Lompat ke isi

Kereta api Gajayana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Gajayana

Papan kereta api Gajayana sebelum menggunakan rangkaian generasi terbaru dan masih digunakan untuk petunjuk KA di setiap peron stasiun saja.
Rangkaian kereta api Gajayana mengarah Gambir melintas Stasiun Jayakarta.

Kereta api Gajayana
Peta
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VIII Surabaya
Mulai beroperasi28 Oktober 1999 (1999-10-28)
(26 tahun, 140 hari)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang harian852 penumpang per hari (rata-rata)[butuh rujukan]
Lintas pelayanan
Stasiun awalMalang
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh905 km [1]
Waktu tempuh rerata12 jam 13 menit [1]
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan Luxury
Pengaturan tempat duduk
  • 26 tempat duduk disusun 1-2 (luxury)
    kursi dapat diputar dan dapat direbahkan hingga 140°
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda (kelas luxury)
Fasilitas bagasiAda
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional80 s.d. 120 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal35-36[1]

Kereta api Gajayana merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif & luxury yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani relasi MalangGambir melalui CirebonPurwokerto. Perjalanan kereta api ini menempuh jarak 905 km dalam waktu sekitar 12 jam 13 menit dan kereta api ini merupakan rute dengan jarak tempuh terpanjang di jalur selatan Jawa.

Asal-usul

[sunting | sunting sumber]

Nama Gajayana berasal dari nama yang diambil dari gelar raja Kerajaan Kanjuruhan bernama Sang Liswa yang memerintah sekitar tahun 760–789. Raja tersebut terkenal di kalangan Brahmana maupun rakyat untuk mampu membawa ketentraman di seluruh negeri. Adapun pusat Kerajaan Kanjuruhan ini berada di wilayah Dinoyo-Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.[2]

Kereta api Gajayana saat beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan 2009, September 2013

Kereta api Gajayana pertama kali beroperasi pada 28 Oktober 1999 yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-71, dengan dua layanan kelas, yaitu kelas eksekutif dan bisnis. Kereta kelas bisnis yang digunakan saat itu merupakan limpahan dari rangkaian kereta api Turangga—kereta api Turangga mendapat rangkaian baru dari PT INKA sehingga ia melayani kelas bisnis dan eksekutif pada tahun yang sama.

Sejak Oktober 2008, kereta api Gajayana sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif hasil penyehatan dari PT INKA, sebelum menggunakan rangkaian kereta keluaran tahun 2009—rangkaian kereta hasil penyehatan tersebut sempat digunakan untuk pengoperasian kereta api Bangunkarta.

Saat ini, kereta api Gajayana beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas eksekutif stainless steel keluaran 2018 dan 2019, sedangkan rangkaian kereta lama (buatan 2009 dan 2016/2017) dimutasi ke depo kereta lain, seperti Solo Balapan (SLO) dan Purwokerto (PWT) , dan Jakarta Kota (JAKK), kecuali kereta pembangkit dan kereta makan. Sejak 26 Mei 2019, Kereta api Gajayana melayani kelas luxury.[3][4][5]

Rangkaian kereta api

[sunting | sunting sumber]
Ilustrasi kereta penumpang kelas eksekutif new image
Kereta api Gajayana masih menggunakan rangkaian kereta eksekutif new image buatan PT INKA Madiun sebelum berganti rangkaian baja nirkarat generasi 1 lungsuran dari dua Argo Solo.

Kereta api Gajayana membawa kereta penumpang kelas eksekutif dan luxury.[6] Rangkaian kereta kelas eksekutif merupakan kereta buatan INKA dengan formasi kursi 2-2 yang dapat menampung 50 penumpang per kereta. Kursi pada kelas ini berbahan jok kulit yang dapat direbahkan dan diputar sesuai arah perjalanan kereta api.[7]

Pada kelas luxury, kereta api Gajayana menggunakan kereta luxury generasi kedua. Kelas kereta ini memiliki kapasitas 26 tempat duduk untuk penumpang dengan formasi 2-1.[8] Arah kursi dapat diatur mengikuti arah perjalanan kereta api dan dapat direbahkan hingga 140 derajat. Berbeda dengan kelas eksekutif, kelas luxury yang digunakan oleh kereta api Gajayana memiliki penyandar kaki dan televisi pada tiap kursinya.[9]

Per 1 Juni 2023, kereta api Gajayana menggunakan rangkaian yang dikelola oleh Depo Induk Malang. Tiap rangkaian ini memiliki kapasitas 426 tempat duduk yang terdiri dari 8 kereta eksekutif New dan 1 kereta luxury generasi 2, tidak termasuk tempat duduk di kereta makan.[6]

Ilustrasi kereta penumpang kelas eksekutif Stainless Steel

Mulai 19 Desember 2023, Kereta api Gajayana sudah menggunakan rangkaian kereta eksekutif baja nirkarat yang merupakan lungsuran dari Kereta api Argo Lawu dan Kereta api Argo Dwipangga, yang kini Kereta api Argo Lawu dan Argo Dwipangga sudah mendapatkan rangkaian baja nirkarat generasi terbaru buatan PT INKA Madiun tahun 2023, sedangkan bekas rangkaian kereta ini dimutasi ke Depo Kereta Jakarta Kota untuk Kereta api Pandalungan.

