Daerah Operasi VIII Surabaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Daerah Operasi VIII Surabaya
Logo KAI 2011.png
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Daerah Operasi VIII Surabaya
Kantor Daop/Divre
Provinsi Jawa Timur
Kota Surabaya
Kecamatan Gubeng
Kelurahan Gubeng
Alamat Jalan Gubeng Masjid
Informasi lain
Singkatan Daop/Divre SB
Stasiun tertinggi 1. +491 m (Lawang)
2. +487 m (Singosari)
Layanan Lihatlah di bawah.
Karakteristik jalur Jalur datar, sebagian besar di tengah kota
Khusus untuk Kabupaten/Kota Malang kemiringan jalurnya cukup ekstrem
Batas kecepatan tertinggi yang diizinkan 60 s.d. 120 km/jam

Peta Daerah Operasi VIII Surabaya

Peta DAOP VIII SB 1101.PNG

Daerah Operasi VIII Surabaya atau disingkat dengan Daop 8 Surabaya atau Daop VIII SB adalah salah satu daerah operasi perkeretaapian Indonesia, di bawah lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berada di bawah Direksi PT Kereta Api Indonesia dipimpin oleh seorang Executive Vice President (EVP) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direksi PT Kereta Api Indonesia.

Stasiun besar di wilayah Daop VIII antara lain Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Kota/Semut, Stasiun Blitar, Stasiun Malang, Stasiun Wonokromo, dan Stasiun Lamongan. Dipo Lokomotif terbesar yakni Dipo Lokomotif Sidotopo (SDT) yang berada dalam kompleks Stasiun Sidotopo.

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Kereta api penumpang yang merupakan milik operator Surabaya di antaranya:

Eksekutif

  1. Kereta api Argo Bromo Anggrek eksekutif argo relasi Pasarturi - Gambir nomor 1-4.
  2. Kereta api Bangunkarta kelas eksekutif relasi Stasiun Surabaya Gubeng - Gambir nomor 55 dan 56.
  3. Kereta api Turangga kelas eksekutif relasi Gubeng - Bandung nomor 49-50.

Bisnis dan campuran

  1. Kereta api Sancaka kelas eksekutif dan Bisnis relasi Gubeng - Yogya Tugu nomor 83-86.
  2. Kereta api Sarangan Ekspres bisnis tujuan Gubeng-Madiun nomor 143-144.

Ekonomi AC PSO dan Non-PSO

  1. Kereta api Kertajaya kelas Ekonomi AC relasi Pasarturi - Pasarsenen nomor 177-178.
  2. Kereta api Maharani kelas Ekonomi AC relasi Pasarturi - Poncol nomor 213-214.
  3. Kereta api Rapih Dhoho kelas Ekonomi AC relasi Gubeng - Blitar via Kertosono nomor 441-456.

Komuter

  1. KRD Bojonegoro kelas ekonomi AC relasi Sidoarjo - Pasarturi - Bojonegoro nomor 471-476.
  2. KRD Arjuna Ekspres relasi Gubeng - Madiun nomor 251-252.
  3. KRD Sulam relasi Pasarturi - Lamongan nomor 301-304.
  4. KRD Surabaya-Sidoarjo relasi Gubeng - Sidoarjo nomor 295-300.
  5. KRD Jenggala relasi Sidoarjo-Tulangan-Tarik-Mojokerto nomor 306-311 dan 314-319.
  6. KRD Surabaya-Kertosono relasi Surabaya Kota s.d. Kertosono dengan nomor 477-480.

