Kota Administrasi Jakarta Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Jakarta Timur)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Administrasi Jakarta Timur
Jawa 1rightarrow blue.svg Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Lambang resmi Kota Administrasi Jakarta Timur
Lambang
Motto: 
Bambu Apus - Sri Gunting
Jakarta timur.png
Kota Administrasi Jakarta Timur berlokasi di Jakarta
Kota Administrasi Jakarta Timur
Kota Administrasi Jakarta Timur
Kota Administrasi Jakarta Timur berlokasi di Jawa
Kota Administrasi Jakarta Timur
Kota Administrasi Jakarta Timur
Kota Administrasi Jakarta Timur berlokasi di Indonesia
Kota Administrasi Jakarta Timur
Kota Administrasi Jakarta Timur
Koordinat: 6°14′43″S 106°54′02″E / 6.2453°S 106.9006°E / -6.2453; 106.9006
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Khusus Ibukota Jakarta
Tanggal peresmian28 Agustus 1978
Dasar hukumPeraturan Pemerintah
Nomor 25 Tahun 1978
Ibu kotaCakung
Pemerintahan
 • Wali KotaMuhammad Anwar
 • Wakil Wali KotaUus Kuswanto
Luas
 • Total188,03 km2 (7,260 sq mi)
Populasi
 (2018[1])
 • Total3.111.928 jiwa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon021
Kode Kemendagri31.75 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan10
Jumlah kelurahan65
Flora resmiBambu Apus
Fauna resmiSrigunting gagak
Situs webtimur.jakarta.go.id

Kota Administrasi Jakarta Timur adalah nama sebuah kota administrasi di bagian timur DKI Jakarta. Pusat Pemerintahannya berada di Cakung. Di sebelah utara, ia berbatasan dengan kota administrasi Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Sedangkan di sebelah timur, ia berbatasan dengan Bekasi. Kota ini, di bagian selatan, berbatasan dengan Kota Depok. Dan di sebelah barat, ia berbatasan dengan kota administrasi Jakarta Selatan. Jumlah penduduk Jakarta Timur ditahun 2018 berdasarkan data BPS DKI Jakarta 2019 adalah 3.111.928 jiwa, termasuk 365 jiwa warga negara asing (WNA).[1]

Jakarta Timur yang bermotto Bambu Apus - Sri Dunting ini adalah salah satu dari 5 kota administrasi dan 1 kabupaten administrasi DKI.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Dahulu Jakarta Timur masih berupa rawa-rawa. Secara administratif, wilayahnya terdiri atas 10 kecamatan, 65 kelurahan, 673 rukun warga dan 7.513 rukun tetangga dan dihuni tidak kurang dari 1.959.022 jiwa (2000), di mana 1.044.857 jiwa laki-laki dan 914.175 jiwa perempuan dan jumlah ini mengalami peningkatan cukup signifikan pada 2017 yakni 2.892.783 jiwa dan 3.111.928 jiwa ditahun 2018, sekaligus merupakan jumlah penduduk terbanyak di DKI Jakarta.[1] Kota ini memiliki wilayah seluas 188,03 km² (menurut Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur)[4] (menurut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta)[5] dengan kepadatan mencapai 15.384,69 jiwa per km², menjadikannya kota administrasi terluas di provinsi DKI Jakarta. Kota ini memiliki tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 2,4% per tahun dan pendapatan per kapita sebesar Rp5.057.040,00

Kantor Walikota Jakarta Timur hingga akhir tahun 1990-an berada di wilayah kecamatan Jatinegara. Baru pada sekitar tahun 2000-an kantor Walikota dipindahkan ke wilayah Penggilingan, di wilayah kecamatan Cakung. Alamat Kantor Wali Kota Jl. Dr. Soemarno No. 1 Penggilingan, Cakung.

Jakarta Timur juga terdapat salah satu penjara terbesar di Indonesia yaitu LP Cipinang yang berlokasi di kecamatan Jatinegara, dan wilayah ini juga dilalui oleh proyek Banjir Kanal Timur.

Iklim dan Cuaca[sunting | sunting sumber]

