Stasiun Nambo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Stasiun Nambo
  • Singkatan: NMO
  • Nomor: -
20150714 111601.jpg.jpg
Papan nama Stasiun Nambo
Lokasi
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Bogor
Kecamatan Klapanunggal
Desa Bantar Jati
Kode pos 16820
Sejarah
Dibuka 1996; 22 tahun lalu (1996)
Informasi lain
Operator Daerah Operasi I Jakarta
Kelas stasiun[1] III/kecil
Ketinggian +114 m
Letak[2] km 51+077 lintas Jakarta-Manggarai-Nambo
Layanan KA Semen Tiga Roda dan KRL Commuter Line
Pemesanan tiket Hanya melayani kartu single trip/multi trip Commuter Line.
Operasi
Stasiun sebelumnya   Logo kcj baru.png   Stasiun berikutnya
menuju Angke
Angke-NamboTerminus
menuju Angke
Angke-Nambo
(rencana)
Terminus
KRL Commuter Line tiba di Stasiun Nambo

Stasiun Nambo (NMO) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Bantar Jati, Klapanunggal, Bogor. Stasiun yang terletak pada ketinggian +114 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta serta merupakan stasiun yang letaknya paling timur di Kabupaten Bogor. Walaupun stasiun ini bernama Stasiun Nambo, letak stasiun ini bukan berada di desa Nambo, melainkan di desa Bantar Jati.

Bersama tiga stasiun lainnya yang berada di jalur ini, stasiun ini merupakan stasiun baru karena baru diresmikan pada tahun 1997. Pada awalnya, jalur ini direncankan akan dibuat jalur lingkar, mulai dari Cikarang hingga Parung Panjang. Rencana ini terpaksa ditunda karena krisis ekonomi 1997. PT Kereta Api Indonesia mengoperasikan KRD Tanahabang-Nambo pada tahun 2002. Kereta api ini hanya bertahan hingga tahun 2007 karena kebocoran pendapatan PT KA sebagai akibat banyaknya penumpang tak bertiket..[3]

Sejak 4 Desember 2013, dijalankanlah pengoperasian kereta api barang angkutan semen dari Nambo tujuan Kalimas.[4][5] Dalam perkembangannya, layanan kereta apinya kemudian diperpanjang lagi menuju Banyuwangi Baru.[6] Semenjak 1 April 2015 KRL Commuter Line telah melayani KRL yang berangkat 9 kali dalam sehari dengan 2 rangkaian KRL dengan rute Nambo–Depok/Angke.[7]

Stasiun yang merupakan stasiun ujung ini mempunyai delapan jalur kereta api.

Bangunan stasiun ini mirip dengan sebuah villa. Arsitektur stasiun ini sangat mirip dengan di Stasiun Cibinong. Walaupun stasiun ini bernama Stasiun Nambo, letak stasiun ini bukan berada di desa Nambo, melainkan di desa Bantar Jati.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KRL/CommuterLine Jabodetabek[sunting | sunting sumber]

Yellow Line (Nambo branch), dari dan tujuan Angke

Barang[sunting | sunting sumber]

KA Semen Tiga Roda, dari dan tujuan Kalimas bersambung Banyuwangi (untuk ke Banyuwangi tidak berjalan setiap hari)

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "Sejarah dan Drama di Balik Pengoperasian KRL Jalur Nambo". Kaori Nusantara. 4 April 2015. Diakses tanggal 6 Agustus 2017. 
  4. ^ "Peresmian Angkutan Semen ITP NMO-KLM2 - Kalog - Kereta Api Logistics". Peresmian Angkutan Semen ITP NMO-KLM2 - Kalog - Kereta Api Logistics. Diakses tanggal 2018-06-21. 
  5. ^ Sudarsih, Amad (Januari 2014). "Kamen Nambo Tambah Perjalanan Lagi". Majalah KA. 90: 26–27. 
  6. ^ Sudarsih, Amad (Agustus 2014). "Kamen Nambo 3: Rekor Jarak Tempuh Terpanjang di Indonesia". Majalah KA. 97: 25–26. 
  7. ^ "Hore!! KRL Nambo-Cibinong-Citayam Beroperasi April 2015". detiknews. Diakses tanggal 2018-06-21. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
menuju Citayam
Percabangan menuju NamboTerminus

Koordinat: 6°27′58″LS 106°54′25″BT / 6,466008°LS 106,906811°BT / -6.466008; 106.906811