Kereta api Kertajaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kereta api Gaya Baru Malam Utara)
Lompat ke: navigasi, cari
Kereta api Kertajaya
310px
CC 203 Kertajaya.jpg
Kereta api Kertajaya melewati perlintasan sebidang nomor 81 Bekasi
Info
Kelas Ekonomi AC
Sistem Kereta api ekspres malam
Status Beroperasi
Lokal Daop 8 Surabaya
Stasiun terminus Surabaya Pasarturi
Pasarsenen
Jumlah stasiun 12
Rute pelayanan 1
Nomor KA 177-178
Operasional
Dibuka 15 Agustus 1978 (KA GBMU)
19 Februari 2002 (KA Kertajaya)
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Operator Daerah Operasi VIII Surabaya
Depot Lokomotif: Sidotopo (SDT), Jatinegara (JNG)
Kereta: Surabaya Pasarturi (SBI)
Stanformasi

Untuk Rangkaian Biasa :CC 201, CC 203, CC 204

Untuk Rangkaian Panjang : CC206
Teknis
Jarak tempuh 725 km
Lebar sepur 1067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasi 60 s.d. 100 km/jam

Kereta api Kertajaya (lahir di Surabaya, 15 Agustus 1978; umur 38 tahun) adalah rangkaian kereta api kelas ekonomi AC PSO unggulan milik PT Kereta Api Indonesia yang menjadi andalan dengan relasi Pasarsenen - Surabaya Pasarturi. Sepanjang perjalanannya, KA Kertajaya melintasi jalur utara pulau Jawa. Rangkaian KA ini terdiri dari sebuah lokomotif, 14 rangkaian kereta kelas ekonomi AC split (K3), 1 kereta makan pembangkit (KMP3) atau 2 kereta pembangkit (KP3), dan 1 gerbong bagasi (B).

Dahulu semenjak ada gerbong bagasi berwarna biru itulah ciri khas dari KA Kertajaya, namun setelah tragedi gerbong bagasi biru terbakar[1] sekarang gerbong bagasi KA Kertajaya mengunakan gerbong bagasi yang mirip seperti kereta api Sri Tanjung. Kadangkala kereta ini mempergunakan gerbong cargo baru buatan PT Inka Madiun. Dahulu KA ini tak jarang membawa gerbong makan pembangkit (MP1 0 68 01) kelas eksekutif yang istimewa milik dipo Surabaya Pasarturi (SBI), yang kini dialokasikan untuk kereta api Bogowonto, Kereta api Gajah Wong dan Kereta api Malioboro Ekspres di dipo Yogyakarta (YK).

Mulai awal tahun 2013 semua rangkaian kereta api Kertajaya sudah menggunakan rangkaian gerbong Ekonomi AC, seiring dengan ditingkatkannya pelayanan seluruh KA ekonomi jarak jauh di Indonesia berupa penambahan fasilitas AC. Sebelumnya, KA Kertajaya hanya membawa 2-3 gerbong Ekonomi AC.[2][3]

Sejak 4 Desember 2015, PT KAI menyediakan perjalanan kereta api Kertajaya Tambahan dengan rangkaian panjang (14 unit K3 per rangkaian) dengan kapasitas lebih dari 1.484 tempat duduk. Stamformasi rangkaian terdiri dari sebuah lokomotif (CC206 generasi I atau II), 1 kereta makan pembangkit, 14 gerbong ekonomi, dan 1 kereta makan pembangkit kelas bisnis (MP2). Berangkat setiap hari Senin, Rabu, Jumat pukul 23.15 relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi dan tiap hari Minggu, Selasa, Kamis pukul 22.00 relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen. Mulai 1 April 2016, perjalanan KA Kertajaya Tambahan dihentikan, dan rangkaian panjang yang selama ini digunakan untuk KA Kertajaya Tambahan, dialihkan untuk perjalanan KA Kertajaya reguler, sehingga saat ini KA Kertajaya reguler beroperasi setiap harinya dengan rangkaian 14 unit kereta kelas Ekonomi, menjadikan KA Kertajaya reguler sebagai salah satu rangkaian kereta penumpang terpanjang di Indonesia (di samping Kereta api Tawang Jaya, yang akan dijalankan dengan rangkaian panjang mulai 4 April 2016).[4]

