Stasiun Pondok Cina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Pondok Cina
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun POC.png
  • Singkatan: POC
  • Nomor: 0705
205 with passenger.jpg
KRL tiba di Stasiun Pondok Cina.
Nama lainStasiun Pocin
AlamatPondok Cina, Beji, Depok
Jawa Barat
Ketinggian+74 m
Letakkm 28+373 lintas Jakarta-Manggarai-Bogor[1]
OperatorPT Kereta Commuter Indonesia
Konstruksi
Jumlah jalur2
Jumlah peronDua peron sisi yang tinggi
Informasi lain
Kelas stasiunBesar C[2]
Pemesanan tiketHanya melayani kartu multi-trip dan kartu uang elektronik dari perbankan yang beredar yang bekerjasama dengan PT Kereta Commuter Indonesia dan aplikasi LinkAja.
Layanan
KRL Commuter Line
Operasi
Stasiun sebelumnya   Logo kcj baru.png   Stasiun berikutnya
menuju Depok
Depok–Jatinegara
menuju Jatinegara
Depok–Jakarta Kota
menuju Bogor
Bogor–Jatinegara
menuju Jatinegara
Bogor–Jakarta Kota
menuju Angke
Angke–Nambo
menuju Nambo
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Stasiun Pondok Cina (POC), sering disingkat sebagai Stasiun Pocin, merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Pondok Cina, Beji, Depok. Stasiun yang terletak pada ketinggian +74 m ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dan hanya melayani rute KRL Commuter Line. Stasiun Pondok Cina merupakan salah satu stasiun yang dekat dengan Universitas Indonesia.

Stasiun ini biasa digunakan oleh mahasiswa UI dan Universitas Gunadarma untuk naik-turun KRL. Stasiun Pondok Cina terletak sangat strategis, di belakang Depok Town Square, Margo City, dan Code Margonda.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama Pondok Cina diambil dari nama kelurahan tempat stasiun ini berlokasi. Berdasarkan cerita yang dituturkan para sesepuh setempat, asal-usul pemberian nama "Pondok Cina" dikarenakan lokasi tersebut adalah tempat pemondokan para pedagang etnis Tionghoa yang umumnya datang dari daerah Kota Tua Jakarta dan Glodok yang akan berniaga di Pasar Depok. Pada masa penjajahan Belanda, penguasa VOC, Cornelius Chastelein melarang para etnis Tionghoa untuk bermukim di Depok. Chastelein mengolah kawasan ini menjadi kawasan pertanian dengan hasil bumi melimpah dan membangun sebuah pasar. Sampai akhirnya Depok dapat mengekspor hasil buminya ke Jakarta dan berkembang menjadi kawasan makmur serta memiliki daya beli yang tinggi. Tidak heran para pedagang yang sebagian besar berasal dari tionghoa pun ikut berdagang di kawasan ini. Mereka merupakan pedagang kelontong dan kebutuhan pokok. Sehingga, setiap hari Minggu para pedagang Tionghoa sudah berkumpul dan membuat pemondokan di daerah yang kelak diberi nama Pondok Cina untuk kemudian mulai menjajakan dagangan di Pasar Depok pada hari Senin yang saat itu penuh pengunjung.[3]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Transjabodetabek Reguler DJ1 Terminal Depok–Terminal Lebak Bulus (via Margonda - Lenteng Agung Raya - T.B. Simatupang)
DJ2 Terminal Depok-Terminal Kalideres (via T.B. Simatupang - Metro Pondok Indah - Sultan Iskandar Muda - Daan Mogot)
Angkot[4] D11 Terminal Depok–Tugu
112 Terminal Depok–Terminal Kampung Rambutan (Via Raya Bogor)
KWK[4] T19 Terminal Depok–Terminal Kampung Rambutan (Via Lenteng Agung)
KAD Miniarta[4] M03 Terminal Depok–Terminal Pasar Minggu
M04 AbadijayaTerminal Pasar Minggu

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Bambang Arifianto (Oktober 2017). "Asal Nama Pondok Cina dan Kisah Terusirnya Tionghoa dari Pancoran Mas". Pikiran Rakyat. 
  4. ^ a b c "Rute Angkot di Depok". e-transportasi. Diakses tanggal 2018-06-27. 
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Universitas Indonesia
ke arah Manggarai
Manggarai–Padalarang Depok Baru
ke arah Padalarang


Koordinat: 6°22′11″S 106°49′54″E / 6.369702°S 106.831795°E / -6.369702; 106.831795