KA yang dioperasikan di area Malang di antaranya:


Ada pun kereta api yang melayani Daop VIII Surabaya yang di bawah pengoperasian Daop lain, di antaranya adalah:

  1. Kereta api Bima eksekutif tujuan Stasiun Malang - Stasiun Surabaya Gubeng - Stasiun Gambir nomor 43-46 (Operator DAOP I JAK).
  2. Kereta api Sembrani eksekutif tujuan Pasar Turi - Stasiun Gambir nomor 47-48 (Operator DAOP I JAK).
  3. Kereta api Gumarang eksekutif, bisnis AC dan ekonomi tujuan Jakarta Kota - Stasiun Surabaya Pasar Turi nomor 77-78 (Opetaror DAOP I JAK).
  4. Kereta api Gaya Baru Malam ekonomi AC relasi Stasiun Jakarta Kota - Stasiun Surabaya Gubeng nomor 173-174 (Operator DAOP I JAK).
  5. Kereta api Jayabaya kelas ekonomi AC relasi Malang - Pasarsenen Lewat Pasar Turi nomor 151-154 (Operator DAOP I JAK).
  6. Kereta api Mutiara Timur kelas eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Banyuwangi Baru dengan nomor 87-90 (Operator Daop IX JR)
  7. Kereta api Malabar kelas Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Bandung dengan nomor 99-100 (Operator DAOP II BD).
  8. Kereta api Harina kelas Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi relasi Pasarturi - Bandung nomor 73-76 (Operator DAOP II BD),
  9. Kereta api Mutiara Selatan kelas Bisnis relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Bandung dengan nomor 131-132 (Operator DAOP II BD).
  10. Kereta api Malioboro Ekspres kelas Ekonomi dan Eksekutif relasi Malang s.d. Yogyakarta dengan nomor 101-104 (Opeator DAOP VI YK).

Bengkel dan sarana perawatan[sunting | sunting sumber]

Balai Yasa Surabaya Gubeng[sunting | sunting sumber]

Berada satu kompleks dengan stasiun Surabaya Gubeng, balai yasa ini hanya dikhususkan untuk memperbaiki kereta penumpang.

Dipo Lokomotif Sidotopo (SDT)[sunting | sunting sumber]

Terletak di Jalan Sidotopo Lor no. 2, Surabaya, satu kompleks dengan Stasiun Sidotopo. Dipo ini merupakan dipo lokomotif terluas yang ada di Pulau Jawa. Uniknya, cara memutar lokomotif Dipo Lokomotif Sidotopo tidak menggunakan pemutar rel, tetapi melalui jalur yang dibentuk seperti setengah lingkaran (balloon loop) yang memutari utara bangunan dipo lokomotif. Selain itu, juga ada dipo kereta dan dipo mekanik yang berada di sebelah utara dan tenggara dipo lokomotif. Dipo kereta tersebut menyimpan rangkaian kereta antara lain Bangunkarta, Turangga, Sancaka, Penataran, Penataran Ekspres, Rapih Dhoho, Komuter Surabaya-Sidoarjo, dan Komuter Jenggala.

Subdipo Lokomotif Surabaya Pasarturi (SBI)[sunting | sunting sumber]

Terletak satu kompleks dengan Stasiun Pasarturi, tepatnya di sebelah barat daya stasiun. Selain itu, terdapat dipo kereta yang letaknya juga satu kompleks dengan stasiun, di mana dipo kereta ini menyimpan rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek Go Green, Kertajaya, KRD Sidoarjo-Surabaya-Bojonegoro, dan Komuter Surabaya-Lamongan.

 Dipo Kereta Malang (ML)[sunting | sunting sumber]

Berada satu kompleks dengan Stasiun Malang. Dipo kereta ini menyimpan rangkaian kereta api yang stasiun terminusnya adalah Stasiun Malang, yaitu Gajayana, Majapahit, Jayabaya, Matarmaja, dan Penataran.

 Subdipo Kereta Blitar (BL)[sunting | sunting sumber]

Subdipo ini terletak di sebelah selatan Stasiun Blitar. Subdipo ini hanya melayani perawatan rangkaian Kereta api Penataran dan Kereta api Rapih Dhoho. Saat ini terdapat bangunan dipo baru yang telah menggantikan dipo yang dibangun saat jaman Belanda.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]