Stasiun Pondok Cina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Pondok Cina
  • Singkatan: POC
  • Nomor: 0705
205 with passenger.jpg
KRL tiba di Stasiun Pondok Cina.
Lokasi
Provinsi Jawa Barat
Kota Depok
Kecamatan Beji
Kelurahan Pondok Cina
Sejarah
Nama lain Stasiun Pocin
Informasi lain
Operator Daerah Operasi I Jakarta
Kelas stasiun[1] II
Ketinggian +74 m
Letak[2] km 28+373 lintas Jakarta-Manggarai-Bogor
Layanan KRL Commuter Line
Pemesanan tiket Hanya melayani kartu single trip/multi trip Commuter Line.
Operasi
Stasiun sebelumnya   Logo kcj baru.png   Stasiun berikutnya
menuju Depok
Depok–Jatinegara
menuju Jatinegara
Depok–Jakarta Kota
menuju Bogor
Bogor–Jatinegara
menuju Jatinegara
Bogor–Jakarta Kota
menuju Angke
Angke–Nambo
menuju Nambo
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur 2
Jumlah peron Dua peron sisi yang tinggi

Stasiun Pondok Cina (POC), sering disingkat sebagai Stasiun Pocin, merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Pondok Cina, Beji, Depok. Stasiun yang terletak pada ketinggian +74 m ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dan hanya melayani rute KRL Commuter Line. Stasiun Pondok Cina merupakan salah satu stasiun yang dekat dengan Universitas Indonesia.

Stasiun ini biasa digunakan oleh mahasiswa UI dan Universitas Gunadarma untuk naik-turun KRL. Stasiun Pondok Cina terletak sangat strategis, di belakang Depok Town Square, Margo City, dan Code Margonda.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama Pondok Cina diambil dari nama kelurahan tempat stasiun ini berlokasi. Berdasarkan cerita yang dituturkan para sesepuh setempat, asal-usul pemberian nama "Pondok Cina" dikarenakan lokasi tersebut adalah tempat pemondokan para pedagang etnis Tionghoa yang umumnya datang dari daerah Kota Tua Jakarta dan Glodok yang akan berniaga di Pasar Depok. Pada masa penjajahan Belanda, penguasa VOC, Cornelius Chastelein melarang para etnis Tionghoa untuk bermukim di Depok. Chastelein mengolah kawasan ini menjadi kawasan pertanian dengan hasil bumi melimpah dan membangun sebuah pasar. Sampai akhirnya Depok dapat mengimpor hasil buminya ke Jakarta dan berkembang menjadi kawasan makmur serta memiliki daya beli yang tinggi. Tidak heran para pedagang yang sebagian besar berasal dari tionghoapun ikut berdagang di kawasan ini. Mereka merupakan pedagang kelontong dan kebutuhan pokok. Sehingga, setiap hari Minggu para pedagang Tionghoa sudah berkumpul dan membuat pemondokan di daerah yang kelak diberi nama Pondok Cina untuk kemudian mulai menjajakan dagangan di Pasar Depok pada hari Senin yang saat itu penuh pengunjung. [3]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Angkot[4] D11 Terminal Depok–PAL
112 Terminal Depok–Terminal Kampung Rambutan (Via Jl Raya Bogor, PAL, Margonda)
KWK[4] T19 Terminal Depok–Terminal Kampung Rambutan (Via Gedong, Lt Agung, Margonda)
KAD Miniarta[4] M03 Terminal Depok–Pasar Minggu
M04 Perumnas II Depok Timur–Pasar Minggu

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Bambang Arifianto (Oktober 2017). "Asal Nama Pondok Cina dan Kisah Terusirnya Tionghoa dari Pancoran Mas". Pikiran Rakyat. 
  4. ^ a b c "Rute Angkot di Depok". e-transportasi. Diakses tanggal 2018-06-27. 
Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
menuju Manggarai
Manggarai–Padalarang
menuju Padalarang

Koordinat: 6°22′11″S 106°49′54″E / 6.369702°S 106.831795°E / -6.369702; 106.831795