Brantas Abipraya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT Brantas Abipraya (Persero)
Badan usaha milik negara
IndustriKonstruksi
Didirikan12 November 1980; 42 tahun lalu (1980-11-12)
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Sugeng Rochadi[1]
(Direktur Utama)
Haryadi[2]
(Komisaris Utama)
Jasa
PendapatanRp 2,435 triliun (2020)[3]
Rp 33,657 milyar (2020)[3]
Total asetRp 6,648 triliun (2020)[3]
Total ekuitasRp 1,642 triliun (2020)[3]
PemilikPemerintah Indonesia
Karyawan
958 (2020)[3]
Anak
usaha
PT Brantas Energi
Situs webwww.brantas-abipraya.co.id

PT Brantas Abipraya (Persero) adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Melalui anak usahanya, perusahaan ini juga mengoperasikan sejumlah pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini memulai sejarahnya di Malang sebagai bagian dari Proyek Brantas. Pada tanggal 14 Agustus 1979, Direktur Jenderal Pengairan saat itu, Suyono Sosrodarsono, mengusulkan pemekaran Proyek Brantas menjadi tiga organisasi, salah satunya organisasi konstruksi yang kemudian dapat diintegrasikan ke dalam perusahaan konstruksi milik negara yang telah ada.[4]

Sebagai wadah untuk organisasi konstruksi, awalnya dipertimbangkan PN Buwana Karya yang saat itu kondisinya kurang sehat, tetapi karena proses penyehatan perusahaan memerlukan waktu yang cukup lama, akhirnya pada tanggal 12 November 1980, pemerintah memutuskan untuk menjadikan organisasi konstruksi dari Proyek Brantas sebagai modal untuk mendirikan sebuah perusahaan konstruksi baru dengan nama "Brantas Abipraya".[5], yang berarti "Semangat Brantas". Pada awalnya, karena keterbatasan modal, perusahaan ini pun mengerjakan proyek melalui skema kerja sama operasi (KSO), antara lain dengan Hazama Gumi untuk membangun Bendungan Kedungombo.[6]

Pada tahun 1991, perusahaan ini memindahkan Direktorat Utama dan Direktorat Pemasarannya ke Jakarta, tepatnya di Gedung Pengairan yang terletak di Jl. DI Panjaitan kav. 12. Setahun kemudian, perusahaan ini mendapat tambahan modal dari pemerintah berupa sebidang tanah di Jl. DI Panjaitan kav. 14, yang sebelumnya dikelola oleh Departemen Pekerjaan Umum.[7] Pada tahun 1995, perusahaan ini resmi memindahkan kantor pusatnya ke Jakarta, dengan menempatkan semua direktoratnya di Gedung Sarana Karya yang terletak di Jl. Wijaya I, Kebayoran Baru. Pada tahun 1999, perusahaan ini mulai membangun gedung baru di Jl. DI Panjaitan kav. 14, dan setelah selesai dibangun, perusahaan ini pun memindahkan kantor pusatnya ke gedung tersebut.[6]

Pada tahun 2011, perusahaan ini mendirikan PT Brantas Energi, agar dapat lebih fokus mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Pada tahun 2016, Brantas Energi mulai mengoperasikan PLTS berkapasitas 2 MW di Gorontalo.[3]

Organisasi[sunting | sunting sumber]

Saat ini, Brantas Abipraya memiliki tiga divisi operasi, yakni Divisi Operasi 1 (pembangunan gedung), Divisi Operasi 2 (pembangunan pengairan), dan Divisi Operasi 3 (pembangunan jalan dan jembatan). Selain itu, perusahaan ini juga memiliki tiga unit bisnis, yakni Abipraya Properti (pengembangan properti), Abipraya Alat (persewaan alat berat), dan Abipraya Beton (percetakan beton).[3][8]

Portofolio Proyek[sunting | sunting sumber]

