Stasiun Mandai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Mandai
Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg
Mandai
Stasiun Mandai.png
Pemandangan Stasiun Mandai pada malam hari, April 2022.
LokasiDusun Cinranae
Ma'rumpa, Marusu, Maros, Sulawesi Selatan
Indonesia
Letak dari pangkalkm 14+500[1]
Informasi lain
Kode stasiun[2]
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanSiLSafe4000, sistem interloking (vital interlocking system) berbasis CBI (Computer Based Interlocking)[3]
Lokasi pada peta

Stasiun Mandai (Lontara Bugis: ᨔᨛᨈᨔᨗᨕᨘ ᨆᨉᨕᨗ , transliterasi: Sētasiun Mandai ; Lontara Makassar: ᨔᨙᨈᨔᨗᨕᨘ ᨆᨉᨕᨗ , transliterasi: Sétasiun Mandai ) adalah stasiun kereta api yang saat ini sedang dalam tahap dan proses pengerjaan pembangunan oleh perusahaan konstruksi PT Bumi Karsa, anak perusahaan Kalla Group. Stasiun ini adalah tipe stasiun kecil yang terletak di wilayah Dusun Cinranae, Desa Ma'rumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia. Stasiun ini merupakan stasiun ke-3 setelah Stasiun Makassar (Stasiun Tallo) dan Stasiun Parangloe dari arah Pelabuhan Makassar, Makassar New Port. Stasiun ini berada pada ketinggian 11 mdpl. Nama "Mandai" diambil dari nama kecamatan yang lebih populer, yang terletak di sebelah timur kecamatan di stasiun ini. Selain itu, secara historis nama "Mandai" pernah diproyeksikan menjadi salah satu stasiun kereta api zaman Hindia Belanda rute Takalar-Maros dan juga pernah dijadikan nama lapangan terbang, yakni Lapangan Terbang Mandai cikal bakal Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api paling dekat dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Stasiun ini terletak di jalur kereta api yang nantinya menghubungkan Makassar dan Parepare. Stasiun Mandai ini terhubung dan didahului oleh Stasiun Parangloe di Kelurahan Parangloe, Kota Makassar dan mendahului Stasiun Maros di Kelurahan Pallantikang.

Keadaan geografis[sunting | sunting sumber]

Stasiun Mandai berada pada wilayah yang bertopografi berupa dataran yang rendah pada ketinggian 11 meter di atas permukaan laut.

Rute[sunting | sunting sumber]

Stasiun Mandai–Stasiun Maros[sunting | sunting sumber]

  1. Desa Ma'rumpa
    1. Dusun Bulu Tanae
    2. Dusun Cinranae
  2. Desa Tellumpoccoe
    1. Dusun Palisi
  3. Kelurahan Hasanuddin
    1. Lingkungan Kampung Baru
    2. Lingkungan Batangase
  4. Kelurahan Pallantikang
    1. Lingkungan Data
    2. Lingkungan Panaikang

[4][5]

Stasiun Parangloe–Stasiun Mandai[sunting | sunting sumber]

Stasiun Parangloe ke Stasiun Mandai berjarak 8 km dan lebar rel mengikuti standar internasional, yakni 1 meter 435 milimeter (1.435) dengan melewati beberapa desa/kelurahan sebagai berikut:

  1. Kelurahan Parangloe
  2. Kelurahan Bira
  3. Kelurahan Untia
  4. Desa Temmapadduae
    1. Dusun Pattene
  5. Desa Ma'rumpa
    1. Dusun Bulu Tanae
    2. Dusun Cinranae

[5]

Rute stasiun ini mulai dan berada pada sekitar kawasan pelabuhan dekat Perairan Selat Makassar, memasuki daratan wilayah Kelurahan Bira dan Kelurahan Untia yang merupakan kawasan industri dan pergudangan di Kota Makassar, melalui wilayah Desa Temmapadduae dan Desa Ma'rumpa merupakan kawasan padat penduduk.

Progres pengerjaan dan pembangunan[sunting | sunting sumber]

Awalnya lokasi stasiun ini diproyeksikan berlokasi di Pattene, namun mendapat banyak penolakan hingga dipindahkan ke Cinranae saat ini. Alasannya daerah tersebut melintasi daerah pekuburan.[6]

Pada titik lintas jalur rel kereta api di Desa Tellumpoccoe telah dibangun bendungan dan terowongan untuk kendaraan (jalur rel melintas).

Pada titik lintas jalur rel kereta api dari Stasiun Parangloe ke Stasiun Mandai, tepatnya di sekitar Kawasan Industri Makassar dan sekitar Bandara Internasional Sultan Hasanuddin masih tahap koordinasi dan pembebasan lahan. Di daerah sekitar arah PIP Makassar dengan konstruksi elevated, PPI Untia Makassar, tengah dikerjakan timbunan tanah dengan truk-truk.

Jalur kereta api dari Stasiun Mandai ke Stasiun Maros saat ini tengah dalam pembangunan sistem persinyalan dan telekomunikasi oleh PT Len Railway Systems, anak perusahaan dari PT Len Industri.

Pengerjaan jalur melewati daerah pemukiman di daerah Pattene di Kabupaten Maros.

Pengukuran lahan telah dilakukan di Desa Ma'rumpa.

Pemasangan as dan batas kiri kanan di Kelurahan Pallantikang.

Pada 8 Juni 2021, Wali Kota Makassar bersama Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) bersepakat membangun lintasan dengan konsep jalur atas. Dan beberapa pembebasan lahan tengah dilakukan.

Proses pengerjaan stasiun ini masuk tahap III atau segmen III (Stasiun Mandai ke Stasiun Maros) dan tahap IV atau segmen IV (Stasiun Parangloe ke Stasiun Mandai) dari serangkaian pengerjaan Jalur Kereta Api Trans Makassar-Parepare.

Tempat terdekat stasiun[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ PT Len Industri (Persero) (19 Oktober 2020). "Len Bangun Jaringan Jalur Kereta Api Pertama di Sulawesi". www.len.co.id. Diakses tanggal 8 Juni 2021. 
  4. ^ Redaksi Sulsel Online (23 Juli 2020). "Ganti Rugi Lahan Jalur Kereta Api di Maros Kembali Dibayarkan". sulselonline.com. Diakses tanggal 5 Juni 2021. 
  5. ^ a b Muhammad, Fahril (31 Agustus 2020). "Rumah Tergusur dan Dibayar Murah, Warga Tolak Pembebasan Lahan KA". www.matamaros.com. Diakses tanggal 5 Juni 2021. 
  6. ^ Azis, Abdul (20 Desember 2016). "Wagub Sulsel Berencana Bangun Stasiun Kereta Api di Patte'ne Maros". makassar.tribunnews.com. Diakses tanggal 8 Juni 2021. 
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Parangloe
ke arah Makassar
Trans-Sulawesi
Maros
ke arah Parepare