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

  • Berikut ini jadwal KA Kertajaya per 1 April 2015 (berdasarkan Gapeka 2015).
  • Mulai 1 Mei 2016 pemberhentian KA Kertajaya dialihkan dari Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Bekasi, dikarenakan peron Stasiun Jatinegara tidak cukup untuk kapasitas 16 rangkaian kereta, serta rangkaian menutup wesel dan PJL 50 yang ada di dekat Stasiun Jatinegara. [5]
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
KA 177 Kertajaya
(Surabaya Pasarturi-Pasarsenen)
Surabaya Pasarturi - 21.00
Lamongan 21.35 21.37
Babat 21.59 22.01
Bojonegoro 22.28 22.33
Cepu 23.04 23.09
Randublatung 23.30 23.33
Ngrombo 00.23 00.27
Semarang Tawang 01.17 01.42
Weleri 02.22 02.28
Pekalongan 03.12 03.29
Tegal 04.05 04.10
Cirebon Prujakan 05.09 05.19
Jatibarang 05.54 05.56
Haurgeulis 06.28 06.30
Bekasi 07.56 07.59
Pasarsenen 08.23 -
KA 178 Kertajaya
(Pasarsenen-Surabaya Pasarturi)
Pasarsenen - 14.00
Jatibarang 16.23 16.25
Cirebon Prujakan 17.00 17.15
Tegal 18.15 18.22
Pekalongan 19.11 19.18
Semarang Tawang 20.47 21.05
Ngrombo 21.55 21.58
Randublatung 22.48 22.52
Cepu 23.13 23.18
Bojonegoro 23.49 23.55
Babat 00.24 00.26
Lamongan 00.51 00.53
Surabaya Pasarturi 01.30 -

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Berikut Ini Rangkaian KA Kertajaya Reguler:

  • 1 Lokomotif CC 201, CC203
  • 4 Kereta api Kelas Ekonomi AC (K3)
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3) atau 2 Kereta Pembangkit (KP3)
  • 4 Kereta api Kelas Ekonomi AC (K3)
  • 1 Kereta Bagasi Cargo (B)

Berikut Ini Rangkaian KA Kertajaya Reguler Rangkaian Panjang:

  • 1 Lokomotif CC 206
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3)
  • 14 Kereta api Kelas Ekonomi AC (K3)
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3)
  • 1 Kereta Bagasi (B)

Keterangan:

  • Mulai 1 April 2016 KA Kertajaya Reguler Rangkaian Panjang Beroperasi
  • Rangkaian KA Kertajaya Reguler tersebut, disimpan ke Dipo induk Surabaya Pasar Turi (SBI)

Stasiun-stasiun yang disinggahi[sunting | sunting sumber]

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 15 April 2006 pukul 02.10 WIB, Kereta api Sembrani dan kereta api Kertajaya bertabrakan di emplasemen Stasiun Gubug. Kecelakaan itu terjadi ketika KA Kertajaya meninggalkan jalur kereta api sebelum waktunya saat bersilang dengan KA Sembrani yang datang dari arah belakang. Hal itu disebabkan oleh kerusakan pemindah kanal radio lokomotif KA Kertajaya sehingga kabar penyusulan KA Kertajaya oleh KA Sembrani dari PPKA kepada masinis Kertajaya tidak tersampaikan dan banyaknya penumpang dalam kabin masinis. Dalam musibah tersebut, 13 orang meninggal dunia dan 26 lainnya masuk rumah sakit.
  • Pada tanggal 27 November 2013 pagi, gerbong bagasi warna biru kereta api Kertajaya terbakar, beserta seluruh muatannya.[1]
  • Pada tanggal 25 Agustus 2016 pagi, satu gerbong ekonomi ac (K3) serta kereta makan pembangkit (MP2) kereta api Kertajaya terbakar.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]