  1. Bendungan & Bendung
    1. Bendungan Bili - Bili [Lokasi: Kab. Goa, Sulawesi Selatan ]
    2. Bendungan Batu Bulan [Lokasi: Sumbawa, NTT ]
    3. Bendungan Wadas Lintang [Lokasi: Kebumen, Jawa Tengah ]
    4. Bendungan Telaga Tunjung
    5. Bendungan Palasari [Lokasi: Bali]
    6. Bendungan Sutami [Lokasi: Malang, Jatim]
    7. Bendungan Jatibarang [Lokasi: Semarang, Jateng]
    8. Bendungan Koto Panjang [Lokasi: Riau]
    9. Bendungan Benel [Lokasi: Bali]
    10. Bendungan Bening Widas [Lokasi: Madiun, Jatim]
    11. Bendungan Ponre - Ponre [Lokasi: Sulawesi]
    12. Bendung Karet Waledan [Lokasi: Indramayu, Jabar]
    13. Bendung Karet Gubeng [Lokasi: Surabaya, Jatim]
    14. Bendungan Pandanduri [Lokasi: Lombok, NTT]
    15. Bendungan Bajul Mati [Lokasi: Banyuwangi, Jatim]
    16. Bendungan Titab [Lokasi: Buleleng, Bali]
    17. Bendung Gerak Tempe [Lokasi: Sulawesi Selatan]
    18. Bendungan Bintang Bano [Lokasi: Sumbawa Barat]
    19. Bendung Kedungombo [Lokasi: Purwodadi, Jateng]
    20. Bendungan Marangkayu [Lokasi: Kalimantan Timur]
  2. Terowongan
    1. Terowong Waduk Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah
    2. Kotopanjang HEPP Diversion Tunnel, Bangkinan, Riau
  3. Jalan & Jembatan
    1. Underpass Cibubur, Jawa Barat
    2. Jalan akses Proyek Cisokan Hulu, Jawa Barat
    3. Jembatan Sungai Wariki, Irian Jaya
    4. Pelebaran Jalan Lampeong - Batas Prov. Kalimantan Timur
    5. Pembangunan Jalan Simpang Blusuh - Batas Kalimantan Tengah
    6. Pembangunan Jalan Balai Bekuak - Aur Kuning 1, Kalimantan Barat
    7. Pembangunan Jalan Tebas-Singkawang, ByPass Sambas, Galing-Tanjung Harapan, Kalimantan Barat
    8. Proyek Jembatan Siak IV, Riau
    9. Pembangunan Fly Over Martadinata Bogor, Jawa Barat
  4. Irigasi & Sungai
    1. Normalisasi Kali Sunter
    2. Normalisasi Kali Mookervart Hulu 2
    3. Jaringan Irigasi D.I. Oko-Oko, Sulawesi
    4. Jaringan Irigasi Air Lakitan, Sumatra
    5. Jaringan Irigasi D.I. Benua Aporo-2, Sultra
    6. Jalan Bomberai - Hurimber, Irian Jaya
  5. Gedung
    1. Gedung Pendidikan IPB, Bogor, Jawa Barat
    2. Pabrik Plywood Pare, Kediri, Jawa Tengah
    3. Pabrik Kelapa Sawit Tomata, Sulawesi
    4. Gedung Kementerian PU, Jakarta
    5. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang
    6. Gedung SDA Kementrian PU, Jakarta
    7. Gedung Askes Cabang Makassar
    8. Gedung STKIP Udayana, Bali
    9. Gedung DPRD Kulonprogo, Yogyakarta
    10. Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan
    11. Wisma Atlet Kemayoran Blok C, Jakarta
    12. Fasilitas kelautan dan keamanan Donggi Senoro LNG, Luwuk, Sulawesi Tengah
  6. Pengerukan & Reklamasi
    1. Reklamasi Pulau Nipah, Riau
    2. Mitigasi Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur
    3. Disposal Site Jedi Ancol, Jakarta
  7. Mesin & Listrik
    1. Transmisi 20 KV Wonorejo, Jatim
  8. Pengeboran & Grouting
    1. Pengukuran rembesan Proyek Bendungan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat
    2. Pengeboran Proyek Irigasi Sangkup
    3. Pengeboran Bendungan Ponre-ponre
    4. Pengeboran penahan batu spillway Bendungan Ponre-ponre
  9. Pembangkit Listrik
    1. Ampel Gading Power House, Malang, Jawa Timur
    2. PLTA Cirata, Bandung, Jawa Barat
    3. PLTA Saguling, Bandung, Jawa Barat
  10. Lainnya
    1. Fasilitas Pengolahan Air, Bekasi, Jawa Barat
    2. Piping Line Pacific Vicose Project, Purwakarta, Jawa Barat
    3. Surabaya Water Supply Section SUDP, Surabaya, Jawa Timur
    4. Depo Kontainer PT Kawasan Berikat Nusantara, Jakarta

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Dewan Direksi". Brantas Abipraya (Persero). Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  2. ^ "Dewan Komisaris". Brantas Abipraya (Persero). Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  3. ^ a b c d e f g h "Laporan Tahunan 2020" (PDF). Brantas Abipraya (Persero). Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  4. ^ Development of the Brantas River Basin (part 10) (PDF) (dalam bahasa Inggris). Tokyo: JICA. 1998. hlm. 240 – 244. 
  5. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1980" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  6. ^ a b Tim Brantas Abipraya (2020). Menembus Batas Menjemput Impian (PDF) (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Penerbit PPM. hlm. 33–34. ISBN 979-442-423-4. 
  7. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 30 tahun 1992" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 28 Oktober 2022. 
  8. ^ "Company Profile". Brantas Abipraya (Persero). Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]