Kereta api Lodaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Lodaya
New Papan Nama KA Lodaya khas Daop 6.png
KA Lodaya Tasikmalaya.jpg
Kereta api Lodaya saat akan memasuki Stasiun Tasikmalaya
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VI Yogyakarta (reguler)
Daerah Operasi II Bandung (tambahan)
PendahuluFajar Pajajaran
Senja Mataram
Mulai beroperasi12 Mei 2000[1]
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang2.500 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalSolo Balapan
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirBandung
Jarak tempuh448 km
Waktu tempuh rerata8 jam 55 menit hingga 9 jam 10 menit
Frekuensi perjalanandua kali dalam satu perjalanan pulang pergi
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan ekonomi premium (reguler)
Eksekutif dan bisnis (tambahan)
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 32 kursi ke arah depan dan 32 ke arah belakang (kelas ekonomi premium)
    kursi dapat direbahkan
Fasilitas kateringAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal161-164 (reguler)
7009-7012 (tambahan)
Peta rute
Solo Balapan–Yogyakarta-Kutoarjo-Kroya-Bandung
Untuk KA Lodaya dan Kutojaya Selatan
Ke Madiun, Surabaya
Solo Balapan
Ke Wonogiri
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo
Gombong
Terowongan Ijo
Kroya
Ke Purwokerto, Cirebon
Maos
Jembatan Kali Serayu
ke Cilacap
Sidareja
Banjar
Jembatan Cirahong
Tasikmalaya
Cipeundeuy
Jembatan Sungai Cimanuk
Jalan Tol Padalarang-Cileunyi
Kiaracondong
Bandung
ke Jakarta

Keterangan:

  • KA Kutojaya Selatan terminus Stasiun Kutoarjo dan Kiaracondong
  • KA Kutojaya Selatan tidak berhenti di Stasiun Yogyakarta dan Bandung
  • KA Lodaya Pagi tidak berhenti di Kroya
  • Hanya KA Lodaya Pagi arah Solo dan Lodaya Malam arah Bandung yang berhenti di Gombong
  • Hanya KA Lodaya arah Solo yang berhenti di Maos
  • KA Lodaya Malam arah Solo tidak berhenti di Sidareja
  • Semua perjalanan KA Lodaya dan Kutojaya Selatan berhenti di Kiaracondong

Kereta api Lodaya merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi premium (kelas eksekutif dan bisnis untuk tambahan/fakultatif) yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta untuk melayani lintas Solo Balapan-Bandung dan sebaliknya. Ia menawarkan perjalanan sebanyak dua kali (pagi dan malam) dalam satu perjalanan pulang pergi.

Asal-usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama "Lodaya" (dari bahasa Sunda: ᮜᮧᮓᮚ) berasal dari seekor macan putih (atau disebut Harimau Lodaya, maung dalam bahasa Sunda) jelmaan Prabu Siliwangi—salah satu raja yang memerintah Kerajaan Sunda Galuh—ketika berhadapan dengan putranya, Raden Kian Santang.

Saat ini kata lodaya digunakan dalam bahasa Sunda modern untuk menyebut harimau, dan kata maung digunakan untuk menyebut "macan" (hewan dalam genus Panthera, kecuali singa) secara umum.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Logo asli kereta api Lodaya sejak 2000 hingga 2006.

Kereta api Lodaya beroperasi pertama kali pada tanggal 11 Maret 1992 melayani lintas Bandung-Yogyakarta dengan nama "Fajar Padjajaran" dan "Senja Mataram"—yang mana perjalanan kereta api Fajar Padjajaran dari Bandung menuju Yogyakarta beroperasi pada pagi hari, sementara perjalanan kereta api Senja Mataram dari arah sebaliknya beroperasi pada malam hari. Pada tanggal 1 September 1992, lintasan perjalanan kereta ini diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan.

Pada tanggal 12 Mei 2000, kereta api Fajar Padjajaran dan Senja Mataram mengalami perubahan nama menjadi "Lodaya" serta layanannya diubah sehingga ia melayani kelas eksekutif dan bisnis. Selain itu, corak pada rangkaian kereta ini dibuat berbeda dengan kereta api lain di Indonesia—corak berwarna biru-putih dengan warna biru di ujung kanan dan kiri kereta serta putih di tengah, serta dilengkapi dengan tulisan "Lodaya". Meskipun demikian, rangkaian kereta api saat itu sering kali bertukar.

Pada tahun 2003, kereta api "Lodaya 2" diluncurkan untuk melayani perjalanan dari Solo pada pagi hari dan dari Bandung pada malam hari.[2] Istilah "Lodaya 1" dan "Lodaya 2" memudar seiring waktu, dan masyarakat lebih mengenal perbedaannya dari waktu keberangkatannya—"Lodaya Pagi" dan "Lodaya Malam".

Kereta api Lodaya beroperasi menggunakan rangkaian kereta berbahan baja nirkarat sejak tahun 2018 dengan layanan kelas eksekutif dan ekonomi premium.

