Kota Samarinda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Samarinda)

Koordinat: 0°29′48.5″S 117°08′38.0″E / 0.496806°S 117.143889°E / -0.496806; 117.143889

Kota Samarinda
Dari kanan atas searah jarum jam: Grand Barumbay Resort, gedung pemerintah resmi, Entrance dari Kalimantan Timur stadion utama, patung Lembuswana (Lembuswana adalah makhluk legendaris yang muncul dalam Kutai mitologi Samarinda), Gedung Katolik Keuskupan Agung Samarinda, Vihara Eka Dharma Manggala, dan Masjid Islamic Center Samarinda.
Dari kanan atas searah jarum jam: Grand Barumbay Resort, gedung pemerintah resmi, Entrance dari Kalimantan Timur stadion utama, patung Lembuswana (Lembuswana adalah makhluk legendaris yang muncul dalam Kutai mitologi Samarinda), Gedung Katolik Keuskupan Agung Samarinda, Vihara Eka Dharma Manggala, dan Masjid Islamic Center Samarinda.
Lambang resmi Kota Samarinda
Motto: 
Tepian
Teduh, rapi, aman, dan nyaman[a]
Peta
Peta
Kota Samarinda is located in Kalimantan
Kota Samarinda
Kota Samarinda
Peta
Kota Samarinda is located in Indonesia
Kota Samarinda
Kota Samarinda
Kota Samarinda (Indonesia)
Koordinat: 0°29′48.5″S 117°8′38.0″E / 0.496806°S 117.143889°E / -0.496806; 117.143889
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Timur
Tanggal berdiri21 Januari 1668[b]
Dasar hukumUU RI No. 27 Tahun 1959
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 •  Wali KotaAndi Harun
 •  Wakil Wali KotaRusmadi
Luas
 • Total718,00 km2 (277,22 sq mi)
Peringkat7
Populasi
 • Total825.494
 • Peringkat22
 • Kepadatan1.054/km2 (2,730/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 91,36%
Kristen 7,53%
- Protestan 5,06%
- Katolik 2,47%
Buddha 0,97%
Hindu 0,10%
Konghucu 0,03%
Kaharingan 0,01%[4]
 • BahasaIndonesia, Banjar, Kutai[5][6][7]
 • IPMKenaikan 80,76 (2021)
Sangat Tinggi[8]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode area telepon+62 541
Pelat kendaraanKT xxxx B**/I*/M*/N*/W*/X*
Kode Kemendagri64.72 Edit the value on Wikidata
Kode SNI 7657-2010SMR
DAURp 740.334.155.000,- (2020)[9]
Fauna resmiPesut mahakam
Situs webwww.samarindakota.go.id
  1. ^ Juga sebagai semboyan daerah.
  2. ^ Lini masa
    - Pendudukan Belanda: 11 Oktober 1844[1]
    - Pendudukan Jepang: 3 Februari 1942[2]
    - Pendudukan Belanda: 22 Juli 1945[3]

Samarinda merupakan ibu kota dari provinsi Kalimantan Timur, Indonesia serta kota dengan penduduk terbesar di seluruh Pulau Kalimantan dengan jumlah penduduk 825.949 jiwa (2021).[4][10] Samarinda memiliki wilayah seluas 783 km² dengan kondisi geografi daerah berbukit dengan ketinggian bervariasi dari 10 sampai 200 meter dari permukaan laut.[11]

Kota Samarinda dibelah oleh Sungai Mahakam dan menjadi gerbang menuju pedalaman Kalimantan Timur melalui jalur sungai, darat maupun udara. Samarinda terkenal dengan perkembangannya yang ekspansif seperti Pelabuhan Samarinda dan Pelabuhan Palaran yang keduanya merupakan pelabuhan tersibuk se Kalimantan Timur,[12][13][14] serta jumlah penduduk terbesar di Kalimantan Timur sekitar 800 ribu jiwa.

Dengan luas wilayah yang hanya sebesar 0,56 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda merupakan wilayah terkecil ketiga setelah Kota Bontang dan Kota Balikpapan.[15] Ditinjau berdasarkan batas wilayahnya, Kota Samarinda seluruhnya merupakan enklave dari Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Samarinda yang dikenal sebagai kota seperti saat ini dulunya adalah salah satu wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Pada abad ke-13 Masehi (tahun 1201–1300), sebelum dikenalnya nama Samarinda, sudah ada perkampungan penduduk di enam lokasi yaitu Pulau Atas, Karangasan (Karang Asam), Karamumus (Karang Mumus), Luah Bakung (Loa Bakung), Sembuyutan (Sambutan) dan Mangkupelas (Mangkupalas). Penyebutan enam kampung di atas tercantum dalam manuskrip surat Salasilah Raja Kutai Kartanegara yang ditulis oleh Khatib Muhammad Tahir pada 30 Rabiul Awal 1265 H (24 Februari 1849 M).[16]

Pada tahun 1565, terjadi migrasi suku Banjar dari Batang Banyu ke daratan Kalimantan bagian timur. Ketika itu rombongan Banjar dari Amuntai di bawah pimpinan Aria Manau dari Kerajaan Kuripan (Hindu) merintis berdirinya Kerajaan Sadurangas (Pasir Balengkong) di daerah Paser.[17] Selanjutnya suku Banjar juga menyebar di wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara, yang di dalamnya meliputi kawasan di daerah yang sekarang disebut Samarinda.[7]

Sejarah bermukimnya suku Banjar di Kalimantan bagian timur pada masa otoritas Kerajaan Banjar juga dinyatakan oleh tim peneliti dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (1976): “Bermukimnya suku Banjar di daerah ini untuk pertama kali ialah pada waktu kerajaan Kutai Kertanegara tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Banjar.”[18][19] Inilah yang melatarbelakangi terbentuknya bahasa Banjar sebagai bahasa dominan mayoritas masyarakat Samarinda di kemudian hari, walaupun telah ada beragam suku yang datang, seperti Bugis dan Jawa.[5][20]

Pada tahun 1730, rombongan Bugis Wajo yang dipimpin La Mohang Daeng Mangkona merantau ke Samarinda. Semula mereka diizinkan Raja Kutai bermukim di muara Karang Mumus, tetapi dengan pertimbangan subjektif bahwa kondisi alamnya kurang baik, mereka memilih lokasi di Samarinda Seberang.[21] Dalam kaitan ini, lokasi di bagian Samarinda Kota sebelum kedatangan Bugis Wajo, sudah terbentuk permukiman penduduk dengan sebagian areal perladangan dan persawahan yang pada umumnya dipusatkan di sepanjang tepi Sungai Karang Mumus dan Karang Asam.[22]

