Stasiun Purwakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Purwakarta
Kereta Api Indonesia
LW10 B01C01

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun PWK.png
Stasiun Purwakarta 2021.jpg
Tampak depan Stasiun Purwakarta.
LokasiJalan Kolonel Kornel Singawinata No. 1
Nagritengah, Purwakarta, Purwakarta, Jawa Barat 41114
Indonesia
Ketinggian+84 m
OperatorKereta Api Indonesia
Daerah Operasi II Bandung
KAI Commuter
Letak dari pangkalkm 103+070 lintas JakartaJatinegara
Cikampek–Purwakarta–Padalarang[1]
Jumlah peron3
Jumlah jalur6
  • jalur 1: sepur lurus jalur ganda arah Bandung
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Jakarta serta jalur tunggal dari dan ke Bandung
Informasi lain
Kode stasiun
  • PWK
  • 1404
[2]
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka27 Desember 1902
Operasi layanan
Argo Parahyangan Tambahan (layanan terbatas arah Bandung di KA 44A), Harina, Ciremai, Pangandaran, Serayu, Cikuray, Walahar Ekspres/Lokal Purwakarta, Garut Cibatuan, dan Lokal Bandung Raya (dari Cicalengka)
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Cibungur
ke arah Cikarang
Walahar Ekspres/Lokal Purwakarta
Cikarang-Purwakarta, p.p.
Terminus
Terminus Garut Cibatuan
Purwakarta-Garut
Ciganea
ke arah Garut
Bandung Raya Ekonomi
Purwakarta-Cicalengka
Ciganea
Perjalanan satu arah
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Alstom Solid State Interlocking
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Purwakarta
KategoriBangunan
No. RegnasRNCB.20100622.02.000822
Tanggal SK2010
PemilikPT Kereta Api Indonesia
PengelolaPT Kereta Api Indonesia
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta

Stasiun Purwakarta (PWK) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Nagritengah, Purwakarta, Purwakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +84 meter ini merupakan stasiun yang berada di dalam Daerah Operasi 2 Bandung. Stasiun ini berjarak 500 meter di utara Situ Buleud dan kompleks kantor lama residen Purwakarta.

Petak jalur yang menuju ke arah Stasiun Ciganea masih berupa jalur tunggal, sedangkan yang menuju ke arah Stasiun Cibungur sudah berupa jalur ganda. Ke arah utara stasiun ini, sebelum Stasiun Cibungur, terdapat Halte Sadang yang sudah tidak aktif sejak diberlakukan Gapeka 2015.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Jalur kereta api Cikampek–Purwakarta diresmikan pada 27 Desember 1902 dan sampai di Padalarang pada tanggal 2 Mei 1906. Dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS), jalur tersebut dibangun untuk memangkas waktu tempuh perjalanan kereta api rute JakartaBandung. SS sangat mengandalkan jalur ini untuk KA-KA ekspres mereka. Bila dibandingkan dengan melewati jalur lama yang melewati Cianjur, SS membangun jalur ini untuk pengguna jasa yang ingin lebih cepat sampai di Bandung.[3]

Kereta api yang dijalankan di lintas tersebut diberi nama Vlugge Vier (Cepat 4), yang menggambarkan sebuah kehandalan, ketangguhan, serta kecepatan dari kereta api ini yang menantang medan terjal di jalur tersebut. Stasiun ini menjadi salah satu titik pergantian lokomotif uap dari sebuah rangkaian kereta api karena adanya peralihan medan yang terjal dan berkelok-kelok dengan medan yang datar. Selain di stasiun ini, titik pergantian lokomotif uap lainnya pun juga ada di Stasiun Padalarang.

Stasiun Purwakarta juga mempunyai peran saat era perang kemerdekaan, di mana banyak kendaraan militer untuk keperluan peperangan dibongkar muat ke atas gerbong di stasiun ini.

Angkutan mobil jeep di Stasiun Purwakarta untuk keperluan peperangan, September 1947.
Angkutan mobil jeep di Stasiun Purwakarta untuk keperluan peperangan, September 1947.
Evakuasi TNI di Stasiun Purwakarta, 10 Februari 1948.
Evakuasi TNI di Stasiun Purwakarta, 10 Februari 1948.

Dahulu, terdapat sebuah rel cabang yang menuju ke depo minyak Pertamina dan juga ke Waduk Jatiluhur. Namun, rel cabang yang mengarah ke bendungan tersebut hanya digunakan saat dalam proses pembangunan bendungan itu saja. Rel cabang tersebut digunakan untuk membawa turbin air yang diturunkan dari kapal melalui Stasiun Tanjung Priuk dan diangkut menggunakan sebuah gerbong khusus. Kini, hanya sedikit bekas dari rel cabang tersebut yang masih tersisa, seperti contohnya pondasi jembatan dan perlintasan sebidang.[4]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun Purwakarta memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus jalur ganda dari arah Jakarta, dan jalur 2 merupakan sepur lurus jalur ganda ke arah Jakarta maupun jalur tunggal dari dan ke Bandung. Jalur ganda parsial tersebut diinisiasi pada awal 2002 dan selesai tahun 2004.[5]

Saat lokomotif uap masih berjaya di kawasan pegunungan Parahyangan, Stasiun Purwakarta adalah tempat pergantian lokomotif uap bagi rangkaian kereta api yang datang dari arah Jakarta menuju ke arah Bandung. Lokomotif uap lintas datar yang menarik rangkaian kereta api dari Jakarta akan diganti dengan lokomotif uap tipe mallet yang lebih cocok untuk digunakan di daerah pegunungan.[4] Oleh karena itu, Stasiun ini dilengkapi dengan fasilitas sebuah depo lokomotif yang cukup besar. Depo lokomotif ini diperkirakan tidak beroperasi lagi pada pertengahan era 1980-an, setelah lokomotif-lokomotif uap mulai dipensiunkan dan diakfirkan secara massal. Namun, sehubungan dengan adanya rencana pengoperasian kembali depo lokomotif ini, bangunannya akhirnya kembali direnovasi secara keseluruhan.

