Stasiun Blitar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Blitar

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun BL.png
BL 2019.jpg
Tampak depan Stasiun Blitar, 2019
LokasiJalan Mastrip 75
Kepanjenkidul, Kepanjenkidul, Blitar, Jawa Timur 66111
Indonesia
Koordinat8°06′05″S 112°09′46″E / 8.1012675°S 112.1627659°E / -8.1012675; 112.1627659Koordinat: 8°06′05″S 112°09′46″E / 8.1012675°S 112.1627659°E / -8.1012675; 112.1627659
Ketinggian+167 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkalkm 122+895 lintas Bangil-Blitar-Kertosono[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang rendah dan dua peron pulau yang cukup tinggi)
Jumlah jalur8 (jalur 2: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • BL
  • 5019
KlasifikasiBesar tipe C[butuh rujukan]
Sejarah
Dibuka16 Juni 1884
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Rejotangan Dhoho
Surabaya Kota–Kertosono–Blitar, p.p.
Terminus
Garum Penataran
Surabaya Kota–Malang–Blitar, p.p.
Layanan
Gajayana (reguler & tambahan), Brawijaya, Singasari, Brantas (reguler & tambahan), Malabar, Kertanegara, Malioboro Ekspres (Fakultatif), Majapahit, Matarmaja (reguler & tambahan), Kahuripan, Dhoho, Penataran, dan Parcel ONS Tengah
Fasilitas dan teknis
Pemesanan tiketSistem tiket daring, melayani pemesanan langsung/pengubahan jadwal tiket/pembatalan tiket di loket. Tersedia fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk mencetak boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Lokasi pada peta
Stasiun Blitar berlokasi di Indonesia
Stasiun Blitar
Stasiun Blitar
Lokasi di Indonesia

Stasiun Blitar (BL) adalah stasiun kereta api kelas besar yang terletak di Kepanjenkidul, Kepanjenkidul, Blitar; pada ketinggian +167 meter; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini melayani semua layanan kereta api penumpang yang melintasi jalur Malang–Kertosono.

Di bagian dalam stasiun terdapat patung beserta foto tentang Presiden Indonesia pertama, Soekarno, untuk mengingatkan bahwa Soekarno dimakamkan di Blitar. Sementara itu, terdapat depo kereta di sebelah selatan stasiun yang kembali digunakan pada 2017.

Terkait adanya perubahan kewilayahan stasiun-stasiun milik PT KAI, stasiun ini bersama dengan Stasiun Talun dan Stasiun Garum—sebelumnya termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya—kini masuk ke dalam Daerah Operasi VII Madiun sejak 1 Agustus 2016.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bangunan generasi pertama Stasiun Blitar
Gerbong-gerbong yang sedang parkir di Stasiun Blitar saat terjadi letusan Gunung Kelud, 1919

Stasiun Blitar diresmikan pada 16 Juni 1884 sebagai bagian dari pembangunan jalur ruas Tulungagung–Blitar oleh Staatsspoorwegen, kemudian jalur dari Blitar menuju Malang terhubung sepenuhnya oleh jalur kereta api pada tahun 1896.[3][4][5]

Menurut sejarah, stasiun ini beserta sejumlah stasiun lainnya di "jalur kantong" pernah terkena dampak letusan Gunung Kelud pada Mei 1919 yang menyebabkan kegiatan di wilayah Blitar lumpuh.[6]

Bangunan Stasiun Blitar yang saat ini bukan merupakan bangunan asli karena bangunannya telah dilakukan renovasi. Salah satu ciri khas yang tampak pada bangunan hasil renovasi yaitu adanya langgam arsitektur yang terinspirasi dari Art Deco sekitar tahun 1950-an.[7]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki delapan jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus ditambah satu jalur menuju kawasan depo kereta, tetapi hanya jalur 1–3 yang sering digunakan untuk kedatangan dan keberangkatan kereta api.

Di sekeliling dinding ruang tunggu stasiun terdapat patung dan poster foto-foto besar Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno, disertai sekelumit kisah hidupnya setelah dilakukan renovasi pada tahun 2013–2014 dan mengalami beberapa pembangunan kembali pada awal tahun 2019. Selain untuk mengingatkan bahwa Bung Karno dimakamkan di Kota Blitar, hal ini bertujuan untuk mengajak masyarakat masa kini untuk mengenang jasa kepahlawanan serta meneladani sifat dan sikapnya.[8] Selain diorama, stasiun ini juga memajang patung Bung Karno di depannya.[9]

Di sebelah selatan dan barat daya stasiun ini berturut-turut terdapat depo kereta dan jembatan putar lokomotif. Depo tersebut sempat tidak digunakan selama beberapa tahun hingga akhirnya digunakan kembali sejak tahun 2017—bersamaan dengan perpanjangan lintas pelayanan KA Singasari, KA Brantas, dan KA Kahuripan yang sebelumnya hanya sampai Kediri.

Ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Rejotangan, terdapat Stasiun Bendo yang kini telah dinonaktifkan dan bangunannya sudah lama dirobohkan. Sedangkan ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Garum, terdapat Halte Gebang yang kini juga dinonaktifkan, tetapi bangunannya masih utuh.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]
Kelas campuran[sunting | sunting sumber]
Kelas ekonomi plus[sunting | sunting sumber]

Majapahit, tujuan Jakarta via Madiun-Semarang dan tujuan Malang

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Parcel ONS Tengah, tujuan Jakarta via Madiun-Yogyakarta-Purwokerto dan tujuan Malang

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Blitar per 2 April 2021 (revisi Gapeka 2021).

  • Kereta api antarkota reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
282 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) Ekonomi 00.35 00.38
170 Kertanegara Eksekutif & Ekonomi Plus/Premium 01.27 01.30
110 Brantas Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi 02.44 -
74 Brawijaya Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 03.26 03.29
120 Malabar Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 05.00 05.03
72 Gajayana Eksekutif & Luxury 05.46 05.49
102 Singasari Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi Plus 07.20 -
252 Majapahit Malang Kotabaru (ML) Ekonomi Plus 09.07 09.11
169 Kertanegara Purwokerto (PWT) Eksekutif & Ekonomi Plus/Premium 09.58 10.02
281 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Madiun (MN)-Semarang Tawang (SMT)

Ekonomi 11.21 11.24
109 Brantas Eksekutif & Ekonomi - 12.15
284 Kahuripan Blitar (BL) Ekonomi 13.00 -
172F Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 13.27 13.30
71 Gajayana Jakarta Gambir (GMR)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Tugu (YK)-Purwokerto (PWT)

Eksekutif & Luxury 15.54 15.57
283 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Lempuyangan (LPN)-Tasikmalaya (TSM)

Ekonomi - 16.10
101 Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Lempuyangan (LPN)-Purwokerto (PWT)

Eksekutif & Ekonomi Plus 16.35
73 Brawijaya Jakarta Gambir (GMR)

via Madiun (MN)-Semarang Tawang (SMT)

Eksekutif 17.29 17.32
119 Malabar Bandung Hall (BD)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Tugu (YK)-Tasikmalaya (TSM)

Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 18.45 18.48
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Madiun (MN)-Semarang Tawang (SMT)

Ekonomi Plus 20.05 20.09
171F Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 21.40 21.43
  • Kereta api antarkota tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7006A Gajayana Tambahan Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 12.39 12.44
7005B Jakarta Gambir (GMR) 19.15 19.20
No. KA Tiba Berangkat Keterangan No. KA Tiba Berangkat Keterangan
Kereta api Dhoho
Tujuan Blitar Tujuan Kertosono-Surabaya Kota via Kediri
359/352 10.49 - lanjut sebagai KA 372 Penataran 351/360 - 04.15 lanjutan dari KA 373 Penataran
361/354 14.32 lanjut sebagai KA 374 Penataran 353/362 10.20 lanjutan dari KA 367 Penataran
363/356 17.24 lanjut sebagai KA 376 Penataran 355/364 13.35 lanjutan dari KA 369 Penataran
365/358 22.58 lanjut sebagai KA 370 Penataran 357/366 16.55 lanjutan dari KA 371 Penataran
Kereta api Penataran
Tujuan Blitar Tujuan Surabaya (Gubeng atau Kota) via Malang
367 09.34 - lanjut sebagai KA 353/362 Dhoho 370 - 04.10 lanjutan dari KA 365/358 Dhoho
369 13.04 lanjut sebagai KA 355/364 Dhoho 372 10.55 lanjutan dari KA 359/352 Dhoho
371 16.49 lanjut sebagai KA 357/366 Dhoho 374 14.50 lanjutan dari KA 361/354 Dhoho
373 22.17 lanjut sebagai KA 351/360 Dhoho 376 17.35 lanjutan dari KA 363/356 Dhoho

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ "Daop Madiun Tambah Tiga Stasiun Kereta Api - ANTARA News Jawa Timur". Antara News. Diakses tanggal 2018-03-31. 
  3. ^ "Blitar: Stasiun Antik Berumur 130 Tahun". Majalah KA, Juni 2007.
  4. ^ Staatsspoorwegen Ned. Indië (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java. 
  6. ^ Gunn, Angus M. (Angus Macleod), 1920- (2008). Encyclopedia of disasters : environmental catastrophes and human tragedies. Westport, Conn.: Greenwood Press. ISBN 978-0-313-08747-9. OCLC 212958719. 
  7. ^ Pandu Aji. "Info dan Foto Foto dan Sejarah Stasiun Blitar". Jelajah Blitar (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-01-31. 
  8. ^ "Menyusuri Perjalanan Kereta Api Melewati Stasiun-Stasiun Di Blitar – Info Kereta Api". Diakses tanggal 2018-12-19. 
  9. ^ "Pertama di Indonesia, Stasiun Blitar Kini Punya Patung Bung Karno, Langsung Jadi Objek Foto Warga". Tribun Madura. Diakses tanggal 2020-01-31. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bendo
ke arah Kertosono
Kertosono–Bangil Gebang
ke arah Bangil