Mengenai nama La Mohang Daeng Mangkona yang diklaim sebagai pendiri Samarinda Seberang, hal ini kontroversi. Namanya tidak ditemukan dalam sumber arsip dan literatur kolonial. Namanya juga tidak tercatat dalam surat perjanjian antara Bugis dan Raja Kutai. Yang tercatat dalam perjanjian beraksara Arab-Melayu dan penelitian S.W. Tromp (1881) sebagai pemimpin Bugis adalah Anakhoda Latuji.[23]

Mengenai asal-usul nama Samarinda, tradisi lisan penduduk Samarinda menyebutkan, asal-usul nama Samarendah dilatarbelakangi oleh posisi sama rendahnya permukaan Sungai Mahakam dengan pesisir daratan kota yang membentenginya. Tempo dulu, setiap kali air sungai pasang, kawasan tepian kota selalu tenggelam. Selanjutnya, tepian Mahakam mengalami pengurukan/penimbunan berkali-kali hingga kini bertambah 2 meter dari ketinggian semula.

Oemar Dachlan mengungkapkan, asal kata “sama randah” dari bahasa Banjar karena permukaan tanah yang tetap rendah, tidak bergerak, bukan permukaan sungai yang airnya naik-turun. Ini disebabkan jika patokannya sungai, maka istilahnya adalah “sama tinggi”, bukan “sama rendah”. Sebutan “sama-randah” inilah yang mula-mula disematkan sebagai nama lokasi yang terletak di pinggir sungai Mahakam. Lama-kelamaan nama tersebut berkembang menjadi sebuah lafal yang melodius: “Samarinda”.[24]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Dengan luas wilayah 718 km², Samarinda terletak di wilayah khatulistiwa dengan koordinat di antara 0°21'81"–1°09'16" LS dan 116°15'16"–117°24'16" BT. Kota Samarinda memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara
Timur Kecamatan Muara Badak, Anggana, dan Sanga-Sanga di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Selatan Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara
Barat Kecamatan Tenggarong Seberang dan Muara Badak di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kota Samarinda beriklim tropis basah, hujan sepanjang tahun. Temperatur udara antara 20 °C – 34 °C dengan curah hujan rata-rata per tahun 1980 mm, sedangkan kelembaban udara rata-rata 85%. Bulan terdingin terjadi pada bulan Januari dan Februari, sedangkan bulan terpanas terjadi pada bulan April dan Oktober. Berikut ini adalah tabel kondisi cuaca rata-rata di wilayah kota Samarinda dan sekitarnya.

Data iklim Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.9
(87.6)
31.5
(88.7)
32.5
(90.5)
32.6
(90.7)
31.9
(89.4)
30.9
(87.6)
30.8
(87.4)
31.3
(88.3)
32.1
(89.8)
32.8
(91)
32.3
(90.1)
31.4
(88.5)
31.75
(89.13)
Rata-rata harian °C (°F) 26.5
(79.7)
27.2
(81)
27.8
(82)
28.2
(82.8)
28
(82)
27.7
(81.9)
27.2
(81)
27.5
(81.5)
27.6
(81.7)
28.3
(82.9)
27.6
(81.7)
27.1
(80.8)
27.56
(81.58)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.4
(74.1)
23.5
(74.3)
23.8
(74.8)
24.3
(75.7)
23.9
(75)
23.6
(74.5)
23
(73)
23.4
(74.1)
23.9
(75)
24.3
(75.7)
24.1
(75.4)
23.7
(74.7)
23.74
(74.69)
Presipitasi mm (inci) 191
(7.52)
162
(6.38)
190
(7.48)
207
(8.15)
174
(6.85)
172
(6.77)
136
(5.35)
127
(5)
132
(5.2)
199
(7.83)
199
(7.83)
223
(8.78)
2.112
(83,14)
Rata-rata hari hujan 17 15 17 18 16 16 11 10 11 15 17 19 182
% kelembapan 85 85 85 84 84 83 82 82 83 83 84 85 83.8
Rata-rata sinar matahari harian 4.9 5.9 5.8 5.6 6.6 6.9 7.4 7.9 7.1 5.9 5.2 4.1 6.11
Sumber #1: Climate-Data.org[25] & BMKG[26]
Sumber #2: Weatherbase dan WeatherAtlas[27][28]

Sungai-sungai[sunting | sunting sumber]

Kota Samarinda memiliki banyak sungai. Ada 27 sungai alam yang mengalir di dalam Kota Samarinda dan tersebar di beberapa Kecamatan dan Kelurahan. 27 sungai alam yang ada di Samarinda itu kemudian dibuatkan Surat Keputusan Walikota Samarinda tentang Penetapan Sungai Sungai alam dalam wilayah Kota Samarinda tahun 2004, yang ditanda tangani Walikota Samarinda H. Achmad Amins. Berikut ini adalah daftar sungai alam yang mengalir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur:[29][30]

Petasamarinda.jpg
No Nama Sungai Panjang (meter) Lokasi
1 Sungai Mahakam 920.000 Loa Buah, Loa Janan Ilir, Loa Bakung,Karang Asam Ulu, Teluk Lerong Ulu, Teluk Lerong Ilir, Pasar Pagi, Karang Mumus, Selili, Kelurahan Mesjid, Pulau Atas, Sungai Kapih, Rawa Makmur, Bukuan
2 Sungai Karang Mumus 34.700 Karang Mumus, Sungai Dama, Sidodamai, Sidomulyo, Sungai Pinang Luar, Pelita, Sidodadi, Temindung Permai, Sempaja
3 Sungai Karang Asam Besar 18.800 Teluk Lerong Ilir,Teluk Lerong Ulu, Karang Asam Ulu, Karang Asam Ilir, Loa Buah, Air Putih, Karang Anyar
4 Sungai Sambutan 15.000 Sambutan
5 Sungai Palaran 13.500 Handil Bakti
6 Sungai Loa Bakung 6.800 Loa Bakung
7 Sungai Muang 6.800 Muang Lama
8 Sungai Lempake 6.200 Lempake Jaya
9 Sungai Manggis 6.200 Air Hitam
10 Sungai Ampera 6.000 Pulau Atas
11 Sungai Simpang Pasir 5.600 Handil Bakti, Simpang Pasir
12 Sungai Lais 5.000 Sungai Kapih
13 Sungai Tanah Merah 5.000 Lempake
14 Sungai Tunggul 5.000 Handil sambutan
15 Sungai Binangat 4.800 Lempake
16 Sungai Bayur 4.800 Sempaja
17 Sungai Atas 4.400 Makroman
18 Sungai Siring 4.400 Sungai Siring
19 Sungai Loa Buah 4.400 Loa Buah
20 Sungai Loa Janan 3.600 Sengkotek, Simpang Tiga, Tani Aman
21 Sungai Mangkujenang 3.200 Simpang Pasir
22 Sungai Selindung 3.200 Lempake
23 Sungai Karang Asam Kecil 3.000 Teluk Lerong Ilir,Air Putih
24 Sungai Rapak Dalam 2.400 Rapak Dalam
25 Sungai Loa Hui 2.400 Harapan Baru
26 Sungai Lantung 2.000 Sungai Siring
27 Sungai Kerbau 1200 Selili[31]


Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Kota Samarinda dihuni berbagai macam suku bangsa. Suku bangsa terbesar yaitu suku Jawa (36,70%), disusul Banjar (24,14%), Bugis (14,43%), Kutai (6,26%) dan Buton (2,13%). Kemudian ada juga suku bangsa lainnya, yaitu Dayak, Toraja, Minahasa, Batak, Tionghoa, Sunda, Madura, Mandar, Makassar, Minangkabau dan lain-lain.[butuh rujukan] Ada juga penduduk Samarinda sejumlah orang Eropa, Amerika, Asia (termasuk ASEAN), Oceania dan Africa baik itu dengan ITAP maupun ITAS.[32]

Agama[sunting | sunting sumber]

<div style="border:solid transparent;position:absolute;width:100px;line-height:0;<div style="border:solid transparent;position:absolute;width:100px;line-height:0;<div style="border:solid transparent;position:absolute;width:100px;line-height:0;

Agama di kota Samarinda (2010)[33]

  Islam (90.93%)
  Protestan (5.25%)
  Katolik (2.12%)
  Buddha (0.86%)
  Hindu (0.12%)
  Konghucu (0.08%)
  Lainnya (0.01%)
  Tidak tahu (0.64%)

Masyarakat kota Samarinda memeluk berbagai macam agama, di antaranya Islam 91,36%, kemudian Kekristenan 7,53% di mana Protestan 5,06% dan Katolik 2,47%. Pemeluk agama Buddha sebanyak 0,97%, kemudian Hindu 0,10%, Konghucu 0,03% dan Kaharingan 0,01%[4]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Balai kota, kantor kedinasan wali kota dan wakil wali kota Samarinda.
Gedung DPRD Kota Samarinda.

Secara yuridis Kota Samarinda terbentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1959. Dasar untuk menetapkan hari jadi kota Samarinda adalah kesimpulan tim penyusun sejarah yang dibentuk Pemerintah Daerah Kotamadya Samarinda berdasarkan asumsi dan prediksi atau estimasi 64 hari masa pelayaran dari Wajo menuju Samarinda, sejak penandatangan Perjanjian Bongaya 18 November 1667. Akhirnya, diperoleh hasil tanggal 21 Januari 1668, yang bertepatan pula dengan hari jadi Pemerintah Daerah Samarinda, 21 Januari 1960.[34]

Telah ditetapkan pada peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Samarinda Nomor: 1 tahun 1988 tanggal 21 Januari 1988, pasal 1 berbunyi, "Hari Jadi Kota Samarinda ditetapkan pada tanggal 21 Januari 1668 M, bertepatan dengan tanggal 5 Sya'ban 1078 Hijriyah". Penetapan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari jadi kota Samarinda ke-320 pada tanggal 21 Januari 1988.

Tanggal 21 Januari 1668 adalah hari yang diperkirakan dari satu versi sebagai awal kedatangan orang-orang suku Bugis Wajo yang kemudian mendirikan pemukiman di Samarinda Seberang. Meskipun demikian, sebelum rombongan Bugis Wajo datang ke Samarinda, sudah ada peradaban komunitas Kutai Kuno dan Banjar di wilayah Samarinda.[35]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

Daftar wali kota Samarinda
No Foto Wali Kota Awal Jabatan Akhir Jabatan Ket. Wakil Wali Kota
1 Walikota Samarinda PErtama.jpg Kapten
Soedjono AJ
1960 1961
2 Walikota ke 2.jpg Letkol
Ngoedio
BcHK
1961 1965
1965 1967
3 H.
M. Kadrie Oening
8 November 1967 1972
1972 1975 [ket. 1]
1975 11 Februari 1980
4 Drs. H.
Anang Hasyim
11 Februari 1980 11 Februari 1985
5 Let.Kol.
Iswanto Rukin
11 Februari 1985 7 Maret 1985 [ket. 2]
6 Drs. H.
Abdul Waris Husain
1985 23 November 1995
7 Kolonel H.
Lukman Said
23 November 1995 23 November 2000 Achmad Amins
8 Achmad amins.jpg Drs. H.
Achmad Amins
M.M
.
23 November 2000 23 November 2005 Syaharie Jaang
23 November 2005 23 November 2010
9 Syaharie Jaang Samarinda.jpg H.
Syaharie Jaang
23 November 2010 23 November 2015 Nusyirwan Ismail
(9) 17 Februari 2016 13 Februari 2018 Nusyirwan Ismail[ket. 3]
(9) 24 Juni 2018 17 Februari 2021 Muhammad Barkati[36]
10 Andi Harun Samarinda.jpg Dr. H.
Andi Harun
S.T., S.H., M.Si.
26 Februari 2021 Petahana Ir. H.
Rusmadi Wongso
M.S., Ph.D.
Keterangan
  1. ^ Sebagai Penjabat Wali kota
  2. ^ Meninggal pada saat baru menjabat
  3. ^ Meninggal saat menjabat