Setiba di Jakarta, rangkaian kereta api Gajayana ini akan dipakai untuk layanan kereta api Parahyangan dengan relasi GambirBandung dan sebaliknya.

Kereta api Gajayana sudah menggunakan rangkaian terbaru kereta eksekutif generasi terbaru buatan PT INKA Madiun.

Setelah kesepuluh kereta api unggulan (Argo Lawu, Argo Dwipangga, Taksaka, Argo Bromo Anggrek, Argo Semeru, Bima, Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Wilis, dan Turangga) mendapat rangkaian baja nirkarat generasi terbaru buatan PT INKA, per 10 dan 11 Januari 2026, kereta api Gajayana (berserta Parahyangan) resmi menggunakan kereta eksekutif generasi terbaru berbahan baja nirkarat buatan PT INKA, sedangkan rangkaian sebelumnya (kereta eksekutif baja nirkarat produksi tahun 2018/2019) direncanakan akan dihibahkan ke Kereta api Brawijaya.[10]

Stasiun pemberhentian

[sunting | sunting sumber]
Peta rute geografis kereta api Gajayana berdasarkan Gapeka 2025

Menurut Gapeka 2025 yang dirilis 1 Februari 2025, berikut ini adalah stasiun kereta api dilayani oleh KA Gajayana.[11]

Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun Keterangan Status
Daerah Khusus Ibukota Jakarta Gambir Stasiun ujung, terintegrasi dengan:

Layanan BRT Transjakarta ()

Jatinegara Hanya kedatangan kereta api dari arah Malang dan terintegrasi dengan:
Jawa Barat Kota Bekasi Bekasi Terintegrasi dengan:

Commuter Line Cikarang

Kota Cirebon Cirebon Terletak di Jalan Raya Lintas Utara
Jawa Tengah Banyumas Purwokerto Terintegrasi dengan:

Bus Trans Jateng dan Teman Bus (Trans Banyumas)

Cilacap Kroya
Kebumen Kebumen
Purworejo Kutoarjo Terintegrasi dengan:
Kota Surakarta Solo Balapan Terintegrasi dengan:
Daerah Istimewa Yogyakarta Kota Yogyakarta Yogyakarta Terintegrasi dengan:
Jawa Timur Kota Madiun Madiun Terintegrasi dengan:

AS Kereta api Bandara Internasional Adi Soemarmo

Nganjuk Nganjuk
Kertosono Terintegrasi dengan:

D P Commuter Line Dhoho dan Penataran

Kota Kediri Kediri
Tulungagung Tulungagung
Kota Blitar Blitar
Blitar Wlingi
Malang Kepanjen
Kota Malang Malang Kotalama Terintegrasi dengan:

D P Commuter Line Dhoho dan Penataran
Hanya untuk pemberhentian ke arah Malang.

Malang Stasiun ujung, terintegrasi dengan:
Legenda
Stasiun ujung (terminus)
Berhenti untuk semua arah
Berhenti hanya mengarah ke Gambir (satu arah)
Berhenti hanya mengarah ke Malang (satu arah)

Pada 4 Januari 2011, rangkaian empat kereta eksekutif kereta api Gajayana yang sedang parkir di Stasiun Malang tiba-tiba mundur dan menabrak empat rumah. Satu orang balita tewas dalam kejadian tersebut.[12]

Pada 27 Agustus 2011, kereta api Gajayana dengan masinis Yodian Wiliarso dan asisten masinis Bambang Suradi dibajak oleh tiga orang yang memasuki kabin masinis lokomotif. Sebanyak tiga pembajak masuk lokomotif dan mengarahkan kereta api tersebut ke Stasiun Pasar Senen. Mulanya, kereta ini tertahan sinyal masuk di stasiun Jatibarang, kemudian saat di Stasiun Telagasari beberapa orang menghadang kereta api dan satu orang masuk lokomotif. Kereta sempat berhenti di Stasiun Haurgeulis untuk menurunkan penumpang gelap di lokomotif. Lalu sang masinis memberitakan kepada pusat kendali (PK) Cirebon agar diberikan sinyal aspek hijau dan melaju tanpa henti di sepanjang jalur rel hingga Gambir. Selama pembajakan berlangsung, masinis sempat kehilangan kontak. Masinis kemudian memberi tahu PK baru pada pukul 09.08 bahwa masinis tersebut disandera dan meminta agar PK mengarahkan kereta itu langsung ke Gambir. Kereta api Gajayana mencoba berhenti di Stasiun Jatinegara tetapi gagal dan diarahkan ke Stasiun Pasar Senen. Pada pukul 09.35, kereta api Gajayana masuk ke jalur 4, berhenti dengan rem darurat oleh petugas teknisi, kemudian dihadang aparat Brimob yang sudah berjaga di bibir peron.[13]

