Stasiun Gundih

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Gundih
Kereta Api Indonesia
PapanNamaStasiun GD.png
  • Singkatan: GD
  • Nomor: 3207
Stasiun Gundih 2019.jpg
Tampak depan Stasiun Gundih, 2019
LokasiGeyer, Geyer, Grobogan, Jawa Tengah 58172
Indonesia
Ketinggian+54 m
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Letak dari pangkal
Jumlah peron4 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama rendah di masing-masing sisi emplasemen)
Jumlah jalur7
  • Emplasemen timur: 3 (jalur 2: sepur lurus)
  • Emplasemen barat: 4 (jalur 2: sepur lurus)
Konstruksi
ParkirYa
Informasi lain
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka10 Februari 1870
Perusahaan awalNederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Layanan
Sancaka Utara dan Joglosemarkerto
Teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02[3]
Pemesanan tiketSistem tiket online, melayani pemesanan langsung di loket
Lokasi pada peta
Stasiun Gundih berlokasi di Indonesia
Stasiun Gundih
Stasiun Gundih
Lokasi di Indonesia

Stasiun Gundih (GD) (ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦒꦸꦤ꧀ꦢꦶꦃ) merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Geyer, Geyer, Grobogan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +54 m ini merupakan stasiun kereta api aktif yang letaknya paling selatan di Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun ini merupakan stasiun percabangan antara jalur yang menuju Semarang, Gambringan, dan Solo. Kedua rel bertemu di sebelah selatan stasiun.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Gundih pada tahun 1910-an. Tampak serangkaian kereta api sedang melintas.

Stasiun ini dahulu dibuka sebagai bagian dari pembangunan segmen Kedungjati–Gundih sebagai kelanjutan dari jalur kereta api Samarang–Tangoeng (NIS) yang telah dahulu dibuka pada tanggal 10 Agustus 1867. Dalam kurun waktu dua tahun setelah suksesnya jalur tersebut, kebetulan konstruksi juga dilakukan di segmen Kedungjati–Gundih–Solo Balapan. Pada segmen Kedungjati–Gundih, jalurnya memiliki satu jembatan sepanjang 50 hasta di atas Sungai Tuntang dan melewati pedesaan, hutan jati, dan sawah di daerah Telawa. Hingga awal tahun 1869, biaya yang dikeluarkan untuk membangun lintas ini sebesar 296.785 gulden, sehingga pada awal tahun tersebut NIS juga akan membangun jalur baru menuju Bringin dan selanjutnya diperpanjang menuju Ambarawa. Bahkan dalam rencana yang dibuat oleh NIS, jalur kereta api Kedungjati–Gundih–Solo Balapan akan segera dilaksanakan berturut-turut 1 Mei dan 1 September 1869. Pada tanggal 10 Februari 1870, jalur kereta api segmen Kedungjati–Gundih–Solo Balapan sudah dapat beroperasi penuh,[4] dan pada tanggal 21 Mei 1873, jalur Samarang–Vorstenlanden dan Kedungjati–Ambarawa telah seluruhnya selesai dibangun.[5][6][7]

Pada awal dekade 1900-an, konstruksi jalur baru Gundih–Gambringan–Bojonegoro–Surabaya Pasarturi mulai dikerjakan. Untuk segmen Gundih–Gambringan–Kradenan dibuka pada tanggal 15 Oktober 1900, sedangkan pembukaan utuh jalur tersebut dilakukan pada tanggal 1 Februari 1903.[8] Pembukaan jalur baru ini mengharuskan sepur sempit 1.067 mm. Saat itu stasiun ini tergolong besar di wilayah Grobogan selatan karena memiliki dipo lokomotif dan gudang.

Maka sejak saat itulah stasiun ini adalah stasiun terminus dimulainya jalur dengan lebar sepur ganda, yaitu lebar sepur 1.435 mm ditambah sebuah rel lagi di dalamnya sehingga kereta dengan lebar sepur 1.067 mm bisa melewati jalur itu. Hal ini harus dilakukan supaya perjalanan kereta dari dua arah tidak terhambat karena pada saat itu rel dari arah Gambringan hanya menggunakan lebar sepur 1.067 mm, sementara dari arah Brumbung 1.435 mm. Jalur tiga batang rel ini terbentang sampai ke Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta sebelum dibongkar oleh pekerja romusha Jepang pada tahun 1942.[9][10]

Dahulu, terdapat stasiun dan halte yang kini sudah tidak aktif setelah stasiun ini, yaitu Stasiun Ngemplak dan Stasiun Toroh (ke arah utara, sebelum Stasiun Gambringan); Halte Monggot (ke arah selatan, sebelum Stasiun Goprak); dan Halte Jambean (ke arah barat, sebelum Stasiun Karangsono).[11]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Dipo lokomotif Gundih dan jembatan arah Gambringan di sebelah kanan

Stasiun ini memiliki total tujuh jalur kereta api dan terbagi menjadi dua emplasemen: timur dan barat. Emplasemen timur memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus dari dan ke arah Gambringan-Surabaya, sedangkan emplasemen barat empat jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus arah Semarang dan Solo.

