Stasiun Magetan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Magetan

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun MAG.png
StasiunMagetan.jpg
Stasiun Magetan pada tahun 2021
Nama lainStasiun Barat
LokasiJalan Stasiun Barat
Karangsono, Barat, Magetan, Jawa Timur 63395
Indonesia
Ketinggian+70 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkalkm 176+260 lintas Surabaya KotaKertosonoMadiunSolo Balapan[1]
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang cukup tinggi, dua peron pulau yang cukup tinggi, dan satu peron pulau yang rendah)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • MAG
  • 4013
[3]
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Nama sebelumnyaStasiun Barat
Halte Poerwodadi[4]
Layanan
Singasari, Brantas, Jayakarta, Matarmaja, Kahuripan, dan Sri Tanjung
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring, melayani pemesanan langsung di loket.
Lokasi pada peta
Stasiun Magetan is located in Kabupaten Magetan
Stasiun Magetan
Stasiun Magetan
Lokasi di Kabupaten Magetan
Stasiun Magetan is located in Provinsi Jawa Timur
Stasiun Magetan
Stasiun Magetan
Stasiun Magetan (Provinsi Jawa Timur)

Stasiun Magetan (MAG), sebelumnya dikenal sebagai Stasiun Barat, adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Karangsono, Barat, Magetan. Stasiun ini berada dalam naungan Daerah Operasi VII Madiun dan satu-satunya stasiun kereta api di Kabupaten Magetan. Stasiun ini berjarak sekitar 20 km ke arah timur laut dari pusat pemerintahan Kabupaten Magetan.

Pada 12 Februari 2019, Pemerintah Kabupaten Magetan memberi usulan kepada Kereta Api Indonesia supaya dapat mengubah nama Stasiun Barat menjadi Stasiun Magetan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan dapat memperkenalkan Kabupaten Magetan lebih luas.[5] Selain itu, pemerintah juga mengusulkan supaya stasiun ini dapat dijadikan stasiun pemberhentian kereta api kelas eksekutif dan bisnis.[6] Sebagai tanggapan atas usulan pemerintah, maka Kereta Api Indonesia resmi mengganti nama stasiun per 1 Desember 2019.[7]

Stasiun Magetan dilayani angkutan DAMRI dengan tujuan Ponorogo, Pacitan, dan Pantai Klayar yang diluncurkan pada 23 Maret 2021.[8]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Bangunan lama Stasiun Barat beserta gudang telah dirobohkan, 2015

Stasiun Magetan memiliki empat jalur kereta api, pada awalnya hanya jalur 2 lama yang dijadikan sepur lurus ditambah sepur badug di sisi tenggara bangunan lama dan jalur 4 lama jarang digunakan.[9] Setelah jalur ganda ruas BabadanGeneng dioperasikan sejak 16 Oktober 2019,[10] tata letak jalur di stasiun ini mengalami perubahan: jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 2 sebagai sepur lurus arah Madiun, jalur 2 yang lama diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus arah Solo, jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 4, dan jalur 4 yang lama dibongkar.[11] Sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik.[12] Dari emplasemen stasiun dahulu terdapat percabangan jalur rel menuju Pangkalan Udara Iswahyudi ke arah selatan untuk melayani angkutan bahan bakar pesawat dan juga terhubung dengan Pabrik Gula Purwodadi melalui jalur lori untuk melayani angkutan tebu dan gula; namun, kedua jalur tersebut sudah dinonaktifkan.

Bangunan lama stasiun beserta gudang peninggalan Staatsspoorwegen telah dirobohkan karena terkena dampak pembangunan jalur 1 yang baru di bekas sepur badug lama dan digantikan dengan bangunan baru berukuran lebih besar yang dibangun di bekas lahan gudang.[13]

Dari stasiun ini ke arah barat di petak jalur Magetan–Madiun, terdapat perhentian Semawur yang telah lama dinonaktifkan dan tidak meninggalkan bentuk fisik bangunan.[14] Perhentian tersebut terletak di Teguhan, Jiwan, Madiun.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan jadwal kereta api per 10 Februari 2021, jumlah perjalanan kereta api penumpang yang dilayani di Stasiun Magetan mencapai 12 perjalanan.[15]

