LRT Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT. LRT Jakarta
Logo LRT Jakarta.png
LRT Jakarta.jpg
Info
PemilikPemerintah Provinsi DKI Jakarta
WilayahJakarta
JenisAngkutan cepat, Transportasi umum
Jumlah jalur1
Jumlah stasiun6
Situs weblrtjakarta.co.id
Operasi
Dimulai1 Desember 2019
OperatorDinas Perhubungan DKI Jakarta
PT. Jakarta Propertindo (Perseroda)
Waktu antara5-10 menit
Teknis
Lebar sepur1.435 mm (4 ft 8 12 in)
Sepur standar
Listrik750 V DC

Proyek Lintas Rel Terpadu Jakarta atau disingkat LRT Jakarta adalah sebuah sistem angkutan cepat dengan kereta api ringan (LRT) yang direncanakan akan dibangun di Jakarta, Indonesia. Ada 2 penggagas LRT di Jakarta, Pemprov DKI yang akan membangun LRT dalam kota dengan nama LRT Jakarta dan PT Adhi Karya yang akan membangun LRT yang menghubungkan Jakarta dengan kota sekitarnya dengan nama LRT Jabodebek.

LRT ini dioperasikan oleh PT LRT Jakarta (Anak perusahaan Jakpro).

LRT ini mulai diuji coba terbatas pada 15 Agustus 2018 dan akan beroperasi pada 2018. Pada uji coba terbatas ini, LRT hanya berhenti di 2 stasiun, yaitu Stasiun LRT Velodrome dan Stasiun LRT Boulevard Utara.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Gagasan LRT Jakarta mulai muncul ketika Proyek Monorel Jakarta yang sempat diaktifkan kembali pada Oktober 2013 oleh Gubernur DKI saat itu, Joko Widodo tersendat pengerjaannya. Tersendatnya pekerjaan tersebut karena Pemprov DKI dan Gubernur DKI penerus Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak akan mengabulkan permintaan yang diajukan oleh PT Jakarta Monorail untuk membangun depo di atas Waduk Setiabudi, Jakarta Selatan dan Tanah Abang, Jakarta Pusat.[2] Sebab, hasil kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa jika depo dibangun di atas Waduk Setiabudi, dikhawatirkan peristiwa jebolnya tanggul Latuharhari terulang kembali.

Ahok, sapaan Basuki, lebih memilih untuk membangun Light Rail Transit (LRT) dibandingkan monorel. Bahkan, Basuki telah mengungkapkan rencana pembangunan ini kepada Presiden Joko Widodo.[3]

Rencana pengembangan[sunting | sunting sumber]

LRT Jakarta
Depot
Pegangsaan Dua
Pegangsaan Dua
Boulevard Utara
Boulevard Selatan
Pulomas
Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png
Equestrian
Velodrome
Roundeltjk4.png Roundeltjk4D.png Roundeltjk7.png
Fase 1: dibuka Agustus 2018
Fase 2: dibuka TBA
Sunan Giri
Roundeltjk7.png
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Pramuka Raya
Roundeltjk5E.png Roundeltjk7.png Roundeltjk10.png
Pasar Genjing
Roundeltjk5E.png
Matraman
Roundeltjk5.png Roundeltjk5C.png Roundeltjk5D.png
Manggarai
 ARS  KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg KRL Icon Blue.svg
Guntur
Roundeltjk4D.png Roundeltjk6.png Roundeltjk9.png Roundeltjk13.png
Dukuh Atas
 L3   L5   ARS   M1  Roundeltjk1.png Roundeltjk4.png Roundeltjk6.png Roundeltjk6B.png Roundeltjk13.png
Karet
Kebon Kacang
Tanah Abang
KRL Icon Yellow.svg KRL Icon Green.svg

Pemprov DKI merencanakan 7 rute untuk LRT dalam kota:[4]

Untuk desain LRT diserahkan kepada dua BUMD DKI Jakarta, yaitu Pembangunan Jaya dan Konstruksi Jaya. Diperkirakan, ketujuh rute itu menelan anggaran kurang lebih Rp 60 triliun atau Rp 7,5 triliun untuk setiap rutenya.

PT Jakarta Properindo (Jakpro), sebagai perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta yang bertugas untuk membangun, mengembangkan, dan mengelola LRT Jakarta, telah melakukan beberapa revisi terhadap 7 rute LRT di atas. Tak hanya itu, Jakpro telah meminta PT AECOM Indonesia untuk melakukan studi kelayakan terhadap rute baru hasil revisi. PT AECOM Indonesia juga telah menerbitkan hasil studi kelayakan terbaru pada tanggal 19 Desember 2019. Beberapa alasan dilakukan revisi adalah sebagian besar rute LRT Kebayoran Lama - Kelapa Gading tumpang tindih dengan rute MRT Ujung Menteng - Kalideres (East-West) dan untuk memperluas cakupan penduduk DKI agar bisa mengakses kendaraan umum, khusunya LRT.

