Stasiun Ketapang (Banyuwangi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Ketapang

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun KTG.png
Stasiun Ketapang BW 2020.jpg
Tampak depan Stasiun Ketapang, 2020
Nama lainStasiun Banyuwangi Ketapang
LokasiNasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Gatot Subroto 36
Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur 68455
Indonesia
Koordinat8°8′28.25″S 114°23′49.96″E / 8.1411806°S 114.3972111°E / -8.1411806; 114.3972111Koordinat: 8°8′28.25″S 114°23′49.96″E / 8.1411806°S 114.3972111°E / -8.1411806; 114.3972111
Ketinggian+7 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi IX Jember
Letak dari pangkalkm 18+484 lintas Kabat-Banyuwangi Ketapang[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama cukup tinggi)
Jumlah jalur6 (jalur 2: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • KTG
  • 5534
[2]
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka7 September 1985[3]
Nama sebelumnyaStasiun Banyuwangi Baru (1985–2019)
Operasi layanan
Wijayakusuma, Mutiara Timur, Sri Tanjung, Tawang Alun, Probowangi, Pandanwangi, dan KA Semen Tiga Roda
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Banyuwangi Kota
ke arah Jember
Pandanwangi
Jember–Ketapang, p.p.
Terminus
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Parkir sepeda Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Tempat naik/turun Pos kesehatan Pertokoan/area komersial Ruang menyusui VIP Isi baterai Area merokok 
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Lokasi pada peta

Stasiun Ketapang (KTG), sebelumnya dikenal sebagai Stasiun Banyuwangi Baru, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember pada ketinggian +7 meter. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api aktif paling timur di Daop IX, Banyuwangi, Jawa Timur, dan Indonesia. Berjarak sekitar 10 km dari pusat pemerintahan kabupaten ke arah utara dan 100 meter dari Pelabuhan Feri Ketapang, stasiun ini dibangun untuk menciptakan kesinambungan antara kereta api dengan kapal feri di pelabuhan tersebut.

Pada 1 Desember 2019, nama Stasiun Banyuwangi Baru diubah menjadi Stasiun Ketapang atas usulan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kepada Kereta Api Indonesia supaya dapat memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.[4][5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pembukaan pelabuhan baru di Ketapang dilatarbelakangi dengan adanya pendangkalan di pelabuhan kota Banyuwangi (sekarang Pantai Boom) yang menyebabkan kapal-kapal angkutan barang sukar untuk bersandar di dermaga.[6] Pada 1 Januari 1974, aktivitas pelabuhan ini ditiadakan dan dipindah ke pelabuhan baru di Meneng (sekarang Tanjungwangi).[7]

Karena kebutuhan akan penyeberangan semakin meningkat, maka perlu dibuat integrasi dan menyinambungkan antarmoda transportasi. Stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembangunan jalur baru dari Stasiun Kabat menuju Pelabuhan Ketapang pada tahun 1984–1985 untuk menggantikan Stasiun Banyuwangi Lama yang telah berdiri di wilayah kota Banyuwangi. Pada 7 September 1985, jalur baru tersebut resmi dibuka bersamaan dengan pengoperasian stasiun ini dan dua stasiun lainnya yang terletak di jalur tersebut (Karangasem—sekarang Banyuwangi Kota—dan Argopuro).[3][8]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun Ketapang memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Di sebelah utara stasiun ini terdapat subdepo lokomotif dan depo kereta untuk menyimpan dan merawat armada kereta api, terutama kereta api yang dioperasikan oleh Daop IX.

Jalur 6 Jalur parkir rangkaian kereta api

Memiliki jalur akses langsung dari dan ke segitiga pembalik

Jalur 5 Jalur parkir rangkaian kereta api
Jalur 4 Jalur parkir rangkaian kereta api
Jalur 3 Kereta Api Indonesia Sepur belok kedua untuk jalur keberangkatan dan kedatangan kereta api
Peron pulau
Jalur 2 Kereta Api Indonesia Sepur lurus sekaligus jalur utama keberangkatan dan kedatangan kereta api
Peron pulau
Jalur 1 Kereta Api Indonesia Sepur belok utama untuk jalur keberangkatan dan kedatangan kereta api

Memiliki jalur akses langsung dari dan ke Depo Lokomotif maupun Depo Kereta

Peron sisi
G Bangunan utama stasiun

Stasiun ini juga melayani angkutan barang, yaitu KA Semen Tiga Roda, yang diberangkatkan dari Stasiun Nambo—merupakan KA dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia.[9]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Jalur lintas selatan Jawa[sunting | sunting sumber]
Kelas campuran eksekutif-ekonomi[sunting | sunting sumber]
Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Sri Tanjung, dari dan tujuan Lempuyangan

Jalur lintas timur Jawa[sunting | sunting sumber]
Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Pandanwangi, dari dan tujuan Jember

Barang[sunting | sunting sumber]

Jalur lintas timur Jawa[sunting | sunting sumber]

Angkutan semen Indocement, dari dan tujuan Kalimas

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ a b Prasasti di Stasiun Karangasem dengan angka tanggal 7 September 1985 menjadi bukti peresmian jalur baru Kabat–Banyuwangi Baru (Ketapang).
  4. ^ REDAKSI (2019-07-23). "PT KAI Setuju Stasiun Karangasem – Banyuwangi Baru Berganti Nama". Kabar Rakyat .id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-10-26. Diakses tanggal 2019-11-02. 
  5. ^ Fanani, Ardian. "Nama Dua Stasiun di Banyuwangi Bakal Berganti". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-24. 
  6. ^ Suryansyah, R. (2015). Dampak Sosial Ekonomi Perpindahan Kawasan Pelabuhan Banyuwangi dari Mandar ke Ketapang (S1 thesis). Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. 
  7. ^ "Ketika Pelabuhan Banyuwangi Digusur ke Meneng". Majalah Dermaga. Diakses tanggal 2019-07-24. 
  8. ^ Tim Telaga Bakti Nusantara.; Asosiasi Perkeretaapian Indonesia. (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  9. ^ Majalah KA Edisi Agustus 2014

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Argopuro
ke arah Kalisat
Kalisat–Banyuwangi Terminus