Daerah ini sepanjang tahun selalu beriklim panas dengan suhu rata-rata sepanjang tahun sekitar 27 °C. Terdapat lima sungai mengaliri Kota Administrasi Jakarta Timur. Sungai-sungai tersebut antara lain Ciliwung, Kali Sunter, Kali Malang, Cipinang, dan Cakung Drain di bagian utara wilayah ini. Sungai-sungai tersebut pada musim puncak hujan pada umumnya tidak mampu menampung air sehingga beberapa kawasan tergenang banjir. Tahun 2007 curah hujan rata-rata mencapai 243,14 mm dengan curah hujan tertinggi pada bulan Februari yakni 1.081,4 mm. Tekanan udara sekitar 1.617,9 MBS dan kelembaban udara rata-rata 77,67 persen. Kecepatan angin 3,42 MSE serta arah angin pada bulan Januari-Maret ke arah utara, April-September ke arah timur laut dan Oktober-Desember ke arah Barat, arah angin Oktonber-Desember sering menimbulkan hujan lebat seperti halnya wilayah-wilayah lain di Indonesia.[6]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No Wali Kota Administrasi Mulai Jabatan Akhir Jabatan Ket. Wakil Wali Kota
1
Alamsudin Wali Kota Jakarta Timur.jpg Alamsudin
1966
1971
2
M Barnas Wali Kota Jakarta Timur.jpg M Barnas
1971
1974
3
Sofyan Hakim Wali Kota Jakarta Timur.jpg Sofyan Hakim
1974
1981
4
Sabeni Effendy Wali Kota Jakarta Timur.jpg Sabeni Effendi
1981
1988
5
Mas Sunaryo Wali Kota Jakarta Timur.jpg Mas Sunaryono
1988
1992
6
Sudarsono Wali Kota Jakarta Timur.jpg Sudarsono
1992
1998
7
Andi Mappaganty Wali Kota Jakarta Timur.jpg Andi Mappaganty
1998
2002
8
Koesnan A. Halim Wali Kota Jakarta Timur.jpg Koesnan A. Halim
2002
2008
9
Murdhani Wali Kota Administratif Jakarta Timur.jpg Murdhani
2008
2012
Asep Syarifudin
(2009–10)
R. Krisdianto
(2010–12)
10
Krisdianto Jaktim.jpg R. Krisdianto
20 Desember 2012
2 Januari 2015
Husein Murad
11
Bambang Musyawardana
2 Januari 2015
5 Juli 2018
Husein Murad (2015–17)
Muhammad Anwar
(2017–18)
12
Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar.jpg Muhammad Anwar
5 Juli 2018
Petahana
Uus Kuswanto
(2019–)

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Provinsi DKI Jakarta memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Selain itu DPRD Provinsi DKI Jakarta juga memberikan pertimbangan terhadap calon wali kota/bupati yang diajukan oleh Gubernur.[7] Berbeda dengan DPRD Provinsi lainnya, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta berjumlah paling banyak 125% (seratus dua puluh lima persen) dari jumlah maksimal untuk kategori jumlah penduduk DKI Jakarta sebagaimana ditentukan dalam undang-undang.[7] Saat ini anggota DPRD DKI Jakarta terdiri dari 106 anggota yang dipilih berdasarkan daftar terbuka dari partai dalampemilihan umum legislatif. Pemilihan dilakukan setiap lima tahun sekali bersamaan dengan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah seluruh Indonesia. Pemilihan umum terakhir dilaksanakan pada 17 April 2019. Dewan ini berkantor di Gedung DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat. Pimpinan DPRD DKI Jakarta terdiri dari 1 Ketua dan 4 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD DKI Jakarta yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 26 Agustus 2019 oleh Plt. Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta di Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta. Komposisi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 terdiri dari 10 partai politik dimana PDI Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 25 kursi.[8][9][10] Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD DKI Jakarta dalam empat periode terakhir.[11][12][13][14]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 11 Steady 11 28 25
Logo Gerindra.svg Gerindra (baru) 6 15 19
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 18 Steady 18 11 16
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 16 32 10 Steady 10
Logo PAN.svg PAN 6 4 2 9
LogoPSI.svg PSI (baru) 8
Partai NasDem.svg NasDem (baru) 5 7
GolkarLogo.png Golkar 7 Steady 7 9 6
Logo PKB.svg PKB 4 1 6 5
Logo PPP.svg PPP 7 Steady 7 10 1
Logo Hanura.svg Hanura (baru) 4 10 0
Logo Partai Damai Sejahtera.svg PDS 4 Steady 4
Partai Bintang Reformasi (Indonesia).jpg PBR 2 0
Jumlah Anggota 75 94 106 Steady 106
Jumlah Partai 9 10 Steady 10 Steady 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Administrasi Jakarta Timur memiliki 10 kecamatan dan 65 kelurahan dengan kode pos 13110 hingga 13960.[15][16]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Administrasi Jakarta Timur, adalah sebagai berikut:

Kemendagri Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
31.75.06 Cakung 7
31.75.10 Cipayung 8
31.75.09 Ciracas 5
31.75.07 Duren Sawit 7
31.75.03 Jatinegara 8
31.75.04 Kramat Jati 7
31.75.08 Makasar 5
31.75.01 Matraman 6
31.75.05 Pasar Rebo 5
31.75.02 Pulo Gadung 7
TOTAL 65

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Wisata Belanja[sunting | sunting sumber]

Wisata Budaya[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara[sunting | sunting sumber]

Halte Trans Jakarta[sunting | sunting sumber]

