Kereta api Kertajaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Kertajaya
Papan Nama KA Kertajaya Khas Daop 8.png
Kertajaya Passing Jatinegara.jpg
Kereta api Kertajaya saat melintas di Jatinegara
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VIII Surabaya
PendahuluGaya Baru Malam Utara
Mulai beroperasi19 Februari 2002
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang2.240 penumpang per hari (rata-rata)
Jumlah penumpang tahunan922.300 penumpang per tahun (reguler dan tambahan)
Rute
Stasiun awalSurabaya Pasarturi
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirPasar Senen
Jarak tempuh725 km
Waktu tempuh reratarata-rata 11 jam
Frekuensi perjalananSatu kali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEkonomi premium (reguler)
Bisnis dan ekonomi (tambahan)
Pengaturan tempat duduk
  • Untuk kereta api reguler
    80 tempat duduk, disusun 2-2 saling berhadapan ke kiri dan berhadapan ke kanan (kelas ekonomi premium)
    kursi dapat direbahkan
  • Untuk kereta api tambahan
    106 tempat duduk disusun 3-2, saling berhadapan (kelas ekonomi)
    kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
    64 tempat duduk disusun 2-2 (kelas bisnis)
    arah kursi dapat diubah
Fasilitas kateringAda
Fasilitas observasiKaca dengan / tanpa tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburantidak
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara, musala.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206 (reguler
CC201/CC203 (tambahan)
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal
  • 255-256 (reguler)
  • 7027-7028 (tambahan)
Peta rute
Jalur KA Lintas Utara
(Jakarta-Semarang-Surabaya-Malang)
Untuk KA: (Mulai 1 Desember 2019)
ke Tanjung Priok/Jak Kota
Jakarta Pasar Senen KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk5.png
ke Gambir
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Jalan Tol Ir.Wiyoto Wiyono
DKI Jakarta
Jawa Barat
Bekasi KRL Icon Blue.svg
Karawang
Cikampek
ke Bandung
Pegaden Baru
Jatibarang
Cirebon
Cirebon Prujakan
ke Purwokerto
Jawa Barat
Jawa Tengah
Babakan
Tanjung
Brebes
ke Purwokerto
Tegal
Pemalang
Pekalongan
Weleri
Semarang Poncol
Semarang Tawang
ke Solo
Ngrombo
ke Gundih
Jambon
Kradenan
Doplang
Randublatung
Cepu
Jawa Tengah
Jawa Timur
Bojonegoro
Babat
ke Jombang
Lamongan
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Surabaya Pasar Turi
ke Kalimas
ke Surabaya Kota, Sidotopo
Surabaya Gubeng
Jalan Prof. Dr. Mustopo
ke Yogyakarta
Sidoarjo
Bangil
ke Jember
Lawang
Malang
ke Kertosono

Keterangan :

  • KA Jayabaya berterminus di Stasiun Malang
  • KA Gumarang, KA Kertajaya, KA Dharmawangsa, dan KA Maharani berterminus di Stasiun Surabaya Pasarturi.
  • KA Menoreh dan KA Tawang Jaya Premium berterminus di Stasiun Semarang Tawang.
  • KA Kaligung, KA Tawang Jaya, KA Ambarawa Ekspres, dan KA Blora Jaya berterminus di Stasiun Semarang Poncol
  • Hanya Jayabaya yang berhenti di stasiun bertulis miring
  • Hanya Dharmawangsa yang berhenti di stasiun bertanda bolong

Kereta api Kertajaya merupakan kereta api penumpang kelas ekonomi premium (kelas bisnis dan ekonomi untuk tambahan) yang dioperasikan oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya yang melayani lintas Surabaya Pasarturi-Pasar Senen melalui jalur utara dan sebaliknya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Kertajaya diluncurkan pertama kali pada tanggal 19 Februari 2002 melayani perjalanan lintas Surabaya - Jakarta dan sebaliknya. Sebelumnya kereta api ini dikenal dengan nama "Gaya Baru Malam Utara" yang beroperasi mulai tanggal 25 Desember 1971 dan berhenti beroperasi pada tahun 2002 dan mulai digantikan dengan kereta api ini.

Ciri khas saat itu adalah adanya kereta bagasi berwarna biru. Setelah adanya kejadian kereta bagasi biru terbakar,[1] kereta api ini mengunakan kereta bagasi yang mirip seperti kereta bagasi pada kereta api Sri Tanjung. Kadangkala, kereta ini mempergunakan kereta barang cargo buatan PT INKA.

Sejak 4 Desember 2015, PT KAI menyediakan perjalanan kereta api Kertajaya Tambahan dengan rangkaian panjang dengan kapasitas lebih dari 1.484 tempat duduk yang terdiri dari satu kereta makan pembangkit, 14 kereta ekonomi, dan satu kereta makan pembangkit kelas bisnis (MP2). Kemudian, rangkaian panjang pada kereta api Kertajaya Tambahan dialihkan untuk perjalanan kereta api Kertajaya reguler sehingga saat itu kereta api Kertajaya reguler dioperasikan dengan rangkaian panjang tersebut—di samping kereta api Tawang Jaya yang dijalankan dengan rangkaian panjang mulai 4 April 2016.[2]

Mulai tahun 2019, Dipo Induk Surabaya Pasarturi (SBI) mendapat dua rangkaian baru buatan tahun 2019 berbahan baja nirkarat untuk kereta api ini. Sesuai dengan grafik perjalanan kereta api (gapeka) tahun 2019, rangkaian ini memiliki masa istirahat yang cukup lama di Stasiun Surabaya Pasarturi sehingga rangkaiannya dimanfaatkan untuk operasional kereta api Maharani pada pagi hari.

