Stasiun Jayakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Jayakarta
KAI Commuter
B02

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun JAY.png
Stasiun Jayakarta 2020.jpg
Stasiun Jayakarta
LokasiJalan Pangeran Jayakarta no. 28
Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, 10730
Indonesia
Ketinggian+13 m
PengelolaKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 1+400 lintas Jakarta-Manggarai-Bogor/Nambo[1]
Jumlah peronDua peron sisi yang tinggi
Jumlah jalur2
Informasi lain
Kode stasiun
  • JAY
  • -
[2]
KlasifikasiII[2]
Sejarah
Dibuka1992
Operasi layanan
KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Jakarta Kota
Terminus
Lin Bogor Mangga Besar
ke arah Bogor
Lin Bogor Mangga Besar
ke arah Nambo
Lokasi pada peta

Stasiun Jayakarta (JAY) merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +13 meter ini merupakan yang lokasinya paling Utara di jalur layang Jakarta–Manggarai & hanya melayani perjalanan KRL Commuter Line saja. Nama stasiun ini diambil dari sebuah jalan di dekat stasiun ini yang bernama serupa, yaitu jalan Pangeran Jayakarta.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini termasuk ke dalam kategori stasiun baru di jalur lintas Manggarai-Jakarta Kota saat dijadikan jalur layang, dikarenakan saat jalur ini masih berada di bawah (menapak di tanah), stasiun ini belum ada. Pada Februari 1988, diadakan proyek jalur layang lintas Manggarai-Jakarta Kota, yang menghabiskan dana sebesar Rp432,5 milliar. Pada tanggal 5 Juni 1992, Presiden Soeharto beserta Ibu Tien & jajaran pemerintahan meresmikan jalur layang ini dengan naik KRL dari Stasiun Gambir menuju ke Stasiun Jakarta Kota. Pada saat diresmikan, belum sepenuhnya proyek ini telah selesai, hingga akhirnya bisa beroperasi penuh setahun kemudian.[3][4]

Berbeda dengan stasiun-stasiun lainnya yang terletak di jalur layang Manggarai-Jakarta Kota yang mempunyai tiga lantai, stasiun ini hanya mempunyai dua lantai saja, kemungkinan alasannya adalah karena jalur layang ini akan persiapan turun ke tanah & berakhir di Stasiun Jakarta Kota. Pada area stasiun ini juga masih terdapat sisa peninggalan jembatan KA dari jalur lintas Manggarai-Jakarta Kota saat masih berada di bawah, sisa jembatan KA ini kini beralih fungsi menjadi jalan untuk warga. Dahulu, terdapat 2 buah jembatan disini karena jalur lintas Manggarai-Jakarta Kota adalah jalur ganda/double track, namun jembatan yang satunya lagi sudah dibongkar karena lahannya dipakai untuk pondasi peron layang stasiun, & hanya menyisakan 1 jembatan saja.[5]

Stasiun Jayakarta mempunyai dua jalur & keduanya merupakan sepur lurus. Pada tahun 2019-2020, dipasang sebuah wesel persimpangan baru yang lokasinya sekitar 50-70 meter ke arah Selatan dari Stasiun Jayakarta, serta juga dilakukan modifikasi listrik aliran atas (LAA) untuk jalur pada wesel ini.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Bangunan Stasiun Jayakarta ini sudah bergaya modern, dengan sentuhan panel-panel berwarna pink fanta yang sampai hari ini masih dipertahankan & tidak pernah diubah catnya, hanya tiang peronnya saja yang diubah warnanya menjadi lebih kemerahan. Berbeda dengan stasiun-stasiun lainnya yang terletak di jalur layang Manggarai-Jakarta Kota yang mempunyai tiga lantai, stasiun ini hanya mempunyai dua lantai saja, kemungkinan alasannya adalah karena jalur layang ini akan persiapan turun ke tanah & berakhir di Stasiun Jakarta Kota. Pada area stasiun ini juga masih terdapat sisa peninggalan jembatan KA dari jalur lintas Manggarai-Jakarta Kota saat masih berada di bawah, sisa jembatan KA ini kini beralih fungsi menjadi jalan untuk warga. Dahulu, terdapat 2 buah jembatan disini karena jalur lintas Manggarai-Jakarta Kota adalah jalur ganda/double track, namun jembatan yang satunya lagi sudah dibongkar karena lahannya dipakai untuk pondasi peron layang stasiun, & hanya menyisakan 1 jembatan saja.[6]

Sisa jembatan jalur bawah Stasiun Jayakarta (arah JAKK).
Sisa jembatan jalur bawah Stasiun Jayakarta (arah MGB).

Stasiun Jayakarta mempunyai dua jalur & keduanya merupakan sepur lurus. Pada tahun 2019-2020, dipasang sebuah wesel persimpangan baru yang lokasinya sekitar 50-70 meter ke arah Selatan dari Stasiun Jayakarta, serta juga dilakukan modifikasi listrik aliran atas (LAA) untuk jalur pada wesel ini.

PapanKeretaApi 2020.svg

KRL CL icon.svg PapanNamaStasiunKomuter JAY.svg

P
Lantai peron
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 1 (Jakarta Kota)      Lin Bogormenuju Jakarta Kota
Jalur 2      Lin Bogor menuju Bogor/Nambo (Mgg. Besar)
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan


Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Komuter[sunting | sunting sumber]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Bus kota Transjakarta 12K (Asemka Explorer) Stasiun Jakarta KotaStasiun Jakarta Kota (via Pangeran Jayakarta)
Mikrotrans Transjakarta JAK 10 Stasiun Jakarta KotaStasiun Tanah Abang

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Kayang, U. (2019). Keping-keping Kota. Bantul: Basabasi. hlm. 92. 
  4. ^ "Kereta Layang: Melayang di Atas Jalur Kumuh". Majalah Tempo. 22: 32. 1992. 
  5. ^ Andra Radithya, antusias sejarah KA.
  6. ^ Andra Radithya, antusias sejarah KA.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Jakarta Kota
Terminus
Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Manggarai
Mangga Besar
ke arah Manggarai


Koordinat: 6°08′29″S 106°49′23″E / 6.141285°S 106.823133°E / -6.141285; 106.823133