Stasiun Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Bandung

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun BD.png
Stasiun Bandung 2020.jpg
Pintu masuk selatan Stasiun Bandung setelah dilakukan penataan dan pemasaran logo KAI yang baru, Desember 2020
Nama lainStasiun Hall
Lokasi
Koordinat6°54′51″S 107°36′08″E / 6.9142638°S 107.6023507°E / -6.9142638; 107.6023507Koordinat: 6°54′51″S 107°36′08″E / 6.9142638°S 107.6023507°E / -6.9142638; 107.6023507
Ketinggian+709 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi II Bandung
Letak dari pangkal
Jumlah peron
  • Satu peron sisi tinggi (peron jalur 1)
  • Tiga peron pulau yang tinggi (peron jalur 2 dan 3, 4 dan 5, 6 dan 7)
  • Dua peron pulau yang agak tinggi (antara jalur 1 dan 2 serta jalur 5 dan 6)
Jumlah jalur10 (jalur 3 dan 4: sepur lurus)
Konstruksi
ArsitekE.H. de Roo (pintu selatan sekarang)
Gaya arsitekturArt deco
Informasi lain
Kode stasiun
  • BD
  • 1430
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka17 Mei 1884; 136 tahun lalu (1884-05-17)
Dibangun kembali1927-1928
Perusahaan awalStaatsspoorwegen
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Ciroyom
ke arah Padalarang
Lokal Bandung Raya
Padalarang-Cicalengka
Cikudapateuh
ke arah Cicalengka
Ciroyom
ke arah Purwakarta
Lokal Bandung Raya
Purwakarta-Cicalengka
Ciroyom
ke arah Padalarang
Lokal Bandung Raya
Padalarang-Cibatu
Cikudapateuh
ke arah Cibatu
Cimindi
ke arah Purwakarta
Lokal Cibatu
Purwakarta–Cibatu, p.p.
Layanan
Argo Wilis, Argo Parahyangan, Turangga, Malabar, Harina, Mutiara Selatan, Ciremai, Lodaya, Pangandaran, Lokal Cibatu, Lokal Bandung Raya, dan Parcel Selatan
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Siemens DrS60[3]
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket untuk KA jarak jauh dan KA lokal.

Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.

Juga terdapat mesin tiket (vending machine) untuk pembelian tiket KA lokal secara mandiri.
Lokasi pada peta
Stasiun Bandung berlokasi di Indonesia
Stasiun Bandung
Stasiun Bandung
Lokasi di Indonesia
Pintu masuk utara Stasiun Bandung, 2021

Stasiun Bandung (BD) atau Stasiun Hall adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kebonjeruk, Andir, Kota Bandung, tepatnya di perbatasan antara Kelurahan Pasirkaliki dan Kebonjeruk. Stasiun yang terletak pada ketinggian +709 meter ini merupakan stasiun utama PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini sebelumnya hanya memiliki satu buah bangunan stasiun. Setelah dilakukan renovasi oleh Pemerintah Kota Bandung, maka stasiun ini sekarang terbagi menjadi dua bagian walaupun tetap bersatu. Stasiun ini berlokasi di Jalan Stasiun Timur No. 1 (pintu selatan) dan Jalan Kebon Kawung No. 43 (pintu utara), Kota Bandung.

Stasiun ini sendiri juga terkenal sebagai terminal angkutan kota karena banyaknya angkot yang menuju stasiun ini sehingga secara otomatis ia menjadi terkenal di Kota Bandung dengan predikat "terminal angkot".[4] Stasiun ini adalah stasiun kereta api terbesar di Kota Bandung dan Jawa Barat.

Sejak tahun 2014, KA Lokal Bandung Raya dan KA Lokal Cibatu tidak dilayani di pintu utara Stasiun Bandung, tetapi hanya dilayani di pintu selatan. Hal ini guna untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang dan calon penumpang di stasiun ini.

