Kereta api Gajayana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Gajayana
PapanKeretaApi 2020.svg
KA GAJAYANA
Malang - Gambir (PP)
Gajayana MRI.jpg
Kereta api Gajayana melintas di Stasiun Manggarai
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi28 Oktober 1999
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang2.190 penumpang per hari (rata-rata)
Lintas pelayanan
Stasiun awalMalang
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh907 km
Waktu tempuh reratasekitar 14 jam 40 menit hingga 15 jam 12 menit
Frekuensi perjalanansatu kali dalam perjalanan pulang pergi
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasLuxury dan eksekutif
Pengaturan tempat duduk
  • 26 tempat duduk disusun 1-2 (luxury)
    kursi dapat diputar dan dapat direbahkan hingga 140°
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 40 kursi ke arah depan dan 40 ke arah belakang (ekonomi premium)
    kursi dapat direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal71-72
Peta rute
Jakarta Gambir - Malang
Untuk kereta api Gajayana
ke Jakarta Kota
Jakarta Gambir Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png
ke Bogor
ke Tanah Abang
ke Pasar Senen
Jatinegara Jakarta - KRL Commuter Cikarang Line Icon.png Jakarta - KRL Commuter Loop Line Icon.png Roundeltjk4.png Roundeltjk5.png Roundeltjk5C.png Roundeltjk5D.png Roundeltjk5E.png Roundeltjk7.png Roundeltjk10.png Roundeltjk11.png
DKI Jakarta
Jawa Barat
ke Bandung
Cirebon
ke Semarang
Jawa Barat
Jawa Tengah
ke Tegal
Jembatan Sakalimolas
Purwokerto
Terowongan Notog
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Kebasen
ke Bandung
Gombong
Kebumen  ARS 
Kutoarjo Yogyakarta - KRL Commuter Kutoarjo Line Icon.png
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Mbeling
Yogyakarta  ARS  Yogyakarta - KRL Commuter Solo Line Icon.png Yogyakarta - KRL Commuter Kutoarjo Line Icon.png  1A   1B   2A   3A   3B 
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Solo Balapan Yogyakarta - KRL Commuter Solo Line Icon.png  ARS 
Ke Semarang, BIAS
Jembatan Bengawan Solo
Jawa Tengah
Jawa Timur
Madiun
Nganjuk
Kertosono
ke Surabaya
via Mojokerto
Kediri
Tulungagung
Blitar
Wlingi
Jembatan Lahor
Terowongan Eka Bakti Karya
Terowongan Dwi Bakti Karya
Jembatan Kali Metro
Kepanjen
Malang Kotalama
Malang
ke Bangil

Kereta api Gajayana merupakan layanan kereta api penumpang kelas luxury dan eksekutif yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani lintas MalangGambir melalui BlitarYogyakartaPurwokerto dan sebaliknya. Perjalanan kereta api ini menempuh jarak 907 km dalam waktu sekitar 15 jam.

Nama Gajayana berasal dari seorang raja dari Kerajaan Kanjuruhan, Sang Liswa.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Gajayana saat beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan 2009, September 2013

Kereta api Gajayana pertama kali beroperasi pada 28 Oktober 1999 dengan dua layanan kelas, yaitu kelas eksekutif dan bisnis. Kereta kelas bisnis yang digunakan saat itu merupakan limpahan dari rangkaian kereta api Turangga—kereta api Turangga mendapat rangkaian baru dari PT INKA sehingga ia melayani kelas bisnis dan eksekutif pada tahun yang sama.

Sejak Oktober 2008, kereta api Gajayana sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif hasil penyehatan dari PT INKA, sebelum menggunakan rangkaian kereta keluaran tahun 2009—rangkaian kereta hasil penyehatan tersebut sempat digunakan untuk pengoperasian kereta api Bangunkarta.

Saat ini, kereta api Gajayana beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas eksekutif keluaran 2016 dan 2017, sedangkan rangkaian kereta lama (buatan tahun 2009) dimutasi ke depot kereta lain, seperti Solo Balapan (SLO) dan Purwokerto (PWT), kecuali kereta pembangkit dan kereta makan.

Kereta api Gajayana melayani kelas luxury sejak 26 Mei 2019.[1][2][3]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Lintas pelayanan MalangGambir melalui Yogyakarta-Kediri pp.
Susunan rangkaian kereta
Kereta nomor 1 1 2 3 4 Kereta makan (M1) 5 6 7 8 Kereta pembangkit (P)
Keterangan Kereta penumpang kelas Luxury (K1) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Catatan: Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api Gajayana berkisar antara Rp260.000,00–Rp1.000.000,00 tergantung pada layanan kelas, jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus untuk kelas eksekutif yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan pada stasiun-stasiun yang berada dalam lintas berikut.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal perjalanan kereta api Gajayana reguler per 10 Februari 2021 (berdasarkan Gapeka 2021).

