Kereta api Jaka Tingkir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Jaka Tingkir
300px
KA Jaka Tingkir di Stasiun Jenar.JPG
Kereta api Jaka Tingkir dengan lokomotif CC201 berhenti di Stasiun Jenar.
Informasi umum
Jenis layananKereta api ekspres
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VI Yogyakarta
Mulai beroperasi
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang9.300 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalLempuyangan
Jumlah pemberhentian9
Stasiun akhirPasar Senen
Jarak tempuh530 km
Waktu tempuh rerata8 Jam 30 hingga 8 Jam 55 Menit
Frekuensi perjalanansatu kali dalam perjalanan pulang pergi
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEkonomi AC Plus Non-PSO
Pengaturan tempat duduk64-80 tempat duduk disusun 2-2, saling berhadapan ke kiri ke kanan.
Fasilitas kateringAda, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanTidak
Fasilitas bagasiAda
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201/CC203
Lebar sepur1.067 mm
Penglistrikan-
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal147-148

Kereta api Jaka Tingkir atau disingkat Jakting (Hanacaraka: ꦱꦼꦥꦸꦂꦗꦏꦠꦶꦁꦏꦶꦂ , Sepur Joko Tingkir), Merupakan Kereta api penumpang Kelas Ekonomi AC Plus yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia dan Daerah Operasi VI Yogyakarta di Jawa yang melayani rute Lempuyangan-Pasar Senen dan Sebaliknya.

Kereta api ini dioperasikan untuk membantu tugas kereta api Progo, Gajah Wong, Bogowonto, dan Mataram Premium yang juga melayani relasi sama dengan Jaka Tingkir.

Sejarah KA Jaka Tingkir[sunting | sunting sumber]

Kereta api ini diluncurkan pada tanggal 8 Desember 2013. Awalnya, kereta api ini diberangkatkan dari Stasiun Solo Jebres. Namun, stasiun itu rencananya akan dijadikan sebuah museum dan pemberhentian kereta api ekonomi yang hendak melewati lintas utara setelah rute Solo-Madiun, seperti Brantas atau Matarmaja, sehingga pemberangkatan kereta api Bengawan dan Jaka Tingkir dipindahkan ke Stasiun Purwosari.

Kereta api ini diluncurkan untuk mengangkut penumpang yang hendak menggunakan kereta api Bengawan namun tak mendapat tiket kereta. Uniknya, kereta api ini hanya melayani rute tertentu, misalnya pada hari Senin kereta api ini melayani rute Purwosari-Pasar Senen. Pada hari Selasa kereta api ini melayani rute Pasar Senen-Purwosari. Sejak adanya rangkaian baru buatan PT Inka, kereta api ini bisa berjalan setiap hari.

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama Jaka Tingkir berasal dari sosok Raja Pajang yang gagah berani, Joko Tingkir. Ia naik takhta dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Keberaniannya itulah yang dilekatkan pada nama kereta ini sehingga menumbuhkan kebanggaan tersendiri bagi setiap penumpangnya.

Pemberhentian[sunting | sunting sumber]

Kereta api ini berhenti di Stasiun Yogya Lempuyangan, Stasiun Wates, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Gombong, Stasiun Kroya, Stasiun Purwokerto, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Cikampek, Stasiun Jakarta Jatinegara, dan berakhir di Stasiun Pasar Senen.

Susunan Rangkaian[sunting | sunting sumber]

Kereta api ini merupakan kereta api kesembilan (sudah dihibahkan Ke KA Joglosemarkerto/livery kesepakatan ex gelombang livery) Trainset 2 dan Ketujuh (Livery Kesepakatan/saat ini) Trainset 5 dengan gerbong yang dipesan sendiri oleh PT KAI dan tidak lagi didanai oleh Kementerian Perhubungan Indonesia, setelah kereta api Jayabaya.

Kereta api ini ditarik oleh lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk PWT/YK/JNG dan membawa 4 kereta ekonomi AC (K3 2014), 1 kereta makan pembangkit (MP3 2014), 4 kereta ekonomi AC (K3 2014) serta 1 kereta barang (B), keseluruhan rangkaian kereta milik dipo kereta api Yogyakarta (YK).

