Kereta api Brantas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Brantas
PapanKeretaApi Brantas 2022.svg
Brantas Pasarsenen.jpg
Kereta api Brantas menunggu waktu Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi1 Oktober 1998
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang4.000 penumpang per hari (rata-rata sementara)
Lintas pelayanan
Stasiun awalBlitar
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirPasar Senen
Jarak tempuh804 km
Waktu tempuh rerata13 jam 32 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan ekonomi (reguler)
Pengaturan tempat dudukKereta api reguler
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 106 tempat duduk disusun 3-2 (kelas ekonomi)
    kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, tanpa tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Hanya tersedia pada kereta eksekutif
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional88 s.d. 95 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal109A-110A

Kereta api Brantas merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani lintas BlitarPasar Senen melalui Semarang Tawang dan sebaliknya.

Data teknis[sunting | sunting sumber]

  • Brantas Reguler
Nomor urut Lokomotif CC201, CC203 Kereta bagasi (B) 1 2 3 4 5 Kereta makan-pembangkit (MP3) 1 2 3
Keterangan Kereta penumpang kelas ekonomi (K3) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Depo Madiun (MN)
Cipinang (CPN)
Jakarta Gudang (JAKG) Blitar (BL)
Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

Pengoperasian[sunting | sunting sumber]

Kereta api yang pertama kali beroperasi pada 1 Oktober 1998 ini pernah melayani lintas KediriTanahabang melalui Manggarai dengan rangkaian kereta ekonomi barunya dari PT INKA buatan tahun 1998 dan 2009.

Sebelum PT KAI mengubah stasiun tujuan akhir menuju Tanjung Priok pada 1 Januari 2013 dan diperpendek rute nya hingga Pasar Senen pada 1 November 2014.[1] Seiring pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) per 1 April 2017, lintas pelayanan kereta api ini diperpanjang hingga Stasiun Blitar, dan PT KAI menambahkan layanan kelas eksekutif pada kereta api Brantas mulai akhir 2019. Kereta api Brantas menambah Perhentian di Stasiun Cikarang Mulai 1 Februari 2022. Nama Brantas sendiri berasal dari sungai yang membelah kabupaten dan kota Jawa Timur bagian tengah dan selatan.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Mulai 2 Januari 2020, tarif kereta api ini berkisar antara Rp85.000,00–Rp140.000,00 untuk kelas ekonomi dan Rp240.000–Rp450.000,00 untuk kelas eksekutif tergantung pada jarak tempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, dan hari-hari tertentu seperti akhir pekan maupun libur nasional.[2]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 13 Desember 2020, Kereta Api Brantas menabrak mobil patroli milik Polsek Kalijambe, yang berisi anggota polisi dan TNI Koramil di perlintasan tanpa palang pintu di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah. Kejadian ini mengakibatkan tiga orang (aparat) meninggal dunia.[3]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kabinet Reformasi Pembangunan Republik Indonesia 1998–1999. Departemen Penerangan RI. 1999. hlm. 258. 
  2. ^ "KA Matarmaja - Brantas - Pasundan - Logawa Harga Tiketnya Naik". Kereta Api Kita. 2019-12-04. Diakses tanggal 2020-01-01. 
  3. ^ INews.id (2020-12-14). "KA Brantas Tabrak Mobil Patroli Polisi, 3 Aparat Tewas". Okezone.com. Diakses tanggal 2020-12-29. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]