Pada 24 Juli 2023, kereta api Gajayana nomor KA 56 menuju Malang mengalami tabrakan dengan truk gandeng bermuatan ampas tebu di perlintasan tanpa dijaga terletak di petak Stasiun BaronStasiun Kertosono di Baron, Nganjuk, Jawa Timur. Akibatnya, kedua jalur tersebut terhambat terutama di jalur selatan dan tengah Pulau Jawa koridor Madiun–Surabaya. Lokomotif mengalami kerusakan parah setelah mengalami insiden tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi kereta api menjadi terlambat sekitar 2 jam di Kertosono.[14]

Pada Selasa, 27 Januari 2026, Kereta api Gajayana bernomor 35 dari Stasiun Malang menuju Stasiun Gambir mengalami insiden kecelakaan dengan truk molen di JPL 582 petak Stasiun Prembun - Stasiun Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah. Akibat dari insiden ini sopir truk meinggal dunia dan kernet mengalami luka - luka, sedangkan keadaan lokomotif CC206 13 27 CPN mengalami kerusakan kebocoran selang air dan depan lokomotif megalami rusak berat.[15]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. "Kereta Api Gajayana - Jadwal, Rute, Harga Tiket, & Info Kereta Api". Traveloka. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-03. Diakses tanggal 2023-07-03.
  3. Arnani, Mela. Galih, Bayu (ed.). "Mengenal Kemewahan KA Luxury 2, Ini Fasilitas dan Jadwal Keberangkatan". Kompas.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-04. Diakses tanggal 2020-02-29.
  4. Ibrahim, A Malik (2019-05-27). Wijaya, Ahmad (ed.). "Gerbong Luxury generasi 2 diluncurkan di KA Gajayana". ANTARA News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-26. Diakses tanggal 2020-02-29.
  5. "Gajayana Perkenalkan Gerbong Sleeper Mewah Terbaru". Republika Online. 2019-05-27. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-26. Diakses tanggal 2020-02-29.
  6. 1 2 Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2023 (PDF). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). 14 April 2023. hlm. 1767. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2023-05-11. Diakses tanggal 12 Mei 2023 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  7. "Rangkaian Kereta Kelas Eksekutif Terbaru Mulai Dioperasikan" (Press release). Madiun: PT Industri Kereta Api (Persero). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-12. Diakses tanggal 2023-05-12.
  8. Salima Puteri, Alfi. "Intip Potret Kereta Api Gajayana Luxury, Fasilitas Bintang Lima". Dream.co.id (dalam bahasa Inggris). Jakarta: Surya Citra Media. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-11-10. Diakses tanggal 2023-05-12.
  9. "Intip Fasilitas Mewah Kereta Luxury 2, Kursi Canggih hingga Minibar". Okezone. Jakarta: Media Nusantara Citra. 2022-01-12. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-12. Diakses tanggal 2023-05-12.
  10. Safitri, Kiki; Setiawan, Sakina Rakhma Diah (2026-01-10). "KA Gajayana dan Parahyangan Kini Pakai Rangkaian Stainless Steel New Generation". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-01-10.
  11. "Grafik Perjalanan Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (PDF) (Document). Bandung: PT Kereta Api Indonesia. 30 Desember 2024. hlm. 147. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2025-10-21. Diakses tanggal 1 Februari 2025 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian. ; ; ; ; ;
  12. "Kompas: Berita Foto: Gajayana Tabrak Rumah". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-26. Diakses tanggal 2015-05-13.
  13. "Kompas: Inilah Kronologi Kasus Pembajakan KA Gajayana". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-26. Diakses tanggal 2015-04-07.
  14. Chausna, Asmaul (24 Juli 2023). "KA Gajayana tertemper truk gandeng di antara Stasiun Baron-Kertosono". Kediri. LKBN Antara. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-31. Diakses tanggal 2023-07-24.
  15. "Truk Tronton Tertabrak Kereta Api Gajayana di Kebumen, Sopir Meninggal dan 2 Orang Luka-luka | BERUT". Kompas.tv. Diakses tanggal 2026-02-05.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]