Mulai bulan Desember 2018 KA Jaka Tingkir sudah menggunakan 1 gerbong kereta ekonomi AC baru buatan PT Inka tahun 2014 trainset 5 dan sisanya menggunakan rangkaian lama trainset 2 dengan livery kesepakatan ex gelombang livery telah dihibahkan Ke KA Joglosemarkerto.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini bersifat fluktuatif, yakni berkisar antara Rp 175.000,00 - Rp 310.000,00 bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam rute berikut.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal sesuai GAPEKA 2017[1]

Mengalami Perubahan Jadwal KA Jaka Tingkir per 1 Desember 2018 (revisi Gapeka 2017)

KA 147 Jaka Tingkir (LPN-PSE)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Lempuyangan - 19.00
Wates 19.29 19.31
Kutoarjo 19.59 20.06
Gombong 20.47 20.49
Kroya 21.14 21.40
Purwokerto 21.59 22.16
Bumiayu 22.58 23.00
Cirebon Prujakan 00.14 00.26
Jatibarang 00.59 01.01
Bekasi 02.58 03.00
Jatinegara 03.17 03.20
Pasar Senen 03.30 -
KA 148 Jaka Tingkir (PSE-LPN)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Pasar Senen - 07.15
Cikampek 08.20 08.23
Cirebon Prujakan 10.09 10.18
Bumiayu 11.33 11.36
Purwokerto 12.20 12.36
Kebumen 14.02 14.07
Kutoarjo 15.03 15.11
Wates 15.39 15.41
Lempuyangan 16.10 -

Galeri[sunting | sunting sumber]

Peta[sunting | sunting sumber]

Lintas KA Solo-Yogyakarta-Jakarta
Untuk Kereta api:
Ke Surabaya
Solo Balapan
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Jembatan Kali Bogowonto
Jenar
Kutoarjo
Kebumen
Karanganyar
Gombong
Terowongan Ijo
Sumpiuh
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Bumiayu
Ke Tegal
Ketanggungan
Jawa Tengah
Jawa Barat
Ciledug
Ke Semarang
Cirebon Prujakan
Cirebon
Jatibarang
Haurgeulis
Ke Bandung
Cikampek
Bekasi KRL Icon Blue.svg  ARS 
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Ke Gambir
Pasar Senen KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk5.png
Ke Jakarta Kota
Keterangan:

1. Stasiun terminus kereta api

  • Solo Balapan: KA Senja Utama Solo
  • Purwosari: KA Bengawan
  • Lempuyangan: KA Bogowonto, KA Gajahwong, KA Jaka Tingkir, KA Progo, dan KA Mataram
  • Yogyakarta: KA Fajar/Senja Utama Yogya

2. Stasiun pemberhentian

  • Sebagian besar KA arah Jakarta berhenti di Bekasi, kecuali KA Fajar Utama Yogya dan Bogowonto
  • KA Fajar/Senja Utama Yogya dan Senja Utama Solo berhenti di Cirebon, sedangkan lainnya berhenti di Cirebon Prujakan
  • Hanya KA Jaka Tingkir arah Lempuyangan saja yang berhenti di Cikampek
  • Hanya KA Bogowonto arah Lempuyangan, Gajahwong arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya yang berhenti di Haurgeulis
  • Hanya KA Bengawan arah Purwosari, Jaka Tingkir arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya yang berhenti di Jatibarang
  • Hanya KA Bengawan arah Jakarta, Bogowonto, dan Gajahwong yang berhenti di Ciledug
  • Hanya KA Fajar Utama Yogya arah Jakarta dan Gajahwong arah Lempuyangan saja yang berhenti di Ketanggungan
  • Hanya KA Fajar Utama Yogya, KA Jaka Tingkir, dan KA Gajahwong yang berhenti di Bumiayu
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kroya, kecuali KA Senja Utama Solo arah Solo, Jaka Tingkir arah Lempuyangan,
    Bengawan arah Purwosari, Progo arah Lempuyangan, dan Fajar Utama Yogya arah Jakarta
  • Hanya sebagian kecil KA arah Jakarta saja yang berhenti di Sumpiuh (KA Bengawan dan Mataram)
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Gombong, kecuali KA Senja Utama Yogya arah Yogyakarta,
    Jaka Tingkir arah Lempuyangan, Fajar Utama Yogya, dan Mataram
  • Hanya KA Gajah Wong arah Jakarta dan Fajar Utama Yogya arah Yogyakarta saja yang berhenti di Karanganyar
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kebumen, kecuali KA Senja Utama Solo arah Jakarta, Jaka Tingkir arah Jakarta,
    Progo arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya
  • Hanya KA Bogowonto saja yang berhenti di Jenar
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Yogyakarta, kecuali KA Mataram arah Lempuyangan, Jaka Tingkir,
    Bengawan, dan Progo
  • Hanya KA Senja Utama Solo saja yang melintas langsung di Wates, Lempuyangan, dan Purwosari
  • Hanya KA Senja Utama Solo dan Bengawan yang berhenti di Klaten


Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ [1]