Stasiun Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Bogor
KAI Commuter Kereta Api Indonesia
B26PG01

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun BOO.png
Station - panoramio (17).jpg
Stasiun KA Bogor
Lokasi
Koordinat6°35′39″S 106°47′27″E / 6.5942707°S 106.7908108°E / -6.5942707; 106.7908108Koordinat: 6°35′39″S 106°47′27″E / 6.5942707°S 106.7908108°E / -6.5942707; 106.7908108
Ketinggian+246 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi I Jakarta
KAI Commuter
Letak dari pangkal
Jumlah peron7 (satu peron sisi yang agak rendah, dua peron pulau yang agak tinggi, satu peron pulau yang agak rendah, dua peron pulau yang tinggi, dan satu peron sisi yang cukup tinggi; tidak ada peron pulau di antara jalur 5 dan 6 serta jalur 7 dan 8)
Jumlah jalur8
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda arah hulu (dari Jakarta Kota-Manggarai) dan juga jalur tunggal arah Cianjur-Padalarang
  • jalur 5: sepur lurus jalur ganda arah hilir (ke Manggarai-Jakarta Kota)
Konstruksi
Akses difabelYa
Gaya arsitekturIndische, Neoklasik
Informasi lain
Kode stasiun
  • BOO
  • 0720
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1881
Nama sebelumnyaStation Buitenzorg
Operasi layanan
Pangrango dan KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Cilebut
ke arah Jakarta Kota
Lin Bogor Terminus
Sukaresmi
ke arah Jakarta Kota
Lin Bogor
rencana
Stasiun sebelumnya Layanan aglomerasi Stasiun berikutnya
Terminus Pangrango
Bogor-Sukabumi, p.p.
Bogor Paledang
ke arah Sukabumi
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Jalur difabel Musala Toilet Area merokok Galeri ATM 
Tipe persinyalan
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Bogor
KategoriBangunan
No. RegnasRNCB.20070326.02.000892
Tanggal SK2007
PemilikPT Kereta Api Indonesia (Persero)
PengelolaPT Kereta Api Indonesia (Persero)
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta

Stasiun Bogor (BOO)—pada masa kolonial Belanda bernama Station Buitenzorg—adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Jalan Nyi Raja Permas, Cibogor, Bogor Tengah, Kota Bogor. Stasiun yang terletak pada ketinggian +246 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta serta menjadi stasiun kereta api yang lokasinya selatan dalam pengelolaan KAI Commuter di Jabodetabek. Stasiun ini terletak di sebelah barat Alun-alun Kota Bogor menghadap Istana Bogor serta melayani KRL Commuter Line.

Stasiun ini menjadi stasiun terminus untuk perjalanan Commuter Line yang melayani kawasan Jabodetabek. Selesai dibangun pada tahun 1881, stasiun ini awalnya menghadap ke arah timur. Namun dengan berkembangnya KRL Commuter Line yang semakin padat, pintu keberangkatan untuk penumpang Commuter Line dipindahkan ke arah barat. Sejak 17 Desember 2021, kedua pintu sama-sama dioperasikan.

Stasiun ini disibukkan oleh kaum penglaju dari Bogor menuju Jakarta. Saat ini stasiun ini melayani KRL Commuter Lin Bogor dari dan tujuan Jakarta Kota. Sejak 1 Juni 2022, kereta api Pangrango yang sebelumnya hanya melayani langsiran kini melayani penumpang secara reguler.[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Bogor tempo doeloe

Pada awal tahun 1870-an, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij membangun stasiun di Buitenzorg sebagai bagian terakhir dari jalur kereta api Batavia–Buitenzorg yang menghubungkan Kleine Boom dengan Buitenzorg.[5] Stasiun ini dibuka untuk pertama kalinya untuk umum pada 31 Januari 1873.[6][7][8] Tidak kurang dari 40 tahun pertama, stasiun ini dikelola oleh NIS.

Tahun 1881, Staatsspoorwegen (SS) membangun Stasiun Buitenzorg yang kedua sebagai bagian dari pembangunan jalur kereta api Bogor–Bandung–BanjarKutoarjo–Yogyakarta. Pembangunan jalur kereta api ini mengharuskan adanya peran pemerintah mengingat biaya pembangunannya lebih mahal daripada pembangunan lintas datar.[9] Dengan menunjuk David Maarschalk sebagai kepala jawatan, dibangunlah jalur kereta api tahap pertama SS, yaitu pembangunan lintas selatan Jawa serta pembangunan jalur SurabayaPasuruan–Malang. Per 5 Oktober 1881, jalur kereta api segmen pertama, Bogor–Cicurug, telah selesai. Per tanggal 17 Mei 1884, jalur telah sampai di Bandung.[10]

