Lompat ke isi

Kereta api Lembah Anai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bus rel Lembah Anai)
Kereta api Lembah Anai
L

Papan nama ketika rangkaian asli miliknya berjalan

KA LEMBAH ANAI
Kayu Tanam⇋Padang (PP)
Papan nama yang digunakan saat ini
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak menengah
StatusBeroperasi
Daerah operasiDivisi Regional II Padang
Mulai beroperasi1 November 2016
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang harian160 penumpang per hari (rata-rata)[butuh rujukan]
Lintas pelayanan
Stasiun awalPadang
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirKayutanam
Jarak tempuh54 km
Waktu tempuh rerata1 jam 35 menit (rata-rata)
Frekuensi perjalanan3 kali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEkonomi
Layanan disabilitasAda
Pengaturan tempat duduk
  • 24 Tempat duduk dengan konfigurasi 2-2, saling berhadapan ke kiri dan berhadapan ke kanan (ekonomi railbus)
  • 64 Tempat duduk dengan konfigurasi 2-2, saling berhadapan (ekonomi mini)
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan blinds, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lainAlat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional50 s.d. 90 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwalB51A - B56A

Kereta api Lembah Anai (julukan: Si Padang Anai atau Mak Buih) adalah kereta api penumpang lokal dengan subsidi perintis (sebelumnya menggunakan sarana bus rel) yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia, dibuat oleh PT INKA Madiun, dan beroperasi di rute PadangKayu Tanam maupun sebaliknya.

Asal-usul penamaan

[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api ini berasal dari nama wisata air terjun yang terkenal dan menjadi maskot pariwisata di Sumatera Barat, yaitu Air Terjun Lembah Anai. Orang Padang biasa memanggilnya dengan Aia Tajun atau Aia Mancua Lembah Anai. Air terjun ini berketinggian sekitar 35 meter ini merupakan bagian dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam dari Gunung Singgalang yang menuju daerah patahan Anai. Air terjun ini berada di bagian barat Cagar Alam Lembah Anai.

Sejarah dan pengoperasian

[sunting | sunting sumber]

Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) pernah mengoperasikan layanan kereta api penumpang di hampir seluruh jalur kereta api yang masih hidup di Sumatera Barat pada saat itu, termasuk untuk berhenti di Stasiun Kayu Tanam, seluruh layanan kereta api penumpang reguler ditarik oleh lokomotif uap. Namun, pada tahun 1984 layanan kereta api penumpang reguler sudah berhenti beroperasi karena PJKA saat itu merugi serta dampak dari kebijakan penghentian pengoperasian lokomotif uap sehingga jalur menuju Sawahlunto hanya fokus untuk operasi kereta api batu bara hingga tahun 2003 serta jalur menuju Bukittinggi berhenti beroperasi pada saat itu juga. Sebelum kereta api Lembah Anai beroperasi, kereta api Sibinuang adalah kereta api penumpang satu-satunya yang beroperasi di Divre II Sumbar.

Menggunakan sarana bus rel

[sunting | sunting sumber]

Sejak kedatangan sarana bus rel di Sumatera Barat, sejatinya sarana tersebut dioperasikan untuk kereta api bandara. Namun, karena jalur petak Duku-BIM belum selesai dikerjakan pada waktu itu, sarana tersebut dialihkan untuk pengoperasian kereta penumpang relasi Lubuk Alung-Kayu Tanam pp. Reaktivasi jalur kereta api menuju Kayutanam pada tahun 2015 melatarbelakangi pengoperasian kembali kereta api penumpang untuk jalur tersebut. Setelah reaktivasi jalur menuju Kayu Tanam selesai dan sudah selesai diuji coba, bus rel Lembah Anai mulai melayani kepada publik pada tanggal 1 November 2016[1] dan diresmikan oleh Direktur Utama (DU) KAI Edi Sukmoro, Direktur Jenderal Perkeretaapian (Dirjenka) Prasetyo Boeditjahjono, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.[2]

Untuk memaksimalkan layanan KA Lembah Anai, mulai 22 Maret 2019 rutenya diperpanjang hingga Bandara Internasional Minangkabau. Kemudian pada 1 Oktober 2019, frekuensi KA Lembah Anai ditambah dari 4 kali perjalanan menjadi 6 kali perjalanan. Hal ini mempermudah warga Padang Pariaman transit ke Padang dengan Minangkabau Ekspres atau sebaliknya dan juga jadwalnya bersinkronisasi dengan jadwal kereta bandara tersebut. Untuk melanjutkan perjalanan ke Padang, penumpang turun ke Stasiun Duku terlebih dahulu lalu menaiki Minangkabau Ekspres menuju Padang. Sebaliknya, jika penumpang bepergian ke Kayu Tanam, penumpang dari Padang menaiki Minangkabau Ekspres menuju Duku terlebih dahulu, lalu menaiki bus rel Lembah Anai di Duku menuju Kayu Tanam.

Bus rel ini termasuk salah satu angkutan KA perintis, yang mana penyelenggaraannya merupakan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam hal biaya yang dikeluarkan oleh Penyelenggara Sarana Perkeretaapian untuk mengoperasikan sarana perkeretaapian lebih tinggi daripada pendapatan yang diperoleh berdasarkan tarif yang ditetapkan oleh Pemerintah, maka selisihnya menjadi tanggung jawab pemerintah dalam bentuk subsidi angkutan perintis.[3] Bus rel ini adalah bus rel ketiga di Indonesia setelah bus rel Kertalaya di Sumatera Selatan dan bus rel Bathara Kresna di Jawa Tengah.

Sekitar tahun 2023, kereta api Lembah Anai mulai menggunakan rangkaian darurat karena rangkaian asli miliknya sering mengalami gangguan. Rangkaian darurat tersebut terdiri dari satu lokomotif BB303 dan satu kereta penumpang, menjadikanya sebagai kereta api terpendek di Indonesia.

Perubahan sarana dan perpanjangan rute

[sunting | sunting sumber]

Mulai 1 Januari 2026, kereta api Lembah Anai diperpanjang ke Stasiun Padang untuk mengakomodasi okupansi penumpang yang berpergian ke Padang maupun ke Kayutanam. Rangkaian kereta api ini diubah dari yang sebelumnya menggunakan sarana bus rel menjadi tiga kereta penumpang kelas ekonomi dan satu kereta makan dan pembangkit.[4]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Praditya, Ilyas Istianur (2016-11-01). "Masyarakat Padang Kini Dapat Nikmati KA Perintis Railbus". Liputan6. Jakarta: Liputan Enam Dot Com. Diakses tanggal 2026-01-06.
  2. Adhari, F. (2016-11-02). "KA Perintis Lembah Anai Resmi Jalani Debutnya". KAORI Nusantara. Diakses tanggal 2026-01-06.
  3. Praditya, Ilyas Istianur (2016-09-01). "KAI Operasikan Kereta Api Perintis Lintas Lubukalung-Kayutanam". liputan6.com. Jakarta: Liputan Enam Dot Com. Diakses tanggal 2026-01-06.
  4. Chaniago, Suci Wulandari Putri (2026-01-01). Prasetya, Anggara Wikan (ed.). "Kereta Api Lembah Anai Kini Layani Relasi Padang-Kayutanam, Tiket Mulai Rp 3.000". KOMPAS. Kompas Gramedia. Diakses tanggal 2026-01-06.