Jalan Tol Medan–Binjai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Motorway CZ.svg

Jalan Tol Medan-Binjai
Informasi rute
Dikelola oleh PT Hutama Karya (Persero)
Panjang:16.8 km (10,4 mi)
Persimpangan besar
Ujung Barat:Binjai
 Simpang Susun Binjai
Simpang Susun Semayang
Simpang Susun Helvetia
Ramp Marelan
Ujung Timur:Jalan Tol Belmera
Letak
Kota besar:Binjai
Deli Serdang
Medan
Sistem jalan bebas hambatan
AH 25

Jalan Tol di Indonesia

Jalan Tol Medan–Binjai adalah jalan tol di Sumatra Utara sepanjang 16,8 kilometer yang menghubungkan kota di Medan dan Binjai.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada 10 Oktober 2014, pembangunan jalan tol ini diresmikan oleh Menko Perekonomian Chairul Tanjung. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2015. Pembangunan jalan tol ini direncanakan berlangsung selama 3 tahun.[1]

Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Jalan Tol Medan-Binjai resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 13 Oktober 2017.[2] Meski sudah beroperasi, belum seluruh ruas jalan tol dapat dilalui karena masih terkendala pembebasan lahan.

Skema Pendanaan[sunting | sunting sumber]

Pembangunan Jalan Tol Medan – Binjai menggunakan skema penugasan kepada BUMN yakni PT Hutama Karya melalui Peraturan Presiden No. 117/2015 tentang perubahan atas Peraturan Presiden No. 100/2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera. Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) untuk ruas tol ini telah ditandatangani pada tahun 2014. Pada tahun yang sama, Pemerintah juga memberikan dukungan berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Hutama Karya untuk mendukung PT Hutama Karya dalam memenuhi mandat penugasan ini. Struktur pendanaan ruas ini terdiri dari 70% ekuitas dari PT Hutama Karya (pemenuhannya didukung PMN) dan 30% pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).[3]

Jalur[sunting | sunting sumber]

Jalan tol Medan-Binjai akan membagi beban kendaraan dengan Jalan Medan-Binjai yang merupakan salah satu ruas terpadat dalam Jalan Raya Lintas Sumatra yang menghubungkan Medan dan Banda Aceh. Jalan tol ini akan menyambung dengan Jalan tol Belmera yang telah ada sebelumnya di sekitar pintu tol Tanjung Mulia, lalu menyusuri kawasan Medan Helvetia, Sei Semayang dan sampai ke jalan lingkar luar kota Binjai sebagai titik akhir.

Pintu tol direncanakan berjumlah 3 pintu, 2 arah dengan 3 jalur pada masing-masing arah dengan desain kecepatan maksimum 100 km/jam.

Gerbang tol[sunting | sunting sumber]

Ruas Tol Medan - Binjai

Gerbang Tol/Simpang Susun Km Lokasi Destinasi
Simpang Susun Tanjung Mulia 16 Tanjung Mulia Jalan Tol Belmera
Gerbang Tol Tanjung Mulia Tanjung Mulia
Pulo Brayan
Motorway CZ.svg Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa
Jasa Marga.png Batas Operasional PT Jasa Marga, Tbk

Jalan Tol Berawal/Berakhir
Motorway CZ.svg Jalan Tol Medan-Binjai
Batas Operasional PT Hutama Karya (Persero)

Jalan Tol Berawal/Berakhir
Ramp on/off Marelan 01 Marelan Marelan
Belawan (via jalan raya)
Gerbang Tol Marelan
Simpang Susun Helvetia 04 Helvetia Helvetia
Gerbang Tol Helvetia
Lambang Kota Medan
Batas Wilayah Kota Medan


Batas Wilayah Kabupaten Deli Serdang
Simpang Susun Semayang 10 Semayang Semayang
Gerbang Tol Semayang
Simpang Susun Binjai 14 Ringroad Binjai Binjai
Gerbang Tol Binjai
Motorway CZ.svg Jalan Tol Medan-Binjai
Batas Operasional PT Hutama Karya (Persero)

Jalan Tol Berawal/Berakhir

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Tol Medan Binjai 17 Kilometer Segera Dibangun, Sumut Pos, 11 Oktober 2014
  2. ^ HORE! Setelah Diresmikan Jokowi, Jalan Tol Kualanamu-Tebingtinggi dan Medan-Binjai Digratiskan
  3. ^ "Laporan KPIP Semester I 2019" (PDF). kppip.go.id. 
Ruas sebelumnya:
Jalan Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa
Jalan Tol Trans Sumatra Ruas berikutnya:
Jalan Tol Binjai-Langsa (rencana)