Pada tahun 1913 jalur kereta api Batavia–Buitenzorg dibeli oleh SS.[11] Dahulu, sebuah lapangan luas bernama Taman Wilhelmina pernah menjadi bagian dari stasiun Bogor.[12]

Renovasi stasiun pernah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan tahun 2009. Bangunan stasiun yang bertuliskan "1881" ini, yang menghadap Jalan Nyi Raja Permas ini pernah tidak difungsikan sebagai pintu masuk stasiun untuk umum dengan pintu stasiun dipindah menghadap Jalan Mayor Oking.[12]

Setelah bertahun-tahun tidak dilayani, bangunan lama stasiun yang menghadap arah timur ini dibuka kembali pada tanggal 17 Desember 2021. Pintu timur ini menghadap Alun-alun Kota Bogor. Pintu keberangkatan sisi timur stasiun terintegrasi langsung dengan alun-alun tersebut. Untuk mendukung operasional pintu timur, KAI Commuter membangun satu kotak loket di pintu masuk, sepuluh e-gate, dan dua vending machine pada hall bangunan stasiun.[13]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki dua bangunan yang berdampingan. Bangunan utamanya adalah bangunan area masuk ke stasiun, lobi, kantor administrasi, tempat penjualan tiket, dan fasilitas lainnya. Sementara itu, bangunan keduanya adalah bangunan overcapping yang menaungi peron dan dua jalur kereta api.[5]

Stasiun ini memiliki delapan jalur kereta api. Jalur 3 merupakan sepur lurus arah Depok–Jakarta sekaligus sepur raya jalur tunggal arah Cianjur–Padalarang. Jalur 5 merupakan sepur lurus jalur ganda arah hilir (dari Depok–Jakarta).

PapanKeretaApi 2020.svg

KRL CL icon.svg PapanNamaStasiunKomuter BOO.svg

G Bangunan utama stasiun (keberangkatan dan kedatangan)
P

Lantai peron

Peron sisi
Jalur 1 Langsiran dari dan ke Depo KRL Bogor
Jalur 2 Jalur ujung      Lin Bogor

     Pangrango tujuan Sukabumi (Bogor Paledang)

Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan kereta di jalur 2 dan kiri di jalur 3
Jalur 3      Lin Bogor tujuan Jakarta Kota (Cilebut)
Sepur lurus jalur ganda ke arah Depok–Jakarta

Sepur lurus jalur tunggal arah Sukabumi

Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan kereta di jalur 3 dan kiri di jalur 4
Jalur 4      Lin Bogor tujuan Jakarta Kota (Cilebut)
Jalur langsiran KA Pangrango
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan kereta di jalur 4 dan kiri di jalur 5
Jalur 5 Jalur ujung      Lin Bogor

Sepur lurus jalur ganda dari arah Depok–Jakarta
Jalur langsiran KA Pangrango

Jalur 6 Jalur ujung      Lin Bogor
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan kereta di jalur 6 dan kiri di jalur 7
Jalur 7 (Cilebut)      Lin Bogor tujuan Jakarta Kota
Jalur 8 Jalur ujung      Lin Bogor
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan kereta
G Bangunan keberangkatan dan kedatangan penumpang

Arsitektur bangunan lama stasiun[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini kental dengan nuansa Eropa; kaya akan ornamental geometris seperti awan, kaki-kaki singa, dan relung yang terpengaruh gaya Yunani Klasik dengan unsur simetris dan serba geometris. Gaya bangunan stasiun adalah Indische Empire dengan sentuhan pintu masuk dan lobi utama bergaya Neoklasik[5]

Pada ruang VIP berdiri prasasti dari marmer setinggi 1 meter. Monumen ini sebagai simbol tanda ucapan selamat pagi dari para karyawan SS kepada David Maarschalk yang memasuki masa pensiun atas usahanya mengembangkan jalur kereta api di Jawa. Prasasti ini dibuat sebagai pengganti patung David Maarschalk yang dulunya berada di tempat prasasti ini.[5]

Bentuk atap pelana dan gerbang melengkung pada fasad depan memberikan kesan anggun bangunan. Dindingnya berupa bata plesteran dengan guratan bergaris serta adanya moulding cornice yang membingkai atap jurai di atasnya. Jendela dan pintu terbuat dari kayu dengan ukuran yang kuat sehingga memberikan kesan klasik bangunan. Peron stasiun dipayungi overcapping yang terbuat dari besi bergelombang yang ditopang kerangka baja.[5] Stasiun ini memiliki dua lantai yang dihubungkan dengan tangga meliuk-liuk.[5]

