Stasiun Kranji

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk Bekas stasiun kereta api di lintas Wonogiri-Baturetno, lihat Stasiun Kranji (Wonogiri).
Stasiun Kranji
St-Kranji.jpg
Peron Stasiun Kranji.
Letak
Provinsi Jawa Barat
Kota Bekasi
Kecamatan Bekasi Barat
Kelurahan Kranji
Sejarah
Informasi lain
Operator Daop I Jakarta
Singkatan stasiun KRI
Nomor stasiun 0503
Letak
Layanan Blue Line Bekasi Branch (Local/Express), Patas Purwakarta dan persilangan/persusulan antar KA
Pemesanan tiket Pemesanan tiket melalui ATM BCA dan beli langsung di loket
Operasi
Stasiun sebelumnya   KRL Jabodetabek   Stasiun selanjutnya
Terminus
Bekasi-Jakarta Kota
Fasilitas
Tata letak stasiun

Stasiun Kranji (KRI) adalah nama sebuah stasiun yang terletak di Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat. Mempunyai 2 peron, stasiun ini terletak pada jalur KA Commuter Jabodetabek jalur Bekasi yang dimulai dari Stasiun Jakarta Kota hingga Stasiun Bekasi.

Stasiun antara[sunting | sunting sumber]

Di antara Stasiun Cakung dan Stasiun Kranji terdapat Stasiun Rawabebek dan Stasiun Kalibaru yang sudah tidak beroperasi lagi.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Antara tiga kepemilikan[sunting | sunting sumber]

Pada era Hindia-Belanda, Stasiun Kranji pernah memiliki tiga kepemilikan stasiun yang berbeda, yakni milik Batavia Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS) yang terletak di depan Perlintasan sebidang yang kini berada di bawah fly over sekarang, Staats Spoorwegen (SS) yang terletak di Jalan Stasiun nomor 3, tepatnya depan Ruko seperti sekarang dan Baccasie Elektrische Tram Maatschappij (BcETM) yang terletak di Jalan raya Bekasi km 24, tepatnya samping kompleks INHUTANI, yang sekarang telah menjadi Terminal angkot.

Percabangan[sunting | sunting sumber]

Pada masa Hindia-Belanda, Stasiun Kranji merupakan stasiun persimpangan. Dahulu stasiun ini pernah mempunyai cabang jalur trem ke Jatiasih dan akan berakhir di Pinang Ranti, Kebalangan (kampung di Kranji, Bugel (kampung di Kaliabang Tengah), Landuran (kampung di Bahagia), Bojong Menteng yang hendak bersambung ke Jalur kereta api Jatiasih-Jonggol di Stasiun Bojong Menteng yang dimiliki Staats Spoorwegen dan Sebakung (kampung di Kranji).

Pengelolanya adalah Baccasie Elektrische Tram Maatschappij dengan 600 mm (1 ft 11 58 in). Pada tahun 1965, rel ini diganti dari 600 mm (1 ft 11 58 in) menjadi 1,067 mm (3 ft 6 in).

Saat ini rel ini telah nonaktif, tepatnya era PERUMKA, yakni pada akhir dekade 1990-an. Namun sisa-sisa bekas rel trem ke Stasiun Cakung masih terlihat di Jalan arteri Kranji, ke Stasiun Bekasi masih terlihat di Jalan PB Sudirman tepatnya dekat SMA Negeri 2 Bekasi dan Jalan Chairil Anwar tepatnya dekat pangkalan mikrolet M26 dan halte mikrobus jurusan Karawang, dan ke Jatiasih masih terlihat di Jalan Sutomo dan Jalan Bintara Jaya.

Saat ini rel trem ke Landuran dan Bugel telah dibongkar oleh Jepang pada tahun 1942.