Pada tanggal 17 Februari 2021, tepat berakhirnya masa jabatan Syahrie Jaang, rencanaya akan dilakukan pelantikan Andi Harun dan Rusmadi Wongso sebagai Wali dan Wakil Wali Kota Samarinda terpilih. Namun, pelantikan ditunda karena Gubernur Kaltim merencanakan untuk melantik sekaligus para kepala daerah terpilih di Kaltim.[37]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Samarinda dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019[38] 2019-2024[39]
  PKB 0 Kenaikan 3
  Gerindra 5 Kenaikan 8
  PDI-P 8 Steady 8
  Golkar 9 Penurunan 5
  NasDem 4 Steady 4
  PKS 3 Kenaikan 5
  PPP 4 Penurunan 2
  PAN 3 Kenaikan 4
  Hanura 3 Penurunan 1
  Demokrat 6 Penurunan 5
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 9 Kenaikan 10


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Samarinda memiliki 10 kecamatan dan 59 kelurahan dengan kode pos 75111 hingga 75253. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 766.015 jiwa dengan luas wilayah 783,00 km² dan sebaran penduduk 978 jiwa/km².[40][41] Kecamatan Samarinda Utara merupakan kecamatan dengan luas wilayah terbesar dengan luas wilayah lebih dari 31 persen luas Kota Samarinda, sedangkan Kecamatan Samarinda Kota merupakan kecamatan dengan luas wilayah terkecil.

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Samarinda, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Luas
wilayah
(km2)
Jumlah
Kelurahan
Daftar Kelurahan
64.72.10 Loa Janan Ilir 26,13 5
64.72.01 Palaran 221,29 5
64.72.04 Samarinda Ilir 17,18 5
64.72.09 Samarinda Kota 11,12 5
64.72.02 Samarinda Seberang 12,49 6
64.72.03 Samarinda Ulu 22,12 8
64.72.05 Samarinda Utara 229,52 8
64.72.07 Sambutan 100,95 5
64.72.06 Sungai Kunjang 43,04 7
64.72.08 Sungai Pinang 34,16 5
TOTAL 59

Pemilihan Umum Kepala Daerah[sunting | sunting sumber]

Pilkada Samarinda[sunting | sunting sumber]

Sejak reformasi 1998 dan pemberlakuan otonomi daerah, Kota Samarinda pertama kali menggelar pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah pada tahun 2005 dan terpilih pasangan Achmad Amins sebagai wali kota dan Syaharie Jaang sebagai wakil wali kota Samarinda. Sebelumnya, pasangan ini juga menjabat sebagai wali kota dan wakil wali kota pada tahun 2000 atas sidang DPRD Samarinda.

Pada tahun 2010, pemilu kada Kota Samarinda kembali digelar dan pencoblosan dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2010[42] dengan 1.445 TPS di 53 kelurahan di Samarinda yang diperuntukkan bagi 509.069 pemilih yang terdaftar dalam DPT[43]

Adapun pasangan yang mengikuti Pilkada Samarinda 2010 adalah sebagai berikut:

No. Nama pasangan Usungan Perolehan suara[44]
1 Ridwan Asmaran–Nasir Waladi (Risna) Independen dengan 30.927 surat dukungan 3.545 suara (1,17%)
2 Syaharie JaangNusyirwan Ismail (Jaa'nur) Partai Demokrat, PKS, PPP, Pelopor dan PBR 145.611 suara (47,86%)
3 Iriansyah Busra–Ahmad Faidilham Djafar (Irfa-Busra) Independen dengan 31.819 surat dukungan 4.486 suara (1,47%)
4 Ipong Muchlissoni–Edy Kurniawan PDIP, PAN, dan Hanura 73.355 suara (24,11%)
5 Andi Harun–Damanhuri (Adham) Partai Golkar, Partai Patriot, PDK serta Gerindra 57.979 suara (19,06%)
6 Sutrisno–Yulianus Kenock Sumual Independen dengan 30.982 surat dukungan 11.992 suara (3,94%)
7 Dani Firnanda–Ridwan Effendi Independen dengan 32.630 surat dukungan 7.229 suara (2,40%)

Berdasarkan hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara KPUD Samarinda pada tanggal 16 Oktober 2010, maka pasangan Syaharie Jaang–Nusyirwan Ismail ditetapkan sebagai pemenang pemilu kada Kota Samarinda tahun 2010.

Syaharie JaangNusyirwan Ismail dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota Samarinda pada tanggal 23 November 2010 di Gedung Serbaguna Stadion Madya Sempaja oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.[45]

Lambang Daerah[sunting | sunting sumber]

Pesut Mahakam adalah maskot kota Samarinda. Namun saat ini Pesut Mahakam tidak terlihat lagi di sepanjang sungai Mahakam. Pesut Mahakam terdesak oleh kemajuan kota dan pindah ke hulu sungai. Populasi Pesut Mahakam semakin menurun dari tahun ke tahun. Bahkan menurut sebuah penelitian, Pesut Mahakam sekarang tinggal 50 ekor. Jika tidak dilakukan antisipasi dan pelestarian, maka dalam waktu beberapa tahun saja Pesut Mahakam akan punah, menyusul pesut dari Sungai Irrawaddy dan Sungai Mekong yang sudah terlebih dahulu punah dan Pesut Mahakam adalah pesut air tawar terakhir yang hidup di planet bumi

Militer[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Menurut Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada tahun ajaran 2010/2011 terdapat 125.924 siswa di Samarinda dan 685 sekolahan.[46] Selain itu terdapat 3 perguruan tinggi negeri dan 24 perguruan tinggi swasta lainnya.

Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA atau MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 252 129 54 53 27
Data sekolah di kota Samarinda
Sumber:[47]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kota Samarinda telah memiliki beberapa pusat fasilitas kesehatan yang cukup lengkap di provinsi Kalimantan Timur. Selain memiliki beberapa rumah sakit yang juga telah didukung oleh beberapa perguruan tinggi yang berkaitan dengan kesehatan, salah satunya adalah Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur.

Guna mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat tersedia sarana kesehatan yang disediakan oleh Pemkot Samarinda seperti RSKD Atma Husada dan RSUD I.A Moeis maupun oleh Swasta seperti RS Islam, RS Dirgahayu, RS H.Darjad, RS Pupuk Kaltim Siaga Ramania, RS Samarinda Medica Citra, dan lain-lain. Selain itu saat ini juga sedang dalam proses pembangunan seperti RS Universal Medical Center, dan RS Dharmawan.

Pelayanan umum[sunting | sunting sumber]

Air bersih[sunting | sunting sumber]

Untuk melayani kebutuhan air bersih, pemerintah kota melalui PDAM Samarinda berbenah demi peningkatan pelayanan air bersih kepada pelanggannya,di antaranya dengan peningkatan kapasitas produksi di berbagai IPA (Instalasi Pengolahan Air) bersih.

  • Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cendana dengan debit 300 lt/dt, sumber air sungai Mahakam.
  • Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tirta Kencana dengan debit 160 lt/dt, sumber air sungai Mahakam.
  • Instalasi Pengolahan Air (IPA) Samarinda Seberang dengan debit 100 lt/dt, sumber air sungai Mahakam.
  • Instalasi Pengolahan Air (IPA) IKK desa Lempake dengan debit 2,5 lt/dt, sumber air baku waduk Lempake.
  • Instalasi Pengolahan Air (IPA) IKK Kecamatan Palaran dengan debit 17,5 lt/dt, sumber air baku sungai Mahakam.[48]

Untuk mengantisipasi kebutuhan energi listrik, di kota ini telah dibangun beberapa pembangkit listrik, antara PLTD Keledang dan PLTD Karang Asam yang berafiliasi dengan jaringan listrik Sektor Mahakam. Namun, pemadaman listrik masih terjadi.

Untuk jaringan telekomunikasi, hampir disetiap kawasan dalam kota ini telah terjangkau terutama untuk jaringan telepon genggam, dan pada kawasan tertentu telah tersedia layanan gratis internet tanpa kabel (Wi-Fi) atau dikenal juga dengan hotspot yang terdapat pada beberapa perguruan tinggi, pusat perbelanjaan, dan hotel.

Dalam menangani masalah sampah, pemerintah kota memfungsikan lahan di kecamatan Samarinda Ulu di TPA Bukit Pinang seluas 10 hektare, yang berjarak 15 km dari pusat kota. Tidak kurang dari 1.008 m³ sampah masyarakat dari seluruh penjuru Samarinda dibuang ke TPA Bukit Pinang.[49]


Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kota Samarinda memiliki beberapa objek wisata yang menjadi andalan dan sering dikunjungi wisatawan lokal.

Wisata alam[sunting | sunting sumber]

Objek wisata alam yang ada di Samarinda antara lain Air terjun Tanah Merah, Air terjun Berambai, Air terjun Pinang Seribu, Gunung Steling Selili, dan Kebun Raya Unmul Samarinda yang terdapat atraksi danau alam, kebun binatang dan panggung hiburan.

Wisata budaya[sunting | sunting sumber]

Untuk menikmati wisata budaya, wisatawan bisa mengunjungi Desa Budaya Pampang yang berjarak sekitar 20 km dari pusat kota. Pampang akan menampilkan atraksi budayanya dari suku Dayak Kenyah pada hari minggu.[50]

Produk budaya dari Samarinda berupa ukir-ukiran dan pernak-pernik lainnya yang bisa didapatkan di Citra Niaga. Samarinda juga mempunyai produk tekstil yang bernama Sarung Samarinda dan Batik Ampiek, batik yang bermotif ukiran Dayak.

Wisata religi[sunting | sunting sumber]

Beberapa tempat ibadah juga menjadi wisata religi di Samarinda seperti Masjid Shiratal Mustaqiem, masjid tertua di Samarinda. Tedapat pula Masjid Islamic Center Samarinda yang merupakan Masjid terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Objek wisata ziarah di kota ini adalah Makam La Mohang Daeng Mangkona, pendiri Kota Samarinda. Sekitar 10 km ke arah barat kota Samarinda, terdapat gua Maria di Rumah Retret Bukit Rahmat, Loa Janan.

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Plaza dan Mal[sunting | sunting sumber]

Pusat perbelanjaan modern yang ada di kota ini antara lain:

Pertokoan[sunting | sunting sumber]

Pusat pertokoan yang ada di kota ini antara lain:

  • Citra Niaga yang merupakan taman hiburan rakyat pertama yang berdiri di kota Samarinda. Citra Niaga memenangkan Penghargaan Aga Khan Award yang merupakan penghargaan bergengsi berskala internasional dalam bidang arsitektur karena rancangannya yang menyatukan antara fungsi untuk menampung pedagang kaki-lima (makanan, kerajinan, dll) dengan konsep terbuka serta pedagang menengah dengan konsep ruko yang saling mendukung. Bersama-sama dengan pemerintah daerah dan konsultan penggabungan ini berhasil dalam mendatangkan pengunjung dan konsep pemeliharaan lingkungan yang mandiri.[51]
  • Mahakam Square

Pasar[sunting | sunting sumber]

Bagian depan Pasar Pagi di Jalan Jenderal Sudirman.

Berbagai pasar tradisional juga masih ada yang bertahan di kota Samarinda hingga saat ini, di antaranya adalah:

  • Pasar Pagi, merupakan pasar tertua di Kota Samarinda. Pasar ini awalnya dibangun di pinggir sungai Mahakam. Namun seiring dengan perkembangan kota, maka pasar dipindahkan agak menjauh dari tepi sungai karena tepi sungai dibuat jalan.
  • Pasar Segiri, merupakan pasar terbesar/pasar induk di kota Samarinda. Pasar Segiri mengalami kebakaran pada tahun 2009 dan sedang dibangun kembali dengan konsep pasar tradisional yang modern.
  • Pasar Rahmat, terletak di Jalan Lambung Mangkurat, Pelita.
  • Pasar Kedondong, terletak di Jalan Ulin, Karang Asam Ilir.
  • Pasar Kemuning, terletak di Loa Bakung.
  • Pasar Sei Dama, terletak di Jalan Otto Iskandardinata.
  • Pasar Impres Baqa, terletak di Jalan Sultan Hasanudin.
  • Pasar Laut (sore), terletak di ujung jalan HOS Cokroaminoto.
  • Pasar Harapan Baru, terletak di Jalan Kurnia Makmur, Harapan Baru. Pasar ini pernah terbakar hebat pada tahun 2003 sehingga seluruh pasar dan sebagian rumah warga hangus. Pasar ini kembali dibangun beberapa bulan kemudian dan Jalan Kurnia Makmur dibuat menjadi dua jalur untuk mencegah kebakaran lagi yang meluas karena sebelumnya Jalan Kurnia Makmur terbilang sempit sehingga api yang berada di pasar sebelah kiri pasar dapat menyambar ke bagian pasar sebelah kanan.
  • Palaran Trade Centre (PTC), pasar dengan konsep modern pertama di Samarinda. Pasar ini diresmikan pada tanggal 15 Mei 2010.[52]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Air[sunting | sunting sumber]

Jembatan Mahakam dipotret dari atas kota.

