Lompat ke isi

Jalan Tol Serpong–Balaraja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jalan Tol Serpong–Balaraja
Jalan Tol Serbaraja
Informasi rute
Dikelola oleh PT Trans Bumi Serbaraja
(anak usaha Sinar Mas Land)
Panjang39,4 km (24,5 mi)
BerdiriSejak 2022
SejarahKonstruksi dimulai 2020 :
Seksi 1A beroperasi 21 September 2022
Seksi 1B beroperasi 30 September 2024
Seksi 2-3 ditargetkan mulai konstruksi >2025
Persimpangan besar
Ujung Timur Jalan Tol Ulser
Serpong, Kota Tangerang Selatan
Persimpangan besarSimpang Susun Rawa Buntu
Simpang Susun CBD BSD City
Simpang Susun Industri
Simpang Susun Legok
Simpang Susun Mekar Jaya
Simpang Susun Pasir Barat
Simpang Susun Jambe
Simpang Susun Cileles / Tigaraksa
Junction Balaraja (Tol Tangerang–Merak & Tol Semanan–Balaraja)
Ujung BaratTol Jalan Tol Tangmer
Balaraja, Kabupaten Tangerang
Lokasi
NegaraIndonesia
ProvinsiBanten
KotaKota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang
Sistem jalan

Jalan Tol Serpong–Balaraja (disingkat Jalan Tol Serbaraja) adalah sebuah jalan tol yang terletak di Provinsi Banten, Indonesia. Jalan tol ini dirancang sebagai perpanjangan dari Jalan Tol Ulujami–Serpong (Ulser/Jakser) dan merupakan bagian integral dari pengembangan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 3 atau Jakarta Outer Ring Road 3 (JORR 3). Jalan tol ini membentang dari kawasan Serpong di Kota Tangerang Selatan hingga ke daerah Balaraja di Kabupaten Tangerang, melintasi sejumlah kawasan hunian dan industri strategis.

Tampak Jalan Tol Serbaraja dari atas sebuah apartemen di BSD City

Pembangunan jalan tol ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas wilayah barat Jakarta dan sekitarnya, memperlancar distribusi logistik, serta mengurangi kemacetan di ruas jalan arteri dan jalan nasional eksisting yang melintasi kawasan tersebut. Keberadaan jalan tol ini juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan hunian terpadu seperti BSD City, Legok, dan Cisauk.

Proyek jalan tol ini dicetuskan pertama kali oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan secara aktif diprakarsai oleh pihak swasta, yakni Sinar Mas Land, melalui anak perusahaannya PT Bumi Serpong Damai (BSD). Untuk merealisasikan proyek ini, dibentuklah badan usaha jalan tol bernama PT Trans Bumi Serbaraja, yang memegang hak konsesi atas ruas ini. Studi awal proyek dimulai sejak tahun 2012, dengan target pembangunan bertahap sepanjang kurang lebih 39,4 kilometer yang terbagi menjadi tiga seksi.[1]

Sejarah & Pembangunan

[sunting | sunting sumber]

Pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja dilaksanakan dalam tiga tahapan / segmen utama (seksi) dengan total panjang mencapai 39,4 kilometer. Proyek ini dikerjakan oleh PT Trans Bumi Serbaraja sebagai pemegang konsesi, dengan skema pembiayaan full investasi swasta tanpa menggunakan dana APBN. Proyek ini diprakarsai oleh kelompok usaha Sinar Mas Land melalui entitas anak usahanya, PT Bumi Serpong Damai (BSD).[2]

Adapun pembagian ruas dan panjang masing-masing seksi adalah sebagai berikut:

Pekerjaan konstruksi dimulai sejak tahun 2020, diawali dari Seksi 1A yang menghubungkan Rawabuntu hingga kawasan CBD BSDCisauk. Seksi ini dikerjakan oleh kontraktor nasional PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dan telah dioperasikan pada 10 Agustus 2022. Kemudian dilanjutkan dengan Seksi 1B dari Cisauk ke JatakeLegok, yang dikerjakan oleh PT Nusa Raya Cipta dan telah resmi beroperasi pada 30 September 2024.

Sementara itu, pembangunan untuk Seksi 2 dan Seksi 3 saat ini masih berada dalam tahap perencanaan lanjutan, dan ditargetkan untuk dapat dimulai konstruksi setelah tahun 2025, seiring dengan pengembangan wilayah dan penyelesaian pembebasan lahan.

Kelak, ketika seluruh ruas selesai, tol ini akan mengkoneksikan langsung Jalan Tol Jakarta–Serpong di sisi timur dengan Jalan Tol Tangerang–Merak di sisi barat. Hal ini akan menjadikan Jalan Tol Serpong–Balaraja sebagai jalur alternatif strategis dalam sistem jaringan Jalan Tol Jabodetabek (Non Trans-Jawa) yang menghubungkan Jakarta dengan Banten dan sekitarnya di wilayah barat Pulau Jawa lainnya.[4]

Rute dan Interkoneksi[1][5][6]

[sunting | sunting sumber]

Jalan Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja) dirancang sebagai jalur penghubung strategis dari bagian selatan Jabodetabek menuju kawasan barat Banten, sekaligus menjadi salah satu ruas penting dalam jaringan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 3 (JORR 3). Berikut adalah rincian trase dan konektivitasnya:

Konektivitas Regional

[sunting | sunting sumber]
  • Menjadi jalur alternatif untuk mengurai beban lalu lintas dari ruas Jakarta–Tangerang dan memberikan akses langsung menuju kawasan industri dan pemukiman di Tangerang Selatan, Legok, Tigaraksa, hingga Balaraja.

