Jabodetabekpunjur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kawasan Metropolitan Jakarta

Jabodetabekpunjur
Jakarta
Peta lokasi Jabodetabekpunjur
Peta lokasi Jabodetabekpunjur
Negara Indonesia
ProvinsiCoat of arms of Jakarta.svg DKI Jakarta
Coat of arms of Banten.svg Banten
Coat of arms of West Java.svg Jawa Barat
Kota intiJakarta
Daerah penyanggaKabupaten Bogor
Kota Bogor
Kota Depok
Kabupaten Tangerang
Kota Tangerang
Kota Tangerang Selatan
Kabupaten Bekasi
Kota Bekasi
Kabupaten Cianjur
Dasar hukumPerpres No. 60 Tahun 2020
Zona waktuUTC+7 (WIB)
Kode telepon+62

Jabodetabekpunjur[1][2][3] (akronim dari Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Puncak-Cianjur), atau disebut juga Jakarta Raya, adalah salah satu wilayah metropolitan di Indonesia yang meliputi DKI Jakarta dan sekitarnya. Sebelum dibentuknya Kota Depok sebagai pemekaran dari Kabupaten Bogor, akronimnya adalah Jabotabek.

Definisi[sunting | sunting sumber]

Kawasan Jabodetabekpunjur mencakup wilayah administrasi:

Demografi[sunting | sunting sumber]

Dari seluruh penghuninya diperkirakan sebesar 9,9 juta orang tinggal di Jakarta, 4,5 juta orang di Bekasi, 5,8 juta orang di Tangerang, 5,8 juta orang di Bogor, dan 6,7 juta orang di Depok. Populasi ini meningkat setiap tahunnya dikarenakan besarnya urbanisasi dari seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah Indonesia memproyeksikan bahwa populasi Jabodetabekpunjur akan mencapai 40 juta orang pada tahun 2016. Menurut statistik tersebut, Jakarta akan memiliki 18 juta orang dan daerah-daerah penyangganya memiliki 25 juta orang.

Pembagian Administratif Wilayah (km²) Populasi (2007 Untuk Jawa Barat) Penduduk (/km²)
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 664,5 9,765,600 13,100
Kota Bogor, Jawa Barat 118,50 900,034 40,168
Kota Depok, Jawa Barat 200,3 1,689,772 7,053
Kota Bekasi, Jawa Barat 210,5 2,340,831 9,904.6
Kota Tangerang, Banten 164,5 1,753,249 9,342
Kota Tangerang Selatan, Banten 210,2 1,455,037 4,600
Kabupaten Bogor, Jawa Barat 3.440,74 4,816,236 1,254.4
Kabupaten Tangerang, Banten 1.110,6 2,746,205 3,094
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 1.484,75 2,242,999 1,368.9
Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 3.432,96 2,149,121 626,03
Wilayah Metropolitan Jabodetabek 11.037,56

Padanan istilahnya dalam bahasa Inggris adalah Greater Jakarta yang berarti kawasan perkotaan yang terintegrasi dengan Jakarta. Populasinya pada tahun 2005 diperkirakan 18,5 juta orang, menempatkannya sebagai salah satu sepuluh besar wilayah metropolitan di dunia dan di Indonesia. Dan juga merupakan wilayah metropolitan terbesar di Asia Tenggara.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Transportasi darat[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2000, jumlah perjalanan di Jabodetabek sebanyak 29,2 juta perjalanan/hari. Persentase moda angkutan yang digunakan: bus 52,7%; mobil pribadi 30,8%; sepeda motor 14,2%; dan kereta api 2%. Gejala komuter dari Bodetabek ke Jakarta sangat bergantung pada fasilitas kereta api komuter dan jaringan jalan tol. Saat ini antara Jakarta dengan wilayah Bodetabek telah dihubungkan oleh beberapa jaringan jalan tol, antara lain:

Bus raya terpadu Transjakarta[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah terminal bus utama yang melayani wilayah Jabodetabek:

Terminal Layanan bus Provinsi Kabupaten/kota
Terminal Pulo Gebang Bus antarkota lintas provinsi pada jalur lintas utara dan selatan Jawa, Bali dan Sumatra, bus kota, Mikrotrans dan BRT Transjakarta DKI Jakarta Kota Jakarta Timur
Terminal Kalideres Bus antarkota lintas provinsi pada jalur lintas Sumatra, bus kota, Mikrotrans, BRT Transjakarta dan bus perkotaan Jabodetabek DKI Jakarta Kota Jakarta Barat
Terminal Kampung Rambutan Bus antarkota lintas provinsi pada jalur lintas selatan dan sebagian lintas utara Jawa Bali dan Sumatra, bus kota, Mikrotrans, BRT Transjakarta dan bus perkotaan Jabodetabek DKI Jakarta Kota Jakarta Timur
Terminal Bekasi Bus antarkota lintas provinsi pada jalur lintas utara dan selatan Jawa, Bali dan Sumatra, bus ekspres Transjakarta dan bus perkotaan Jabodetabek Jawa Barat Kota Bekasi
Terminal Jatijajar Bus antarkota lintas provinsi pada jalur lintas utara dan selatan Jawa, Bali dan Sumatra dan bus perkotaan Jabodetabek Jawa Barat Kota Depok
Terminal Baranangsiang Bus antarkota lintas provinsi pada jalur lintas utara dan selatan Jawa, Bali dan Sumatra dan bus perkotaan Jabodetabek Jawa Barat Kota Bogor
Terminal Poris Plawad Bus antarkota lintas provinsi pada jalur lintas utara dan selatan Jawa, Bali dan Sumatra, bus ekspres Transjakarta dan bus perkotaan Jabodetabek Banten Kota Tangerang

Transportasi rel[sunting | sunting sumber]