Pekarangan emplasemen stasiun ini juga menjadi tempat unspoor atau ditanahkannya unit-unit Kereta Rel Listrik (KRL) ekonomi non-AC yang pernah beroperasi di lintas Jabodetabek sejak dihapuskannya layanan KRL non-AC pada 25 Juli 2013.[6] KRL Rheostatik, BN-Holec, Hitachi, KRD MCW 302, bahkan kereta penumpang kelas ekonomi (K3) yang sudah afkir pun ditumpuk bersamaan di area ini.

Tumpukan KRL non-AC di Stasiun Purwakarta, 2017.
Tumpukan KRL non-AC di Stasiun Purwakarta, 2017.
Tumpukan K3 eks KRD MCW di Stasiun Purwakarta, 2017.
Tumpukan K3 eks KRD MCW di Stasiun Purwakarta, 2017.

Pada tahun 2018, tumpukan-tumpukan KRL non-AC, KRD, serta K3 ini pun dibesituakan atau dirucat habis, dan digantikan dengan unit-unit bangkai kereta penumpang yang lebih baru. Unit-unit kereta afkir yang dibesituakan ini dijual, dikilokan, maupun dihancurkan dan kemudian dihapus dari daftar sarana yang dimiliki oleh PT KAI atau KCI.[7]

Tumpukan kereta penumpang baru di Stasiun Purwakarta.
Tumpukan kereta penumpang baru di Stasiun Purwakarta.
Tumpukan K3 livery baru di Stasiun Purwakarta.
Tumpukan K3 livery baru di Stasiun Purwakarta.

Terdapat juga sebuah area di mana terdapat bekas gerbong-gerbong barang afkir yang di-unspoor atau ditanahkan, lokasinya berada di sebelah kiri pojok emplasemen stasiun yang mengarah ke Stasiun Ciganea.

Gerbong tipe KKBR yang ditanahkan di Stasiun Purwakarta.
Gerbong tipe KKBR yang ditanahkan di Stasiun Purwakarta.
Gerbong tipe PPC yang ditanahkan di Stasiun Purwakarta.
Gerbong tipe PPC yang ditanahkan di Stasiun Purwakarta.

Selain Stasiun Purwakarta, tempat perucatan unit KRL-KRL afkir lainnya juga terdapat di Stasiun Cikaum dan Stasiun Pasirbungur, yaitu tempat perucatan KRL Eksekutif AC milik PT KAI yang diimpor sebelum tahun 2009, serta unit KRL milik PT KAI atau KCI yang tidak diperpanjang lagi masa pakainya.[8][9]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Jalur Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Lintas selatan Jawa Argo Parahyangan Tambahan Eksekutif Bandung Hanya jadwal pagi di akhir pekan (KA 44A)
Pangandaran Eksekutif dan ekonomi premium Jakarta Gambir

Dihentikan sementara


Banjar
Cikuray Ekonomi Jakarta Pasar Senen
Garut
Serayu Purwokerto Via Kiaracondong
Jakarta Pasar Senen
Lintas utara Jawa Harina Eksekutif dan ekonomi premium Surabaya Pasarturi
Bandung
Ciremai Eksekutif dan ekonomi Semarang Tawang Hanya jadwal malam.

Jadwal pagi dijalankan pada hari tertentu.

Bandung Hanya jadwal pagi.

Jadwal malam dijalankan pada hari tertentu.

Lokal[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
Lokal Bandung Raya (Cicalengka–Purwakarta) Purwakarta Hanya jadwal malam
Garut Cibatuan (Garut–Purwakarta pp) Hanya jadwal siang
Garut Perjalanan pagi dan malam
Walahar Ekspres Purwakarta
Cikarang

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ a b Tim Telaga Bakti Nusantara.; Asosiasi Perkeretaapian Indonesia. (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  5. ^ "Rel Kereta Api Ganda di Purwakarta Mulai Dibangun Maret 2002". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-07-22. Diakses tanggal 2020-06-02. 
  6. ^ "Jauh dari Kata Seram, Begini 7 Penampakan Kuburan Kereta di Stasiun Purwakarta". Tribun Travel. Diakses tanggal 2019-03-01. 
  7. ^ Fadhli, Faris (Juni 2014). "Djoko Lelono dan New Marcopolo: Tinggal Kenangan". Majalah KA. 95: 18–19. 
  8. ^ "Rangkaian KRL Tidak Terpakai Mulai Dibesituakan". www.re-digest.web.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-06-17. Diakses tanggal 2018-03-01. 
  9. ^ Fajrin, Muhammad Pascal (2022-01-31). "KRL Seri 8500 Rangkaian 8612F Tutup Pengiriman KRL Tidak Terpakai ke Pasirbungur". Railway Enthusiast Digest. Diakses tanggal 2022-02-02. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Sadang
ke arah Cikampek
Cikampek–Padalarang Ciganea
ke arah Padalarang

Koordinat: 6°33′10″S 107°26′47″E / 6.5527886°S 107.4463964°E / -6.5527886; 107.4463964