Bandar Udara Internasional Achmad Yani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani
General Ahmad Yani International Airport
Ahmadyaniairportlogo.png
IATA: SRG · ICAO: WAHS
WMO: 96839
Informasi
Jenis bandara Militer / Publik
Pemilik TNI AD
Pengelola PT Angkasa Pura I
Melayani Semarang
Lokasi Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Penghubung untuk
Ketinggian MDPL 10 kaki (3 m)
Koordinat 06°58′17″LU 110°22′27″BT / 6,97139°LS 110,37417°BT / -6.97139; 110.37417Koordinat: 06°58′17″LU 110°22′27″BT / 6,97139°LS 110,37417°BT / -6.97139; 110.37417
Situs web http://www.ahmadyani-airport.com/
Petas
Jawa daerah di Indonesia
Jawa daerah di Indonesia
SRG is located in Semarang
SRG
SRG
SRG is located in Jawa
SRG
SRG
SRG is located in Indonesia
SRG
SRG
Lokasi di Kota Semarang##Lokasi di Jawa##Lokasi di Indonesia
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
13/31 8.398 2.560 Aspal
Statistik (2016)
Penumpang 4.224.295
Pergerakan pesawat 25,858
Kargo 9,379,788

Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani (bahasa Inggris: General Ahmad Yani International Airport) (IATA: SRGICAO: WAHS) adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Nama bandara ini diambil dari salah satu nama pahlawan revolusi Indonesia, Achmad Yani. Peresmian menjadi bandara internasional berlangsung dalam penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Singapura bulan Maret 2004.

Pesawat Fokker di lapangan terbang Simongan pada tahun 1930-an

Data bandara[sunting | sunting sumber]

  • Landasan utama: 2.560 x 45 m [1][2]
  • Jumlah penumpang setiap hari: 1.600 sampai 2.000 (2006)

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya Bandara Achmad Yani adalah pangkalan udara TNI Angkatan Darat, dahulu lebih dikenal dengan Pangkalan Udara Angkatan Darat Kalibanteng. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Panglima Angkatan Udara, Menteri Perhubungan dan Menteri Angkatan darat tanggal 31 Agustus 1966, maka Pangkalan Udara AD diubah statusnya menjadi Pangkalan Udara Bersama Kalibanteng Semarang. Namun karena peningkatan frekuensi penerbangan sipil, maka pada tanggal 1 Oktober 1995, Bandar Udara Achmad Yani Semarang menjadi salah satu Bandar Udara di bawah PT Angkasa Pura. Bandara Achmad Yani berubah menjadi bandara internasional pada tahun 2004 setelah Garuda Indonesia membuka rute Semarang-Singapura.

Sekarang[sunting | sunting sumber]

Bandara Internasional Achmad Yani memiliki satu terminal di sebelah selatan landasan pacu, dengan satu pintu masuk dan keberangkatan masing-masing untuk penerbangan domestik dan internasional. Terminal ini memiliki luas 2.657 m2 dan kapasitas dalam negeri 180 penumpang. Fasilitasnya meliputi toko cinderamata, gerai makanan, bank, money changer, hotel dan travel booking, layanan taksi dan penyewaan mobil. Ini juga memiliki landasan 2,680 x 45 meter.

Maskapai dan Tujuan[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

MaskapaiTujuan
AirAsia Kuala Lumpur—Internasional
Airfast Indonesia Karimunjawa
Batik Air Jakarta—Halim Perdanakusuma, Jakarta—Soekarno—Hatta
Citilink Banjarmasin, Batam, Jakarta—Halim Perdanakusuma, Jakarta—Soekarno—Hatta, Palembang, Surabaya
Garuda Indonesia Denpasar/Bali, Jakarta—Soekarno—Hatta
Garuda Indonesia
dioperasikan oleh Explore dan Explore Jet
Pangkalan Bun, Surabaya
Indonesia AirAsia Denpasar/Bali, Jakarta—Soekarno—Hatta, Johor Bahru, Kuala Lumpur—Internasional, Penang, Singapura
Lion Air Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Kuala Lumpur—Internasional, Padang, Palembang, Pontianak, Surabaya, Tanjung Pinang
Charter: Haikou
Malaysia Airlines Kuala Lumpur—Internasional
Nam Air Bandung, Denpasar/Bali, Jakarta—Soekarno—Hatta, Karimunjawa, Ketapang, Pangkalan Bun, Sampit
SilkAir Singapura
Sriwijaya Air Jakarta—Soekarno—Hatta, Makassar, Surabaya
TransNusa Cilacap, Jakarta—Halim Perdanakusuma, Kertajati, Pangkalan Bun
Trigana Air Service Pangkalan Bun
Wings Air Bandung, Denpasar/Bali, Jakarta—Halim Perdanakusuma, Karimunjawa, Mataram—Lombok, Palangkaraya, Pangkalan Bun, Surabaya

Kargo[sunting | sunting sumber]

MaskapaiTujuan
My Indo Airlines Jakarta–Soekarno–Hatta

Rencana masa depan[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai proyek ini tahun 2005. Bandar Udara Internasional Achmad Yani nanti akan memiliki fasilitas berikut ini:

  1. Perpanjangan landasan — Landasan sepanjang 2.680 m yang mampu menampung Boeing 767, Airbus A320, dan Airbus A330 baru-baru ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah.[3][4][5][6][7]
  2. Terminal baru yang lebih besar — Terminal baru ini akan dibangun di sebelah utara runway, seluas 27.500 m2 yang akan mampu menampung 3.000.000 penumpang. Akan dilengkapi dengan 25 counter check-in dan 3 garbarata.
  3. Apron seluas 61.344 m2 yang mampu menampung 10 pesawat berbadan lebar. Perluasan ini dijadwalkan selesai bulan Juli 2013.
  4. Pembangunan akses jalan tol seperti Jalan Tol Bandara Achmad Yani dari Kaliwungu, Kendal & Mangkang, Semarang terhubung dengan Tol Semarang-Batang dengan panjang 14 km.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Halte Bandara Achmad Yani
Halte BRT TransSemarang

Letak
Kecamatan Semarang Barat
Kelurahan Tambakharjo
Informasi
Status Dibuka. Halte Transit
Dibuka 13 Desember 2013 (2013-12-13)
Layanan Koridor 4
Pelayanan
Awal Pelayanan Pukul 05.301
Layanan

Stasiun sebelumnya   TransSemarang   Stasiun berikutnya
|Koridor 4
|Koridor 4


Halte Bandara Achmad Yani adalah sebuah halte di Tambakharjo, Semarang Barat, Semarang yang melayani koridor 4 TransSemarang.

Referensi[sunting | sunting sumber]