Stasiun ini berarsitektur Indische Empire. Secara keseluruhan kondisinya terawat baik, terutama di bagian muka. Ruangan inti stasiun masih asli, bahkan jam besar yang dipasang bersamaan dengan pembangunan stasiun berfungsi sempurna, demikian pula perangkat persinyalan mekanik jenis Alkmaar peninggalan kolonial juga masih tersimpan dan terawat hingga saat ini. Sejak sekitar tahun 2009-2010, stasiun ini telah menggunakan sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri, menggantikan sistem persinyalan mekanik tersebut.[12]

Sebelumnya jalur-jalur di emplasemen timur yang menuju Gambringan jarang sekali dilalui kereta api sejak dinonaktifkannya kereta api ketel Rewulu–Cepu pada awal tahun 2010 dan berstatus sebagai "jalur darurat".[13][14] Jalur ini hanya digunakan jika jalur lintas Gundih–Brumbung ataupun Gambringan–Brumbung mengalami gangguan yang menyebabkan kereta api tidak bisa melintas. Namun, sehubungan dengan rencana pengoperasian KA Sancaka Utara berdasarkan rencana Gapeka 2019, PT KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah memperbaiki "jalur darurat" tersebut.[15][16]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Persilangan dan persusulan[sunting | sunting sumber]

KA Joglosemarkerto tujuan Tegal bersambung Solo-Semarang (KA 193/194/195) bersilang dengan Majapahit tujuan Malang (KA 252) yang melintas langsung.

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api yang berhenti dan melayani penumpang di Stasiun Gundih per 20 Januari 2020 (revisi Gapeka 2019).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
193/194/195 Joglosemarkerto Tegal (TG) bersambung Solo Balapan (SLO)-Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi Plus 05.58 06.09
165/168/169 Sancaka Utara Solo Balapan (SLO) bersambung Kutoarjo (KTA) Eksekutif & Bisnis 11.04 11.07
199/200/201 Joglosemarkerto Solo Balapan (SLO) bersambung Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 16.52 16.54
193/194/195 Semarang Tawang (SMT) 18.33 18.35
170/167/166 Sancaka Utara Gambringan (GBN) bersambung Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Bisnis 20.26 20.31

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ BOW (1898). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij. 
  5. ^ Schetskaart van de spoorweg Samarang-Vorstenlanden door de Raad van Beheer der Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij aan de Heeren leden van de Staten-Generaal aangeboden. 1869. 
  6. ^ Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. M.J. Fisser. 
  7. ^ Perquin, B.L.M.C. (1921). Nederlandsch Indische staatsspooren tramwegen. Bureau Industria. 
  8. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  9. ^ Bruin, Jan de (2003). Het Indische Spoor in Oorlogstijd. Uquilair B.V. 
  10. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  11. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1931. hlm. 142–144, 164–166. 
  12. ^ PT Len Industri (Persero) (2009). "Sistem Persinyalan Len". 
  13. ^ "Pertamina Kurangi Pengiriman, PT Kereta Nelangsa". Tempo. 2010-02-02. Diakses tanggal 2018-07-18. 
  14. ^ Mediatama, Grahanusa (2010-07-11). "PTKA Tetap Negosiasi Pengiriman BBM Via Kereta Api Ketel". kontan.co.id. Diakses tanggal 2018-07-18. 
  15. ^ Hazami, Akrom. "Jalur Gambringan-Gundih Dilalui Kereta Api Lagi Awal Desember". detikfinance. Diakses tanggal 2019-10-31. 
  16. ^ "Reaktivasi Jalur Kereta Api, Gambringan-Gundih Aktif Kembali 1 Desember 2019 | Semarang Bisnis.com". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-10-31. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Jambean
ke arah Brumbung
Segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan
Pfeil links.svg BBG–GD  · GD-GBN Pfeil rechts.svg
Ngemplak
ke arah Gambringan
Terminus Gundih–Solo Balapan Monggot
ke arah Solo Balapan
Ngemplak
ke arah Purwodadi
Purwodadi–Gundih Terminus

Koordinat: 7°13′08″S 110°54′00″E / 7.218755°S 110.899937°E / -7.218755; 110.899937