Kereta api Matarmaja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kereta api Matarmaja
Plat nama KA Matarmaja.png
Ka Matarmaja Full Livery.jpg
Info
Kelas Ekonomi AC
Sistem Kereta api ekonomi jarak jauh
Status Beroperasi
Lokal Daop 8 Surabaya
Stasiun terminus Malang Kota Baru
Pasar Senen
Rute pelayanan 1
Nomor KA 171-172
Operasional
Dibuka 28 September 1983
Ditutup -
Dibuka kembali -
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Operator Daerah Operasi VIII Surabaya
Depot Kereta: Malang (ML)
Lokomotif: Jatinegara (JNG)
Stanformasi CC 201/CC 203
Teknis
Jarak tempuh 881 km
Lebar sepur 1067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasi 40 s.d. 100 km/jam
Ketinggian maksimum (mdpl) +444 m (Malang)
Peta Rute

Peta rute KA Matarmaja:

Continuation backward
Ke Surabaya
Station on track
Stasiun Malang
Station on track
Stasiun Malang Kotalama
Station on track
Stasiun Kepanjen
Stop on track
Stasiun Sumberpucung
Enter and exit tunnel
Terowongan Dwi Bakti Karya
Enter and exit tunnel
Terowongan Eka Bakti Karya
Transverse water Bridge over water Water turning from right
Jembatan Lahor
Stop on track
Stasiun Kesamben
Stop on track
Stasiun Wlingi
Station on track
Stasiun Blitar
Stop on track
Stasiun Ngunut
Station on track
Stasiun Tulungagung
Station on track
Stasiun Kediri
Continuation to left Unknown route-map component "KRWg+r"
Ke Surabaya
Transverse water Bridge over water Transverse water
Jembatan Kali Brantas
Station on track
Stasiun Kertosono
Station on track
Stasiun Madiun
Unrestricted border on track
Perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah
Station on track
Stasiun Solo Jebres
Junction both to and from left Continuation to right
Ke Yogyakarta
Stop on track
Stasiun Gundih (tidak berhenti)
Continuation to left Junction to right
Ke Surabaya
Station on track
Stasiun Kedungjati (tidak berhenti)
Steam train Junction to left Continuation to right
Ke Ambarawa
Continuation to left Unknown route-map component "KRWg+r"
Ke Surabaya
Station on track
Stasiun Semarang Poncol
Station on track
Stasiun Pekalongan
Station on track
Stasiun Tegal
Junction to left Continuation to right
Ke Kroya
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Ke Kroya
Unrestricted border on track
Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat
Station on track
Stasiun Cirebon Prujakan
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Ke Bandung
Station on track
Stasiun Cikampek (tidak berhenti)
Unrestricted border on track
Perbatasan Jawa Barat dan DKI Jakarta
Station on track
Stasiun Jatinegara
Junction to left Continuation to right
Ke Manggarai
Station on track
Stasiun Pasar Senen
Continuation forward
Ke Jakarta Kota
KA Matarmaja
Kereta Api Matarmaja AC memasuki Stasiun Pasar Senen dari Malang

Kereta api Matarmaja adalah kereta api penumpang kelas Ekonomi AC yang dimiliki dan dioperasikan PT Kereta Api Indonesia yang melayani koridor Malang KotabaruPasar Senen. Istilah Matarma Somar Pekagalbre Cireja merupakan singkatan dari kota-kota yang dilalui oleh KA ini, yaitu Malang, Blitar, Madiun, Solo, Semarang, Pekalongan, Tegal, Brebes, Cirebon dan Jakarta.

Awalnya, kereta api ini melayani rute Madiun-Jakarta, pp, dengan nama kereta api Senja Maja. Atas permintaan pengguna jasa pada tahun 1983, relasi diperpanjang hingga Blitar, lalu Malang. Pada awalnya, rangkaian kereta api Matarmaja berisi rangkaian ekonomi dan satu kereta bisnis, namun kemudian diubah menjadi keseluruhannya rangkaian ekonomi.

Dalam pengoperasiannya, KA ini juga mengalami perubahan jalur. Awalnya KA ini menjalani rute selatan (lewat Purwokerto dan Yogyakarta), namun kemudian, demi mengisi kekosongan petak SemarangSolo (di Stasiun Kedungjati terdapat jalur cabang ke Ambarawa. Sedangkan, di Stasiun Solo Balapan terdapat cabang ke Yogyakarta lalu berbelok ke Ngabean (dari Stasiun Yogyakarta terdapat percabangan ke Bantul dan Magelang, dari Stasiun Ngabean terdapat percabangan ke Jalur kereta api Ngabean-Pundong hingga ke Pundong, Bantul), kemudian ke Bantul, Palbapang dan menyambung dengan Jalur kereta api Palbapang-Sewugalur hingga berakhir di Stasiun Sewugalur di Galur, Kulon Progo, namun Jalur Ngabean-Pundong dan Palbapang-Sewugalur telah dibongkar oleh Jepang tahun 1942-1943, hanya rel kereta api Yogyakarta-Palbapang masih aktif sampai tahun 1973.) atau jalur ex NIS dengan gauge sebelumnya 1,435 mm (4 ft 8 12 in) (pada tahun 1942-1943, rel ini dikonversi ke 1,067 mm (3 ft 6 in)), KA ini akhirnya dioperasikan lewat jalur utara (Tegal, Pekalongan hingga Semarang atau jalur ex SCS.) (Dahulu dari Stasiun Semarang Tawang terdapat jalur cabang ke Demak (dari Stasiun Demak terdapat percabangan jalur KA menuju Purwodadi hingga Blora) lalu sampai ke Kudus (dari Stasiun Kudus terdapat percabangan jalur KA menuju Mayong (dari Stasiun Mayong terdapat percabangan menuju Welahan) hingga berakhir di Pecangaan), lalu berlanjut sampai ke Pati, Juana (dari Stasiun Juana terdapat percabangan menuju Bulumanis hingga berakhir di Tayu) hingga Rembang (dari Stasiun Rembang terdapat percabangan menuju Blora hingga berakhir di Cepu yang tepatnya di stasiun kereta api Cepu yang dimiliki SJS, lalu berbelok ke stasiun kereta api Cepu yang dimiliki NIS) lalu berlanjut hingga Lasem hingga berakhir di Jatirogo, Tuban, Jawa Timur (dari Stasiun Jatirogo terdapat jalur KA yang berlanjut ke Bojonegoro yang dimiliki NIS) yang dimiliki ex SJS yang telah ditutup sejak 1980-an akhir - 1990-an awal) dan kemudian berbelok ke jalur cabang arah Solo barulah kemudian menuju ke Malang. Dengan harga tiket Rp109.000,00 saat ini Matarmaja menggunakan kereta ekonomi AC terbaru.[1][2] Waktu tempuh berbeda dengan bus AKAP, karena waktu 12 jam jika melewati Jalan Tol Semarang–Solo (tarif tol Rp6.000,00 dan beli bensin Rp4.500,00) dan 15 jam jika melewati Salatiga dan Boyolali.

