Stasiun Gombong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Gombong
Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun GB.png
Emplasemen GB 2020.jpg
Emplasemen Stasiun Gombong, 2020
LokasiJalan Stasiun Gombong
Wonokriyo, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah 54412
Indonesia
Ketinggian+18 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi V Purwokerto
Letak dari pangkalkm 431+265 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama tinggi; tidak ada peron pulau di antara jalur 2 dan 3 serta jalur 4 dan 5)
Jumlah jalur5 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Konstruksi
Akses difabelya
Informasi lain
Kode stasiun
  • GB
  • 2024
[2]
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka21 Juli 1887
Operasi layanan
Gajayana Tambahan, Singasari, Gaya Baru Malam Selatan, Ranggajati, Wijayakusuma, Malabar, Bangunkarta (arah Jakarta), Mutiara Selatan, Mataram (arah Jakarta), Bogowonto, Gajahwong, Fajar dan Senja Utama YK, Sawunggalih, Lodaya, Joglosemarkerto, Logawa, Jayakarta (arah Jakarta), Jaka Tingkir, Kutojaya Utara, Kahuripan (arah Blitar), Pasundan (reguler & tambahan), Bengawan, Progo, Kutojaya Selatan, serta Parcel ONS Tengah dan Selatan
Stasiun sebelumnya Layanan aglomerasi Stasiun berikutnya
Kebumen
Berlawanan jarum jam
Joglosemarkerto
Lingkar Jawa Tengah
Sumpiuh
Searah jarum jam
Karanganyar
ke arah Yogyakarta
Joglosemarkerto
Yogyakarta-Cilacap, p.p.
Kroya
ke arah Cilacap
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Layanan pelanggan Cetak tiket mandiri Musala Toilet Ruang menyusui Pertokoan/area komersial 
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta
Stasiun Gombong pada tahun 1890-an

Stasiun Gombong (GB) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Wonokriyo, Gombong, Kebumen. Stasiun yang terletak pada ketinggian +18 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto. Meski terletak di bagian barat Kabupaten Kebumen, stasiun ini lebih dikenal oleh masyarakat Kebumen dan sekitarnya daripada Stasiun Kebumen.

Berdasarkan kisah sejarah Gombong, Belanda pernah membangun Benteng Van der Wijck sebagai basis kekuatan militer Belanda, serta membangun stasiun yang kelak dikenal sebagai Stasiun Gombong. Okupansi penumpang di stasiun ini cukup bagus serta menjadi andalan masyarakat dari Kecamatan Gombong, Sempor, Rowokele, Buayan, Kuwarasan, dan Puring yang ingin naik kereta api. Stasiun ini juga selalu ramai karena banyak disinggahi kereta dengan tujuan Bandung, Surabaya, dan Jakarta.[4]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki lima jalur kereta api. Awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus dan jalur 5 merupakan sepur badug untuk tempat kegiatan bongkar muat kereta api angkutan pupuk ke gudang PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Setelah jalur ganda ruas stasiun ini hingga Stasiun Karanganyar per 20 Maret 2020 dan kemudian hingga Stasiun Tambak per 5 Mei 2020, emplasemen stasiun ini diperpanjang ke arah barat. Jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus arah Kroya, jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus arah Kutoarjo, dan jalur 5 juga dijadikan sebagai sepur belok. Selain itu, persinyalan elektrik lama produksi Westinghouse Rail Systems yang telah beroperasi sejak 1999 sudah digantikan dengan yang terbaru produksi PT Len Industri.

Terkait dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa, stasiun ini telah dirombak. Bangunan stasiun dan overcapping baru stasiun ini berada di sebelah barat bangunan lama dan berukuran lebih besar, sedangkan overcapping yang lama kini sudah dibongkar. Setelah bangunan baru stasiun ini selesai, bangunan lama stasiun ini tidak lagi digunakan untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang kereta api. Operasional kereta api dipusatkan di bangunan baru stasiun.[5]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Jalur lintas selatan Jawa[sunting | sunting sumber]

Aglomerasi[sunting | sunting sumber]

Joglosemarkerto (eksekutif-ekonomi), KA lingkar Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan tujuan:

Barang[sunting | sunting sumber]

Angkutan logistik Overnight Services (ONS):

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 19 September 2007 sekitar pukul 15.06 WIB, KA Taksaka dengan nomor lokomotif CC201 36 tiba di Stasiun Gombong dari arah Jakarta pada pukul 15.01, lalu berangkat melanjutkan perjalanan kembali pada pukul 15.06. Namun baru saja berangkat, tiba-tiba gerbong 5 anjlok hingga pintu perlintasan kereta/JPL 535. Gerbong bernomor plat E40 itu juga terseret di luar jalur sepanjang 100 meter dari lokasi anjloknya. Hal ini mengakibatkan jalur KA Jakarta-Yogya lumpuh total sekitar 5 jam. Jalur tersebut berfungsi normal kembali pada pukul 20.20 setelah gerbong nomor 5 dari 8 unit kereta itu berhasil ditarik. Akibat terhalang oleh gerbong kereta, Jalan Raya Gombong-Kuwarasan (Puring) ditutup untuk disterilisasi.[6]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ Prasetya, S. (2014). "Gombong (GB): Lebih Terkenal dibanding Kebumen". Majalah KA. 96: 18. 
  5. ^ "Begini Proses Pembangunan Gedung Baru Stasiun Gombong". pasangmata.detik.com. Diakses tanggal 2019-12-14. 
  6. ^ "KA Taksaka Anjlok di Gombong". Suara Merdeka. 2007-09-02. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-03-07. Diakses tanggal 2019-12-29. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Ijo Cilacap–Kroya–Kutoarjo–Purworejo Karanganyar
ke arah Purworejo