Stasiun Ngawi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Ngawi

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun NGW.png
  • Singkatan: NGW
  • Nomor: 4011
Stasiun Ngawi 2019.jpg
Bangunan baru Stasiun Ngawi, 2019
Nama lainStasiun Paron
LokasiJalan Raya Paron
Gelung, Paron, Ngawi, Jawa Timur 63253
Indonesia
Ketinggian+56 m
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkalkm 191+648 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang cukup tinggi, satu peron pulau yang agak tinggi di antara jalur 2 dan 3, serta dua peron pulau yang cukup tinggi)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Konstruksi
ParkirYa
Akses difabelYa
Informasi lain
KlasifikasiII[butuh rujukan]
Sejarah
Nama sebelumnyaStasiun Paron (1883–2019)[2]
Layanan
Bangunkarta, Gajayana Fakultatif, Malabar, Singasari, Brantas (reguler & tambahan), Wijayakusuma, Anjasmoro, Sancaka (jadwal malam arah Yogyakarta), Logawa, Majapahit, Jayakarta, Matarmaja (reguler & tambahan), Kahuripan, Pasundan, Sri Tanjung, dan Parcel ONS
Teknis
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Lokasi pada peta
Stasiun Ngawi berlokasi di Indonesia
Stasiun Ngawi
Stasiun Ngawi
Lokasi di Indonesia

Stasiun Ngawi (NGW) adalah stasiun kereta api yang terletak di Gelung, Paron, Ngawi; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun pada ketinggian +56 m. Stasiun ini berjarak 8–10 km ke arah barat daya pusat pemerintahan Kabupaten Ngawi.

Sebelum 1 Desember 2019, stasiun ini bernama Stasiun Paron (PA), sesuai dengan nama kecamatan tempat stasiun ini berada.[2] Usulan perubahan nama stasiun ini telah muncul sejak Maret 2018.[3][4][5]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Bangunan lama Stasiun Paron yang kini telah dirobohkan, 2009

Stasiun Ngawi awalnya memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 yang lama merupakan sepur lurus serta satu sepur badug lama di sisi timur laut stasiun. Setelah jalur ganda ruas GenengKedungbanteng dioperasikan sejak 30 November 2019,[6] jumlah jalur bertambah menjadi empat. Jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus arah Solo, jalur 2 yang lama diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus arah Madiun, dan jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 4 dengan percabangan di sisi timur laut sebagai sepur badug baru.

Bangunan lama stasiun peninggalan PJKA telah dirobohkan karena terkena dampak pembangunan jalur 1 yang baru di bekas sepur badug lama dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar. Gudang peninggalan Staatsspoorwegen juga telah dirobohkan karena lahan tersebut dijadikan tempat bangunan baru stasiun. Kanopi stasiun sebelumnya—bekas kanopi Stasiun Pare, stasiun nonaktif di wilayah Pare, Kediri, hanya menaungi dua jalur—diganti dengan kanopi yang lebih besar supaya dapat menaungi tiga jalur. Selain itu, sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem elektrik.[7]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi premium[sunting | sunting sumber]

Jayakarta, tujuan Jakarta via Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon dan tujuan Surabaya via Madiun-Jombang

Kelas ekonomi plus[sunting | sunting sumber]

Majapahit, tujuan Jakarta via Solo-Semarang-Cirebon dan tujuan Malang via Madiun-Blitar

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Parcel ONS (over-night service), tujuan Malang via Blitar dan tujuan Jakarta via Yogyakarta-Purwokerto

Papasan dan persusulan[sunting | sunting sumber]

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Ngawi per 15 November 2020 (revisi Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Plus 00.08 00.10
118 Brantas Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi 00.24 00.26
80 Bangunkarta Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 00.55 00.57
110B Singasari Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi Plus 03.45 04.17
108 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 06.02 06.04
127 Anjasmoro Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 07.03 07.05
252 Majapahit Malang Kotabaru (ML) Ekonomi Plus 08.04 08.06
295 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 08.17 08.19
302/303 Sri Tanjung Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) 09.25 09.27
294 Kahuripan Blitar (BL) 10.02 10.04
298/299 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Bisnis & Ekonomi 11.05 11.07
300/297 Purwokerto (PWT) 14.10 14.12
291 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi 14.27 14.29
117 Brantas Eksekutif & Ekonomi 15.39 15.44
128 Anjasmoro Jombang (JG) Eksekutif & Ekonomi Plus 15.41 15.43
304/301 Sri Tanjung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Ekonomi 17.13 17.15
253 Jayakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi Premium 17.29 17.31
79 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 18.56 18.58
109B Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 19.52 20.10
293 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 20.32 20.34
124/125 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 20.45 20.47
181 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) 21.03 21.05
107 Malabar Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 21.19 21.21
296 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi 21.29 21.31
292 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) 21.41 21.43
126/123 Wijayakusuma Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi Premium 21.56 21.58
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium 23.09 23.11
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7016 Brantas Tambahan Blitar (BL) Bisnis & Ekonomi Plus 00.39 00.42
91F Gajayana Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 00.44 00.46
92F Malang Kotabaru (ML) 10.15 10.21
7015 Brantas Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Semarang Tawang (SMT)

Bisnis & Ekonomi Plus 11.52 11.54
7017 Matarmaja Tambahan Ekonomi 12.20 12.39
7018 Malang Kotabaru (ML) 20.27 20.29

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 2 Juni 2007 pukul 12.15, kereta api ketel anjlok sejauh 100 meter di barat Stasiun Paron yang mengakibatkan delapan as roda dari tiga gerbong ketel yang anjlok mengalami kerusakan serta jalur lintas selatan terganggu selama 5 jam. Penyebab kejadian ini diduga karena adanya bantalan rel yang patah.[8]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b "Nama 4 Stasiun Kereta Api Bakal Berubah, Jangan Sampai Salah Turun". Liputan6. 2019-11-25. Diakses tanggal 2019-12-02. 
  3. ^ "Nama Stasiun Paron Mau Diganti ? Dewan Ngawi Meradang". Siaga Indonesia. 2018-03-02. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  4. ^ "Realisasi Perubahan Nama Stasiun Paron | Radar Madiun". Radar Madiun. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  5. ^ "Rencana Per 1 Desember 2019 Nama Stasiun Barat diganti Menjadi Stasiun Magetan". Suara Kumandang. 2019-07-18. Diakses tanggal 2019-11-02. 
  6. ^ Azka, Rinaldi Mohammad. "Jalur Ganda KA Jombang-Solo 180 Km Mulai Dipakai". bisnis.com. Diakses tanggal 2019-11-30. 
  7. ^ "Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api". Jawa Pos. 26 September 2017. 
  8. ^ Liputan6.com. "Tiga Gerbong Kereta Pengangkut BBM Anjlok". liputan6.com. Diakses tanggal 2018-04-19. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kedunggalar
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Geneng
ke arah Kertosono

Koordinat: 7°26′31″S 111°23′09″E / 7.441919°S 111.385756°E / -7.441919; 111.385756