Stasiun ini sering dijadikan sebagai stasiun kereta api percontohan (pilot project) oleh PT KAI untuk segi kualitas pelayanan agar setara dengan bandara. Oleh karena itu, PT KAI menjadikan stasiun ini sebagai stasiun kereta api pertama di Indonesia yang menerapkan sistem check-in dan boarding pass sejak Februari 2016[5] serta sistem pemeriksaan bagasi dengan sinar-X sejak Oktober 2018.[6] Selain itu, stasiun ini merupakan stasiun kereta api di Indonesia yang pertama kali menggunakan sistem persinyalan elektrik sejak tahun 1970; diproduksi oleh Siemens dengan seri DrS60.[3][7]

Ke arah barat stasiun ini terdapat bekas Stasiun Bandung Gudang yang sudah tidak aktif karena sudah tidak ada lagi aktivitas pengangkutan barang di sana.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bangunan Stasiun Bandung generasi pertama

Dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Dulu (1984) karangan Haryoto Kunto, ide awal pembangunan Stasiun Bandung berkaitan dengan pembukaan perkebunan di Bandung sekitar tahun 1870. Stasiun ini diresmikan pada 17 Mei 1884, ketika masa pemerintahan Bupati Koesoemadilaga dan pada waktu yang sama juga dibuka jalur kereta Batavia-Bandung melalui Bogor dan Cianjur. Pada masa itu, para tuan tanah perkebunan (Preangerplanters) menggunakan jalur kereta api untuk mengirimkan hasil perkebunannya ke Batavia dengan lebih cepat. Untuk menampung dan menyimpan hasil perkebunan yang akan diangkut dengan kereta, dibangunlah gudang-gudang penimbunan barang di beberapa lokasi dekat Stasiun Bandung, yaitu Jalan Cibangkong, Jalan Cikudapateuh, daerah Kosambi, Kiaracondong, Braga, Pasirkaliki, Ciroyom, dan Andir. Sesaat setelah peresmian jalur Bandung-Surabaya (1 November 1894), para pemilik pabrik dan perkebunan gula dari Jawa Tengah dan Jawa Timur (Suikerplanters) menyewa gerbong kereta menuju Bandung untuk mengikuti Kongres Pengusaha Perkebunan Gula yang pertama. Kongres tersebut merupakan hasil pertemuan Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula (Bestuur van de Vereniging van Suikerplanters) di Surabaya tahun 1896.[8]

Mengingat pentingnya stasiun ini, maka pada tanggal 6 April 1925, diresmikan sebuah monumen (tugu) di depan pintu selatan stasiun, rancangan arsitek Ir. E.H. de Roo, yang dibangun untuk memperingati 50 tahun Staatsspoorwegen (SS) berkarya di Tanah Jawa. Tugu itu diyakini sebagai hadiah dari Wali Kota Bandung kepada SS atas jasa-jasanya berhasil mempersatukan Pulau Jawa dengan kereta api. Tugu itu diterangi seribu lampu dan diresmikan dengan upacara yang dihadiri warga Bandung dan petinggi-petinggi SS.[9][10]

Bangunan sisi selatan Stasiun Bandung yang sudah menggunakan gaya art deco. Di depannya berdiri tugu peringatan 50 Tahun SS.

Tahun 1927-1928, beberapa tahun setelah peringatan lima puluh tahun SS, arsitek yang sama, E.H. de Roo, juga mengganti arsitektur Stasiun Bandung, salah satunya ditandai dengan hiasan kaca patri pada peron bagian selatan yang bergaya Art Deco.[11] Sebelumnya, pada tahun 1918, mulai dilaksanakan proyek pembangunan jalur baru Bandung-Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari-Citali, kemudian setahun kemudian dibangun lintas Bandung-Citeureup-Majalaya dan pada jalur yang sama dibangun jalur Citeureup-Banjaran-Pengalengan (1921). Untuk jalur ke perkebunan teh, pada tahun 1918, dibangun jalur Bandung ke Kopo (Soreang) dan kemudian ke Ciwidey (Maret 1921).[8]

Pada saat peresmian Stasiun Bandung baru itu, surat kabar Belanda saat itu, Javabode, menuliskan bahwa masyarakat sekitar merayakannya selama 2 hari berturut-turut. Dulunya, kereta api merupakan sarana transportasi hasil produksi perkebunan Bandung, seperti kina, teh, kopi, dan karet, sehingga pertumbuhan ekonomi di kota tersebut berkembang pesat.[8]

Pada tahun 1990, dibangun peron utara yang akhirnya dijadikan bagian depan stasiun di Jalan Kebon Kawung.[8]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Bagian dalam stasiun, dengan papan nama versi 2017

Stasiun ini memiliki total sepuluh jalur kereta api; terdiri dari enam jalur utama dengan jalur 3 dan 4 sebagai sepur lurus ditambah empat jalur untuk aktivitas langsir kereta api. Semua jalur digunakan untuk pemberhentian kereta api dan juga sebagai titik langsiran kereta api. Hampir semua kereta api yang beroperasi di lintas Padalarang-Kroya berhenti di stasiun ini, kecuali KA angkutan barang yang melakukan bongkar muat barang di Stasiun Gedebage.