  • Terminal Pulo Gadung (Koridor 2 dan 4)
  • Bermis (Koridor 2)
  • ASMI (Koridor 2)
  • Pedongkelan (Koridor 2)
  • Pasar Pulo Gadung (Koridor 4)
  • TU Gas (Koridor 4)
  • Layur (Koridor 4)
  • Pemuda Rawamangun (Koridor 4)
  • Velodrome (Koridor 4)
  • UNJ (Koridor 4)
  • Pramuka BPKP (Koridor 4)
  • Pramuka LIA (Koridor 4)
  • Utan Kayu (Koridor 4)
  • Pasar Genjing (Koridor 4)
  • Matraman 1 dan 2 (Koridor 4 dan 5)
  • Tegalan (Koridor 5)
  • Slamet Riyadi (Koridor 5)
  • Kebon Pala (Koridor 5)
  • Pasar Jatinegara (Koridor 5)
  • Jatinegara RS Premier (Koridor 5 dan 11)
  • Terminal Kampung Melayu (Koridor 5, 7, dan 11)
  • Bidara Cina (Koridor 7)
  • Gelanggang Remaja (Koridor 7)
  • Cawang Otista (Koridor 7)
  • Cawang BNN (Koridor 7, 9)
  • Cawang UKI (Koridor 7, 9, 10)
  • Cawang BKN (Koridor 7, 10)
  • Cililitan (Koridor 7)
  • PGC (Koridor 10)
  • Pasar Kramat Jati (Koridor 7)
  • Pasar Induk Kramat Jati (Koridor 7)
  • RS Harapan Bunda (Koridor 7)
  • Flyover Raya Bogor (Koridor 7)
  • Tanah Merdeka (Koridor 7)
  • Terminal Kampung Rambutan (Koridor 7)
  • Pinang Ranti (Koridor 9)
  • Garuda Taman Mini (Koridor 9)
  • Cawang Ciliwung (Koridor 9)
  • Cikoko (Stasiun Cawang) (Koridor 9)
  • Cawang Soetoyo (Koridor 10)
  • Cipinang Kebon Nanas (Koridor 10)
  • Pedati Prumpung (Koridor 10)
  • Stasiun Jatinegara (Koridor 10)
  • Bea Cukai Ahmad Yani (Koridor 10)
  • Utan Kayu Rawamangun (Koridor 10)
  • Pemuda Pramuka (Koridor 10)
  • Kayu Putih Rawasari (Koridor 10)
  • Pulomas Bypass/Pacuan Kuda (Koridor 10)
  • Stasiun Jatinegara 2 (Koridor 11)
  • Flyover Jatinegara (Koridor 11)
  • Pasar Enjo (Koridor 11)
  • Imigrasi Jakarta Timur (Koridor 11)
  • Cipinang (Koridor 11)
  • Stasiun Klender (Koridor 11)
  • Flyover Klender (Koridor 11)
  • Kampung Sumur (Koridor 11)
  • Buaran (Koridor 11)
  • Flyover Raden Inten (Koridor 11)
  • Perumnas Klender (Koridor 11)
  • Penggilingan (Koridor 11)
  • Wali Kota Jakarta Timur (Koridor 11)
  • Terminal Pulo Gebang (Koridor 11)

Stasiun Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Terminal Bus[sunting | sunting sumber]

Jalan tol[sunting | sunting sumber]

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Berkit beberapa tokoh berasal dari Kota Administrasi Jakarta Timur :

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Provinsi DKI Jakarta Dalam Angka 2019". BPS DKI Jakarta. Diakses tanggal 19 Februari 2020. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk DKI Jakarta Berdasarkan Agama 2017". www.data.jakarta.go.id. Diakses tanggal 20 Februari 2019. 
  3. ^ Letak astronomis Kota Administrasi Jakarta Timur menurut Situs Web Resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur
  4. ^ Luas wilayah menurut Situs Web Resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur
  5. ^ Luas wilayah menurut Situs Web Resmi Bappeda DKI Jakarta
  6. ^ Iklim dan Cuaca menurut Situs Web Resmi Pemerintah Kota Administras Jakarta Timur
  7. ^ a b Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia
  8. ^ Amri Amrullah (26-08-2019). Esthi Maharani, ed. "Anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 Dilantik". republika.co.id. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  9. ^ Sabik Aji Taufan (26-08-2019). Kuswandi, ed. "106 Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 Dilantik". JawaPos.com. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  10. ^ Andry Novelino (26-08-2019). "Anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 Resmi Dilantik". CNN Indonesia. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  11. ^ Muhammad Fida Ul Haq (26-08-2019). "Sah! Ini 106 Anggota DPRD DKI Jakarta Periode 2019-2024". detik.com. DetikNews. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  12. ^ "94 Anggota Baru DPRD DKI Dilantik". kompas.com. 25-08-2009. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  13. ^ "75 Anggota DPRD DKI Periode 2004-2009 Dilantik". detik.com. DetikNews. 25-08-2004. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  14. ^ "Hari Ini 106 Anggota DPRD DKI Jakarta 2014-2019 Dilantik". detik.com. DetikNews. 25-08-2014. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  15. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]