Sebagai kota yang dibelah Sungai Mahakam, dalam sejarahnya sebagai kota sungai Samarinda memiliki transportasi air tradisional sejak dahulu, yakni Tambangan dan Ketinting. Tambangan biasa digunakan sebagai alat transportasi menyeberang sungai dari daerah Samarinda Seberang ke kawasan Pasar Pagi. Ketinting menjadi moda transportasi sungai utama untuk menyeberangi sungai maupun menuju wilayah tertentu yang hanya bisa dinaiki oleh manusia dan barang.

Sedangkan untuk mengangkut kendaraan, kapal feri sempat beroperasi menyeberangi sungai dari pelabuhan Harapan Baru, Samarinda Seberang ke pelabuhan Samarinda Kota. Namun, sejak pembangunan dan beroperasinya Jembatan Mahakam pada tahun 1987, tambangan dan ketinting mulai berkurang penumpangnya meski tak signifikan. Tetapi, yang paling merasakan kerugian adalah kapal feri hingga akhirnya pelayaran ditutup.

Selain Jembatan Mahakam, terdapat pula jembatan lain yang menjadi penghubung antara Samarinda Kota dengan Samarinda Seberang, yakni Jembatan Mahakam Ulu yang diresmikan pada tahun 2009 dan Jembatan Mahkota II yang diresmikan pada tahun 2018. Selain itu, bersebelahan dengan Jembatan Mahakam juga telah dibangun jembatan baru yang lebih tinggi yang diberi nama Jembatan Mahakam IV, yang telah diresmikan pada tahun 2020.[53]

Terdapat pelabuhan peti kemas yang berada di Jalan Yos Sudarso dan sekarang sedang dibangun pelabuhan baru yang terletak di kecamatan Palaran untuk menggantikan pelabuhan yang sekarang sudah tidak sesuai dengan kondisi kota. Pada tanggal 26 Mei 2010, pelabuhan baru tersebut selesai dibangun dan diresmikan dengan nama TPK Palaran dan saat ini dalam tahap uji coba.

Darat[sunting | sunting sumber]

Terdapat jalan darat yang menghubungkan kota Samarinda dengan Balikpapan ke selatan, kemudian Kota Bontang dan Sangatta (Kutai Timur) ke utara, jalan baru ke Tenggarong (Kutai Kartanegara) di arah barat laut serta ke Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara melalui jalan tenggara yang tembus sampai ke Muara Jawa, Samboja dan Balikpapan.

Bus[sunting | sunting sumber]

Terdapat 3 terminal perhubungan darat yang menghubungkan kota Samarinda dengan daerah-daerah lain di Kalimantan, antara lain Terminal Sungai Kunjang yang melayani rute ke Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Kutai Barat, Terminal Lempake yang melayani rute Kota Bontang dan Kutai Timur, dan Terminal Samarinda Seberang yang melayani rute ke Paser hingga Kalimantan Selatan.

Jalan tol[sunting | sunting sumber]

Saat ini telah terbangun jalan bebas hambatan yang menghubungkan Samarinda dengan Balikpapan, dengan panjang 97 km. Jalan Tol Samarinda–Balikpapan ini merupakan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan, dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir 2019.[54] Jalan tol ini membentang mulai dari Simpang Jembatan Mahkota 2 di Kota Samarinda hingga KM 13 Balikpapan, dan berlanjut hingga Kecamatan Balikpapan Timur di Kota Balikpapan. Saat ini, ruas tol yang bisa dilalui baru sepanjang 64,87 km (Simpang Jembatan Mahkota 2Samboja) dan diharapkan dapat segera beroperasi sepenuhnya. Ke depannya, direncanakan akan dibangun tol lanjutan ke arah utara menuju Kota Bontang.

Udara[sunting | sunting sumber]

Samarinda dapat diakses melalui Bandara Internasional APT Pranoto (NSA/Bandara Samarinda Baru) yang terletak di Sungai Siring sekitar 30 km sebelah utara Samarinda. Terletak di kawasan BIMP-EAGA,[55] bandara ini merupakan salah satu pintu gerbang utama turis mancanegara menuju berbagai destinasi wisata Kalimantan seperti Kepulauan Derawan,[56] Taman Nasional Kutai[57] dan sebagainya. Pada tahun 2019 (sebelum pandemi COVID19), bandara ini melayani 1,1 juta penumpang dan 206 ton kargo.[58]

Bandara ini menggantikan Bandara Temindung pada tahun 2018, dan dalam setahun langsung menduduki peringkat ke-3 bandara Kemenhub terbaik se Indonesia di majalah Bandara,[59] juga masuk dalam 11 bandara terbaik se Indonesia versi Wonderful Indonesia.[60] Bandara ini merupakan pusat operasi untuk Susi Air.[61]

Media Massa & Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Stasiun TVRI Kalimantan Timur.

Televisi[sunting | sunting sumber]

Surat Kabar[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa surat kabar harian (SKH) yang terbit di Kaltim, yang tidak bisa dilupakan dalam perkembangan kota Samarinda dari masa ke masa. Surat Kabar yang pertama kali terbit di Samarinda adalah Persatoen dan Perasaan Kita. Kedua surat kabar ini bukan surat kabar harian. Terbit pada akhir 1922. Surat Kabar Harian baru terbit pertama kali di Samarinda pada tahun 1935. Surat Kabar Harian Pertama di Kaltim itu adalah Surat Kabar Pewarta Borneo dan Pantjaran Berita.[62][63]

Di masa orde baru hingga era reformasi ada dua surat kabar harian yang terbit, yaitu SKH Suara Kaltim, yang kemudian berganti nama menjadi SKH Swara Kaltim dan SKH ManuntunG yang kemudian berubah nama menjadi Kaltim Post. Selanjutnya terbit SKH Kutai Baru, yang kemudian berganti nama menjadi SKH Poskota Kaltim. Kemudian terbit SKH Matahari (grup Poskota Kaltim), lalu berubah menjadi SKH Matahari Kaltim Times,lalu nama Matahari dihilangkan menjadi Harian Umum Kaltim Times.