Di Kampung Kebalangan, rel ini masih berlanjut sampai Stasiun Cakung dan ke arah barat menyusuri Jl. Harsono - Jl. Buya Hamka - Jl. M.H. Thamrin, kemudian berbelok ke arah utara menyusuri Jl. Kampung Bejen - Jl. Mustakin, kemudian berbelok ke arah barat menyusuri Jl. Rawabebek - Jl. I Gusti Ngurah Rai dan bertemu dengan jalur Jatinegara-Cikampek di Stasiun Cakung. Dari Stasiun Cakung terdapat jalur cabang ke Jatikramat dan hendak bersambung dengan jalur Tanjung Barat-Jatiasih dengan gauge 1,435 mm (4 ft 8 12 in) di Stasiun Jabung milik Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yang saling berpisah dengan jalur Tjikaas Valleien Stoomtram Maatschappij (TjVSM) yakni jalur Wanaherang-Jabung dengan gauge 600 mm (1 ft 11 58 in) hendak bersambung dengan jalur Citayam-Jonggol milik Tjitajam-Tjiandjoer Stoomtram Maatschappij (TTS) dengam gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) di Stasiun Wanaherang dan kemudian bersambung dengan jalur Jakarta-Bogor milik Staats Spoorwegen di Stasiun Citayam dan ke Pelabuhan Tanjung Priok milik Staats Spoorwegen (SS) dengan gauge masing-masing 1,067 mm (3 ft 6 in).

Di Kampung Sebakung, rel ini masih berlanjut sampai Stasiun Bekasi dan menyusuri Jl. Prabu - Jl. Sunan Kalijaga - Jl. Moyang - Jl. Subiono dan hendak berbelok ke utara menyusuri Jl. Mardono - Jl. PB Sudirman dan kemudian berbelok ke timur menyusuri Jl. Sultan Agung - Jl. Sudirman - Gg. H. Martopo dan berbelok ke selatan menyusuri Gg. Sutomo - Gg. Bakulan - Gg. Pangkalan, serta berbelok ke timur menyusuri Jl. Chairil Anwar - Jl. H. Muhadi Joyopurnomo - Jl. Duren III kemudian berbelok ke utara menyusuri Jl. Perumahan Kayuringin Permai - Pool Cahya Gemilang dan berakhir di Stasiun Bekasi yang dimiliki Baccasie Elektrische Tram Maatschappij. Dari sini rel ini masih berlanjut ke arah Rawalumbu dan akan bersambung dengan jalur Jatiasih-Cibitung yang dimiliki NIS dengan gauge 1,435 mm (4 ft 8 12 in) di Stasiun Rawalumbu yang dimiliki Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij serta Bojong Menteng dan akan bersambung dengan jalur Jatiasih-Jonggol yang dimiliki SS dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) di Stasiun Bojongmenteng yang dimiliki Staats Spoorwegen, serta memiliki cabang ke Jembatan Tiga, Pabrik gula Bekasi Muaragembong dan Tambelang. Tepatnya 1 km setelah Stasiun Bekasi, 500 m sebelum Perlintasan sebidang dan 1,2 km sebelum Stasiun Ampera, rel trem milik Baccasie Elektrische Tram Maatschappij (BcETM) ((Indonesia): Perusahaan Trem Listrik Kota Bekasi) dengan 600 mm (1 ft 11 58 in) yakni Jalur kereta api Bekasi-Muaragembong dan Jalur kereta api Bekasi-Tambelang bersilangan dengan jalur Jakarta-Surabaya yang dimiliki Staats Spoorwegen (SS).

Cabang ke Pabrik gula[sunting | sunting sumber]

Oleh karena itu, sepanjang Jalur trem BcETM yang ke Jatiasih dan Pondok Gede, terdapat 24 pabrik gula dan disebut "jalur gula" atau "suikerlijn" yang dibuka pertama kali adalah di Jatibening dan Pondok Gede pada tahun 1895, di Kalimalang pada tahun 1896 dan di Bintara tahun 1897.

Stasiun ini pernah memiliki percabangan menuju Pabrik gula Kranji yang berjarak 2 kilometer dari stasiun ini yang telah ditutup sejak Krisis finansial Asia 1997. Dahulu, 500 m dari stasiun ini, rel ini berseberangan dengan jalur decauville milik Pabrik gula Kranji dengan 700 mm (2 ft 3 12 in).

Alamat[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini beralamat di Jalan Stasiun Kranji, Kranji, Bekasi Barat, Bekasi.

Layanan[sunting | sunting sumber]

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Persilangan/persusulan[sunting | sunting sumber]

Angkutan Umum[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya:
Stasiun Rawabebek
Jalur kereta api Jatinegara-Cikampek Stasiun berikutnya:
Stasiun Bekasi

Koordinat: 6°13′27″LS 106°58′46″BT / 6,224201°LS 106,9793218°BT / -6.224201; 106.9793218