Stasiun Ngawi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Ngawi
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun NGW.png
  • Singkatan: NGW
  • Nomor: 4011
Stasiun Ngawi 2019.jpg
Bangunan baru stasiun yang beroperasi setelah jalur ganda segmen Geneng–Kedungbanteng selesai
Nama lainStasiun Paron
AlamatJalan Raya Paron
Gelung, Paron, Ngawi
Jawa Timur 63253
Ketinggian+56 m
Letakkm 191+648 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Konstruksi
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang cukup tinggi, satu peron pulau yang agak tinggi di antara jalur 2 dan 3, serta dua peron pulau yang cukup tinggi)
Fasilitas
  • Parkir
  • Akses difabel
  • Ruang VIP
  • Area merokok
  • Toilet
  • Boarding pass
  • Musala
  • Ruang ibu menyusui
Informasi lain
Kelas stasiunI[2]
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Sejarah
Nama sebelumnyaStasiun Paron (1883–2019)[3]
Layanan
Bangunkarta, Gajayana Fakultatif, Malabar, Singasari, Brantas (reguler & tambahan), Wijayakusuma, Anjasmoro, Sancaka (reguler jadwal malam & fakultatif), Logawa, Majapahit, Jayakarta, Matarmaja (reguler & tambahan), Kahuripan, Pasundan (reguler & tambahan), dan Sri Tanjung
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Stasiun Ngawi (NGW) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Gelung, Paron, Ngawi. Stasiun yang terletak pada ketinggian +56 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini terbilang ramai karena letaknya paling dekat dengan wilayah Kota Ngawi, sekitar 8-10 kilometer.

Awalnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 eksisting merupakan sepur lurus ditambah satu sepur badug di sisi timur laut stasiun. Setelah jalur ganda pada segmen lintas Geneng-Kedungbanteng resmi dioperasikan per 30 November 2019,[4] jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 1 eksisting diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus untuk arah Solo saja, jalur 2 eksisting diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah Madiun, dan jalur 3 eksisting diubah menjadi jalur 4 dengan percabangan di sisi timur lautnya sebagai sepur badug yang baru. Bangunan stasiun yang lama peninggalan era PJKA telah dirobohkan karena terkena pembangunan ulang sepur badug tersebut menjadi jalur 1 yang baru sehingga digantikan dengan bangunan baru berukuran lebih besar yang berjarak sekitar 50 meter di sebelah timur laut posisi bangunan yang lama. Selain itu, sistem persinyalan telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.[5]

Gudang peninggalan Staatsspoorwegen di timur stasiun ini sudah dirobohkan terlebih dahulu karena tanah tempat gudang ini berdiri dijadikan lokasi bangunan baru stasiun. Overcapping stasiun yang menggunakan bekas overcapping Stasiun Parestasiun nonaktif di wilayah Pare, Kediri—juga sudah dibongkar dan tak diketahui keberadaannya. Sebagai penggantinya, stasiun ini menggunakan overcapping baru berukuran lebih besar yang mengakomodasi tiga jalur, tidak seperti overcapping Pare yang hanya mengakomodasi dua jalur.

Nama stasiun ini, yang sebelumnya bernama Stasiun Paron (PA), berganti pada tanggal 1 Desember 2019. Usulan ini telah muncul sejak Maret 2018.[3][6][7][8]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi premium[sunting | sunting sumber]

Jayakarta, tujuan Jakarta via Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon dan tujuan Surabaya via Madiun-Jombang

Kelas ekonomi plus[sunting | sunting sumber]

Majapahit, tujuan Jakarta via Solo-Semarang-Cirebon dan tujuan Malang via Madiun-Blitar

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Papasan dan persusulan[sunting | sunting sumber]

KA Matarmaja Tambahan tujuan Jakarta (KA 7017) disusul KA Ranggajati tujuan Cirebon (KA 122/119) yang melintas langsung.

