Stasiun Gawok

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Gawok
KAI Commuter
Y09

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun GW.png
Stasiun Gawok 2019.jpg
Stasiun Gawok pada tahun 2019
LokasiLuwang, Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah
Indonesia
Ketinggian+118 m
PengelolaKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 117+398 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Yogyakarta[1]
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama cukup tinggi)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • GW
  • 3117
[2]
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibuka1871
Dibangun kembali1950-an, 2005–2006
Operasi layanan
KAI Commuter Yogyakarta–Solo
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Purwosari
ke arah Solo Balapan
Lin Yogyakarta Delanggu
ke arah Yogyakarta
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Mesin tiket Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Pusat informasi Musala Toilet 
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02
Lokasi pada peta

Stasiun Gawok (GW) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Luwang, Gatak, Sukoharjo; pada ketinggian +118 meter, serta hanya melayani KRL Commuter Line. Letak stasiun ini tidak jauh dari Pasar Gawok dan sentra industri rotan Trangsan.[3]

Sejak 10 Februari 2021, bertepatan dengan peluncuran grafik perjalanan kereta api tahun 2021, stasiun ini bersama dengan tiga stasiun lain (Stasiun Delanggu, Stasiun Ceper, dan Stasiun Srowot) mulai melayani penumpang KRL lintas Yogyakarta–Solo Balapan.[4]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Generasi pertama Stasiun Gawok pada tahun 1920-an.

Bangunan stasiun ini yang sebelumnya berada di sisi timur rel, kini berada di sebelah barat rel. Tidak ada lagi bekas bangunan lama yang merupakan peninggalan DKA tersebut karena dibongkar untuk proyek jalur ganda Kutoarjo-Yogyakarta-Purwosari pada tahun 2007 dan kini hanya menyisakan fondasi. Sekarang di stasiun Gawok telah selesai pembangunan peron pulau yang tinggi, tepatnya di antara jalur 1 dan jalur 2. Namun, pemasangan kanopi di peron pulau tersebut belum terpasang.

Stasiun ini memiliki empat jalur kereta api. Pada awalnya, jalur 1 yang lama merupakan sepur lurus.[5] Sejak pengoperasian jalur ganda ruas Delanggu–Solo per Januari 2007, tata letak stasiun ini mengalami perubahan. Jalur 2 lama stasiun ini diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus arah Yogyakarta, sedangkan jalur 1 lama diubah menjadi jalur 4 sebagai sepur lurus arah Solo.[6][7]

Sejak sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri (Persero) dipasang pada tahun 2013[8] yang kemudian baru dioperasikan untuk menggantikan sistem persinyalan mekanik di stasiun ini pada bulan Desember 2015,[9] tata letak jalur di stasiun ini kembali diubah, tetapi tidak mengubah jumlah jalurnya. Jalur 2 yang dahulu merupakan jalur 3 lama telah dibongkar dan dibangun satu jalur belok baru di sisi tenggara stasiun sehingga jalur 3 kini dijadikan sebagai jalur 2 baru, jalur 4 lama kini dijadikan jalur 3 baru, dan jalur baru tersebut dijadikan sebagai jalur 4 baru, Akhirnya, stasiun ini memiliki sepur lurus di jalur 2 dan 3.

PapanKeretaApi 2020.svg

KRL CL icon.svg PapanNamaStasiunKomuter GW.svg

PapanNamaStasiunKomuter DL Footer.png
PapanNamaStasiunKomuter PWS Footer.png
G Bangunan utama stasiun
P

Lantai peron

Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 1 (Delanggu)      Lin Yogyakarta tujuan Yogyakarta, sepur lurus arah Yogyakarta
Peron pulau
Jalur 2      Lin Yogyakarta tujuan Solo Balapan, sepur lurus arah Yogyakarta (Purwosari)
Jalur 3 Sepur lurus arah Solo Balapan
Jalur 4 Tambahan jalur pemberhentian

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KAI Commuter Yogyakarta-Solo[sunting | sunting sumber]

Y Lin Yogyakarta, tujuan Yogyakarta dan Solo Balapan

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Bramantyo (2015-09-25). "Mengenal Sistem Verifikasi Legalitas Kayu : Okezone News". Okezone. Diakses tanggal 2021-09-22. 
  4. ^ Ramadhian, Nabila. "Cara Bikin Kartu Multi Trip untuk Naik KRL Solo-Yogyakarta". Kompas.com. KG Media. Diakses tanggal 4 Februari 2021. 
  5. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api 2004
  6. ^ "Uji Coba Rel Ganda Yogya-Solo Bikin Bikers Senewen". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  7. ^ "Rel Ganda Yogyakarta-Solo Diresmikan". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-12-15. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  8. ^ Mohamad, Ardyan (21 Juni 2013). "Kalahkan Siemens, BUMN Elektronik Raup Pendapatan Rp23 Triliun". Merdeka.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2017. Saat ini, masih ada pesanan proyek dari Kemenhub untuk menggarap persinyalan kereta di jalur Jogja-Solo, Duri-Tangerang, dan Parung-Maja. 
  9. ^ "Len Tandatangani Dua Kontrak dengan Nilai Total Rp 464 Milyar | PT Len Industri (Persero)" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-12. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Yang Tersisihkan dalam Pekatnya Jalur Solo-Kutoarjo Diarsipkan 2014-11-10 di Wayback Machine.

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Delanggu
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Purwosari
ke arah Solo Balapan


Koordinat: 7°35′21″S 110°44′40″E / 7.5892186°S 110.7445157°E / -7.5892186; 110.7445157