkit (K3/KP3) dan satu kereta makan dan pembangkit (KMP3).

Pada pagi hari di Jakarta, rangkaian kereta ini akan digunakan sebagai KA Tegal Ekspres relasi Pasar Senen-Tegal PP.

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama Progo berasal dari nama sungai di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Kali Progo yang memisahkan Kabupaten Kulonprogo dengan Kabupaten Bantul Dan Sleman.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini bersifat fluktuatif, yakni berkisar antara Rp 115.000,00 - Rp 160.000,00 bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam rute berikut.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal perjalanan KA Progo mulai 1 April 2017.[2]

(KA 185 Progo Lempuyangan - Pasar Senen)

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Lempuyangan - 14.45
Wates 15.17 15.20
Kutoarjo 15.52 15.59
Gombong 16.50 16.52
Kroya 17.28 17.32
Purwokerto 18.15 18.29
Cirebon Prujakan 20.26 20.37
Bekasi 23.12 23.14
Jatinegara 23.30 23.32
Pasar Senen 23.42 -

(KA 186 Progo Pasar Senen - Lempuyangan)

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Pasar Senen - 22.20
Cirebon Prujakan 01.19 01.33
Purwokerto 03.26 03.42
Gombong 04.34 04.36
Kebumen 04.54 04.56
Kutoarjo 05.29 05.33
Wates 06.03 06.05
Lempuyangan 06.38 -

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 3 Juli 2009, kereta api Progo menabrak Honda Genio nopol B 2024 IW di perlintasan tanpa palang di Desa Gambarsari, Kebasen, Banyumas, pukul 05.15 WIB. Naas, ketika mobil mogok, kereta api Progo lewat dan menyeruduk mobil tersebut hingga terseret. Ketiga orang berhasil menyelamatkan diri.[3]
  • Pada tanggal 9 April 2015, di km 302+01, terjadi pembakaran jalan rel oleh dua orang pelajar. Dua remaja tersebut langsung ditangkap petugas PT KAI di sekitar Stasiun Linggapura. Kedua remaja yang bernama Ahmad Ega bin Rosidin serta Suseno bin Sutaryono yang mengaku siswa MTs Nurul Ulum ini diserahkan ke Polsek Tonjong. Corporate communication Daop 5, Surono, menyatakan bahwa kejadian tersebut dilaporkan oleh Masinis Widyatmoko dan Asisten Mujayin yang berdinas KA Progo dengan 10 gerbong ekonomi. Keduanya dijerat pasal 38 Undang-Undang No. 23 Tahun 2007.[4]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]