Hasil studi kelayakan terhadap rute revisi LRT Jakarta adalah sebagai berikut:[5]

  1. Loop line
    • Fase 1: Kelapa Gading - Velodrome (telah beroperasi)
    • Fase 2A: Kelapa Gading - JIS (rencana konstruksi)
    • Fase 2B: Velodrome - Manggarai (rencana konstruksi)
    • Fase 3: Manggarai - JIS
  2. Kembangan - Kebon Jeruk
  3. Joglo - Palmerah
  4. Bintaro - Senayan - Tanah Abang
  5. Pondok Gede - Senen - Pekan Raya Jakarta (PRJ)
  6. Pulo Gebang - Pondok Bambu - Velodrome
  7. Marunda - Kelapa Gading
  8. Bandara Soekarno-Hatta International Airport (SHIA) - Jakarta International Stadium (JIS)
  9. Shuttle line: Stasiun Pegangsaan - Stasiun Britama

Konstruksi[sunting | sunting sumber]

LRT Pemprov DKI dimulai dengan pembangunan koridor 1 Kelapa Gading - Velodrome (Rawamangun) pada 22 Juni 2016.

Jalur[sunting | sunting sumber]

Rangkaian LRT Jakarta sedang berada di Stasiun LRT Boulevard Utara.
Kereta Hyundai Rotem meninggalkan Stasiun Velodrome, diambil saat percobaan terbatas, 7 September 2018.

 LRT Jakarta Loop Line 

Nomor Stasiun Nama Stasiun Antarmoda penghubung dan keterangan
Fase 1 (Beroperasi): Kelapa Gading - Velodrome[6]
S-01 Pegangsaan Dua MiniTrans: 10F
KWK: U13
Terminus
S-02 Boulevard Utara Jak Lingko: JAK 24, JAK 59, JAK 60, JAK 61
KWK: U13
Berdekatan dengan Mall Kelapa Gading
S-03 Boulevard Selatan Jak Lingko: JAK 59
KWK: U04
S-04 Pulomas Transjakarta: Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png (di halte Pulomas)
MetroTrans/MiniTrans: 2B, 2E
Jak Lingko: JAK 24, JAK 33, JAK 59
Transjabodetabek: Pulo Gadung-Cibinong
Mayasari Bakti: R507
KWK: U04
Mikrolet: M53
S-05 Equestrian Jak Lingko: JAK 33
S-06 Velodrome Transjakarta: Roundeltjk4.png Roundeltjk4D.png Roundeltjk4.png (4H) Roundeltjk4.png (4K) Roundeltjk4.png (4M) Roundeltjk7.png (7M) (di halte Pemuda Rawamangun)
MetroTrans/MiniTrans: 11A
Jak Lingko: JAK 17, JAK 26, JAK 34, JAK 59
Transjabodetabek: Rawamangun-Bogor
Mayasari Bakti: P98A
Metromini: 47
KWK: U04
Mikrolet: M02, M46
Fase 2A (Rencana Konstruksi): Kelapa Gading - Jakarta International Stadium (JIS)[5]
Britama
Artha Gading
Sunter Timur
Gelanggang Remaja
Sunter Barat
JIS
Fase 2B (Rencana Konstruksi): Velodrome - Manggarai[5]
Pemuda
Pramuka BPKP
Pasar Pramuka
Matraman
Manggarai

Tarif[sunting | sunting sumber]

LRT Jakarta resmi beroperasi secara komersial mulai 1 Desember 2019. Tarif per perjalanan yang dikenakan kepada penumpang ialah Rp5.000,00, baik jarak dekat maupun jauh.

Untuk menjajalnya, ada beragam cara yang bisa dilakukan. Mengutip salah satu postingan akun Instagram LRT Jakarta, @lrtjkt. Penumpang bisa menggunakan Kartu Single Journey Trip seharga Rp 20 ribu dengan rincian tiket sebesar Rp 5 ribu dan jaminan kartu sebesar Rp 15 ribu yang berlaku 7 hari.[7] Selain kartu Single Journey Trip yang dikeluarkan oleh PT. LRT Jakarta, ada cara alternatif pembayaran tiket LRT Jakarta sebagai berikut seperti kartu uang elektronik perbankan yang beredar bekerjasama dengan PT. LRT Jakarta.[8]

Infografis[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]