Bangunan sisi selatan stasiun ini bergaya art deco, ditandai dengan bentuk bangunan yang cenderung kubus pada hall depan. Fasad bangunan didesain mengikuti fasad lama stasiun (bangunan lama stasiun ini bergaya Indische Empire seperti stasiun-stasiun SS lainnya), tetapi didominasi oleh bidang-bidang transparan yang membuatnya berbeda dengan arsitektur lama.[12]

Stasiun Bandung dilengkapi dengan depo lokomotif di barat laut kompleks stasiun dan depo kereta yang cukup besar dan batasnya sampai ke Stasiun Ciroyom serta memiliki pemutar rel/turntable.

Pintu utara stasiun ini dahulunya merupakan bekas Balai Yasa Bandung yang kini sudah dinonaktifkan, sementara pintu selatan dijadikan sebagai pintu masuk kedua. Di hadapan stasiun berderet-deret kantor Daerah Operasi II Bandung yang halamannya juga dibuat untuk lahan parkir stasiun, mess, kantor PT Reska Bandung, unit Polsuska, dan unit kesehatan PT KAI. Di sebelah timur laut stasiun terdapat kantor pusat PT KAI.

Dalam rangka menjawab kebutuhan kerja bagi kaum milenial, PT KAI bersama Kementerian BUMN meresmikan ruang kerja bersama (coworking space) di sembilan stasiun kereta api besar di Jawa. Ruang kerja bersama itu diresmikan oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno di Stasiun Bandung pada 6 April 2019. Ruang kerja bersama ini didesain minimalis, elegan, dan kekinian serta dilengkapi meja kursi dan koneksi Internet melalui Wi-Fi.[13]

Stasiun Bandung dari arah timur, terlihat skybridge (jembatan layang) khusus penumpang, pembangunannya hampir rampung

Saat ini Stasiun Bandung memiliki jembatan penyeberangan penumpang untuk menghubungkan penumpang baik dari stasiun utara maupun dari stasiun selatan menuju peron. Selain itu, dilakukan peninggian peron jalur 1 dan peron antara jalur 2 dan 3, serta pemanjangan peron antara jalur 4 dan 5 dan peron antara jalur 6 dan 7, untuk menunjang penumpang menuju skybridge. Maka, penumpang yang dari/menuju peron tidak perlu menyeberangi rel lagi.[14]

Sehubungan dengan proyek modernisasi persinyalan elektrik kereta api, per Maret 2021 di stasiun ini dilakukan pemasangan sistem persinyalan elektrik baru produksi PT Len Industri; menggantikan sistem persinyalan elektrik lama produksi Siemens yang sudah beroperasi selama 50 tahun.[15]

Ciri khas[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki ciri khas berupa bel bersuara lagu instrumental "Manuk Dadali" & "Karatagan Pahlawan" yang sering diputarkan setiap kali ada kedatangan KA penumpang jarak jauh, menengah, dan lokal.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Ekonomi lokal[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Parcel ONS Selatan, dari dan tujuan Surabaya via Tasikmalaya-Yogyakarta-Madiun-Jombang

Antarmoda pendukung[16][sunting | sunting sumber]