SKH Suara Kaltim atau Swara Kaltim dan Poskota Kaltim grup adalah koran lokal yang diterbitkan orang-orang daerah dan berkantor cabang utama di Samarinda (SKH Suara Kaltim/Swara Kaltim dan SKH Poskota Kaltim, SKH Matahari Kaltim/Kaltim Times Tenggarong. SKH Suara Kaltim, SKH Poskota Kaltim, SKH Matahari Kaltim/SKH Kaltim Times selain beredar di Samarinda dan Tenggarong, juga beredar ke seluruh kota dan kabupaten di Kaltim, bahkan hingga Nunukan, Tarakan, Malinau, Bulungan sebelum dimekarkan dan bergabung dalam Provinsi Kalimantan Utara. Surat kabar harian lokal lainnya adalah KoranKaltim, Kalpost dan Express.

Sementara surat kabar grup Kaltim Post di Samarinda yaitu SKH Samarinda Pos, di Balikpapan terbit Balikpapan Pos (sebelumnya namanya Post Metro Balikpapan), Berau Post terbit di Tanjung Redeb, Bontang Post terbit di Bontang. Selain koran-koran harian di Kaltim juga ada SKH Tribun Kaltim. Tribun Kaltim satu grup dengan SKH kompas.[64]

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Kota Samarinda mempunyai fasilitas pendukung untuk kegiatan olahraga, antara lain lapangan basket, panah, sepak bola, dan panjat tebing di Tepian Mahakam serta kompleks stadion di Sempaja, Segiri dan Palaran. Lapangan-lapangan umum di berbagai penjuru kota juga sering dijadikan tempat aktivitas berolahraga, di antaranya yang terbesar adalah lapangan Pemuda dan lapangan Kinabalu.

Klub olahraga sepak bola yang bermarkas di Samarinda adalah Borneo FC dengan pendukungnya yang dijuluki Pusamania. Saat ini Borneo FC mengikuti Liga 1 Indonesia, dan menggunakan Stadion Segiri sebagai kandangnya.

Samarinda pernah dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan olahraga, baik dari skala nasional maupun internasional, antara lain:

