Kereta api Sriwijaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Sriwijaya
PapanKeretaApi 2020.svg
KA SRIWIJAYA
Kertapati - Tanjungkarang (PP)
SriwijayaSS.jpeg
Kereta api Limex Sriwijaya saat berada di Stasiun Tanjung Karang
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDivisi Regional IV Tanjungkarang
PendahuluFajar Utama Lampung
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalKertapati
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirTanjungkarang
Jarak tempuh388 km
Waktu tempuh reratarata-rata 8 jam 25 menit
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan Ekonomi Premium
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 40 kursi ke arah depan dan 40 ke arah belakang (kelas premium)
    kursi dapat direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC204
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional60 s.d. 90 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Peta rute
Tanjungkarang – Kertapati
Untuk KA Sriwijaya, Rajabasa, Kuala Stabas
ke Tarahan, Panjang, Telukbetung
Tanjungkarang
Rejosari
Tegineneng
Bekri
Sulusuban
Kotabumi
Ketapang
Negararatu
Tulungbuyut
Blambangan Umpu
Waytuba
Martapura
Baturaja
Tigagajah
Peninjawan
ke Muara Enim, Lubuklinggau
Prabumulih
Ke Indralaya
Kertapati
Keterangan:
  • Kuala Stabas berterminus di Baturaja
  • Sriwijaya dan Rajabasa juga berhenti di stasiun bertanda bolong bertuliskan normal
  • Rajabasa juga berhenti di stasiun yang bertuliskan miring
  • Hanya Sriwijaya yang berhenti di Ketapang

Kereta api Limited Express (Limex) Sriwijaya—adalah layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi premium yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas KertapatiTanjungkarang dan sebaliknya.

Nama "Sriwijaya" diambil dari salah satu nama kerajaan, Kerajaan Sriwijaya, yang berpusat di Sumatra Selatan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Sriwijaya saat menggunakan rangkaian kereta lama – melintas langsung Stasiun Branti, 2017

Kereta api Sriwijaya pertama kali beroperasi pada tahun 1974 – sebagai layanan kereta kelas bisnis. Sejak tahun 1997, layanan kereta api ini diubah menjadi kereta api kelas campuran setelah penambahan layanan kelas eksekutif. Sebelumnya, kereta api ini pada pagi dan siang hari dioperasikan juga sebagai kereta api Fajar Utama Lampung, namun karena kepadatan lintas oleh kereta api batu bara rangkaian panjang sehingga sering terjadi keterlambatan di stasiun akhir, maka layanan kereta api Fajar Utama Lampung ini dihapus pada 2007.[1]

Dalam pengoperasiannya, kereta api Sriwijaya sering ditarik menggunakan lokomotif CC204 – kereta api ini sempat ditarik menggunakan lokomotif CC201, CC202, dan BB203 pada awal pengoperasiannya.

Kereta api Sriwijaya beroperasi menggunakan rangkaian baru berbahan baja nirkarat mulai 26 Mei 2019 dengan layanan kelas eksekutif dan ekonomi premium.[2][3]

Angkutan perjalanan terusan[sunting | sunting sumber]

PT Kereta Api Indonesia menyediakan angkutan perjalanan terusan bagi penumpang kereta api Sriwijaya dari Palembang menuju Jakarta. Setiba di Stasiun Tanjungkarang, penumpang dapat langsung meneruskan perjalanan ke Jakarta (Stasiun Gambir) menggunakan bus—kerja sama PT Kereta Api Indonesia dengan Damri—dengan menggunakan sistem tiket tunggal pada pemesanan tiket.[4][5]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Lintas pelayanan TanjungkarangKertapati pp.
Lokomotif CC204
Susunan rangkaian kereta
Kereta nomor Kereta pembangkit (P) 1 2 Kereta makan (M1) 1 2 3 4 5 6
Keterangan Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas ekonomi premium (K3)
Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]