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Lintasan perjalanan Surabaya Pasarturi - Pasar Senen pp.
Dipo Lokomotif dan Kereta Surabaya Pasarturi (SBI)
Rangkaian 5 kereta ekonomi premium (K3 2019 SBI) + 1 kereta makan pembangkit (MP2 SBI) + 9 kereta ekonomi premium (K3 2019 SBI) + 1 kereta pembangkit (P 2019 SBI)
Jumlah tempat duduk 1120 tempat duduk

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp175.000,00 - Rp300.000,00, bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam lintas Bekasi - Jakarta dengan tarif Rp20.000,00

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api Kertajaya per 1 April 2020 (revisi Gapeka 2019)

KA 255 Kertajaya (Surabaya Pasarturi-Pasar Senen) KA 256 Kertajaya (Pasar Senen-Surabaya Pasarturi)
Stasiun Tiba Berangkat Stasiun Tiba Berangkat
Surabaya Pasarturi - 21.05 Pasar Senen - 14.15
Lamongan 21.40 21.43 Haurgeulis 16.08 16.11
Babat 22.07 22.10 Jatibarang 16.47 16.50
Bojonegoro 22.41 22.44 Cirebon Prujakan 17.24 17.33
Cepu 23.16 23.24 Brebes 18.19 18.21
Randublatung 23.46 23.49 Tegal 18.34 18.41
Ngrombo 00.36 00.40 Pekalongan 19.27 19.32
Semarang Poncol 01.34 01.49 Weleri 20.12 20.16
Weleri 02.19 02.22 Semarang Poncol 20.47 21.01
Pekalongan 03.02 03.07 Ngrombo 21.55 21.58
Tegal 03.54 04.04 Randublatung 22.44 22.47
Brebes 04.16 04.18 Cepu 23.07 23.14
Cirebon Prujakan 05.08 05.20 Bojonegoro 23.44 23.47
Jatibarang 05.57 05.59 Babat 00.17 00.20
Haurgeulis 06.33 06.35 Lamongan 00.43 00.46
Bekasi 08.05 08.07 Surabaya Pasarturi 01.24 -
Pasar Senen 08.36 -

Jadwal kereta api Kertajaya Tambahan*) per 1 Desember 2019 (berdasarkan gapeka 2019).

*) Kereta api tambahan beroperasi pada masa lebaran, natal-tahun baru, atau hari libur tertentu

Stasiun Datang Berangkat
KA 7027 Kertajaya Tambahan (Surabaya Pasarturi-Pasar Senen)
Surabaya Pasarturi - 23.35
Lamongan 00.12 00.14
Babat 00.39 00.41
Bojonegoro 01.09 01.16
Cepu 01.42 01.48
Randublatung 02.10 02.13
Ngrombo 03.03 03.06
Semarang Tawang 03.57 04.10
Weleri 04.52 04.54
Pekalongan 05.36 05.40
Tegal 06.31 06.37
Cirebon Prujakan 07.37 07.44
Jatibarang 08.21 08.23
Haurgeulis 09.03 09.06
Jatinegara 10.38 10.40
Pasar Senen 10.50 -
KA 7028 Kertajaya Tambahan (Pasar Senen-Surabaya Pasarturi)
Pasar Senen - 08.45
Haurgeulis 10.45 10.50
Jatibarang 11.11 11.14
Cirebon Prujakan 11.51 11.59
Tegal 12.57 13.17
Pekalongan 14.08 14.15
Weleri 15.00 15.05
Semarang Tawang 15.42 15.56
Ngrombo 16.48 16.50
Randublatung 17.42 17.44
Cepu 18.07 18.14
Bojonegoro 18.44 18.51
Babat 19.19 19.21
Lamongan 19.45 19.48
Surabaya Pasarturi 20.25 -

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 15 April 2006 pukul 02.10, kereta api Sembrani dan kereta api Kertajaya bertabrakan di emplasemen Stasiun Gubug. Kecelakaan itu terjadi ketika kereta api Kertajaya meninggalkan jalur kereta api sebelum waktunya saat bersilang dengan kereta api Sembrani yang datang dari arah belakang. Hal itu disebabkan oleh kerusakan pemindah kanal radio kereta api Kertajaya sehingga kabar penyusulan kereta api Kertajaya oleh kereta api Sembrani dari PPKA kepada masinis kereta api Kertajaya tidak tersampaikan dan banyaknya penumpang dalam kabin masinis. Kejadian tersebut mengakibatkan 13 orang meninggal dunia dan 26 lainnya masuk rumah sakit.
  • Pada tanggal 27 November 2013, kereta bagasi warna biru milik kereta api Kertajaya terbakar beserta seluruh muatannya. [1]
  • Pada tanggal 21 Februari 2017 pukul 04.00 WIB, penumpang ditemukan membawa seekor ular sanca kembang pada kereta 14 kereta api Kertajaya Tambahan jurusan Surabaya-Jakarta. Kemudian ular tersebut ditangkap kemudian diturunkan di Stasiun Tegal pada pukul 04.48. Penumpang tidak ada yang mengakui saat petugas keamanan dalam (PKD) dan TNI mempertanyakan kepemilikan ular tersebut. [3] [4]
  • Pada tanggal 25 Agustus 2016 pagi, satu kereta ekonomi (K3) beserta kereta makan pembangkit (MP2) kereta api Kertajaya terbakar.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]