Saat ini, meski bangunan utama stasiun relatif tidak berubah, overcapping stasiun telah mengalami perubahan. Tritisan atap stasiun kini telah sebagian dilubangi dan dipotong, dan kerangka bajanya juga diiris sebagian di atas jalur 3 untuk mengakomodasi kabel listrik aliran atas saat KRL Batavia–Buitenzorg dioperasikan. KRL tersebut mulai beroperasi tahun 1925 untuk memperingati hari ulang tahun SS yang ke-50.[14]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Aglomerasi[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
PG Pangrango Eksekutif dan ekonomi Bogor -
Sukabumi

Komuter[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
B Lin Bogor Jakarta Kota -
Bogor

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
BISKITA-Trans Pakuan  2F  Terminal Bubulak-Ciawi (via Cidangiang–Terminal Baranangsiang) (di halite Stasiun Bogor 2/pintu barat)
 3F  Terminal Bubulak-Sukasari (di halite Stasiun Bogor 2/pintu barat)
 5F  Ciparigi-Stasiun Bogor (di halte Stasiun Bogor/pintu timur)
JR Connexion (Perum PPD) x7 Stasiun Bogor-Stasiun Juanda
x8 Stasiun Bogor-Stasiun Manggarai
x9 Stasiun Bogor-Stasiun Tebet
x10 Stasiun Bogor-Stasiun Tanah Abang
Angkot Kota Bogor[15] 02 Sukasari-Terminal Bubulak (via Jalan Ir. H. Juanda–Jalan Pajajaran)
03 Terminal Baranangsiang- Terminal Bubulak (via Jalan Otto Iskandardinata–Jalan Suryakencana)
05 Terminal Merdeka-Ciparigi
14 Terminal Bubulak-Katulampa
16 Pasar Anyar-Kedung Badak
17 Pasar Anyar-Curug
18 Pasar Anyar-Terminal Bubulak
19 Terminal Merdeka-Situgede
20 Stasiun Bogor-Terminal Bubulak
32 Terminal Merdeka-Pamoyanan
Angkutan Kabupaten Bogor F05 Ciomas-Terminal Merdeka
F06 Pasar Parung-Terminal Merdeka
F06A Pasar Ciampea-Terminal Merdeka
F07 Terminal Bojong Gede-Pasar Anyar

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Maharani, A.S.A. (2022-05-30). "Mulai 1 Juni, Penumpang Kereta Pangrango Bisa Naik dari Stasiun Bogor". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-06-01. 
  5. ^ a b c d e f Murti Hariyadi, Ibnu; Basir, Ekawati; Pratiwi, Mungki Indriati; Ubaidi, Ella; Sukmono, Edi (2016). Arsitektur Bangunan Stasiun Kereta Api di Indonesia. Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero). hlm. 1 – 14. ISBN 978-602-18839-3-8. 
  6. ^ Media, Kompas Cyber. "Menggali Jejak Stasiun Batavia Noord dan Batavia Zuid". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-06-15. 
  7. ^ Lohanda, Mona. (2007). Sejarah para pembesar mengatur Batavia (edisi ke-Cet. 1). Depok: Masup Jakarta. ISBN 978-979-25-7295-7. OCLC 225750927. 
  8. ^ Burgerlijke Openbare Werken (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij. 
  9. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  10. ^ Staatsspoorwegen (1932). Staatsspoorwegen in Nederlandsch-Indië: Jaarstatistieken over de jaren 1931 en 1932. Burgerlijke Openbare Werken. 
  11. ^ Tjandrasasmita, U. (2000). Sejarah perkembangan Kota Jakarta. Jakarta: Dinas Museum dan Pemugaran. 
  12. ^ a b Pratiwi, R.; Soviana, N.; Sudarsih, A. (2014). "Bogor (BOO): Stasiun Buitenzorg Lama dan Baru". Majalah KA. 97: 22–24. 
  13. ^ "Terintegrasi dengan Alun-Alun Kota Bogor, Pintu Timur Stasiun Dibuka". Republika Online. 2021-12-19. Diakses tanggal 2022-05-31. 
  14. ^ Reitsma, S.A. (1925). Buku Peringetan dari Staatsspoor-en-Tramwegen di Hindia-Belanda. Weltevreden: Topografische Inrichting. 
  15. ^ Wiguna, Alfiar. "Rute Trayek Angkot Kota Bogor". Pemerintah Kota Bogor. Dinas Komunikasi dan Infomatika Kota Bogor. Diakses tanggal 2018-06-27. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI Commuter dan jadwal KRL

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Cilebut
ke arah Manggarai
Manggarai–Padalarang Bogor Paledang
ke arah Padalarang