Interchange / Simpang Susun

[sunting | sunting sumber]
NoInterchangeSeksiKeterangan
1SS Rawa Buntu1ATerkoneksi ke Tol Ulujami–Serpong (JORR).
2SS CBD BSD City1AAkses kawasan BSD City dan pusat komersial.
3SS Industri (Legok)1BMenghubungkan area industri Legok.
4SS Legok1BPerbatasan antara Seksi 1B dan Seksi 2.
5SS Mekar Jaya2Akses kota Panongan/Pamulang ujung.
6SS Pasir Barat2Titik masuk Legok–Tigaraksa.
7SS Jambe3Akses kawasan tengah Kabupaten Tangerang.
8SS Cileles–Tigaraksa3Final akses sebelum Junction Balaraja.
9Junction Balaraja3Terkoneksi ke Tol Tangerang–Merak.

Gerbang Tol

[sunting | sunting sumber]
KM Ruas Panjang Gerbang tol Berbatasan dengan Tujuan Status
12 Seksi 1A 5.15 KM[7] Rawabuntu Jalan Tol Ulujami-Serpong Pondok Aren, Bintaro Jaya Pondok Indah Stasiun Rawa Buntu, Pamulang, Gunungsindur, Parung, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Beroperasi
14 Ramp on/off Cilenggang Jalan Raya Serpong Cilenggang, Serpong, Stasiun Serpong, Muncul, Gunungsindur (tidak aksesibel dari arah timur)
16 BSD Timur (Cisauk) Jalan BSD Raya Utama ÆON Mall, BSD City Phase 2, Gading Serpong, Cisauk, Suradita, Intermoda Cisauk, LAPAN, Rumpin, Bale Tirtawana, Cicangkal
Leuwiliang
Ciampea
Kota Bogor (alternatif)
Kawasan Puncak Bogor (alternatif)
Seksi 1B 5.40 KM[8] BSD Utama Gerbang Tol Utama Jalan Tol Serpong-Balaraja
19 Industri (Cicayur) Jl. Raya Kadusirung (Cisauk-Legok) Situgadung, Kawasan Industri BSD, BSD Phase 3, Cicayur, Stasiun Cicayur, Dangdang, Sukamulya, Bale Tirtawana, Cicangkal, (via jalan Gunung Maloko)
21 Legok (Jatake) Jl. Jatake - Babakan BSD Phase 3, rencana stasiun Intermoda Jatake, Legok, Parung Panjang, Stasiun Parung Panjang, STPI Curug, Lippo Karawaci, Pagedangan,Diklat Pemda, Gading Serpong
28 Seksi 2 Mekar Jaya (Panongan) Jalan Raya Korelet (Serdang Kulon) Mekarjaya, Curug, Lapas Ciangir, Perum Parayasa, Modernland Cilejit, Ciodeng, Lapangan Terbang Budiarto, Panongan, Bitung, Tenjo, Jasinga, Leuwiliang, Pemda Tigaraksa, Cipanas Rencana
32 Pasir Barat (Kutruk) Jalan Raya Kutruk-Rancaiyuh (Manukung/Tenjo-Jasinga/Letnan Sayuti) Kutruk, Pasir Barat, Tigaraksa, Daru, Tenjo, Jasinga, Leuwiliang, Pemda Tigaraksa, Cipanas
35 Seksi 3 Jambe (Tapos) Jalan Raya Tigaraksa-Sodong (Aria Wangsakara) Tigaraksa Golf & Resort, Lapas Jambe, Pemda Tigaraksa, Jambe, Tapos, Tigaraksa, Tangerang, Sodong, Tenjo, Daru, Tigaraksa, Jasinga, Leuwiliang, Cipanas
39 Cileles (Munjul) Jalan Raya Munjul (Gajah Barong) Jeungjing, Munjul, taman Adiyasa, Stasiun Tigaraksa, Stasiun Cikoya, Maja, Citeras, Rangkasbitung, kota Podomoro Tenjo, Citra Maja Raya, Savanna Residence, kantor kecamatan Tenjo, Jasinga, Leuwiliang, Cipanas
42 Tigaraksa (Jeungjing) Jalan Syech Mubarok (Ki Mas Laeng) Cangkudu, Cisoka, Cibadak, Jeungjing, Pemkab Tangerang
51 Simpang Susun Balaraja Jalan Tol Jakarta-Merak Balaraja Barat, Cikande, Serang, Cilegon, Merak,Jalan Tol Tangerang-Merak (barat)

Balaraja Timur, Cikupa, Jalan Tol Jakarta-Tangerang (timur)

