Kereta api Sriwijaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Sriwijaya
300px
KA Sriwijaya Stabling Tanjungkarang.jpg
Kereta api Sriwijaya bersiap berangkat dari Stasiun Tanjungkarang.
Informasi umum
Jenis layananKereta api Ekspres Malam
StatusBeroperasi
Daerah operasiDivisi Regional III Palembang
Divisi Regional IV Tanjungkarang
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang300 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalKertapati
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirTanjungkarang
Jarak tempuh389 km
Waktu tempuh rerata9 Jam 10 menit (rata-rata normal)
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif
Bisnis AC
Pengaturan tempat duduk- Eksekutif : 50 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat, dan sandaran kaki.
- Bisnis : 64 tempat duduk disusun 2-2, bisa dipindah arahnya
Pengaturan tempat tidurAda di Kereta Makan (khusus Kru)
Fasilitas kateringAda, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Fasilitas observasi- Eksekutif : Kaca pesawat, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
- Bisnis : Kaca dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiDiatas kursi penumpang.
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC 201 atau CC 204
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional60 s.d. 70 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal1-2

Kereta api Sriwijaya (atau disebut pula KA Limited Express (Limex) Sriwijaya) merupakan kereta api Eksekutif-Bisnis yang melayani koridor Stasiun Kertapati-Stasiun Tanjungkarang. Kereta ini diberangkatkan dari Stasiun Kertapati (untuk tujuan Tanjungkarang) pukul 21.00 WIB dan tiba di Stasiun Tanjungkarang pukul 06.10 WIB. Sedangkan perjalanan sebaliknya dari Stasiun Tanjungkarang (untuk tujuan Palembang) berangkat pukul 21.00 WIB dan tiba di Stasiun Kertapati pukul 06.15 WIB.

Kereta api ini berkapasitas 534 penumpang dengan membawa 4-5 kereta eksekutif retrofit dengan interior (seperti) pesawat (Eks Kereta api Sembrani/Dipo Kereta Jakarta Kota (JAKK)), 1 KMP2 (kereta makan pembangkit kelas bisnis) dan 2-3 kereta bisnis.

Awalnya kereta api ini biasa ditarik lokomotif andalan jenis CC 201, CC 202, dan BB 203. Tetapi dewasa ini, KA Sriwijaya lebih sering ditarik lokomotif jenis CC 204 atau CC 201 hasil mutasi dari Jawa, karena BB203 telah dimutasi ke Sumatera Utara. Sementara itu, CC201 asli Divre III yang kebanyakan modifikasi BB203 kini telah mengalami penurunan fungsi, karena peran menarik kereta penumpang ke Tanjungkarang telah digantikan oleh CC 204 dan CC 201 yang telah dimutasi. Setelah CC 204 dialihkan fungsinya menjadi pengangkut kereta api barang batu bara dan peti kemas, akhirnya kereta api ini mengandalkan lokomotif CC 201. Setelah CC 201 banyak dimutasi ke Sumatera Utara, Sriwijaya akhirnya ditarik oleh lok CC 204. Penarik reguler dari Kereta ini adalah CC 201 maupun CC 204, dan jadwal kereta ini dibuat menjadi ekspres malam karena pada siang hari, jalur kereta ini dipakai sama Kereta api Batu Bara Rangkaian Panjang dan Kereta api Rajabasa.

Rangkaian KA[sunting | sunting sumber]

Berikut ini Rangkaian Kereta api Sriwijaya:

  • 1 Lokomotif CC 204 / CC 201 Dipo Induk (KPT)
  • 2 Kereta Bisnis AC (K2)
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP2/MP2)
  • 4 Kereta Eksekutif (K1)

Tarif dan penambahan kereta[sunting | sunting sumber]

Pada saat mudik Lebaran atau hari libur nasional, kereta api ini dapat dilakukan penambahan 1 kereta Eksekutif dan 1 kereta Bisnis. Tarif kereta api ini untuk kelas eksekutif adalah Rp 170.000-Rp 210.000 sedangkan untuk kelas bisnis Rp 150.000-Rp 170.000 tergantung jarak dan subkelas.

Integrasi Antar Moda[sunting | sunting sumber]

KA Sriwijaya juga dipakai sebagai moda transportasi penghubung dari Palembang ke Jakarta. Setiba di Tanjung Karang, penumpang dapat langsung meneruskan perjalanan ke Jakarta (Stasiun Gambir) menggunakan dengan bus kerja sama PT Kereta Api Indonesia dengan Damri dengan satu tiket yang juga terintegrasi. [1][2]

Stasiun yang disinggahi[sunting | sunting sumber]

Jadwal perjalanan (Gapeka 2017)[sunting | sunting sumber]

KA S1 Limex Sriwijaya (Kertapati-Tanjung Karang) KA S2 Limex Sriwijaya (Tanjung Karang-Kertapati)
Stasiun Datang Berangkat Stasiun Datang Berangkat
Kertapati - 21.00 Tanjung Karang - 21.00
Prabumulih 22.25 22.35 Rejosari 21.19 21.24
Peninjawan 23.29 23.32 Bekri 21.52 21.55
Tigagajah 00.09 00.23 Sulusuban 22.13 22.15
Baturaja 00.27 00.32 Kotabumi 22.45 22.50
Martapura 01.11 01.16 Ketapang 23.17 23.32
Waytuba 01.33 01.43 Tulungbuyut 23.58 00.00
Blambangan Umpu 02.09 02.13 Blambangan Umpu 00.33 00.36
Tulungbuyut 02.47 02.50 Waytuba 01.11 01.13
Ketapang 03.16 03.33 Martapura 01.38 01.46
Kotabumi 03.52 04.01 Baturaja 02.25 02.30
Sulusuban 04.34 04.37 Tigagajah 02.35 02.50
Bekri 04.59 05.06 Peninjawan 03.29 03.34
Rejosari 05.38 05.48 Prabumulih 04.36 04.51
Tanjung Karang 06.10 08.00 Kertapati 06.15 -
Gambir (integrasi dengan bus) 15.00 -

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]