Stasiun Pondok Cina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Pondok Cina
L24C19

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun POC.png
205 with passenger.jpg
KRL tiba di Stasiun Pondok Cina.
Nama lainStasiun Pocin
LokasiJalan Margonda Raya
Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat 16421
Indonesia
Ketinggian+74 m
PengelolaKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 28+373 lintas Jakarta-Manggarai-Bogor[1]
Jumlah peronDua peron sisi yang tinggi
Jumlah jalur2
Informasi lain
Kode stasiun
  • POC
  • 0705
[2]
KlasifikasiBesar C[2]
Operasi layanan
KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Universitas Indonesia
ke arah Jakarta Kota
Lin Sentral Depok Baru
ke arah Bogor
Universitas Indonesia
ke arah Jatinegara
Lin Lingkar
Universitas Indonesia
ke arah Angke
Lin Lingkar Depok Baru
ke arah Nambo
Diagram lintasan stasiun
ke Univ. Indonesia
ke Depok Baru
Lokasi pada peta

Stasiun Pondok Cina (POC), sering disingkat sebagai Stasiun Pocin, merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Pondok Cina, Beji, Depok. Stasiun yang terletak pada ketinggian +74 m ini hanya melayani rute KRL Commuter Line. Stasiun Pondok Cina merupakan salah satu stasiun yang dekat dengan Universitas Indonesia dan Universitas Gunadarma.

Stasiun ini biasa digunakan oleh mahasiswa UI dan Universitas Gunadarma untuk naik-turun KRL serta digunakan juga oleh warga yang tinggal di Beji. Stasiun Pondok Cina terletak sangat strategis, di belakang Depok Town Square, Margo City, dan Code Margonda.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama Pondok Cina diambil dari nama kelurahan tempat stasiun ini berlokasi. Berdasarkan cerita yang dituturkan para sesepuh setempat, asal-usul pemberian nama "Pondok Cina" dikarenakan lokasi tersebut adalah tempat pemondokan para pedagang etnis Tionghoa yang umumnya datang dari daerah Kota Tua Jakarta dan Glodok yang akan berniaga di Pasar Depok. Pada masa penjajahan Belanda, penguasa VOC, Cornelius Chastelein melarang para etnis Tionghoa untuk bermukim di Depok. Chastelein mengolah kawasan ini menjadi kawasan pertanian dengan hasil bumi melimpah dan membangun sebuah pasar. Sampai akhirnya Depok dapat mengekspor hasil buminya ke Jakarta dan berkembang menjadi kawasan makmur serta memiliki daya beli yang tinggi. Tidak heran para pedagang yang sebagian besar berasal dari tionghoa pun ikut berdagang di kawasan ini. Mereka merupakan pedagang kelontong dan kebutuhan pokok. Sehingga, setiap hari Minggu para pedagang Tionghoa sudah berkumpul dan membuat pemondokan di daerah yang kelak diberi nama Pondok Cina untuk kemudian mulai menjajakan dagangan di Pasar Depok pada hari Senin yang saat itu penuh pengunjung.[3]

Tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki dua jalur kereta api.

PapanKeretaApi 2020.svg

KRL CL icon.svg PapanNamaStasiunKomuter POC.svg

PapanNamaStasiunKomuter UI Footer.png
PapanNamaStasiunKomuter DPB Footer.png
G Bangunan utama stasiun
P
Lantai peron
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 1 (UI)      Lin Sentral menuju Jakarta Kota,      Lin Lingkar menuju Jatinegara/Angke
Jalur 2      Lin Sentral menuju Depok/Bogor,      Lin Lingkar menuju Depok/Bogor/Nambo (Depok Baru)
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan


Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KAI Commuter Jabodetabek[sunting | sunting sumber]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 31 Juli 2010 pukul 01.45 WIB, Stasiun Pondok Cina ludes terbakar. Loket pembelian karcis serta beberapa kios yang ada di sekitar stasiun ikut hangus. Termasuk 36 motor yang sedang terparkir. Saat peristiwa terjadi, puluhan warga tak mampu melakukan tindakan apa pun untuk memadamkan api. Pasalnya, Stasiun Pocin tak dekat dengan sumber air. Sekitar 40 menit kemudian, pukul 02.30 WIB, jajaran Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok akhirnya datang. Api kemudian padam sekitar pukul 04.00 WIB. Meski begitu, kebakaran ini tak mengganggu persinyalan kereta yang datang dari Jakarta maupun Bogor.[4]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis Angkutan Umum Trayek Tujuan
Transjakarta JAK-97 (Mikrotrans Jak Lingko) Stasiun Depok Baru-Lebak Bulus
Transjabodetabek Reguler DJ1 Stasiun Depok Baru-Terminal Lebak Bulus (via Margonda - Lenteng Agung Raya - T.B. Simatupang)
DJ2 Stasiun Depok Baru-Terminal Kalideres (via T.B. Simatupang - Metro Pondok Indah - Sultan Iskandar Muda - Daan Mogot)
Angkot Kota Depok[5] D11 Terminal Depok-Akses UI-Tugu
D112 Terminal Depok-Terminal Kampung Rambutan (via Bogor Raya)
KWK[5] T19 Stasiun Depok Baru-Terminal Kampung Rambutan (Via Lenteng Agung)
KAD Miniarta[5] M03 Terminal Depok-Terminal Pasar Minggu
M04 Abadi Jaya-Terminal Pasar Minggu

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Bambang Arifianto (Oktober 2017). "Asal Nama Pondok Cina dan Kisah Terusirnya Tionghoa dari Pancoran Mas". Pikiran Rakyat. 
  4. ^ "Aktivitas di Stasiun Pondok Cina Berlangsung Normal". detiknews. Diakses tanggal 2021-09-23. 
  5. ^ a b c "Rute Angkot di Depok". e-transportasi. Diakses tanggal 2018-06-27. 
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Universitas Indonesia
ke arah Manggarai
Manggarai–Padalarang Depok Baru
ke arah Padalarang


Koordinat: 6°22′11″S 106°49′54″E / 6.369702°S 106.831795°E / -6.369702; 106.831795