Bio Farma

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT Bio Farma (Persero)
Perusahaan holding BUMN
IndustriFarmasi
Didirikan6 Agustus 1890; 131 tahun lalu (1890-08-06)
Kantor
pusat
Bandung, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Honesti Basyir[1]
(Direktur Utama)
Tanri Abeng[1]
(Komisaris Utama)
Produk
MerekImmunicare
Jasa
PendapatanRp 14,328 triliun (2020)[2]
Rp 317,819 milyar (2020)[2]
Total asetRp 32,693 triliun (2020)[2]
Total ekuitasRp 15,841 triliun (2020)[2]
PemilikPemerintah Indonesia
Karyawan
1.493 (belum termasuk di anak usaha, 2020)[2]
Anak
usaha
Kimia Farma
Indofarma
Industri Nuklir Indonesia
Situs webwww.biofarma.co.id

PT Bio Farma (Persero) adalah badan usaha milik negara Indonesia yang berbisnis di bidang farmasi. Perusahaan ini merupakan satu-satunya produsen vaksin manusia di Indonesia dan merupakan produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, selain kantor pusat dan pabrik seluas 91.058 meter persegi di Bandung, perusahaan ini juga memiliki fasilitas pengembangbiakan hewan laboratorium seluas 282.441 meter persegi di Bandung Barat. Perusahaan pun memiliki kantor perwakilan di Jakarta.[2][3] Dengan kapasitas produksi lebih dari 3,2 miliar dosis per tahun, perusahaan ini telah mengekspor produknya ke lebih dari 130 negara, yang mana 50 negara di antaranya merupakan anggota Organisasi Kerjasama Islam.

Produksi vaksin di laboratorium Bio Farma di Bandung

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini memulai sejarahnya di Jakarta pada tanggal 6 Agustus 1890 dengan nama Parc Vaccinogene di lingkungan Groot Militaire Hospitaal (kini RSPAD Gatot Soebroto). Pada tahun 1895, nama organisasi tersebut diubah menjadi Parc Vaccinogene en Instituut Pasteur. Pada tahun 1902, nama organisasi tersebut kembali diubah menjadi Landskoepoek Inrichting en Instituut Pasteur. Pada tahun 1923, organisasi tersebut pindah ke Bandung.

Gedung Pasteur Instituut sekitar tahun 1930

Pada tahun 1942, saat pendudukan Jepang di Indonesia, nama organisasi tersebut kembali diubah menjadi Bandung Boeki Kenkyushoo. Pada tahun 1945, setelah Indonesia merdeka, nama organisasi tersebut kembali diubah menjadi "Gedung Cacar dan Lembaga Pasteur", serta sempat pindah ke Klaten. Pada tahun 1946, saat terjadinya Agresi Militer dan Bandung kembali diduduki oleh Belanda, nama organisasi tersebut kembali diubah menjadi Landskoepoek Inrichting en Instituut Pasteur. Pada tahun 1950, nama organisasi tersebut kembali diubah menjadi "Gedung Cacar dan Lembaga Pasteur" sebagai salah satu jawatan di lingkungan Departemen Kesehatan. Pada tahun 1955, unit produksi vaksin dan serum dari organisasi tersebut dipisah menjadi sebuah perusahaan negara dengan nama PN Pasteur.[4] Pada tahun 1961, nama perusahaan ini diubah menjadi PN Bio Farma.[5] Pada tahun 1978, status perusahaan ini diubah menjadi perusahaan umum.[6] Pada tahun 1997, status perusahaan ini kembali diubah menjadi persero.[7] Perusahaan ini kemudian berhasil mendapatkan pra-kualifikasi WHO untuk 12 jenis vaksin sehingga dapat mulai mengekspor produk vaksinnya. Pada tahun 2013, perusahaan ini meluncurkan vaksin Pentavalent (difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, HiB).[3][2] Pada tahun 2020, perusahaan ini ditunjuk sebagai induk holding BUMN Farmasi, yang beranggotakan Kimia Farma dan Indofarma.[8] Pada tanggal 22 Februari 2022, pemerintah Indonesia resmi menyerahkan mayoritas saham Industri Nuklir Indonesia ke perusahaan ini sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat penerapan kedokteran nuklir di Indonesia.[9]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

PT Bio Farma (Persero) Meraih penghargaan dalam kategori The Best GRC For Corporate Governance & Compliance 2022 dalam ajang GRC & Performance Excellence Award 2022.[10][11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Komisaris & Direksi". PT Bio Farma (Persero). Diakses tanggal 20 Desember 2021. 
  2. ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2020". PT Bio Farma (Persero). Diakses tanggal 20 Desember 2021. 
  3. ^ a b "Sejarah Perusahaan". PT Bio Farma (Persero). Diakses tanggal 20 Desember 2021. 
  4. ^ "Undang-Undang Darurat nomor 14 tahun 1955" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 20 Desember 2021. 
  5. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 80 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 20 Desember 2021. 
  6. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 26 tahun 1978" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 20 Desember 2021. 
  7. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun 1997" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 20 Desember 2021. 
  8. ^ Warta Ekonomi (6 Februari 2020). "Usai Terbentuk, Holding BUMN Farmasi Berambisi Jadi Pemain Global". wartaekonomi.co.id. Diakses tanggal 7 Juni 2020. 
  9. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 2022" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Februari 2022. 
  10. ^ JPNN, Media (28 Juli 2022). "24 Perusahaan Raih GRC & Performance Excellence Award 2022". JPNN.com. Diakses tanggal 28 Juli 2022. 
  11. ^ Genpi, Media (28 Juli 2022). "Perusahaan Raih GRC & Performance Excellence Award 2022". Genpi.co. Diakses tanggal 28 Juli 2022.