  1. Indonesia Open 1990, kejuaraan bulu tangkis yang diadakan dari tanggal 18 dengan tanggal 22 Juli 1990 di GOR Segiri
  2. Pekan Olahraga Nasional XVII yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Juli 2008 dan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Stadion Utama Palaran
  3. Samarinda International Nine Ball Billiard Championship 2010 pada 29 Januari hingga 4 Februari 2010 di GOR Segiri[65]
  4. Bankaltim Indonesia Open Grand Prix Gold Badminton Championship, yang diselenggarakan di komplek Stadion Utama Palaran pada tanggal 12 sampai 17 Oktober 2010[66]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Voice of Nature, Volume 74-84 (dalam bahasa Inggris). Yayasan Indonesia Hijau. 1989. hlm. 14. 
  2. ^ Krancher, Jan A. (1996). Defining Years of the Dutch East Indies, 1942-1949 (dalam bahasa Inggris). McFarland & Company, Inc. hlm. 259. ISBN 0786417072. 
  3. ^ Morison, Samuel Eliot (2002). History of United States Naval Operations in World War II (dalam bahasa Inggris). University of Illinois Press. hlm. 275. ISBN 025207064X. 
  4. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  5. ^ a b "Bahasa dan peta bahasa di Indonesia, Bahasa Melayu Banjar Samarinda Provinsi Kalimantan Timur". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 
  6. ^ Schulze, Fritz (2006). Insular Southeast Asia: linguistic and cultural studies in honour of Bernd Nothofer (dalam bahasa Inggris). Otto Harrassowitz Verlag. hlm. 42. ISBN 3447054778.  ISBN 978-3-447-05477-5
  7. ^ a b Magenda, Burhan Djabier (2010). East Kalimantan: The Decline of a Commercial Aristocracy (dalam bahasa Inggris). Equinox Publishing. hlm. 48. ISBN 6028397210.  ISBN 978-602-8397-21-6
  8. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 8 Maret 2022. 
  9. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 22 Agustus 2021. 
  10. ^ BPS Samarinda
  11. ^ "Gambaran Umum Kota Samarinda". Disdukcapil Kota Samarinda. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-05-23. Diakses tanggal 22 Mei 2017. 
  12. ^ "BRS Kaltim December 2021". BPS East Borneo. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-02-02. Diakses tanggal 2 February 2022. 
  13. ^ "Patimban Bakal Jadi Pelumas Samudera Indonesia (SMDR) & Temas (TMAS)". Bisnis. 16 October 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 September 2021. Diakses tanggal 25 September 2021. 
  14. ^ "Kaltim Kariangau Terminal – Handal, Tepat Waktu dan Efisien" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-12-25. 
  15. ^ Statistik Daerah Kota Samarinda, BPS Kota Samarinda
  16. ^ Mees, Constantinus Alting (1935). De Kroniek van Koetai. Sanpoort, p.134.
  17. ^ Antemas, Anggraini (2004). Orang-Orang Terkemuka dalam Sejarah Kalimantan (edisi ke-5). Kalimantan Selatan: Ananda Nusantara. 
  18. ^ Tim Penyusun (1976). Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Kalimantan Timur. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hlm. 17.
  19. ^ Kartodirdjo, Sartono (1993). Pengantar sejarah Indonesia baru, 1500-1900: Dari emporium sampai imperium. Gramedia. hlm. 121. ISBN 9794031291.  ISBN 978-979-403-129-2
  20. ^ Sarip, Muhammad (2015). Samarinda Bahari, Sejarah 7 Zaman Daerah Samarinda. Samarinda: Komunitas Samarinda Bahari, hlm. 18. ISBN 978-602-73617-0-6.
  21. ^ Ars, Moh. Nur dkk (1986). Sejarah Kota Samarinda. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional, hlm. 3.
  22. ^ "Sejarah Kota Samarinda". Pemerintah Kota Samarinda. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-05-30. Diakses tanggal 31 Desember 2014. 
  23. ^ Mees, Solco Walle Tromp (1887). Eenige Mededeelingen Omtrent de Boeginezen van Koetai. Bijdragen toot de Taal Land en Volkenkunde, vol. 36, issue 1, p.177.
  24. ^ Dachlan, Oemar (1978). “Asal-Usul Nama Samarinda Sejak Zaman sebelum Kemerdekaan, Nama Ini Sudah Terkenal di Seluruh Indonesia.” Jakarta: Majalah Bulanan Prima, April 1978) dalam Oemar Dachlan, Kalimantan Timur dengan Aneka Ragam Permasalahan dan Berbagai Peristiwa Bersejarah yang Mewarnainya. Jakarta: Yayasan Bina Ruhui Rahayu, 2000, hlm. 133.
  25. ^ "Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 10 Februari 2021. 
  26. ^ "Kota Samarinda – ZOM 280" (PDF). BMKG. hlm. 61. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  27. ^ "Samarinda, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 10 Februari 2021. 
  28. ^ "Climate of Samarinda, Indonesia". Diakses tanggal 10 Februari 2021. 
  29. ^ Peta Samarinda.A. Rahman (User:Ezagren). Diakses 4 Desember 2019
  30. ^ Zailani, Akhmad (penyusun),Zulfakar (editor), Ali Fitri Noor (editor) (2005), Buku Melawan Banjir, Upaya Pemerintah Kota Samarinda Mencegah Banjir di "Kota Air", diterbitkan Pemkot Samarinda-Sultan Pustaka. Samarinda.ISBN 979-793-4775-3.
  31. ^ Zailani, Akhmad (penyusun),Zulfakar (editor), Ali Fitri Noor (editor) (2005), Buku Melawan Banjir, Upaya Pemerintah Kota Samarinda Mencegah Banjir di "Kota Air", diterbitkan Pemkot Samarinda-Sultan Pustaka.Samarinda.ISBN : 979-793-4775-3.
  32. ^ "Samarinda in Figures 2021". BPS Samarinda. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 September 2021. Diakses tanggal 25 September 2021. 
  33. ^ [1]
  34. ^ Tim penyusun (2004). Merajut Kembali Sejarah Kota Samarinda. Samarinda: Pemerintah Kota Samarinda, hlm. 168.
  35. ^ Sarip, Muhammad (2015). Samarinda Bahari, Sejarah 7 Zaman Daerah Samarinda. Samarinda: Komunitas Samarinda Bahari, ISBN: hlm. 5—19. ISBN 978-602-73617-0-6.
  36. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :0
  37. ^ "Resmi Ditunda, Andi Harun-Rusmadi Akan Dilantik 26 Februari". Kaltim Today (dalam bahasa Inggris). 2021-02-17. Diakses tanggal 2021-02-17. 
  38. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Samarinda 2014-2019
  39. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Samarinda 2019-2024
  40. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  41. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  42. ^ Kaltim Post - Akhirnya, Pilkada Samarinda 12 Oktober. Diakses pada 30 November 2010
  43. ^ Media Indonesia - Ribuan Warga Samarinda Datangi TPS. Diakses pada 30 November 2010
  44. ^ Tribun Kaltim - KPUD Tetapkan JaaNur Sebagai Pasangan Terpilih Pilkada Samarinda. Diakses pada 30 November 2010
  45. ^ Pemprov Kalimantan Timur - Gubernur Lantik Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail. Diakses pada 30 November 2010
  46. ^ Data Pokok Pendidikan - Samarinda Diarsipkan 2010-10-22 di Wayback Machine.. Diakses pada 6 Februari 2011
  47. ^ nisn.jardiknas.org Statistik Sekolah Diarsipkan 2010-11-08 di Wayback Machine.
  48. ^ http://www.saranawebindo.com/temanggung/produk/printview.php?cat=PPUnggulan&textid=13&yes=[pranala nonaktif permanen]
  49. ^ http://www.samarindacity.com/?q=node/1349
  50. ^ "Pampang". Diakses tanggal 2010-02-05. [pranala nonaktif permanen]
  51. ^ "Citra Niaga Urban Development - Aga Khan Award for Architecture". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-11-30. Diakses tanggal 2011-03-14. 
  52. ^ Samarinda Pos - Jaang Resmikan Palaran Trade Centre. Diakses 19 Agustus 2010
  53. ^ https://www.korankaltim.com/berita-terkini/read/27769/2-januari-2020-jembatan-mahakam-iv-beroperasi
  54. ^ https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/tol-balsam-pertama-di-kalimantan
  55. ^ "New Samarinda Airport Eastern Islands Air Transport Development Project" (PDF). ADB.org (dalam bahasa Inggris). Asian Development Bank. 
  56. ^ "Maratua, Indonesia's Best-Kept Secret". Best Beaches In. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 29 November 2021. 
  57. ^ "Kutai National Park Wildlife". BORNEO.com.au (dalam bahasa Inggris). Borneo Tour Specialists. 
  58. ^ "Samarinda in Figures 2020". SAMARINDAKOTA.bps.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 June 2021. 
  59. ^ "APT Pranoto Samarinda Raih Bandara Awards". PPID.samarindakota.go.id. PPID. 
  60. ^ "11 Remarkable International-Class Airports in Indonesia". INDONESIA.travel (dalam bahasa Inggris). Wonderful Indonesia. 
  61. ^ https://kaltim.suara.com/amp/read/2022/01/16/184734/apt-pranoto-unjuk-gigi-6-rute-penerbangan-perintis-subsidi-di-kaltim-untuk-2022-resmi-dibuka
  62. ^ http://www.suarakaltim.com/suara-kaltim/sejarah-pers-di-kaltim-surat-kabar-pewarta-borneo-dan-pantjaran-berita-koran-harian-pertama-di-kalimantan-timur-terbit-sejak-tahun-1935/Suara kaltim. Diakses pada 04 Desember 2019.
  63. ^ 1922 Koran Pertama kali Terbit di Samarinda[pranala nonaktif permanen]. Diakses pada tanggal 04 Desember 2019
  64. ^ Kaltim Ampunku - Sekilas Sejarah Surat Kabar di Kaltim Era Reformasi. Diakses pada tanggal 04 Desember 2019.
  65. ^ "Situs POBSI Samarinda". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-02-10. Diakses tanggal 2011-03-17. 
  66. ^ "BIO Kaltim on the World". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-10-10. Diakses tanggal 2011-03-17. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10.562.088 Kota Samarinda
Kota Samarinda
7 Makassar Sulawesi Selatan 1.423.877
2 Surabaya Jawa Timur 2.874.314 8 Batam Kepulauan Riau 1.196.396
3 Bandung Jawa Barat 2.444.160 9 Bandar Lampung Lampung 1.166.066
4 Medan Sumatra Utara 2.435.252 10 Pekanbaru Riau 983.356
5 Semarang Jawa Tengah 1.729.428 11 Padang Sumatra Barat 909.040
6 Palembang Sumatra Selatan 1.668.848 12 Malang Jawa Timur 843.810
Sumber: Sensus Penduduk BPS, 2020. Catatan: Tidak termasuk Kota satelit.