Stasiun Garut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Garut
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun GRT.png
  • Singkatan: GRT
  • Nomor: 1820
Stasiun Garut.jpg
Stasiun Garut zaman dahulu, terlihat sebuah kereta api yang ditarik oleh Lokomotif CC1007 sedang berhenti untuk menurunkan penumpang
AlamatJalan Bank
Pakuwon, Garut Kota, Garut
Jawa Barat
Ketinggian+717 m
Letakkm 19+293 lintas Cibatu-Cikajang[1]
OperatorDaerah Operasi II Bandung
Konstruksi
Jumlah jalur3 (jalur 1: sepur lurus)
Jumlah peronSatu peron sisi yang tinggi
Informasi lain
Kelas stasiunII[2]
Tipe persinyalan
  • Tebeng Krian (s.d. 1983)
  • Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis (2020-sekarang)
Sejarah
Dibuka14 Agustus 1889
Ditutup1983
Dibuka kembaliTBA
Tahun direnovasi1947
Layanan
-
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Stasiun Garut (GRT) merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas II yang terletak di Pakuwon, Garut Kota, Garut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +717 meter ini termasuk dalam Wilayah Aset II Bandung.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembangunan lintas Cibatu–Garut. Karena pusat kota Kabupaten Garut agak jauh dari stasiun utama di kabupaten ini, maka perlu dibuat lintas cabang. Sehingga, dibangunlah jalur kereta api dari Stasiun Cibatu menuju Stasiun Garut. Jalur ini dibuka bersamaan dengan jalur dari Cicalengka pada tanggal 14 Agustus 1889.[3]

Bangunan stasiun yang lama kini telah hilang, diganti dengan bangunan yang lebih modern. Bangunan stasiun ini sangat mirip dengan Stasiun Karawang dan Rambipuji. Dahulu Garut pernah diserang oleh tentara Belanda pada tahun 1947 yang membuat infrastruktur jalur menjadi rusak, sehingga terpaksa harus direnovasi.[4]

Dahulu, saat masih aktif hingga tahun 1980-an, stasiun ini selalu ramai dikunjungi oleh pengguna jasa angkutan yang hendak bepergian dengan kereta api hingga akhirnya ditutup pada tahun 1983 karena sarana yang sudah tua dan kalah bersaing dengan mobil pribadi maupun angkutan umum. Di samping itu, PJKA sering mengalami kerugian akibat ulah penumpang yang coba-coba naik kereta secara gratis.[5]Spot di jalur ini sebenarnya sangat indah, sehingga menarik perhatian para railfans dari luar negeri untuk menyaksikan aksi lokomotif uap di jalur ini.

Selama masa-masa nonaktifnya, stasiun ini sempat dijadikan kantor sekretariat MPC Pemuda Pancasila Garut[6] dan emplasemennya berubah menjadi pasar.

Reaktivasi[sunting | sunting sumber]

Sehubungan dengan reaktivasi jalur kereta api Cibatu–Garut, stasiun ini menjalani serangkaian renovasi. Seluruh bangunan yang berdiri di atas lahan PT KAI harus dibongkar. Bangunan yang berada di sekitar rumah dinas peninggalan Staatsspoorwegen serta bangunan stasiun kini telah rata dengan tanah.[7]

Setelah aktif, stasiun ini rencananya akan memiliki dua bangunan dan tiga jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus dari dan arah Cibatu. Selain itu, rel kereta api ke arah barat stasiun (arah Cikajang) juga turut direaktivasi sejauh beberapa ratus meter guna mendukung aktivitas gerak langsir lokomotif dan rangkaian kereta.[8]

Peresmian jalur KA Cibatu-Garut rencananya akan dilakukan pada akhir Februari atau paling lambat awal Maret, menunggu perizinan dari Kementrian Perhubungan. Saat ini, KAI sudah merencanakan pengoperasian KA lokal Cibatu–Garut pp yang jadwalnya sudah dibuat bersamaan dengan pengoperasian grafik perjalanan kereta api (gapeka) 2019 dan berstatus sebagai angkutan lokal perintis. Kereta api tersebut akan digratiskan selama masa uji coba.[9][10]

Pada 12 Maret 2020, telah dilakukan uji coba rangkaian kereta api yang terdiri dari 2 kereta kelas ekonomi (K3), 1 kereta makan pembangkit kelas ekonomi (KMP3), dan 4 kereta kelas bisnis (K2). Rangkaian uji coba tersebut berjalan di lintas Stasiun Cibatu-Stasiun Garut dengan ditarik oleh lokomotif CC 201 77 21. Uji coba ini sekaligus bertujuan untuk mengecek kesiapan persinyalan, wesel, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya sebelum jalur ini dapat resmi digunakan.[11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ Nasution, A.H. (1978). Sekitar perang kemerdekaan Indonesia. 5. Bandung: Dinas Sejarah TNI-AD dan Angkasa. 
  5. ^ Putra, Bayu. "Menanti Tuntasnya Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut-Cikajang". JawaPos.com. Diakses tanggal 2019-08-21. 
  6. ^ "Rel Si Gombar Pun 'Terkubur' Dana Desa". detikx. Diakses tanggal 2020-02-03. 
  7. ^ antaranews.com (2019-05-11). "Bangunan terdampak reaktivasi jalur kereta di Garut Kota dibongkar". Antara News. Diakses tanggal 2020-02-03. 
  8. ^ Asmara, Chandra Gian. "29 Tahun Mati Suri, Jalur Kereta di Garut Ini Direaktivasi". news. Diakses tanggal 2020-01-16. 
  9. ^ Adji, Bayu (19 Februari 2020). "Republika.co.id". Awal Maret, Kereta Api Cibatu-Garut Gratis. Diakses tanggal 2020-02-19. 
  10. ^ Rakyat, Pikiran. "PT KAI Daop 2 Optimistis Kereta Api Jurusan Cibatu-Garut Beroperasi Februari 2020 - Pikiran-Rakyat.com". www.Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2020-02-03. 
  11. ^ "Jalur Cibatu - Garut Diujicoba Dengan Rangkaian Kereta". Railway Enthusiast Digest. 2020-03-12. Diakses tanggal 2020-03-13. 
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Sukarame
ke arah Cibatu
Cibatu–Cikajang Pamoyanan
ke arah Cikajang

Koordinat: 7°12′49″S 107°54′16″E / 7.213611°S 107.904389°E / -7.213611; 107.904389