Mulai tanggal 25 Maret hingga 17-18 Juni 2020, PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta membatalkan perjalanan kereta api Lodaya dari dan menuju Bandung dan sebaliknya dalam rangka pencegahan penyebaran penyakit koronavirus 2019.[3][4][5]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Lintasan perjalanan Solo Balapan - Bandung pp.
Lokomotif CC206
Rangkaian Rangkaian kereta api reguler

1 kereta pembangkit (P 2018 SLO) + 4 kereta kelas eksekutif (K1 2018 SLO) + 1 kereta makan (M1 2018 SLO) + 4 kereta kelas ekonomi premium (K3 2018 SLO)

Rangkaian kereta api tambahan

4 kereta kelas bisnis (K2) + 1 kereta makan pembangkit (M1/KMP2/MP2) + 4 kereta kelas eksekutif (K1)

Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu

Jumlah tempat duduk 520 tempat duduk (reguler)

456 tempat duduk (tambahan)

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api Lodaya per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

Kereta api reguler jadwal pagi
KA 161 Lodaya
(Solo Balapan – Bandung)
KA 162 Lodaya
(Bandung – Solo Balapan)
Stasiun Tiba Berangkat Stasiun Tiba Berangkat
Solo Balapan - 07.20 Bandung - 07.05
Klaten 07.46 07.48 Kiaracondong 07.15 07.17
Yogyakarta 08.13 08.18 Cipeundeuy 09.02 09.12
Wates 08.44 08.46 Tasikmalaya 10.01 10.06
Kutoarjo 09.15 09.18 Ciamis 10.29 10.31
Kebumen 09.42 09.44 Banjar 10.57 11.15
Gombong 10.01 10.07 Sidareja 11.51 11.53
Kroya 10.34 10.37 Maos 12.35 12.37
Sidareja 11.30 11.32 Gombong 13.17 13.27
Cipari 11.40 11.46 Kebumen 13.44 13.46
Banjar 12.14 12.22 Kutoarjo 14.11 14.14
Ciamis 12.48 12.55 Wates 14.42 14.44
Tasikmalaya 13.18 13.22 Yogyakarta 15.11 15.15
Cipeundeuy 14.11 14.21 Klaten 15.39 15.41
Kiaracondong 16.06 16.08 Solo Balapan 16.07 -
Bandung 16.18 -
Kereta api reguler jadwal malam
KA 163 Lodaya
(Solo Balapan – Bandung)
KA 164 Lodaya
(Bandung – Solo Balapan)
Stasiun Tiba Berangkat Stasiun Tiba Berangkat
Solo Balapan - 19.00 Bandung - 19.10
Klaten 19.26 19.28 Kiaracondong 19.20 19.26
Yogyakarta 19.53 19.58 Cipeundeuy 21.10 21.20
Wates 20.24 20.26 Tasikmalaya 22.09 22.14
Kutoarjo 20.55 20.59 Ciamis 22.37 22.39
Kebumen 21.23 21.25 Banjar 23.05 23.15
Gombong 21.42 21.44 Sidareja 23.48 23.50
Kroya 22.09 22.12 Jeruklegi 00.17 00.23
Maos 22.26 22.28 Maos 00.40 00.42
Sidareja 23.10 23.12 Kroya 00.56 00.59
Banjar 23.58 00.05 Gombong 01.25 01.32
Ciamis 00.33 00.35 Kebumen 01.50 01.52
Tasikmalaya 00.58 01.05 Kutoarjo 02.18 02.22
Cipeundeuy 01.54 02.04 Wates 02.52 02.54
Kiaracondong 03.48 03.50 Yogyakarta 03.20 03.25
Bandung 04.00 - Klaten 03.50 03.52
Solo Balapan 04.17 -

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 10 Oktober 2013, kereta api Lodaya menabrak batu yang diganjal di tengah rel pada km 440+0/1 di Karanganyar, Kebumen yang mengakibatkan kereta api ini harus berhenti luar biasa (BLB) di stasiun Gombong.[6]
  • Pada tanggal 5 Oktober 2015, kereta api Lodaya mengalami anjlok pada pukul 01.45 di km 244+5/6, tepatnya di wilayah Kampung Terung, Mekarsari, Kadipaten, Tasikmalaya yang mengakibatkan kereta api Pasundan dan kereta api Turangga jurusan mengalami keterlambatan pemberangkatan dari jadwal biasa.[7]
  • Pada tanggal 29 Mei 2019, kereta api Lodaya Lebaran (KA 7019) mengalami anjlok di km 193-192 petak Lebakjero-Nagreg pada pukul 16.30 WIB karena badan rel kereta turun.[8]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "12 Mei, KA Senja Mataram dihapus & diganti Lodaya". Solopos. 3 Mei 2000. 
  2. ^ "PT KAI Pangkas Sejumlah Perjalanan KA Ekonomi". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-09-05. Diakses tanggal 2020-01-06. 
  3. ^ "Cegah Penyebaran Corona, KAI secara Bertahap Kurangi Perjalanan KA". kai.id. Diakses tanggal 2020-03-26. 
  4. ^ "Dampak Corona, KAI Batalkan dan Ubah Relasi Sejumlah Jadwal KA | Bandung Bisnis.com". Bisnis.com. Diakses tanggal 2020-03-22. 
  5. ^ Kasumaningrum, Yulistyne (2020-03-22). "Sejumlah Perjalanan Kereta Api Dibatalkan, Noxy : Langkah Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Covid-19 - Pikiran-Rakyat.com". www.Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2020-03-22. 
  6. ^ Nugroho, Rento Ari (10 Oktober 2013). Prasetyo, Budi, ed. "KA Lodaya Tabrak Batu di Kebumen". Tribunnews.com. Diakses tanggal 29 Desember 2019. 
  7. ^ Rezkisari, Indira (5 Oktober 2015). "KA Lodaya Anjlok di Tasikmalaya". Republika. Diakses tanggal 29 Desember 2019. 
  8. ^ Putra, Wisma (29 Mei 2019). "Kereta Api Lodaya Tambahan Anjlok di Nagreg". detikNews. Diakses tanggal 29 Desember 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]