Stasiun Tanjungkarang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Stasiun Tanjungkarang
  • Singkatan: TNK
  • Nomor: 6910
Stasiun Tanjung Karang September 2015.JPG
Stasiun Tanjungkarang sesudah direnovasi pada tahun 2015.
Lokasi
Provinsi Lampung
Kota Bandar Lampung
Kecamatan Enggal
Kelurahan Gunung Sari
Alamat Jalan Kotaraja No. 1
Kode pos 35111
Koordinat 5°24′32″LS 105°15′36″BT / 5,4088642°LS 105,2599558°BT / -5.4088642; 105.2599558Koordinat: 5°24′32″LS 105°15′36″BT / 5,4088642°LS 105,2599558°BT / -5.4088642; 105.2599558
Sejarah
Dibuka 3 Agustus 1914[1]
Operator pertama Staatsspoorwegen op Zuid-Sumatra
Informasi lain
Operator Divisi Regional IV Tanjungkarang
Kelas stasiun[2] Besar tipe A
Ketinggian +96 m
Letak[3] km 12+230 lintas Panjang-Tanjungkarang-Prabumulih
Layanan Sriwijaya, Rajabasa, Way Umpu, Seminung, Kuala Stabas, angkutan batu bara rangkaian panjang, dan persusulan antarkereta api.
Pemesanan tiket

Sistem tiket online; melayani pemesanan langsung kereta api jarak jauh dan kereta api lokal, serta pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket.

Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus KA jarak jauh/menengah.
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
Terminus Seminung
Tanjungkarang–Kotabumi, p.p.
menuju Kotabumi
Terminus Way Umpu
Tanjungkarang–Kotabumi, p.p.
menuju Kotabumi
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur 5 (jalur 2: sepur lurus)
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya Area merokok: Ya
Fasilitas difabel: Sebagian
Boarding pass: Ya
Layanan pelanggan: Ya Galeri ATM: Ya
Parkir sepeda: Tidak Tempat ibadah: Ya


Lokasi pada peta
Stasiun Tanjungkarang is located in Topografi Sumatera
Stasiun Tanjungkarang
Stasiun Tanjungkarang (Topografi Sumatera)

Stasiun Tanjungkarang (TNK) merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kota Bandar Lampung. Stasiun merupakan salah satu stasiun dalam jalur kereta api yang menghubungkan Bandar Lampung dengan Kota Palembang, Sumatera Selatan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +96 m ini merupakan stasiun kereta api terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional IV Tanjungkarang.

Stasiun ini difungsikan untuk pemberangkatan kereta api jarak jauh yang melayani perjalanan hingga Stasiun Kertapati. Mulanya stasiun ini dikelola oleh Eksploitasi Sumatera Selatan yang kemudian berubah menjadi Divisi Regional III Sumatera Selatan dan Lampung. Sejak 1 Mei 2016, stasiun yang sebelumnya termasuk dalam Subdivre III.2, akhirnya termasuk dalam Divisi Regional IV Tanjungkarang.[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Jalur kereta api pertama yang dibangun di Lampung dimulai dari Stasiun Panjang, menuju Stasiun Tanjungkarang sejauh 12 km. Jalur ini diresmikan pada tanggal 3 Agustus 1914 oleh Staatsspoorwegen op Zuid-Sumatra (ZSS), divisi dari Staatsspoorwegen (SS). Selanjutnya pembangunan diarahkan ke Kota Palembang.[5]

Dengan menggunakan lebar sepur 1.067 mm, ZSS berhasil membangun jalur kereta api di rute Palembang–Bandar Lampung sejauh 529 kilometer. Kesuksesan yang diraih SS menginspirasi perusahaan ini pernah menyusun masterplan agar seluruh Sumatera terhubung dengan rel kereta api, namun Depresi Besar (zaman malaise) yang terjadi di akhir dekade 1920-an menyebabkan rencana ini gagal.[6]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus ditambah satu jalur menuju dipo. Jalur 2 merupakan jalur untuk KA yang berjalan langsung serta Babaranjang isi yang harus bersilang atau disusul (karena Babaranjang isian merupakan KA prioritas dan tidak boleh masuk sepur belok), walaupun pada kenyataannya seluruh KA wajib berhenti di stasiun ini. Jalur 3 dan 4 digunakan untuk pemberangkatan dan kedatangan KA penumpang dan peronnya sudah peron tinggi untuk mempermudah penumpang naik ke dalam KA. Jalur 1 merupakan sepur belok panjang untuk bersilangnya KA barang. Awalnya jalur 1 memiliki panjang jalur yang hampir sama dengan jalur 4, tetapi diperpanjang hingga ke rumah sinyal km 14 (pos C).[7]

