Jasa Marga (perusahaan)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Jasa Marga)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT Jasa Marga (Persero) Tbk
BUMN
Simbol sahamIDX: JSMR
IndustriPembangun jalan tol
Penyelenggara jalan tol
Pengelola jalan tol
DidirikanRabu, 1 Maret 1978 (umur 41)
Kantor
pusat
Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, 13550
,
Tokoh
kunci
Desi Arryani (Direktur Utama)
ProdukPenyedia Jalan tol
Pendapatan Rp36.974 triliun (2018)
Rp5.415 triliun (2018)
Rp2.202 triliun (2018)
Total aset Rp82.418 triliun (2018)
Total ekuitas Rp20.199 triliun (2018)
Karyawan
9.080 (2017)
IndukPemerintah Indonesia[1]
Situs webjasamarga.com

Jasa Marga (IDX: JSMR) adalah Badan Usaha Milik Negara di Indonesia yang bergerak di bidang penyelenggara jasa jalan tol. Perusahaan ini dibentuk pada tanggal 1 Maret 1978 setelah jalan tol pertama yang menghubungkan Jakarta-Bogor selesai dibangun.

Sebagai perusahaan jalan tol pertama di Indonesia, dengan pengalaman lebih, didirikan pada hari Rabu, 1 Maret 1978 dalam membangun dan mengoperasikan jalan tol, saat ini Jasa Marga adalah pemimpin dalam mengelola lebih dari 531 km jalan tol atau 76% dari total jalan tol di Indonesia.

Pengelolaan jalan tol[sunting | sunting sumber]

Anak Usaha[sunting | sunting sumber]

Jasa Marga sebagai perusahaan penyedia jasa jalan tol terbesar di Indonesia memiliki anak usaha yang mampu mendukung jalannya bisnis inti perusahaan yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu, usaha jalan tol dan usaha bukan jalan tol.

Usaha jalan tol[sunting | sunting sumber]

Usaha bukan jalan tol[sunting | sunting sumber]

  • PT Jasa Layanan Pemeliharaan (pemeliharaan jalan, jembatan jalan tol dan peralatan tol)
  • PT Jasamarga Properti (pengembangan bisnis properti)
  • PT Jasamarga Toll Road Operator (sebelum: PT Jasa Layanan Operasi)

Rencana Bisnis[sunting | sunting sumber]

Sekretaris Jasa Marga mengusulkan kepada Pemerintah Indonesia untuk membangun proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek elevated dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 selatan, proyek diusulkan karena volume kendaraan sudah melebihi kapasitas jalan.[2]

Gubernur Jawa Timur meminta biaya Jembatan Suramadu digratiskan oleh Jasa Marga agar biaya angkutan kendaraan dapat dipangkas dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi wilayah Madura.[3]

Sistem e-toll dengan melibatkan 4 bank, yaitu BRI, BNI, BTN, Mandiri yang telah diresmikan Menteri Badan Usaha Milik Negara pada Agustus 2015 akan dioperasikan oleh Jasa Marga akhir Januari 2016 di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta. Diharapkan penambahan jumlah bank akan meningkatkan penetrasi penggunaan e-toll hingga 50%, sedangkan untuk pengoperasian di Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta diperkirakan terlaksanan April 2016 [4]

[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]