Stasiun Magetan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Magetan
Logo PT Kereta Api Indonesia (Persero) 2020.svg
PapanNamaStasiun MAG.png
  • Singkatan: MAG
  • Nomor: 4013
Stasiun Magetan 2019.jpg
Bangunan baru Stasiun Magetan, 2019
Nama lainStasiun Barat
LokasiJalan Stasiun Barat
Karangsono, Barat, Magetan, Jawa Timur 63395
Indonesia
Ketinggian+70 m
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkalkm 176+260 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang cukup tinggi, dua peron pulau yang cukup tinggi, dan satu peron pulau yang rendah)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Konstruksi
ParkirYa
Akses difabelYa
Informasi lain
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Nama sebelumnyaStasiun Barat (1883–2019)
Layanan
Singasari, Brantas (reguler & tambahan), Jayakarta, Matarmaja, Kahuripan, dan Sri Tanjung
Teknis
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring, melayani pemesanan langsung di loket.
Lokasi pada peta
Stasiun Magetan berlokasi di Indonesia
Stasiun Magetan
Stasiun Magetan
Lokasi di Indonesia

Stasiun Magetan (MAG) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Karangsono, Barat, Magetan; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun pada ketinggian +70 m. Stasiun ini adalah satu-satunya stasiun kereta api yang terletak di Kabupaten Magetan, berjarak sekitar 20 km ke arah timur laut dari pusat pemerintahan Kabupaten Magetan.

Sebelum 1 Desember 2019, stasiun ini bernama Stasiun Barat (BAT), sesuai dengan nama kecamatan tempat stasiun ini berada. Bupati Magetan, Suprawoto, sempat mengusulkan pergantian nama stasiun sejak Februari 2019. Selain itu, Bupati Magetan juga meminta PT KAI supaya kereta api kelas eksekutif dan bisnis berhenti di stasiun ini.[3][4][5]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Bangunan lama Stasiun Barat beserta gudang telah dirobohkan, 2015

Stasiun Magetan memiliki empat jalur kereta api, awalnya hanya jalur 2 lama yang dijadikan sepur lurus ditambah sepur badug di sisi tenggara bangunan lama dan jalur 4 lama jarang digunakan. Setelah jalur ganda ruas BabadanGeneng dioperasikan sejak 16 Oktober 2019,[6] tata letak jalur di stasiun ini mengalami perubahan: jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus arah Madiun, jalur 2 yang lama diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus arah Solo, jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 4 yang baru, dan jalur 4 yang lama dibongkar.

Bangunan lama stasiun beserta gudang peninggalan Staatsspoorwegen telah dirobohkan karena terkena dampak pembangunan jalur 1 yang baru di bekas sepur badug lama dan digantikan dengan bangunan baru berukuran lebih besar yang dibangun di bekas lahan gudang.[7] Selain itu, dilakukan perubahan sistem persinyalan dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik.

Dahulu, terdapat percabangan jalur rel menuju Pangkalan Udara Iswahyudi untuk melayani angkutan bahan bakar pesawat. Selain itu, stasiun ini dihubungkan dengan Pabrik Gula Purwodadi melalui jalur lori untuk melayani angkutan tebu dan gula.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi premium[sunting | sunting sumber]

Jayakarta, tujuan Jakarta via Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon dan Surabaya via Madiun

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Papasan dan persusulan[sunting | sunting sumber]

KA Brantas Tambahan tujuan Blitar (KA 7016) berpapasan dengan KA Malioboro Ekspres tujuan Yogyakarta (KA 173) dan kemudian disusul KA Bangunkarta tujuan Surabaya (KA 80) yang keduanya melintas langsung.

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Magetan per 24 Agustus 2019 (revisi Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
118 Brantas Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi 00.40 00.42
110B Singasari Eksekutif & Ekonomi Plus 04.32 04.34
302/303 Sri Tanjung Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 09.41 09.43
294 Kahuripan Blitar (BL) 10.18 10.20
291 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) 14.11 14.13
117 Brantas Eksekutif & Ekonomi 15.23 15.25
304/301 Sri Tanjung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Ekonomi 16.56 16.58
253 Jayakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi Premium 17.13 17.15
109B Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 19.35 19.37
293 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 20.16 20.18
292 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) 21.57 21.59
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium 23.25 23.27
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7016 Brantas Tambahan Blitar (BL) Bisnis & Ekonomi Plus 00.58 01.20
7015 Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) 11.36 11.38

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada 5 November 2019 pukul 21.52, kereta api Wijayakusuma tujuan Cilacap mengalami anjlok saat hendak masuk Stasiun Barat.[8] Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, tetapi sebanyak 13 kereta api berbagai tujuan mengalami keterlambatan di berbagai stasiun akibat proses evakuasi.[9]
  • Pada 19 Januari 2020 pukul 18.47, seorang kakek pengendara sepeda motor tertabrak kereta api luar biasa (KLB) dengan nomor KA 10148 jurusan Madiun pada perlintasan sebidang di sebelah barat Stasiun Magetan; disebabkan oleh pengendara yang menerobos pintu perlintasan setelah kereta api Gajayana melintas. Kejadian ini mengakibatkan pengendara tersebut tewas.[10]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Data Stasiun Kereta Api (2017), Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
  3. ^ "Usul Nama Stasiun Barat Diubah Jadi Stasiun Magetan | Radar Madiun". Diakses tanggal 2019-07-29. 
  4. ^ "Bupati Magetan Minta KA Eksekutif dan Bisnis Singgah di Stasiun Barat". Madiunpos.com. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  5. ^ "Rencana Per 1 Desember 2019 Nama Stasiun Barat diganti Menjadi Stasiun Magetan". Suara Kumandang. 2019-07-18. Diakses tanggal 2019-11-02. 
  6. ^ "Ditjen Perkeretaapian operasikan jalur ganda Babadan-Geneng Madiun". ANTARA. 2019-10-16. Diakses tanggal 2020-05-14. 
  7. ^ "Stasiun Barat Dibongkar, Pedagang Tergusur". Radar Madiun. Diakses tanggal 2020-02-17. 
  8. ^ "Kereta Wijayakusuma Anjlok di Magetan, PT KAI Usut Penyebab". Tempo. 2019-11-06. Diakses tanggal 2019-11-06. 
  9. ^ "Kereta Wijayakusuma anjlok, perjalanan 13 KA terlambat". Antara. 2019-11-06. Diakses tanggal 2019-11-06. 
  10. ^ "Terobos Palang Perlintasan, Pengendara Motor Tersambar KA di Magetan". SOLOPOS. Diakses tanggal 2020-01-20. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Geneng
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Madiun
ke arah Kertosono
Terminus Percabangan menuju Lanud Iswahyudi Lanud Iswahyudi
Terminus

Koordinat: 7°33′44″S 111°27′03″E / 7.5621414°S 111.450972°E / -7.5621414; 111.450972