Jalan Tol Semanan-Rajeg-Balaraja (rencana) &Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (konstruksi)(utara)

Tarif Tol
No Ruas Tanggal Berlaku Gol 1 Gol 2 Gol 3 Gol 4 Gol 5
1 Seksi 1A 4 Oktober 2022[9] 5500 8500 8500 11000 11000

Tujuan & Manfaat

[sunting | sunting sumber]

1. Menunjang konektivitas kawasan barat Jabodetabek

[sunting | sunting sumber]

Jalan Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja) di-inisiasikan untuk memperkuat koneksi antara kawasan Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, hingga ke arah Balaraja, untuk mendukung mobilitas masyarakat dan integrasi dengan jaringan tol eksisting seperti Jalan Tol Jakser dan Jalan Tol Tangmer.[10]

2. Mengurangi beban lalu lintas jalan arteri di wilayah Tangerang

[sunting | sunting sumber]

Tol Serbaraja diharapkan mengurangi kemacetan di jalan-jalan utama seperti Jalan Raya Serpong, Jalan Legok, dan kawasan pemukiman padat penduduk seperti BSD City, Gading Serpong, dan Legok.[11]

3. Mendukung pengembangan kawasan hunian dan ekonomi baru

[sunting | sunting sumber]

Tol ini menjadi penunjang utama pengembangan kawasan hunian modern dan kawasan ekonomi terpadu di barat Jakarta, khususnya kawasan BSD, Legok, hingga Tigaraksa dan Balaraja. Kehadiran tol ini menjadi daya tarik bagi pengembang properti dan investasi kawasan industri.[12]

4. Menjadi bagian dari JORR 3 dan konektor antar koridor

[sunting | sunting sumber]

Tol Serbaraja dirancang sebagai bagian dari sistem JORR 3 yang akan menghubungkan berbagai kawasan penyangga Jakarta dari sisi barat. Nantinya tol ini akan tersambung ke Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road 3 dan menjadi penghubung penting antar koridor transportasi.

5. Mempermudah akses logistik dan distribusi regional

[sunting | sunting sumber]

Dengan melintasi kawasan komersial dan perindustrian, tol ini dapat mempermudah mobilitas logistik antarwilayah dari dan menuju Tangerang bagian barat, mempercepat waktu tempuh distribusi barang.[13]

Cakupan dalam Jaringan Jalan Nasional

[sunting | sunting sumber]

Jalan Tol Serpong–Balaraja menjadi bagian dari pengembangan jaringan tol nasional di kawasan barat Provinsi Banten dan Jabodetabek. Saat rampung seluruhnya, tol ini akan menghubungkan Serpong–Legok–Tigaraksa–Balaraja, akan memperkuat konektivitas antarwilayah metropolitan dan mendukung pengembangan wilayah strategis nasional (WSN).

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Codingest. "2021, Tol Serpong-Balaraja Beroperasi". Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Banten (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-05. Diakses tanggal 2020-07-05.
  2. Hartomo, Giri (2019-09-20). "Rampung 2024, Tol Serpong-Balaraja Mempercepat Pengembangan Wilayah Tangerang". Okezone.com. Diakses tanggal 2020-07-05.
  3. "Kementerian PUPR". web.archive.org. 2022-07-19. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-19. Diakses tanggal 2022-10-14.
  4. Jalan Tol Ulujami-Balaraja diharapkan mulai beroperasi sebelum 2018
  5. "GIS - BPJT". gis.bpjt.pu.go.id. Diakses tanggal 2020-07-05.
  6. "Lokasi Jalan Tol Serpong-Balaraja Ditetapkan". Tempo.co. 2017-06-22. Diakses tanggal 2020-07-05.
  7. "Kementerian PUPR". web.archive.org. 2022-07-19. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-19. Diakses tanggal 2022-10-14.
  8. Zafna, Grandyos. "Melihat Progres Tol Serbaraja Seksi 1B". detikfinance. Diakses tanggal 2024-06-24.
  9. Sari, Janlika Putri Indah (2022-10-09). Ferdian, Azwar (ed.). "Tidak Lagi Gratis, Ini Tarif Tol Serpong-Balaraja". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-09.
  10. "Jalan Tol Serpong – Balaraja Seksi 1A Diresmikan, Dukung Konektivitas Wilayah Barat Jabodetabek". Kementerian PUPR. Diakses tanggal 2025-06-13.
  11. "Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A Resmi Beroperasi, Ini Manfaatnya". Detik Finance. Diakses tanggal 2025-06-13.
  12. "Tol Serbaraja Seksi 1A Resmi Beroperasi, Dorong Kawasan Pengembangan Baru". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-06-13.
  13. "Segmen Tol Serbaraja Sudah Dibuka, Ini Fungsinya". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-06-13.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Ruas sebelumnya:
Ikon jalan tol di Indonesia Jalan Tol Jakarta–Serpong
Ikon jalan tol di Indonesia Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung (rencana)
Jalan Tol Trans Jawa Ruas selanjutnya:
Ikon jalan tol di Indonesia Jalan Tol Tangerang–Merak
Ikon jalan tol di Indonesia Jalan Tol Semanan–Balaraja (rencana)