Daftar kereta api penumpang yang dilayani di Stasiun Magetan berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api per 10 Februari 2021[15]
Stasiun tujuan
Jakarta Bandung Yogyakarta Blitar Surabaya Gubeng Malang Banyuwangi
Pasar Senen Kiaracondong Lempuyangan
Brantas Kahuripan Sri Tanjung Singasari Jayakarta Matarmaja Sri Tanjung
Singasari Brantas
Jayakarta Kahuripan
Matarmaja

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 5 November 2019 pukul 21.52, kereta api Wijayakusuma tujuan Cilacap mengalami anjlok saat hendak masuk Stasiun Barat.[16] Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, tetapi sebanyak 13 kereta api berbagai tujuan mengalami keterlambatan di berbagai stasiun akibat proses evakuasi.[17]

Pada 19 Januari 2020 pukul 18.47, seorang kakek pengendara sepeda motor tertabrak kereta api luar biasa (KLB) dengan nomor KA 10148 jurusan Madiun pada perlintasan sebidang di sebelah barat Stasiun Magetan; disebabkan oleh pengendara yang menerobos pintu perlintasan setelah kereta api Gajayana melintas. Kejadian ini mengakibatkan pengendara tersebut tewas.[18]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Data Stasiun Kereta Api (2017), Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  4. ^ Spoor en Tramweg Gids Met Een Spoorwegkaart van Java en De plattegronden van Batavia, Semarang en Soerabaja. Batavia: Snelpers-Drukkerij Albrecht & Rusche. 1891. hlm. 39. 
  5. ^ "Usul Nama Stasiun Barat Diubah Jadi Stasiun Magetan | Radar Madiun". Diakses tanggal 2019-07-29. 
  6. ^ "Bupati Magetan Minta KA Eksekutif dan Bisnis Singgah di Stasiun Barat". Madiunpos.com. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  7. ^ "Rencana Per 1 Desember 2019 Nama Stasiun Barat diganti Menjadi Stasiun Magetan". Suara Kumandang. 2019-07-18. Diakses tanggal 2019-11-02. 
  8. ^ "Armada Damri kini layani rute Stasiun Magetan-Pantai Klayar Pacitan". AntaraJatim. 2021-03-24. Diakses tanggal 20 Mei 2021
  9. ^ ________. (1992). Ikhtisar Lintas dan Emplasemen. Bandung: Perusahaan Umum Kereta Api
  10. ^ "Ditjen Perkeretaapian operasikan jalur ganda Babadan-Geneng Madiun". ANTARA. 2019-10-16. Diakses tanggal 2020-05-14. 
  11. ^ M. I, Utep., S, R. Adi., K, Danang. (2019). "Grafik Perjalanan Kereta Api: Walikukun–Kertosono–Mojokerto, Kertosono–Wlingi". Lampiran I: Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KP. 1781 Tahun 2019
  12. ^ ________. (2018). Innovating Beyond Excellence: Laporan Tahunan 2018 Annual Report. Bandung: PT Len Industri (Persero)
  13. ^ "Stasiun Barat Dibongkar, Pedagang Tergusur". Radar Madiun. Diakses tanggal 2020-02-17. 
  14. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1935. hlm. 204. 
  15. ^ a b ________. (2021). Jadwal Perjalanan Kereta Api 2021. Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero)
  16. ^ "Kereta Wijayakusuma Anjlok di Magetan, PT KAI Usut Penyebab". Tempo. 2019-11-06. Diakses tanggal 2019-11-06. 
  17. ^ "Kereta Wijayakusuma anjlok, perjalanan 13 KA terlambat". Antara. 2019-11-06. Diakses tanggal 2019-11-06. 
  18. ^ "Terobos Palang Perlintasan, Pengendara Motor Tersambar KA di Magetan". SOLOPOS. Diakses tanggal 2020-01-20. [pranala nonaktif permanen]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Geneng
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Madiun
ke arah Kertosono
Terminus Percabangan menuju Lanud Iswahyudi Lanud Iswahyudi
Terminus

Koordinat: 7°33′44″S 111°27′03″E / 7.5621414°S 111.450972°E / -7.5621414; 111.450972