Angkutan ini memudahkan warga Semarang dan sekitarnya, seperti Kendal, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Jepara, Blora, Cepu, Purwodadi, Wirosari, sebagian Bojonegoro, sebagian Tuban, sebagian Ngawi, sebagian Boyolali dan sebagian Sragen yang hendak berlibur ke Malang Raya pada hari liburan.

Rangkaian kereta[sunting | sunting sumber]

Rangkaian kereta api ini (stamformasi) terdiri atas sebuah lokomotif, 8 rangkaian kereta api ekonomi AC dengan livery "Kesepakatan" (K3), sebuah kereta makan pembangkit (KMP3), satu gerbong bagasi, dan satu gerbong pembangkit.

Stasiun-stasiun yang disinggahi[sunting | sunting sumber]

Kereta ini singgah di Stasiun Malang, Stasiun Kepanjen, Stasiun Sumberpucung, Stasiun Kesamben, Stasiun Wlingi, Stasiun Blitar, Stasiun Ngunut, Stasiun Tulungagung, Stasiun Kediri, Stasiun Nganjuk, Stasiun Madiun, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Pekalongan, Stasiun Tegal, Stasiun Babakan, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Jatibarang, Stasiun Haurgeulis, Stasiun Jatinegara, dan Stasiun Pasar Senen.

Jadwal Perjalanan[sunting | sunting sumber]

KA 161 (Malang-Pasar Senen)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Malang - 23.15
Kepanjen 23.41 23.45
Sumberpucung 00.01 00.03
Kesamben 00.25 00.27
Wlingi 00.42 00.44
Blitar 01.10 01.14
Ngunut 01.38 01.40
Tulungagung 01.55 01.58
Kediri 02.32 02.36
Nganjuk 03.31 03.33
Madiun 04.14 04.36
Paron 04.59 05.01
Sragen 05.36 05.39
Kemiri 05.54 06.02
Solojebres 06.13 06.21
Semarang Tawang 08.38 08.57
Pekalongan 10.22 10.28
Tegal 11.18 11.25
Babakan 12.07 12.09
Cirebonprujakan 12.29 12.47
Jatibarang 13.22 13.24
Haurgeulis 13.57 13.59
Jatinegara 15.45 15.47
Pasar Senen 15.56 -
KA 162 (Pasar Senen-Malang)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Pasar Senen - 16.30
Haurgeulis 18.24 18.26
Jatibarang 18.59 19.01
Cirebonprujakan 19.36 19.48
Babakan 20.08 20.10
Tegal 20.52 20.56
Pekalongan 21.42 21.49
Semarang Tawang 23.14 23.29
Gundih 00.59 01.08
Salem 01.33 01.39
Solojebres 02.02 02.12
Sragen 02.36 02.38
Paron 03.13 03.15
Madiun 03.38 03.48
Nganjuk 04.29 04.32
Kediri 05.27 05.30
Tulungagung 06.04 06.06
Ngunut 06.21 06.23
Blitar 06.47 06.52
Wlingi 07.18 07.20
Kesamben 07.35 07.37
Pohgajih 07.49 07.57
Sumberpucung 08.09 08.11
Kepanjen 08.27 08.29
Malang Kotalama 08.52 08.54
Malang 08.59 -

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 22 April 2013, di daerah Bagor, Nganjuk, kereta api Matarmaja ditabrak (bukan menabrak) bus Sugeng Rahayu pada pukul 21.00. Diduga disebabkan karena sopir bus tergesa-gesa menyeberang perlintasan sebidang.[3]
  • Pada hari Minggu, tanggal 12 Juli 2015, KA Matarmaja jurusan Jakarta-Malang anjlok di Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi, Blitar. KA Matarmaja ini anjlok di posisi tikungan, anjloknya KA Matarmaja ini tak terjadi pada rangkaian gerbong sehingga dipastikan penumpang aman. Penumpang berhasil dievakuasi dengan bus menuju Malang. Hingga saat ini penyebab utama anjloknya KA Matarmaja masih dalam penyelidikan. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.[4]
  • Pada tanggal 24 Agustus 2015, terjadi anjlokan kereta api Matarmaja di Garum, Blitar. Kereta yang dihela lokomotif CC201 04 06 ini kemudian langsung dievakuasi karena masih berada di atas rel. Tiada korban jiwa, namun dua kereta api, Gajayana dan Malabar tertahan di Stasiun Blitar.[5]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]