Jalan Tol Akses Tanjung Priok

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalan Tol Akses Tanjung Priok
Panjang 11,4 km
Pembangunan 2010-2017
Pengelola PT Hutama Karya (Persero)

Jalan Tol Akses Tanjung Priok adalah jalan tol yang menyediakan akses langsung ke atau dari Pelabuhan Tanjung Priok. Jalan tol sepanjang 11,4 km ini merupakan bagian dari sistem jaringan jalan tol Jabodetabek yang terhubung ke jalan tol lingkar luar dan lingkar dalam Jakarta.

Ruas jalan tol akses Tanjung Priok terdiri atas:

  • Seksi East (E) 1, Rorotan-Cilincing (3,4 km)
  • Seksi East (E) 2, Cilincing-Jampea (2,74 km)
  • Seksi East (E) 2-A, Cilincing-Simpang Jampea (1,92 km)
  • Seksi North-South (NS) Link, Yos Sudarso-Simpang Jampea (2,24 km)
  • Seksi North-South (NS) Direct Ramp, (1,1 km)

Jalan Tol Akses Tanjung Priok akhirnya dibuka untuk umum setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 April 2017.[1] Jalan tol ini dikelola sementara oleh PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) pada ruas Kebon Bawang-Rorotan dan PT Citra Marga Nusaphala Persada pada ruas Kebon Bawang-SS Plumpang sebelum dikelola secara permanen oleh PT Hutama Karya. Setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, jalan tol ini digratiskan selama 1 bulan.[2]

Pembangunan[sunting | sunting sumber]

Proyek tol akses Tanjung Priok didanai melalui pinjaman JICA dengan total investasi Rp 4,5 triliun dan anggaran konstruksi Rp 3,5 triliun. Proyek tersebut semula diagendakan rampung akhir tahun 2015, namun dipastikan tidak tercapai. Perjanjian pinjaman tahap I dilakukan pada 31 Maret 2005 dengan nilai Rp 2,236 triliun sedangkan untuk tahap 2 dilakukan pada tanggal 29 Maret 2006 dengan nilai Rp 2,263 triliun.[3]

Akibat proses perencanaan dan lelang yang lama, terjadi kenaikan harga dan anggaran pinjaman tidak cukup untuk membiayai proyek tersebut, akhirnya dilakukan suatu terobosan dengan membuat pemaketan baru.

Dari pemaketan baru tersebut[4]:

  • Seksi E1 dilaksanakan oleh SMCC–Hutama Karya JO, nilai kontrak Rp 662,5 miliar
  • Seksi E2 dilaksanakan oleh Kajima–Waskita Karya JO, nilai kontrak Rp 1,04 triliun
  • Seksi E2A dilaksanakan oleh Obayashi–Jaya Konstruksi JO, nilai kontrak Rp 1,06 triliun
  • Seksi NS Link Yos dilaksanakan oleh SMCC-Hutama Karya JO, nilai kontrak Rp 489 miliar
  • Seksi NS Direct Ramp dilaksanakan oleh Tobishima–Wijaya Karya JO, nilai kontrak Rp 255 miliar

Seksi E1 yang dimulai pengerjaannnya pada 30 Maret 2010, resmi beroperasi tanpa tarif pada 17 April 2011, sedangkan seksi lainnya masih dalam tahap konstruksi.[5]

Selain itu direncanakan pembangunan ruas akses tol Priok seksi West 1 dengan rute Jampea-Kampung Bahari dan West 2 Kampung Bahari-Tol Pelabuhan Priok yang baru akan dilaksanakan pada 2020 mendatang, menyusul tingkat urgensitasnya yang dinilai tidak terlalu mendesak karena seksi E1, E2, dan NS dinilai sudah cukup memenuhi kebutuhan jalan di wilayah tersebut saat ini.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Jokowi Resmikan Tol Akses Tanjung Priok Siang Ini". Detik.com. Detik.com. Diakses tanggal 15 April 2017. 
  2. ^ "JLJ dan CMNP Mengelola Sementara Tol Akses Tanjung Priok". Kompas.com. 15 April 2017. Diakses 16 April 2017.
  3. ^ Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Tanjung Priok
  4. ^ Tender Konstruksi Tol Akses Tanjung Priok Tunggu Izin Menkeu
  5. ^ Progres Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Tanjung Priok
  6. ^ TOL PRIOK: Ruas Jampea-Kampung Bahari-Pelabuhan Dibangun 2020