KA 71 Gajayana
(Malang–Gambir)
KA 72 Gajayana
(Gambir–Malang)
Stasiun Tiba Berangkat Stasiun Tiba Berangkat
Malang - 14.25 Gambir - 18.10
Malang Kotalama 14.30 14.32 Cirebon 20.57 21.02
Kepanjen 14.50 14.52 Purwokerto 22.51 22.56
Wlingi 15.31 15.33 Kroya 23.21 23.24
Blitar 15.54 15.57 Kebumen 00.00 00.02
Tulungagung 16.23 16.25 Kutoarjo 00.24 00.29
Kediri 16.49 16.52 Yogyakarta 01.17 01.22
Kertosono 17.15 17.18 Solo Balapan 02.05 02.08
Nganjuk 17.36 17.38 Madiun 03.15 03.20
Madiun 18.12 18.17 Nganjuk 03.54 03.56
Solo Balapan 19.25 19.28 Kertosono 04.14 04.17
Yogyakarta 20.10 20.15 Kediri 04.40 04.43
Kutoarjo 21.03 21.08 Tulungagung 05.07 05.09
Kebumen 21.30 21.32 Blitar 05.35 05.38
Kroya 22.09 22.12 Wlingi 05.59 06.01
Purwokerto 22.38 22.45 Kepanjen 06.40 06.42
Cirebon 00.34 00.39 Malang Kotalama 07.01 07.03
Jatinegara 03.11 03.13 Malang 07.08 -
Gambir 03.29 -

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 19 Mei 2010 sekitar pukul 07.15, kereta api Gajayana menabrak kendaraan angkutan rakitan ledok di perlintasan tanpa palang pintu di Kromasan, Ngunut, Tulungagung, dekat Stasiun Ngunut. Tidak ada korban tewas dalam musibah ini. Perlintasan tersebut menjadi andalan bagi para sopir ledok tersebut untuk mengangkut sayuran meskipun tidak berpalang dan tidak dijaga.[4]

Pada 4 Januari 2011, empat rangkaian kereta eksekutif kereta api Gajayana yang sedang parkir di Stasiun Malang tiba-tiba mundur dan menabrak empat rumah. Satu orang balita tewas dalam kejadian tersebut.[5]

Pada 27 Agustus 2011, kereta api Gajayana dengan masinis Yodian Wiliarso dan asisten masinis Bambang Suradi dibajak oleh tiga orang yang memasuki kabin masinis lokomotif. Sebanyak tiga pembajak masuk lokomotif dan mengarahkan kereta api tersebut ke Stasiun Pasar Senen. Mulanya, kereta ini tertahan sinyal masuk di stasiun Jatibarang, kemudian saat di Stasiun Telagasari beberapa orang menghadang kereta api dan satu orang masuk lokomotif. Kereta sempat berhenti di Stasiun Haurgeulis untuk menurunkan penumpang gelap di lokomotif. Lalu sang masinis memberitakan kepada pusat kendali (PK) Cirebon agar diberikan sinyal aspek hijau dan melaju tanpa henti di sepanjang jalur rel hingga Gambir. Selama pembajakan berlangsung, masinis sempat kehilangan kontak. Masinis kemudian memberitahu PK baru pada pukul 09.08 bahwa masinis tersebut disandera dan meminta agar PK mengarahkan kereta itu langsung ke Gambir. Kereta api Gajayana mencoba berhenti di Stasiun Jatinegara namun gagal dan diarahkan ke Stasiun Pasar Senen. Pada pukul 09.35, kereta api Gajayana masuk ke jalur 4, berhenti dengan rem darurat oleh petugas teknisi, kemudian dihadang aparat Brimob yang sudah berjaga di bibir peron.[6]

Pada 18 Maret 2015 sekitar pukul 14.00, kereta api Gajayana berhenti luar biasa karena dihadang oleh dua orang petani yang mengetahui bahwa ada kerusakan rel pada letak km 53 di Malang.[7]

Seorang ayah beserta anaknya nekat menabrakkan diri ke kereta api Gajayana di dekat Stasiun Purwosari pada 20 Maret 2015 malam hari dikarenakan bercerai dengan istrinya.[8][9]

Pada 12 April 2015, dua orang perempuan yang mengendarai sepeda motor tewas ditabrak kereta api Gajayana di perlintasan tanpa palang pintu di Jambean, Kras, Kediri.[10]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

  • Kereta api Bima – layanan kereta api sejenis dengan relasi perjalanan yang sama (melalui Surabaya)
  • Kereta api Matarmaja – layanan kereta api penumpang kelas ekonomi lintas Malang–Pasar Senen

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]