Barata Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
PT Barata Indonesia (Persero)
Jenis BUMN / Perseroan Terbatas
Industri/jasa Enjinering, Konstruksi dan Manufaktur
Didirikan 19 Mei 1971
Kantor pusat Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Tokoh penting

[1]

  • Silmy Karim (Presiden Direktur)
  • Tony Budi Santosa (Direktur Operasional)
  • Yoyok Hadi Satriono (Direktur Keuangan dan SDM)
Jasa
  • Pengecoran
  • Manufaktur
  • EPC
Pendapatan Rp 650,2 Miliar (2015)
Laba bersih Rp 12,5 Miliar (2015)
Jumlah aset Rp 1,31 Triliun (2015)
Jumlah ekuitas 100% (Pemerintah Indonesia)
Pemilik Pemerintah Indonesia
Slogan We Value Commitment
Situs web www.barata.co.id

Barata Indonesia adalah BUMN yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan manufaktur.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah PT Barata Indonesia dapat ditelusuri kembali sejak zaman kolonial ketika didirikan oleh seorang Belanda bernama Mr. Braat tahun 1924 dengan nama NV Braat Machine-fabriek et Werf. Perusahaan ini didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan peralatan dan perawatan pabrik gula berkantor di daerah Krembangan yang pada perkembangannya berpindah ke Jl. Ngagel 109 Surabaya.

Setelah Kemerdekaan, perusahaan dinasionalisasi pada tahun 1958 dan berubah nama menjadi Bappit Barata. Berdasarkan PP no. 125 tahun 1961 namanya diubah menjadi PN Barata. Seiring dengan perkembangannya, PN Barata berkembang dengan adanya pengesahan penggabungan PN Peprida dan PN Sabang Merauke dibawah payung hukum PP no 3 tahun 1971. Penggabungan perusahaan disahkan dengan Akte Notaris E. Pondaag No.35/1971 tanggal 19 Mei 1971 dengan nama PT Barata Metalwork dan Engineering, berubah lagi menjadi Barata Indonesia (Persero) melalui Akte Notaris Mochamad Ali No. 29 tanggal 23 November 1981.

Berdasarkan Inpres No.15 tahun 1989 tanggal 6 Mei 1989 pengawasan perusahaan dipindahkan kebawah pembinaan Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara. Perusahaan masuk dalam jajaran BUMNIS bersama dengan 10 BUMN dibawah pengelolaan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) payung Keppres No.44 tahun 1989. Pada tanggal 7 Agustus 1989, kepemilikian saham perusahaan dialihkan kepada PT Pakarya Industri yang berubah menjadi PT.Bahan Pakarya Industri Strategis pada 1999.

Pada tahun 2003, adanya Peraturan Pemerintah (PP) No.52 tahun 2003 tentang penyertaaan modal negara ke dalam modal saham dan pembubaran BPIS dan sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada 31 Oktober 2003 diputuskan pengalihan saham PT Bahana Pakarya Industri Stategis (dalam likiuditas) dan saham minoritas kepada Menteri Negara BUMN Republik Indonesia.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 15 Desember 2016 dan tambahan berita Negara RI no. 32 tanggal 5 Mei 2016, PT. Barata Indonesia (Persero) yang semula Surabaya berubah menjadi Gresik.

Bidang Usaha[sunting | sunting sumber]

Barata Indonesia memiliki 3 bisnis utama yaitu[2][3][4]

  1. Pengecoran

Meliputi bidang peralatan perkeratapian, industri kimia, semen, perkapalan, pertambangan, dan gula

  1. Manufaktur

Meliputi bidang migas, pabrik gula dan minyak kelapa sawit, hydro mechanical, peralatan pembuatan jalan, konstruksi baja, heavy machining, industri semen

  1. EPC

Meliputi tanki, pembangkit listrik, industri gula dan minyak kelapa sawit, peralatan bandara

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]