Bentuk dasar bangunan stasiun ini masih mengusung aliran Modern dan Art Deco yang sudah diterapkan sejak periode akhir kolonialisme Hindia Belanda. Walaupun demikian, stasiun ini juga memadu gaya arsitektur ini dengan arsitektur yang bertemakan kebudayaan Lampung. Hal ini dibuktikan dari atap bangunan utama stasiun yang menggunakan ornamen siger. Selain itu, pada dinding stasiun, terdapat panel dengan ornamen kain tapis. Siger dan kain tapis adalah adalah bagian yang tak terpisahkan dari pakaian adat wanita Lampung serta merupakan simbol kemuliaan seorang wanita. Oleh karena itulah, ornamen siger banyak dimanfaatkan dalam tata kota di Lampung.[8]

Stasiun ini telah direnovasi pada tahun 2014, antara lain memperluas ruang tunggu serta menambahkan toilet dan musala baru di stasiun ini.[9]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran (eksekutif-bisnis)[sunting | sunting sumber]

Sriwijaya, dari dan tujuan Palembang

Kelas ekonomi AC premium[sunting | sunting sumber]

Kuala Stabas, dari dan tujuan Baturaja

Kelas ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Rajabasa, dari dan tujuan Palembang

Lokal dan komuter ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Babaranjang, tujuan Tarahan dan tujuan Tanjung Enim

Papasan/persilangan dan persusulan[sunting | sunting sumber]

Kereta api babaranjang bersilang atau disusul di stasiun ini pada jalur 2 karena jumlah gerbong yang tidak mencukupi untuk masuk ke sepur belok.

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Tanjungkarang per 16 Juli 2018 (revisi Gapeka 2017).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
S1 Limex Sriwijaya Lampung Tanjungkarang (TNK) Eksekutif dan Bisnis 06.10 -
S10 Seminung Kotabumi (KB) Komuter Ekonomi AC - 06.30
S8 Rajabasa Palembang Kertapati (KPT) - 08.30
11125 Kuala Stabas Lampung Tanjungkarang (TNK) Ekonomi AC Premium 11.15 -
11160 Baturaja (BTA) - 13.00
S9 Seminung Lampung Tanjungkarang (TNK) Komuter Ekonomi 13.03 -
S12 Way Umpu Kotabumi (KB) Ekonomi AC - 13.30
S7 Rajabasa Lampung Tanjungkarang (TNK) Komuter Ekonomi AC 18.15 -
S11 Way Umpu 19.02 -
S2 Limex Sriwijaya Palembang Kertapati (KPT) Eksekutif dan Bisnis - 21.00

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Warna/trayek Tujuan
Angkot Bandar Lampung[10] Biru langit Tanjungkarang–Rajabasa
Krem Tanjungkarang–Way Halim
Merah hati Tanjungkarang–Kemiling
Merah dan biru Tanjungkarang–Sam Ratulangi
Abu-abu Tanjungkarang–Sukarame
Abu-abu dan biru Tanjungkarang–Permata Biru
Putih dan hijau Tanjungkarang–Ir. Sutami
Hijau Tanjungkarang–Garuntang
Ungu Tanjungkarang–Teluk Betung
Trans Bandar Lampung[11]
Sukaraja–Rajabasa
DAMRI[12][13] Tanjungkarang–Jakarta Gambir
Tanjungkarang–Bandung
Tanjungkarang–Bogor
Tanjungkarang–Bekasi

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 19 Januari 2018, Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu di Stasiun Tanjungkarang. Sabu seberat 517 gram itu akhirnya diamankan saat menjalani pemeriksaan/check in di stasiun tersebut.[14]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  4. ^ "[KA-116/2016] Sosialisasi Struktur Organisasi Divre III KPT + Divre IV TNK". kalogpalembang.blogspot.co.id. Diakses tanggal 2018-02-26. 
  5. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ Media, Kompas Cyber. "Sejarah Jalur KA Lampung-Palembang - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-02-26. 
  7. ^ Stasiun Besar Tanjung Karang
  8. ^ Pandensolang, Y.C. (6 Agustus 2015). Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan Pengembangan Stasiun Kereta Api Tanjung Karang di Lampung (S1 thesis). Universitas Atma Jaya Yogyakarta. 
  9. ^ Saibumi.com. "Renovasi Ruang Tunggu Stasiun KA Tanjungkarang Divre III.2 Sudah 50 persen". www.saibumi.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-02-26. 
  10. ^ "Inilah Daftar Angkot di Bandar Lampung sesuai dengan Jurusan". Info Bandar Lampung (dalam bahasa Inggris). 2017-05-14. Diakses tanggal 2018-07-01. 
  11. ^ <asep.muhamad[at]torche.co.id>, Asep Muhamad. "BRT TRANS BANDAR LAMPUNG, ASA PEOPLE IN BANDAR LAMPUNG". dephub.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-01. 
  12. ^ "Harga Tiket dan Rute Damri Lampung - Info Bandar Lampung". www.infobdl.net. Diakses tanggal 2018-07-01. 
  13. ^ https://damri.co.id/bandara/area?kd=area021
  14. ^ winando, yoga (2018-01-19). "BNNP Lampung Gagalkan Upaya Penyelundupan 517 Gram Sabu di Stasiun..." Kupastuntas.co. Diakses tanggal 2018-02-26. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs web resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2017

Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
menuju Prabumulih
Prabumulih–Panjang
Pos blok
menuju Panjang