Kereta api Jaka Tingkir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kereta api Jaka Tingkir
Plat nama KA Jaka Tingkir.png
KA Jaka Tingkir di Stasiun Jenar.JPG
Kereta api Jaka Tingkir dengan lokomotif CC201 berhenti di Stasiun Jenar.
Info
Kelas Ekonomi AC plus non-PSO
Sistem Kereta api ekspres reguler
Status Beroperasi
Lokal Daop 6 Jogja
Stasiun terminus Solo Purwosari
Jakarta Pasar Senen
Jumlah stasiun 10
Rute pelayanan 1
Nomor KA 155-156
Operasional
Dibuka 8 Desember 2013 sebagai kereta api ekonomi ac pso
4 November 2014 sebagai kereta api ekonomi ac non pso
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Operator Daerah Operasi VI Yogyakarta
Depot Solo Balapan (SLO), Untuk Rangkaian Kereta
Jatinegara (JNG) dan Yogyakarta (YK), Untuk Lokomotif Permanen
Sarana yang dijalankan CC 201, CC 203, CC 204 CC 206
Lebar sepur 1067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasi 60 s.d. 100 km/jam
Peta Rute
Lintas KA Solo-Yogyakarta-Jakarta
Untuk Kereta api:
Ke Surabaya
Solo Balapan
Purwosari
Klaten
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
Jembatan Kali Bogowonto
Jenar
Kutoarjo
Kebumen
Karanganyar
Gombong
Terowongan Ijo
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Bumiayu
Ke Tegal
Ciledug
Ke Semarang
Cirebon Prujakan
Haurgeulis
Ke Bandung
Bekasi
Jatinegara
Ke Gambir
Pasar Senen
Ke Jakarta Kota
Keterangan:
  • Senja Utama Solo berterminus di Stasiun Solo Balapan
  • Bengawan berterminus di Stasiun Solo Purwosari
  • Bogowonto,Gajahwong,Jakatingkir,Progo,Mataram berterminus di Stasiun Lempuyangan
  • Fajar/Senja Utama Yogya berterminus di Stasiun Yogyakarta
  • Di Haurgeulis, Bogowonto berhenti (arah Lempuyangan), Gajah Wong (arah Jakarta) dan Fajar Utama Yogya sebaliknya
  • Di Bekasi, Bogowonto dan Fajar Utama Yogya tidak berhenti (arah Yogyakarta)
  • Di Bekasi, Senja Utama (Yogya/Solo), Bengawan, Jaka Tingkir, Gajahwong, Mataram Premium dan Progo berhenti (arah Yogyakarta)
  • Progo melintas langsung Yogyakarta, Kebumen, Ciledug, dan Haurgeulis
  • Hanya Gajah Wong yang berhenti di Karanganyar (arah Jakarta) dan Bumiayu
  • Hanya Bogowonto yang berhenti di Jenar
  • Hanya Fajar Utama Yogya, Bogowonto, Gajah Wong yang berhenti di Kroya (arah Jakarta)
  • Hanya Senja Utama (Yogya/Solo), Bogowonto, Bengawan, Gajahwong, Jakatingkir dan Progo yang berhenti di Kroya (arah Yogyakarta)

Kereta api Jaka Tingkir atau disingkat Jakting (Hanacaraka: ꦱꦼꦥꦸꦂꦗꦏꦠꦶꦁꦏꦶꦂ , Sepur Joko Tingkir), adalah kereta api kelas ekonomi milik PT Kereta Api Indonesia di Jawa yang melayani rute Purwosari - Pasar Senen, pp. Kereta api ini merupakan kereta api kesembilan (Livery Kesepakatan) dan Ketujuh (Gelombang Livery) dengan gerbong yang dipesan sendiri oleh PT KAI dan tidak lagi didanai oleh Kementerian Perhubungan Indonesia, setelah kereta api Jayabaya.

Kereta api ini diluncurkan pada tanggal 8 Desember 2013. Awalnya, kereta api ini diberangkatkan dari Stasiun Solo Jebres. Namun, stasiun itu rencananya akan dijadikan sebuah museum dan pemberhentian kereta api ekonomi yang hendak melewati lintas utara setelah rute Solo-Madiun, seperti Brantas atau Matarmaja, sehingga pemberangkatan kereta api Bengawan dan Jaka Tingkir dipindahkan ke Stasiun Purwosari.

Kereta api ini diluncurkan untuk mengangkut penumpang yang hendak menggunakan kereta api Bengawan namun tak mendapat tiket kereta. Uniknya, kereta api ini hanya melayani rute tertentu, misalnya pada hari Senin kereta api ini melayani rute Purwosari-Pasar Senen. Pada hari Selasa kereta api ini melayani rute Pasar Senen-Purwosari. Sejak adanya rangkaian baru buatan PT Inka, kereta api ini bisa berjalan setiap hari.

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama Jaka Tingkir berasal dari sosok Raja Pajang yang gagah berani, Joko Tingkir. Ia naik takhta dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Keberaniannya itulah yang dilekatkan pada nama kereta ini sehingga menumbuhkan kebanggaan tersendiri bagi setiap penumpangnya.

Pemberhentian dan susunan rangkaian[sunting | sunting sumber]

Kereta api ini berhenti di Stasiun Klaten, Stasiun Yogya Lempuyangan, Stasiun Wates,Stasiun Jenar, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Gombong, Stasiun Purwokerto, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Jakarta Jatinegara, dan berakhir di Stasiun Pasar Senen.

Kereta api ini membawa: 8 kereta ekonomi AC (K3), 1 kereta makan pembangkit (MP3), serta 1 kereta barang (B), milik dipo kereta api Solo Balapan (SLO).

Rangkaian baru[sunting | sunting sumber]

Mulai bulan November 2014 KA Jaka Tingkir menggunakan 2 rangkaian kereta ekonomi AC baru buatan PT Inka seperti yang digunakan pada Jayabaya, serta akan segera ditiru oleh semua rangkaian gerbong yang akan melaksanakan pemeliharaan akhir mulai 2014-2015.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal sesuai Gapeka 2015 Revisi 1[1]

KA 155 Jaka Tingkir (Purwosari-Pasar Senen)

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Purwosari - 18.15
Klaten 18.37 18.41
Lempuyangan 19.03 19.13
Wates 19.37 19.40
Jenar 19.58 20.01
Kutoarjo 20.13 20.21
Gombong 21.07 21.20
Kroya 21.43 21.46
Purwokerto 22.24 22.39
Bumiayu 23.15 23.17
Cirebon Prujakan 00.27 00.46
Jatibarang 01.20 01.30
Bekasi 03.22 03.25
Jatinegara 03.38 03.41
Pasar Senen 03.48 -

KA 156 Jaka Tingkir (Pasar Senen-Purwosari)

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Pasar Senen - 12.30
Jatibarang 14.45 14.48
Cirebon Prujakan 15.23 15.32
Stasiun Bumiayu 16.44 16.46
Purwokerto 17.27 17.36
Tambak 18.17 18.24
Gombong 18.37 18.41
Kebumen 19.08 19.14
Kutoarjo 19.39 19.48
Jenar 20.01 20.03
Wates 20.22 20.26
Lempuyangan 20.57 21.02
Klaten 21.25 21.29
Purwosari 21.52 -

Galeri[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ALIH Templat:Kereta api penumpang Indonesia