Lintas Rel Terpadu Palembang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari LRT Palembang)
Jump to navigation Jump to search
Lintas Rel Terpadu Palembang
LRT Palembang Depo 1.jpg
Info
Pemilik Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Pemerintah Kota Palembang
Wilayah Palembang, Indonesia
Jenis Angkutan cepat, Transportasi umum
Jumlah jalur 1
Jumlah stasiun 13
Penumpang harian -
Operasi
Dimulai 1 Agustus 2018[1]
Operator PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang
Waktu antara 30 menit
Teknis
Panjang sistem 24,5 km
Lebar sepur 1.067 mm (3 ft 6 in)
Listrik 750 V DC rel ketiga
Peta Jaringan LRT Palembang

Palembang LRT Map 1.1.png

Lintas Rel Terpadu Palembang (disingkat: LRT Palembang) adalah sebuah sistem angkutan cepat dengan kereta api ringan (LRT) yang sedang dibangun di Palembang, Indonesia dan menghubungkan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Kompleks Olahraga Jakabaring. Pembangunan LRT ini difungsikan sebagai sarana transportasi penunjang warga Palembang dan sekitarnya, termasuk untuk menunjang mobilitas penonton dan atlet pada Pesta Olahraga Asia 2018.[2][3] Diperkirakan proyek ini menghabiskan dana sedikitnya Rp9,4 triliun rupiah.[4]

LRT ini dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

LRT Palembang
S01
Bandara SMB II Airport interchange
S02
Asrama Haji
S03
Punti Kayu
S04
RSUD
S05
Garuda Dempo
S06
Demang
S07
Bumi Sriwijaya
S08
Dishub
S09
Cinde
S10
Ampera ferry/water interchange
Jembatan Ampera
S11
Polresta
S12
Jakabaring
S13
DJKA
Depot
Ogan Permata Indah

Pada awalnya Palembang merencanakan membangun monorel dari Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II ke Kompleks Olahraga Jakabaring sebagai alternatif transportasi umum karena berdasar penelitian yang ada, kota Palembang akan mengalami macet total pada 2019 mendatang.[5]

Dalam rangka menyambut Pesta Olahraga Asia 2018 di Palembang, rencana pembangunan monorel tersebut kemudian dibatalkan karena kesulitan mencari investor yang dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu serta proyek dianggap kurang menguntungkan. Monorel kemudian diganti dengan LRT yang dianggap lebih efektif. Proyek senilai Rp9,4 triliun ini diminta dibiayai oleh Pemerintah Pusat melalui APBN dan penugasan konstruksi pada BUMN.[6][7]

Presiden Joko Widodo kemudian menandatangani Perpres Nomor 116 Tahun 2015 tentang percepatan penyelenggaraan kereta api ringan di Sumatera Selatan tanggal 20 Oktober 2015. Menurut Perpres, pemerintah menugaskan kepada PT Waskita Karya Tbk untuk membangun prasarana LRT meliputi jalur termasuk konstruksi jalur layang, stasiun dan fasilitas operasi. Pendanaan proyek di 2016 akan dibiayai PT Waskita Karya. Selanjutnya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan mengalokasikan anggaran pembiayaan proyek tersebut pada APBN 2017 dan 2018.[8][9]

Pembangunan prasarana LRT Palembang selesai pada Februari 2018. Serangkaian uji coba dilaksanakan sejak Mei hingga Juli 2018, termasuk uji coba terbatas dengan penumpang pada 23-31 Juli 2018.[10] Direncanakan operasi penuh LRT Palembang dimulai pada 1 Agustus 2018.[1]

Stasiun[sunting | sunting sumber]

Ada 13 stasiun pada jalur LRT ini dan 1 depot.[11]

Stasiun Layanan penghubung Tempat terdekat Keterangan
Bandara SMB II Dibuka pada 1 Agustus 2018[12]
Asrama Haji Dibuka pada 7 September 2018
Punti Kayu
RSUD
Garuda Dempo
Demang
Bumi Sriwijaya Dibuka pada 1 Agustus 2018[12]
Dishub
Cinde Dibuka pada 1 Agustus 2018[12]
Ampera Dibuka pada 1 Agustus 2018[12]
Polresta
Jakabaring Dibuka pada 1 Agustus 2018[12]
DJKA Dibuka pada 1 Agustus 2018[12]

Referensi[sunting | sunting sumber]