Waskita Karya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT Waskita Karya (Persero)
Perusahaan perseroan (Persero) publik
Simbol sahamIDX: WSKT
IndustriKonstruksi
PendahuluVolker Aannemingsmaatschappij NV
Didirikan1961 (1961)
Kantor
pusat
,
Indonesia
Cabang
39 cabang
Tokoh
kunci
Badrodin Haiti (Komisaris Utama)
I Gusti Ngurah Putra (Direktur Utama)
ProdukPrecast Concrete, Properti, Hotel, Energi, EPC, Infrastruktur
MerekTeraskita Hotel, Vasaka
JasaKonstruksi, Sewa Gedung, Engineering, Procurement and Construction, Perdagangan, Agroindustri, Penyewaan, Transportasi, Investasi, Pengelolaan Kawasan, Jasa Keagenan, Teknologi Informasi, Pariwisata
Pendapatan Rp 31.38 triliun (2019)
Rp 938.14 miliar (2019)
Total aset Rp 122.58 triliun (2019)
Total ekuitas Rp 29.11 triliun (2019)
Karyawan
1,986 orang (2019)
IndukPemerintah Indonesia
Anak
usaha
PT Pejagan Pemalang Tol Road
PT Waskita Karya Realty
PT Waskita Toll Road
PT Waskita Beton Precast
PT Waskita Karya Energi
PT Waskita Karya Infrastruktur
PT Istaka Karya
Situs webWaskita Karya

PT Waskita Karya adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Perusahaan ini berasal dari nasionalisasi perusahaan Belanda Volker Aannemings Maatschappij N.V. pada tahun 1961 dan berubah bentuk menjadi persero pada tahun 1973.

Proyek utama[sunting | sunting sumber]

Beberapa proyek utama, berdasarkan tahun penyelesaian adalah:

  • Bandara Internasional APT Pranoto, Sungai Siring di Samarinda (2014)
  • Bandara Internasional Sastranegara, di Bandung (2015)
  • Bandara Internasional Radin Intan II, Branti Raya di Lampung Selatan, Lampung
  • Bandara Pekon Seray, Krui di Pesisir Barat, Lampung
  • Bandara Purwosari, Purwosari di Lampung Timur, Lampung (2017)
  • Jembatan Kelok 9, Sumatra Barat
  • Tol Bali Mandara, Bali
  • Jembatan Pedamaran I, Riau
  • Kame Ma'taf, Mekah
  • Jembatan Layang "Pasteur – Cikapayang – Surapati" Bandung
  • Jembatan Merah Putih, Ambon
  • Bendungan Nipah, Jawa Barat (2007)
  • PLTU Suralaya, Cilegon (1997)
  • PLTU Muara Karang, Jakarta
  • Indonesia Power UP Semarang
  • Waduk Jatiluhur
  • Bendungan Pondok, Grogkak, Tilong, Gapit, dan Sumi
  • Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
  • Jakarta International Cargo Terminal, Tanjung Priok
  • Soekarno–Hatta International Airport
  • Cipularang Toll Road, Jawa Barat
  • Solo-Kertosono Toll Road, Jawa Tengah – Timur
  • Salatiga-Kartasura Toll Road, Jawa Tengah
  • Shangri-La Hotel, Jakarta (1993)
  • Bogor Agricultural Institute (IPB), Bogor (2002)
  • Tsunami Museum, Aceh (2009)
  • Senayan City, Jakarta (2006)
  • Royal Plaza, Surabaya (2006)
  • Kelapa Gading Square, Jakarta (2005)
  • Wisma BNI, Jakarta (1996)
  • Niaga Tower, Jakarta (1992)
  • Mandiri Plaza, Jakarta
  • Bank Indonesia
  • TVRI Tower
  • Gedung Departemen Pertanian
  • King Abdullah Financial District Parcel, Riyadh
  • Burj View, Uni Emirat Arab
  • Jalan Tol tegal pemalang seksi 3-4
  • LRT Palembang
  • Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi)
  • Tol Pasuruan-Probolinggo
  • Tol Pemalang-Batang
  • Tol Depok-Antasari (Desari)
  • Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu)
  • Tol Layang (elevated) Jakarta-Cikampek
  • Tol Salatiga – Kartasura
  • Tol Bocimi (Bogor – Cianjur – Sukabumi)
  • Tol Cibitung – Cilincing
  • Tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar
  • Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tambak Lorok

Pranala luar[sunting | sunting sumber]