Dari segi perkeretaapian, wilayah Jabodetabek melayani dua jalur lintas kereta api utama bagi kereta api antarkota berbagai tujuan menuju Ciayumajakuning dan Bandung Raya di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur dan kereta api komuter seperti KAI Commuter Jabodetabek. Jalur lintas kereta api dilayani wilayah Jabodetabek terbagi tiga, yaitu:

Berikut ini adalah stasiun kereta api utama yang melayani wilayah Jabodetabek, meliputi:

Stasiun Layanan Provinsi Kabupaten/kota Tipe
Gambir Kereta Api Indonesia (Antarkota (Eksekutif dan campuran)) DKI Jakarta Kota Jakarta Pusat Terminal
Pasar Senen Kereta Api Indonesia (Antarkota (Campuran dan ekonomi)), KAI Commuter Jabodetabek DKI Jakarta Kota Jakarta Pusat Terminal dan Transfer
Jakarta Kota KAI Commuter Jabodetabek DKI Jakarta Kota Jakarta Barat Terminal
Tanjung Priok KAI Commuter Jabodetabek DKI Jakarta Kota Jakarta Utara Terminal
Tanah Abang KAI Commuter Jabodetabek DKI Jakarta Kota Jakarta Pusat Transfer
Manggarai KAI Commuter Jabodetabek, KAI Bandara DKI Jakarta Kota Jakarta Selatan Transfer
Duri KAI Commuter Jabodetabek, KAI Bandara DKI Jakarta Kota Jakarta Barat Transfer
Jatinegara Kereta Api Indonesia (Antarkota), KAI Commuter Jabodetabek DKI Jakarta Kota Jakarta Timur Terminal dan Transfer
Bogor KAI Commuter Jabodetabek Jawa Barat Kota Bogor Terminal
Depok KAI Commuter Jabodetabek Jawa Barat Kota Depok Transfer
Tigaraksa KAI Commuter Jabodetabek Banten Tangerang Transfer
Serpong KAI Commuter Jabodetabek Banten Kota Tangerang Selatan Transfer
Tangerang KAI Commuter Jabodetabek Banten Kota Tangerang Transfer
Cikarang Kereta Api Indonesia (Kereta Api Lokal), KAI Commuter Jabodetabek Jawa Barat Bekasi Terminal dan Transfer
Bekasi Kereta Api Indonesia (Antarkota), KAI Commuter Jabodetabek Jawa Barat Kota Bekasi Transfer


KAI Commuter Jabodetabek[sunting | sunting sumber]

Berikut ini daftar lin kereta api komuter KAI Commuter Jabodetabek yang melayani wilayah Jabodetabek (tidak termasuk Kabupaten Lebak):

Lin Layanan Kabupaten/kota
Lin Sentral KAI Commuter Jabodetabek Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Selatan, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor
Lin Lingkar (Jalur utama dan jalur percabangan Nambo) KAI Commuter Jabodetabek Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Selatan, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor
Lin Cikarang KAI Commuter Jabodetabek Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Selatan, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi
Lin Rangkasbitung KAI Commuter Jabodetabek Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Selatan, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang
Lin Tangerang KAI Commuter Jabodetabek Kota Jakarta Barat, Kota Tangerang
Lin Tanjung Priok KAI Commuter Jabodetabek Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Utara

MRT Jakarta[sunting | sunting sumber]

LRT Jakarta[sunting | sunting sumber]

LRT Jabodebek[sunting | sunting sumber]

Transportasi udara[sunting | sunting sumber]

Sebagai gerbang utama wilayah udara Indonesia, Jabodetabek mempunyai dua bandar udara internasional yang melayani penerbangan domestik dan internasional seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Kota Tangerang, Banten dan Bandara Halim Perdanakusuma di Kota Jakarta Timur.

Bandar udara Kode IATA Kode ICAO Kabupaten/kota Provinsi
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta CGK WIII Kota Tangerang Banten
Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma HLP WIHH Kota Jakarta Timur DKI Jakarta

Peruntukan Wilayah[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 1977, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan bahwa wilayah Bodetabek sebagai wilayah penyangga kota Jakarta. Hal ini disebabkan karena terlalu padatnya kota Jakarta untuk menampung semua aktivitas pemerintahan, perdagangan, dan industri. Berdasarkan hal tersebut pemerintah mulai mengatur pembangunan dan peruntukan wilayah di Jabotabek. Untuk aktivitas pemerintahan, tetap dikonsentrasikan di wilayah Jakarta Pusat. Pada tahun 1995, Presiden Soeharto pernah berencana untuk memindahkan pusat pemerintahan negara ke daerah Jonggol[butuh rujukan] di kabupaten Bogor. Tetapi ide tersebut tidak dapat terlaksana dikarenakan krisis keuangan yang melanda Indonesia pada tahun 1997.

Untuk industri, pengembangan dikonsentrasikan di kawasan Cibitung dan Cikarang (Kab. Bekasi) serta Cikupa (Kab. Tangerang). Untuk permukiman, pengembang-pengembang besar banyak membangun kota-kota satelit yang dilengkapi dengan sarana pendukung kota seperti sekolah, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan tempat hiburan. Kota-kota satelit ini banyak berkembang di kota Bekasi, kota Depok, kota Tangerang, Pondok Aren, Serpong Utara, sebagian utara Pondok Ranji dan Serpong (kota Tangerang Selatan), Kelapa Dua, Pagedangan, Panongan, sebagian timur Curug, sebagian utara Cisauk dan Cikupa (kabupaten Tangerang), Cikarang (kabupaten Bekasi) dan kawasan komersial-perumahan Cibubur (Sukatani (kota Depok), Jatikarya (kota Bekasi) dan kecamatan Gunung Putri dan Cileungsi (kabupaten Bogor)).

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]