Barata Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
PT Barata Indonesia (Persero)
Jenis BUMN / Perseroan Terbatas
Industri/jasa EPC, Konstruksi dan Manufaktur
Didirikan 19 Mei 1971
Kantor pusat Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Tokoh penting

[1]

  • Silmy Karim (Presiden Direktur)
  • Tony Budi Santosa (Direktur Operasional dan Marketing )
  • Yoyok Hadi Satriono (Direktur Keuangan dan SDM)
Jasa
  • Pengecoran
  • Manufaktur
  • EPC
Pendapatan Rp 3,23 Trilliun (2017)
Laba bersih Rp 44 Miliar (2017)
Jumlah aset Rp 2,341 Triliun (2017)
Jumlah ekuitas 100% (Pemerintah Indonesia)
Pemilik Pemerintah Indonesia
Slogan Advancement Through Technology
Situs web www.barata.com

Barata Indonesia adalah BUMN yang bergerak di bidang jasa EPC, konstruksi dan manufaktur.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

PT Barata Indonesia (Persero) mengalami beberapa tahapan transformasi sejak berdiri.  Berawal dari cikal bakal Perseroan “NV BRAAT” pada tahun 1924 hingga saat ini telah terjadi perubahan-perubahan yang cukup signifikan namun masih memiliki benang merah bidang usaha  yang menjadi unggulan bagi Perseroan.

Milestone Transformasi PT Barata Indonesia (Perseo) dijelaskan sebagai berikut :

Era 1901- 1961

  • 1901 NV Braat Machine Fabriek berdiri dengan fokus penyedia fasilitas perawatan pabrik-pabrik gula di Jawa Timur. Tahun 1901.  Tahun 1961 kemudian di nasionalisasi dan berubah nama menjadi PN Barata
  • 1920 Machine Fabriek & Werf Molen Fliet berdiri dengan fokus hampir sama yaitu penyedia jasa peralatan pabrik gula di luar Jawa Timur. Tahun 1961 juga dinasionalisasi dan berubah nama menjadi PN Sabang Merauke

Era  1961- 1971

  • Tiga Perusahaan Nasional PN Barata, PN Sabang Merauke dan PN Peprida  dijadikan satu menjadi PT Barata Metalworks & Engineering. Lini usaha utama diperluas menjadi perawatan pabrik gula, produsen mesin pengolah hasil perkebunan, fabrikasi dan instalasi konstruksi baja, produsen mesin penggilas jalan, serta jasa instalasi proyek-proyek industri dasar

Era 1974- 1976

  • Pada tahun 1974-1976 dilengkapi dengan pabrik pengecoran besi dan baja di pabrik Gresik dan Jakarta dan mulai memasuki pembangunan peralatan pelabuhan, peralatan bandar udara dan pembangkit listrik

Era 1987- 1998

  • Dilakukan peremajaan mesin-mesin produksi (Proyek P2SP)
  • Pada 1989 perseroan dikelola oleh Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) melalui Keppres no 40 tahun 1989
  • Pada 1998 Perseroan menjadi anak perusahaan PT Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero) dengan keputusan Meneg Pendayagunaan BUMN no. Kep.036/M-PUBMN/98 tanggal 7 Agustus 1998

Era 2002 – Saat ini

  • Perseroan kembali dibawah pengelolaan Kementerian BUMN setelah PT BPIS dilikuidasi, hingga saat ini.

Bidang Usaha[sunting | sunting sumber]

Dalam hal bidang usaha, manajemen mendeklarasikan keterkaitan antara lini usaha existing PT Barata Indonesia (Persero) dengan bidang yang dibutuhkan masyarakat secara berkelanjutan. Yakni, di bidang Food, Energy & Water

Keterkaitan tersebut digambarkan dalam logo yang memiliki makna :

 F singkatan dari Food   : dalam hal ini mewakili bisnis Barata di bidang Industri Agro.

E  singkatan dari Energy : dalam hal ini mewakili bisnis Barata di bidang Power Plant serta Oil & Gas

W singkatan dari Water  : dalam hal ini mewakili bisnis Barata di bidang bendungan, pengairan & pengelolaan limbah air

+ mewujudkan Konektivitas  : dalam hal ini mewakili bisnis Barata di bidang Material Handling Equipment, komponen kereta api & kapal serta produk pendukung usaha semen

Sementara tiga warna , yakni Merah, Hijau dan Biru, masing - masing mewakili unsur utama yakni Energy, Food dan Water

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]