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Ngawi per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Plus 00.08 00.10
118 Brantas Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi 00.24 00.26
80 Bangunkarta Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 00.55 00.57
108 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 06.02 06.04
252 Majapahit Ekonomi Plus 08.04 08.06
295 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 08.17 08.19
302/303 Sri Tanjung Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) 09.25 09.27
294 Kahuripan Blitar (BL) 10.02 10.04
298/299 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Bisnis & Ekonomi 11.05 11.07
109 Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 11.09 11.11
300/297 Logawa Purwokerto (PWT) Bisnis & Ekonomi 14.10 14.12
291 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi 14.27 14.29
117 Brantas Eksekutif & Ekonomi 15.39 15.44
128 Anjasmoro Jombang (JG) Eksekutif & Ekonomi Plus 15.41 15.43
304/301 Sri Tanjung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Ekonomi 17.13 17.15
253 Jayakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi Premium 17.29 17.31
79 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 18.56 18.58
182 Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium 19.00 19.02
293 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 20.32 20.34
124/125 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 20.45 20.47
181 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) 21.03 21.05
107 Malabar Jakarta Pasar Senen (PSE) via Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 21.19 21.21
296 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi 21.29 21.31
292 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) 21.41 21.43
126/123 Wijayakusuma Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi Premium 21.56 21.58
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium 23.09 23.11
127 Anjasmoro Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 23.32 23.34
110 Singasari Blitar (BL) 23.51 23.53
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7016 Brantas Tambahan Blitar (BL) Bisnis & Ekonomi Plus 00.39 00.42
91F Gajayana Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 00.44 00.46
7019 Pasundan Tambahan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 09.24 09.42
92F Gajayana Fakultatif Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 10.15 10.21
215F Sancaka Fakultatif Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 11.34 11.37
7015 Brantas Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Bisnis & Ekonomi Plus 11.52 11.54
7017 Matarmaja Tambahan Ekonomi 12.20 12.39
216F Sancaka Fakultatif Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Plus 20.03 20.06
7018 Matarmaja Tambahan Malang Kotabaru (ML) Ekonomi 20.27 20.29
7020 Pasundan Tambahan Surabaya Gubeng (SGU) 20.59 21.02

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 2 Juni 2007 pukul 12.15, kereta api pengangkut BBM mengalami anjlok sejauh 100 meter di barat Stasiun Paron. Akibat kejadian tersebut, delapan as roda dari tiga ketel yang anjlok mengalami kerusakan, dan jalur lintas selatan terganggu selama 5 jam. Diduga penyebabnya adalah putusnya bantalan rel KA.[9]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ a b Liputan6.com (2019-11-25). "Nama 4 Stasiun Kereta Api Bakal Berubah, Jangan Sampai Salah Turun". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-12-02. 
  4. ^ Azka, Rinaldi Mohammad. "Jalur Ganda KA Jombang-Solo 180 Km Mulai Dipakai". bisnis.com. Diakses tanggal 2019-11-30. 
  5. ^ "Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api". Jawa Pos. 26 September 2017. 
  6. ^ didik (2018-03-02). "Nama Stasiun Paron Mau Diganti ? Dewan Ngawi Meradang". siagaindonesia.com. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  7. ^ admin. "Realisasi Perubahan Nama Stasiun Paron | Radar Madiun" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-29. 
  8. ^ redaksiSKI (2019-07-18). "Rencana Per 1 Desember 2019 Nama Stasiun Barat diganti Menjadi Stasiun Magetan". Suara Kumandang. Diakses tanggal 2019-11-02. 
  9. ^ Liputan6.com. "Tiga Gerbong Kereta Pengangkut BBM Anjlok". liputan6.com. Diakses tanggal 2018-04-19. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kedunggalar
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Geneng
ke arah Kertosono

Koordinat: 7°26′31″S 111°23′09″E / 7.441919°S 111.385756°E / -7.441919; 111.385756