  • Stasiun Utara (Jl. Kebon Kawung)
Jenis Angkutan Umum Trayek Rute Tujuan
Angkot Kota Bandung 11B Stasiun Hall - Ciumbuleuit via Cihampelas Bandung Hall
Ciumbuleuit
12 Stasiun Hall - Gedebage Bandung Hall
13 Stasiun Hall - Sarijadi Bandung Hall
Sarijadi
14 Stasiun Hall - Gunung Batu Bandung Hall
17 Pasar Induk Caringin - Dago Pasar Induk Caringin
22 Sukajadi - Kebon Kalapa Terminal Sederhana
26 Cisitu - Tegalega Cisitu
Terminal Tegalega
30 Kebon Kalapa - Elang via Pasar Baru Elang
31 Antapani - Ciroyom Ciroyom
34 Caringin - Sadang Serang Caringin
35 Kebon Kalapa - Karang Setra Kebon Kalapa
Angkot Kabupaten Bandung Barat - Stasiun Hall - Lembang Bandung Hall
Lembang
- Stasiun Hall - Cimahi Bandung Hall
Terminal Pasar Antri Baru
- Ciroyom - Ciburial Terminal Ciroyom
  • Stasiun Selatan (Terminal Stasiun Hall)
Jenis Angkutan Umum Trayek Rute Tujuan
Trans Metro Bandung Koridor 2 Cicaheum - Cibeureum Terminal Cicaheum
Koridor 5 Antapani - Stasiun Hall Terminal Antapani
Trans Bandung Raya (DAMRI) 1 Cicaheum - Cibeureum Terminal Cicaheum
5 Leuwipanjang - Dago Dago
Angkot Kota Bandung 11B Stasiun Hall - Ciumbuleuit via Cihampelas Ciumbuleuit
12 Stasiun Hall - Gedebage Terminal Gedebage
13 Stasiun Hall - Sarijadi Sarijadi
14 Stasiun Hall - Gunung Batu Gunung Batu
26 Cisitu - Tegalega Cisitu
30 Kebon Kalapa - Elang via Pasar Baru Kebon Kalapa
Angkot Kabupaten Bandung Barat - Stasiun Hall - Lembang Lembang
- Stasiun Hall - Cimahi Terminal Pasar Antri Baru
  • Stasiun Timur (Jl. Stasiun Timur)
Jenis Angkutan Umum Trayek Rute Tujuan
Trans Metro Bandung Koridor 2 Cicaheum - Cibeureum Terminal Cicaheum
Koridor 5 Antapani - Stasiun Hall Terminal Antapani
Trans Bandung Raya (DAMRI) 1 Cicaheum - Cibeureum Terminal Cicaheum
5 Leuwipanjang - Dago Dago
Angkot Kota Bandung 9 Stasiun Hall - Dago Terminal Dago
10 Stasiun Hall - Sadang Serang Terminal Sadang Serang
11B Stasiun Hall - Ciumbuleuit via Cihampelas Ciumbuleuit
13 Stasiun Hall - Sarijadi Sarijadi
14 Stasiun Hall - Gunung Batu Gunung Batu
22 Sukajadi - Kebon Kalapa Terminal Sederhana
26 Cisitu - Tegalega Cisitu
30 Kebon Kalapa - Elang via Pasar Baru Elang
Angkot Kabupaten Bandung Barat - Stasiun Hall - Lembang Lembang
- Stasiun Hall - Cimahi Terminal Pasar Antri Baru

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ a b Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ "Angkutan Umum: Angkot Kota Bandung". Transportasiumum.com. Diakses tanggal 14 September 2017. 
  5. ^ Haryadi, Malvyandie (22 Februari 2016). "Mulai Senin, Stasiun Bandung Berlakukan Aturan Boarding Pass, Ini yang Harus Dilakukan Penumpang". Tribun Jabar. Diakses tanggal 14 September 2017. 
  6. ^ Indonesia, PT. Content First. "Optimalkan keamanan, Stasiun KA Bandung operasikan x-ray". elshinta.com. Diakses tanggal 2018-11-07. 
  7. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  8. ^ a b c d Gregorius Magnus Finesso (15 September 2010). "Bangkitnya Tatar Sunda". Kompas. hlm. 3. 
  9. ^ Reitsma, S.A. (1925). Boekoe Peringetan dari Staatsspoor-en-Tramwegen di Hindia-Belanda. Weltevreden, Batavia: Topografische Inrichting. 
  10. ^ R. (1 September 1926). "Het gemeentelijk geschenk van Bandoeng aan de Staatsspoor-en-Tramwegen". Indie: Illustreerd Tijdschrift voor Nederland en Kolonien. 10 (12): 190. 
  11. ^ Redaksi (2013-03-15). "Jelajah Stasiun Bandung Tempo Doeloe". InfoBandung (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-05. 
  12. ^ Pradipta, P.P.; Faqih, M. (2015). "Gaya Art Deco Pada Revitalisasi Stasiun Selatan Bandung". Jurnal Sains dan Seni ITS. 4 (2): 71–74. 
  13. ^ Aminuddin (6 April 2019). "KAI Punya Coworking Space di 9 Stasiun Kereta Api, Ini Daftarnya". Tempo.co. Diakses tanggal 11 Desember 2019. 
  14. ^ Fatimah, Siti. "Wajah Baru Stasiun Bandung dengan Skybridge yang Instagrammable". detikTravel. Diakses tanggal 2021-05-01. 
  15. ^ Jelita, I.N. (2021-02-19). "Kucurkan Rp13,8 M, Ini Progam Padat Karya KA Kemenhub di Jabar". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2021-05-01. 
  16. ^ "Angkutan Umum | Angkot Kota Bandung – TRANSPORTASI UMUM". transportasiumum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-30. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bandung Gudang
ke arah Padalarang
Padalarang–Kasugihan Cikudapateuh
ke arah Kasugihan
Terminus Bandung–Ciwidey Cikudapateuh
ke arah Ciwidey